Desa Curup Kembali Terendam, Ketinggian Air Capai 1 Meter

PALI -- Banjir kembali melanda Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akibat Sungai Lematang meluap dan merendam ratusan rumah warga setempat, Selasa (28/1).

Dikatakan Abroni, salah satu tokoh masyarakat setempat bahwa sebelumnya desa tersebut sempat terendam namun surut beberapa hari, tetapi sejak tiga hari belakangan ini air sungai Lematang kembali meluap. 

"Ketinggian air mencapai 1 meter, bahkan yang dekat dengan Sungai Lematang lebih parah," ungkap Abroni. 

Diakuinya bahwa banjir yang dialami desanya sudah biasa dialami setiap tahun. "Belum pernah kami tidak kebanjiran, bahkan tahun 2017 lalu banjir hingga berbulan-bulan," tukasnya. 

Sebelumnya Kepala Desa Curup, M Tisar meminta Pemkab PALI membantu bangun tanggul penahan disepanjang desanya sekaligus dibuat jalan lingkar. 

"Posisi desa kami paling rendah dibanding desa-desa lainnya di Kecamatan Tanah Abang dan berada persis dibantaran sungai Lematang. Upaya untuk mengatasi banjir kami telah ajukan bantuan pembangunan jalan lingkar sekaligus sebagai tanggul penahan. Dan berharap usulan kami dikabulkan Pemkab PALI," harapnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, Junaidi Anuar menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan BPBD di lapangan, debit air sudah mulai naik dan sudah memasuki pemukiman warga terkhusus desa Curup.

Dijelaskannya, air sudah naik setinggi lebih kurang 75 Cm, BPBD berkoordinasi dengan pihak terkait TNI, POLRI, DINKES DAN DINSOS serta yang lainnya untuk senantiasa melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah rawan banjir dengan melakukan patroli ke lapangan

"Kami juga berkoordinasi dengan para kepala desa setempat. Pada saat ini, posko masih dipusatkan pada posko induk, namun jika kondisi sudah terindikasi menimbulkan bencana, di rencanakan akan membuka posko di wilayah rawan banjir diantaranya di desa Curup," terang Junaidi. 

Dia juga menghimbau masyarakat terutama kepala desa tetap melakukan pemantauan dan segera laporkan setiap kejadian ke BPBD PALI melalui TRC. 

"Apabila ada hal-hal yang luar biasa, segera laporkan. Serta menghimbau kepada masyarakat agar tidak membiarkan anak-anaknya mandi sembarangan di sungai," himbaunya. (sn) 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers


Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts