Pages

Wednesday, September 25, 2019

Mengenal "Bujoan", Wisata Danau Buatan yang Dibangun Menggunakan Dana Desa

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Kota Prabumulih yang berada dikawasan Lintas Tengah Provinsi Sumatera Selatan dengan luas 421,6 km², 6 Kecamatan, 25 Kelurahan dan 12 Desa ini tak dianugerahi wisata alam, baik berupa pegunungan, bukit ataupun lautan.

            Karena tak memiliki wisata alam, Kota Prabumulih menjadi kota yang berupaya untuk membangun wisata dan tempat rekreasi buatan. Yang akhirnya kota yang dijuluki Kota Nanas ini, memiliki sejumlah wisata buatan baik yang dikelola dan dikembangkan oleh Pemerintah Kota, BUMN ataupun Pemerintah Desa.

            Walau bukanlah wisata alami yang menyajikan paronama keindahan alam. Keberadaan wisata lokal cukup menjadi hiburan bagi masyarakat dan keluarga. Danau Bujoan salah satunya.

            Danau bujoan, merupakan salah satu wisata buatan yang dikelola oleh Pemerintah Desa (Pemdes), Desa Karang Bindu Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) yang dibangun dengan Dana Desa (DD) tahun 2018, dan dikelola oleh Bumdes.

            Dan meski berada dipedesaan, wisata yang jaraknya sekitar 20 menit dari pusat kota ini, menjadi wisata favorit dari masyarakat luar kota. Sebab selain jaraknya yang cukup srategis, danau wisata bujoan juga menyediakan sejumlah sarana dan prasarana rekreasi danau yang dilengkapi sejumlah wahana permainan, balon air, perahu bebek, perahu kayu serta perahu kayu.

            Dilokasi danau, Pagar bambu 1,5 dipasang mengelilingi danau. Tak ketinggalan gapura selamat datang, dengan ikon 2 ikan diatas gapura. Ada pula beberapa pondok kecil dipasang ditiap sudut untuk pengunjung bersantai sembari menyantap bekal.

Berekreasi di danau bujoan tak membuat kantong kering, pengunjung cukup merogoh belasan ribu sudah dapat menikmati wahana yang tersedia. 

“Murah tapi puas, perahu bebek jadi favorit anak-anak. Biasanya harus keluar kota untuk berlibur,”kata Dian warga Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan.

             Sementara itu Kepala Desa Karang Bindu Dedi Abson, menuturkan danau bujoan berasal dari kata ikan yang berjenis seperti gabus bernama "bujo". Dikarenakan didalam danau yang cukup luas dulunya banyak ikan bujo yang tak bisa ditangkap oleh warga.

            Malah dulunya, hutan disekitar danau menjadi salah satu lokasi yang tak pernah disentuh warga sebab terkesan angker.“Dulunya itu hanya rawa-rawa saja, lahan yang tak tersentuh warga sehingga menjadi hutan. Tapi akhirnya kita berinisiatif membangun embung desa (penampungan air) dengan dana desa. Yang akhirnya jadilah tempat wisata,” kata Dedi Abson.

             Keberadaan wisata danau bujoan kata Dedi, berdampak besar bagi desa yang dipimpinnya. Selain menambah pundi-pundi penghasilan desa, wisata danau bujoan juga menyerap tenaga kerja lokal, yang diantaranya merupakan Karang Taruna Desa. 

“Menguntungkan lagi, perekonomian warga menjadi menggeliat. Banyak pendatang yang berbelanja, warga jadi diuntungkan,” ucap Dedi.

            Saat ini, sejak danau bujoan yang dikelola dengan dana desa menjadi wisata. Ratusan warga datang ke desa Karang Bindu setiap harinya. Dan tentu saja, wisata danau bujoan dipedesaan tersebut menambah daftar wisata yang bisa anda kunjungi bila sedang berada di Kota Prabumulih.(SN)

0 komentar:

Post a Comment