Pages

Thursday, August 8, 2019

Batas wilayah nyaris ricuh, warga Gunung Kemala sesalkan tindakan Pemkot Prabumulih

 Foto : Warga Gunung Kemala yang marah ketika melihat utusan Pemkot Prabumulih yang tak ikut meninjau lokasi tapal batas yang warga tinjau bersama Pemprov Sumsel

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Warga Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih nyaris ricuh dengan rombongan Pemerintah Kota Prabumulih saat meninjau langsung lokasi tapal batas antara Prabumulih dengan Muara Enim di Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku, kamis (8/9/19)

Kunjungan yang dilakukan oleh Dinas dan Kabag Batas Wilayah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Sri Sulastri beserta rombongan untuk mencari data penentuan tapal batas wilayah yang beberapa bulan terakhir membuat sebagian warga resah itu disambut ricuh 

Pasalnya utusan dari Pemerintah Kota Prabumulih diduga tak mengindahkan saran warga atas peninjauan lokasi batas wilayah yang menurut masyarakat telah dicaplok Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan cara sepihak
 
Tim Batas Wilayah Provinsi Sumsel saat meninjau lokasi di perbatasan

Dari pantauan media ini warga menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan harus tegas dan transparan dalam memberikan kebijakan dan penetuan penegasan batas wilayah yang konflik

“pihak Provinsi saja turun langsung kelapangan, kenapa kalian hanya diam saja, ada apa dengan pemerintah prabumulih” tegas Asurman warga setempat yang geram dengan Pejabat pemerintah Prabumulih yang diduga cuek dengan urusan tapal batas 

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA.

Disisi lain, mantan kepala desa Gunung Kemala 20 tahun silam itu mengatakan jika konflik batas wilayah ini sudah berlarut-larut dari tahun ketahun dan sudah beberapa kali disengketakan namun menurutnya tidak pernah ada kejelasan

“batas wilayah ini selalu jadi permasalahan, saya harap pemerintah lebih cepat menyelesaikannya, nanti masyarakat ricuh” ucapnya

Sementara itu, Pemprov Sumsel bidang dinas dan Kabag Batas Wilayah Provinsi Sri Sulastri mengatakan pihaknya akan segera melakukan tahap sesuai peraturan mulai dari Observasi, pengambilan titik koordinat hingga hasil akhir 

“kami akan memberikan yang terbaik buat bapak-bapak semua, dan masyarakat tenang saja jangan resah kami akan bekerja dengan baik, tapi kami tidak bisa secepatnya dalam memerikan keputasan” pesanya (sn).

0 komentar:

Post a Comment