Kemensos RI Bedah 100 Rumah Tak Layak Huni di PALI

Foto. Saat Dinsos PALI datangi rumah warga


PALI -- Program bedah rumah dari Kementerian Sosial RI tahun 2019 ini telah terserap di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dari data Dinas Sosial (Dinsos) PALI, ada 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bedah rumah layak huni tersebar di tiga kecamatan.

Dikakatakan Metty Etika, Plt Kepala Dinas Sosial PALI bahwa 100 KPM tersebut berdasarkan profosal tahun 2016 dan 2017.

"Alhamdulillah PALI tahun ini dapat 100 KPM, dan sudah terealisasi dan sudah dihuni keluarga penerima. KPM tersebar di tiga kecamatan, yakni 30 KPM di Talang Ubi, 30 KPM di Abab dan 40 KPM di Kecamatan Tanah Abang," ungkap Metty, Selasa (17/12).

Untuk tahun 2020, diakui Metty pihak Kementerian belum memberikan SK berapa jumlah kuota yang bakal diterima di PALI.

"Biasanya di bulan Maret atau Juni SK dikeluarkan Kemensos. Tetapi saat ini baru ada 44 Kepala Keluarga (KK) yang bakal menerima bantuan dari Kemensos. Bantuan itu diterima di Komunitas Adat Terpencil (KAT) kategori 3 di Talang Air Itam Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara," terang Metty.

Sementara untuk bantuan bedah rumah yang bersumber dari APBD PALI, Kepala Dinsos menyebut bahwa penganggaran  dan pengelolaannya dilakukan Dinas Perkim.

"Kalau Dinsos tidak mengangarkan program bedah rumah dari APBD, kita hanya memfasilitasi bantuan dari dana APBN. Karena ditakutkan akan tumpang tindih anggaran dengan Dinas Perkim.
Anggaran yang sifatnya teknis harus di Tupoksi OPD," tambahnya.

Diharapkan Metty bahwa program bedah rumah yang telah diterima warga PALI bisa bermanfaat sesuai tujuan pemerintah yang mengeluarkan program tersebut sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan.

"Keluarga penerima yang tadinya memiliki rumah tidak layak huni saat ini telah bisa merasa nyaman dan tenang dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari tanpa harus was-was. Dan kami akan terus berupaya menjemput bola ke Kemensos agar bantuan berupa program bedah rumah bisa kembali turun ke PALI bahkan jumlahnya bisa bertambah," harapnya. (sn)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts