Pages

Monday, August 19, 2019

Ingin Prabumulih Terang Benderang, Pemkot Prabumulih Bawa Konsultan Paparan ke DPRD

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Pemerintah Kota Prabumulih melakukan pemaparan di Kantor DPRD Prabumulih terkait rencana pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Prabumulih guna mendapat persetujuan wakil rakyat tersebut. 

Tak tanggung-tanggung. Pemerintah Kota Prabumulih yang diwakili oleh Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri itu langsung menggandeng konsultan yang didatangkan dari Bandung. 

Orang nomor dua di Kota Prabumulih ini menjelaskan nantinya pengelolaan PJU akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga selama lima tahun kedepan. Untuk pengelolaan selama lima tahun tersebut, Pemkot Prabumulih harus merogoh kocek sebesar Rp 75 Miliar. 

"Jadi pertahun itu dianggarkan 15 M. Dari situ itu kita sudah ada sefty kurang lebih Rp 10 M, dari sisa pembayaran lampu jalan," Ujarnya, Senin (19/8). 

Selama di kelola oleh pihak ketiga, kata Fikri, seluruh permasalahan PJU di Kota Prabumulih sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga. 

"Keuntungannya seluruh wilayah Prabumulih akan terang. Setelah lima tahun pengelolaan akan kembali ke Pemkot Prabumulih," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD H Ahmad Palo memgatakan belum bisa memutuskan untuk menyetujui pengelolaan PJU oleh pihak ketiga. 

Pihaknya akan mengkaji kembali dan meminta agar konsultas menyediakan data pembanding terkait besaran pembiayaan apabila PJU dikelolah oleh perusahaan daerah. 

"Tidak hanya mereka memaparkan dalam bentuk kerjasama dengan pihak ketiga, tapi harus ada data pembanding. itung-itungan dengan sistem KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha)," terangnya.

Palo menuturkan akan lebih baik apabila PJU  dikelola sendiri. Namun hal itu tergantung data pembanding yang nantinya dikeluarkan konsultan. Apabila hal itu lebih menguntungkan tentunya DPRD lebih menyetujui apabila PJU dikelola oleh daerah. 

"Kalau lebih efisien kita dengan menambah tenaga yang mengurus lampu jalan. Biaya dewek, lampu beli sendiri kalau lebih menguntungkan kenapa tidak, kan anggaran bisa kita gunakan untuk yang lain. Selain itu bisa menyerap tenaga kerja lokal," tuturnya.

0 komentar:

Post a Comment