123 KK Terima BSPS, Dinas Perkim Targetkan 2021 Rampungkan Bantuan Bedah Rumah

PALI -- Sebanyak 123 keluarga di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2019 ini. Penyerahan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Rumah Khusus diberikan langsung Bupati PALI H Heri Amalindo, Senin (23/12) di halaman Kantor Bupati PALI. 

Dikatakan Bupati bahwa Pemkab PALI telah membantu sedikitnya 1.842 rumah tidak layak huni milik warga yang kurang mampu.

"Kami baru tiga tahun di PALI, ada 6 ribu lebih rumah tidak layak huni, namun  sekarang sudah ada 1.842 rumah sudah dibantu. Dengan cara inilah kami bisa membantu masyarakat secara langsung, dimana sebelumnya warga yang khawatir rumahnya roboh saat ini bisa hidup tenang. Dan dengan memprioritaskan bantuan kepada masyarakat langsung serta memprioritaskan infrastruktur, diharapkan akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Jadi percuma kami bangun lebih dulu perkantoran kalau masyarakat masih susah," jabar Bupati. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkim Hilmansyah menerangkan bahwa dari 123 penerima BSPS, diantaranya ada keluarga penerima yang rumahnya alami musibah kebakaran atau roboh juga keluarga yang rumahnya berada di lokasi rawan bencana. 

"Ada 123 keluarga yang mendapat bantuan BSPS serta rumah khusus, dimana masing-masing keluarga mendapat bantuan material dengan nilai sebesar Rp 15 juta per keluarga sementara untuk rumah khusus atau yang tertimpa musibah kebakaran atau roboh mendapat bantuan senilai Rp 30 juta, sementara pekerjaannya dilakukan secara swadaya," jelas Hilmansyah didampingi Kabid Perumahan Ahmad Hidayat. 

Untuk tahuh 2020, Hilmansyah menyebut Dinas Perkim PALI menargetkan 1.000 lebih penerima BSPS. Hilmansyah juga mengatakan bahwa tahun 2019 ini, Dinas Perkim telah membantu masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 1.842 atau 28 persen dari jumlah rumah tidak layak huni sebanyak 6.002 keluarga. 

Hilmansyah juga menargetkan tahun 2021 mendatang, seluruh rumah tidak layak huni, rumah rawan bencana juga rumah yang terkena bencana milik keluarga berpenghasilan rendah atau kurang mampu akan rampung. 

"Bakal ada 1.000an penerima, baik itu rumah tidak layak huni atau bedah rumah atau bantuan pembangunan rumah baru. Tentu yang kita bidik adalah keluarga yang miskin bersumber dari APBN dan APBD," tukasnya. (sn) 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts