Pages

Wednesday, October 30, 2019

Sungai Jernih Berubah Keruh, Warga Tuding Aktivitas Stockpile Batubara Penyebabnya

PALI -- Sungai Jernih yang berada di wilayah Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini kondisi airnya kotor dan warnanya hitam pekat. Tentu saja, hal tersebut membuat warga setempat resah, terutama bagi warga yang memiliki mata pencaharian di sekitar sungai tersebut.

Warga pun menuding penyebab air keruh pada sungai Jernih akibat keberadaan stockpile batubara yang terletak dipinggir jalan khusus batubara milik PT Servo Lintas Raya (SLR). Karena lokasi stockpile tersebut berada tidak jauh dari sungai Jernih.

"Air keruh itu akibat tumpukan batubara yang berada di stockpile tak jauh dari sungai yang ditimpa hujan kemarin malam. airnya mengalir dan masuk ke sungai," kata Sarudin, warga setempat Rabu (30/10).

Sarudin khawatir kalau air keruh tersebut masuk ke kolam ikan yang berada persis di sungai Jernih.

"Kami ada usaha kolam ikan. Dan sejak adanya stockpile itu, kolam ikan kerap tercemar mengakibatkan penghasilan kami tidak bisa maksimal," tukasnya.

Diakuinya, pernah ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk mendata jumlah dan luas kebun karet disekitar stockpile beroperasi, dimana bakal dijanjikan mendapat kompensasi. Tetapi hingga kini tidak ada titik terangnya.

"Pada bulan Agustus lalu kami data bersama pihak perusahaan. Hasilnya lebih kurang 15 hektar lahan karet ada di wilayah Desa Lunas Jaya dan 27 bidang kebun karet ada di wilayah Desa Harapan Jaya. Namun sampai saat ini tidak ada cerita lagi. Pernah kami tanyakan kelanjutan permasalahan itu, tapi pihak perusahaan menyatakan batal dengan alasan ada aksi unjuk rasa belum lama ini," bebernya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Sarudin berharap Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten PALI untuk turun langsung ke lokasi mengecek kandungan air di sungai Jernih karena terindikasi sudah tercemar.

"Kami merasa keberadaan stockpile batubara banyak ruginya bagi warga sekitar, sebab kalau kemarau, debu tebal mengganggu dan kalau penghujan air yang berasal dari tumpukan batubara masuk ke sungai. Kami berharap, ada upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini supaya masyarakat tidak dirugikan," harapnya.

Sementara itu, Bakrin, Kepala Bidang LH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI menyebut bahwa pihaknya telah meneliti kandungan udara dibeberapa titik sekitar stockpile bersama DLH Provinsi Sumatera Selatan, berdasarkan permintaan warga setempat. Untuk hasilnya masih menunggu.

"Dari DLH provinsi bawa langsung alat pengukur udara, kita masih menunggu hasilnya. Untuk pengecekan air sungai belum kita lakukan lantaran beberapa waktu lalu warga setempat mendesak kami untuk meneliti kandungan udara di sekitar stockpile karena warga terganggu dengan debu yang timbul," terang Bakrin.

Bakrin menyarankan pihak PT SLR atau rekanannya untuk membangun Ipal penampung air yang keluar dari tumpukan batubara, agar air limbah itu tidak masuk secara langsung ke sungai ketika diguyur hujan. 

"Buatlah Ipal beberapa lubang, nantinya air limbah ditampung kemudian dialirkan ke Ipal lainnya. Pada Ipal terakhir, masukan ikan. Kalau ikan itu masih hidup artinya air sudah bersih dan boleh dialirkan ke sungai," saran Bakrin.

Menelusuri permasalahan itu, kemudian media ini berupaya menghubungi pihak PT SLR. Namun beberapa kali dihubungi, pihak perusahaan belum bersedia memberikan keterangannya. (sn)

0 komentar:

Post a Comment