Masih Soal Pilkades, Puluhan Warga Sungai Baung Gruduk Kantor Dewan PALI

PALI, SININEWS.COM - Lagi-lagi, kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dijadikan tempat aksi unjuk rasa. Kali ini puluhan warga Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) datang ke kantor dewan pada Selasa (27/8) yang menginginkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desanya agar diundur.

Karena menurut pengunjuk rasa, ada tindakan diskriminasi terhadap salah satu calon Kades yang digugurkan secara sepihak oleh mantan panitia Pilkades yang sebelumnya memang  telah mengundurkan diri.

Pada aksi kali ini, wakil ketua DPRD PALI, Darmadi Suhaimi didampingi Devi Heriyanto, Aswawi Mansyur anggota Komisi I dan Sudarmi ST menyambut warga pengunjuk rasa dan langsung mengajak berdiskusi untuk membantu penyelesaian permasalahan tersebut.

Dihadapan wakil ketua Dewan, koordinator aksi menyampaikan orasinya bahwa keinginan warga datang ke kantor dewan adalah untuk meminta keadilan terhadap Shinta Andayani, calon kepala desa yang digugurkan padahal sebelumnya, Shinta telah melalui berbagai proses tahapan Pilkades.

Setelah berorasi, perwakilan unjuk rasa diajak berdiskusi di ruang rapat komisi I DPRD PALI.

Sementara menurut keterangan Kasmuri, salah satu masa yang ikut berunjuk rasa menceritakan awal permasalahan muncul.

"Dari awal tidak ada masalah, yakni setelah psikotes terhadap 7 calon Kades di desa kami, maka ada 3 Cakades yang lolos. Kemudian panitia menetapkan 4 Cakades dan mengundi nomor urut terhadap 4 calon yang ditetapkan panitia termasuk Shinta. Tapi pada tanggal 3 Agustus setelah penetapan, panitia mengundurkan diri. Tetapi tanpa sepengetahuan masyarakat, mantan panitia masih bekerja dan saat BPD akan membentuk panitia baru, ternyata pada 16 Agustus ada pengumuman baru yang menyebut ada 5 Cakades, yang anehnya nama Shinta tidak tertera disana," beber Kasmuri.

Dari situlah dikatakan Kasmuri awal permasalahan timbul, gejolak dan keresahan semakin mencuat pasca keluarnya pengumuman yang dikeluarkan mantan panitia.

"Berujung kami datang ke kantor dewan untuk meminta anggota dewan agar mendesak pemerintah kabupaten PALI agar menunda gelaran Pilkades di desa kami sebelum masalah ini selesai. Dan kami juga bertekad kami akan bertahan di kantor dewan sebelum adanya putusan," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa dan anggota dewan serta pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten PALI masih melakukan pertemuan. (sn)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts