Pages

Sunday, November 24, 2019

Tolak Stunting, TP.PKK PALI Rangkul Dinkes Bagi-bagi Obat Cacing

PALI -- Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis atau Stunting menjadi perhatian serius Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Terbukti pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 di Bumi Serepat Serasan, TP.PKK Kabupaten PALI bekerjasana Dinas Kesehatan (Dinkes) bagi-bagi obat cacing terhadap pelajar Sekolah Dasar (SD) di Desa Babat Kecamatan Penukal, Sabtu (23/11).

Bukan hanya pemberian obat cacing, TP.PKK juga memberikan makanan tambahan terhadap balita dan ibu hamil yang alami kekurangan energi kalori. Bahkan keseriusan dalam pencegahan Stunting, pada peringatan HKN tersebut ketua TP.PKK Kabupaten PALI, Hj Sri Kustina dikukuhkan sebagai duta tolak Stunting oleh Bupati PALI, H Heri Amalindo.

"Cacingan salah satu penyebab Stunting, karena asupan gizi yang masuk akan habis diserap cacing yang bersarang ditubuh anak akibatnya anak tersebut gagal tumbuh dan bisa kerdil," ungkap Hj Sri Kustina.

Sri Kustina mengaku bahwa Kabupaten PALI sudah lewat ambang batas, artinya PALI posisi aman untuk Stunting.

"Tentunya hal itu disebabkan oleh seringnya kami, TP PKK PALI memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam mencegah Stunting dengan cara pola hidup yang sehat, serta makan makanan yang bergizi saat hamil dan kepada balita,"dan kata Anggota DPR RI komisi IX itu.

Selain itu, untuk mencegah Stunting dirinya mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mensosialisasikan pencegahan Stunting di Bumi Serepat Serasan.

"Kita akan terus sosialisasi pencegahan Stunting, dengan mengajak Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintahan Desa untuk bersama-sama mengajak masyarakat mencegah Stunting dengan makanan yang bergizi, sehingga masyarakat PALI bisa sehat dari balita sampai remaja," tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI Muhammad Mudakir, S.Km MKes mengatakan bahwa untuk di kabupaten PALI kasus Stunting telah mengalami penurunan.

"Kasus Stunting terbagi menjadi dua kategori, anak di bawah usia dua tahun dimana di PALI terdapat 52 kasus Stunting dan balita dari usia 2 - 5 tahun yang berada di angka 112 kasus. Namun, proses penurunan angka Stunting tidak serta merta langsung menurun. Perlu proses, namun kami optimis kasus Stunting di kabupaten PALI akan berkurang dan PALI bisa bebas dari Stunting," jelas Mudakir.

Mudakir juga menambahkan, untuk tugas Duta cegah Stunting akan bertindak menjadi koordinator dari berbagai sektor untuk bersama mencegah Stunting di kabupaten PALI.

"Berdasarkan arahan dari Pak Gubernur, yang dinobatkan menjadi Duta Cegah Stunting yaitu ketua TP PKK, untuk di kabupaten PALI yaitu Hj. Sri Kustina. Tugas Duta Cegah Stunting diharapkan dapat memberikan contoh dan menjadi koordinator dari berbagai sektor di OPD yang berada di ruang lingkup Pemkab PALI, termasuk PKK PALI. Tujuan untuk mencegah Stunting di kabupaten PALI," tambahnya.

Ditempat sama, Bupati PALI mengapresiasi kinerja TP PKK PALI bersama pihak terkait yang selalu memberikan terobosan dan inovasi terhadap masyarakat kabupaten PALI.

"Tentunya sesuatu yang luar biasa, karena berkat penghargaan baik provinsi maupun nasional diraih oleh TP PKK PALI. PKK PALI juga mampu merangkul semua pihak terkait untuk bisa bersama-sama mencegah Stunting dan mencanangkan pemberian obat cacing ke anak SD dan balita," jelas Heri Amalindo.

Terkait atensi Presiden terhadap permasalahan Stunting, ketua HKTI Provinsi Sumatera Selatan itu juga mengaku tidak perlu khawatir, karena menurutnya Stunting bisa dicegah.

"Tidak perlu khawatir, kita berusaha terus untuk membawa kabupaten PALI bebas dari Stunting. Dengan cara memberi asupan gizi yang cukup, baik sejak proses kehamilan, hingga saat bayi itu lahir dan pertumbuhan balita, sehingga tumbuh kembang anak bisa normal. Pemkab PALI akan terus mendukung TP PKK untuk mensosialisasikan pencegahan Stunting hingga ke pelosok desa di kabupaten PALI," tutupnya. (SN/ADV) 

0 komentar:

Post a Comment