Pages

Tuesday, August 6, 2019

Diduga Cemari Sungai Lilin, Limbah Tambang Bangko Barat Diperiksa


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Manajemen tambang batubara PT BA Tbk Tanjung Enim, Senin (5/8), akhirnya menurunkan tim bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan warga untuk melakukan pemeriksaan uji laboratorium terhadap air Sungai Liling berlokasi di Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul Muara Enim yang bermuara ke Sungai Lengi dan Sodong serta Sungai Niru. Soalnya air sungai tersebut diduga tercemar air limbah penambangan batuara Bangko Barat milik PT BA.

Pemeriksaan itu dilakukan  menindak lanjuti pengaduan LSM Gerakan Pemuda Rambang, Kecamatan Rambang Niru,  yang disampaikan ke BLH Kabupaten Muara Enim pecan lalu.

Tim yang melakukan pemeriksaan ke lapangan dipimpin Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup BLH Muara Enim, Iskandar. Tim dari pihak PT BA dipimpin SM PLPT PT BA, Sukono, dan Ketua LSM Gempar, A Andri Ferius serta Muslim.

Menurut Muslim, pengurus LSM Gempar yang ikut melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pencemaran tersebut mengatakan, sejak adanya kegiatan penambangan batubara Bangko Barat membuat air Sungai Liling tidak bisa lagi digunakan masyarakat untuk mandi, masak.

Sehingga warga yang berada di hilir sungai tersebut terpaksa membuat sumur di bantaran sungai, untuk memenuhi kebutuhan masak, mandi dan mencuri. “Air Sungai tersebut tidak bisa digunakan warga sudah berlangsung selama 5 tahun sejak adanya kegiatan penambangan batubara,” jelas Muslim.

Dijelaskannya, pada pemeriksaan kelapangan bersama tim BLH dan PT BA, ditemukan, bahwa limbah cair tambang batubara bangko barat langsung dibuang ke aliran Sungai Liling tanpa melalui proses pengendapan lumpur di kolam retensi.

“Jadi saat tim bersama kami melakukan pemeriksaan,  tidak ada kolam pengendapan, sehingga air limbah itu langsung dibuat ke aliran Sungai Liling,” jelas Muslim.

Pihak perusahaan hanya membuat penyekat air limbah itu dengan membuat dam terbuat dari karung pelantik diisi tanah lalu dikasi bahan kimia untuk menjernihkan air saat dibuang ke aliran Sungai Liling.

“Saat ini kondisi air sungai tersebut jika digunakan untuk mandi kulit badan akan terasa panas dan gatal gatal. Atas permasalahan ini, kami minta prusahaan agar memberikan kompensasi kepada warga yang tidak bisa lagi mengkonsumsi air tersebut,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim juga mengambil sampel air Sungai Liling untuk diperiksa ke laboratorium. Usai melakukan pemeriksaan tim PT BA dan BLH serta LSM Gempar membuat berita acara hasil pemeriksaan kelapangan.

Sementara itu, Direktur Umum dan SDM PT BA, Joko Pramono,  saat disampaikan awak media soal pemeriksaan air Sungai tersebut oleh tim BLH dan PT BA, berharap semuanya akan berjalan lancer. “Insya Allah semua berjalan dengan baik tidak ada dampak negative buat PT BA dan masyarakat,” jelas Joko saat dihubungi melalui WhatsApp nya, Senin (5/8)

Di tempat terpisah, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup BLH Muara Enim, Iskandar, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan LSM Gempar tersebut. “Terhadap  laporan lSM Gempar terkait dugaan pencemaran sungai lengi dll  yg diduga  akibat air limbah PT BA  di lokasi Banko Barat,  kemarin (senin, 5-7-2019)  kita sdh melakukan verifikasi lapangan dan pengambilan sampel air  bersama pelapor (LSM) dan terlapor (Ptba)  ke beberapa titik (sungai),” jelas Iskandar, Selasa (6/7)

Menurutnya, sampel air sungai yang diambil yakni di  Hulu sungai  Lengi, hulu sungai Liling, hilir sungai Lengi  yg telah bercampur dengag  sungai Liling dan dibeberapa titik aliran air sumur  di lokasi kebun warga sampai ke lokasi titik/sumber air (pangkal sungai liling) di dekat KPL BB 10 tambang (banko barat milik Ptba

Dijelaskannya, dari hasil pengukuran terhadap  parameter ph air  di pangkal sungai Liling di dekat KPL BB 10  tambang anko barat masih memenuhi Baku mutu Lingkungan. Sedangkan untuk  parameter  yang lain masih menunggu hasil analisa Laboratorium.

0 komentar:

Post a Comment