Pasien PDP Covid-19 Prabumulih Keluar Rumah? Ini Reaksi Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sumsel

Foto : Ilustrasi / Petugas Gerai sedang menyemprotkan cairan disenfektan
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Grapari Telkomsel Kota Prabumilih mendadak tutup. Pasalnya, beberapa hari lalu gerai yang beralamat di Jalan Sudirman itu sempat dikunjungi pasien PDP yang dinyatakan positif corona pada Kamis (3/4).

Supervisor provider Grapari Zarinda mengatakan, penutupan dikararenakan salah satu pasien yang merupakan pelanggan tetap mengurus tagihan kartu pada Selasa (31/3) sekitar pukul 11.

"Selasa kemarin yang bersangkutan masuk nak bayar tagihan kartu Hallo, namun pihak Gerai langsung mengarahkan pengecekan tagihannya melalui telepon selular (Call Center 188)," katanya.

Dikatakan Zarinda, dengan keluarnya pemeriksaan dengan hasil positif. Pihak gerai memilih menutup kantor. "Gerai tutup selama dua hari untuk disterilkan” ungkap Zarinda yang mengaku sudah berkonsultasi dengan dinas kesehatan.

Keluarga pasien masih ODP dan pasien yang positif informasinya masih keluar rumah.

Ari salah satu saksi mata mengatakan ia melihat salah satu keluarga dekat  ODP berbelanja ke salah satu minimarket di Kota Prabumulih. 

"Tadinyo nak beli pempers. Oleh tahu itu ODP, jadi cepat-cepat keluar pindah ke minimarket lain," ujarnya sembari menyayangkan dimana seharusnya keluarga masih harus tetap melakukan isolasi mandiri.
Sementara itu, tim sininews.com mencoba mencari tau kebenaran informasi yang beredar dengan menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih dr.Happy Tedjo Sumali melalui sambungan telepon namun hingga saat ini belum ada reapon

Terpisah, Yusri, SKM, M.KM selaku Juru Bicara (Jubir) Penanganan dan pencegahan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan dirinya sudah mengetahui informasi tersebut namun pihaknya mengaku telah menyampaikan kepada tim teknis Dinkes Prabumulih untuk tindakan prosedur harus diisolasi

“kita sudah sampaikan ke Dinkes Prabumulih untuk diisolasi untuk proses penyembuhan dan juga untuk memutus penularan kepada yang lain” ucapnya

Masih kata Yusri, masyarakat perlu memahami bahwa orang yang hasil pemeriksaan laboratoirum Positif Corona Virus berarti di dalam tubuhnya mengandung Virus. Virus ini menular dari orang yang sakit ke orang yang sehat melalui percikan air ludah yang mengandung virus yang keluar pada saat berbicara, bersin, batuk yang kemudian terhisap oleh orang yang sehat.

Virus juga dapat menempel dibenda dan orang sehat menyentu benda tersebut dan menempel ditangannya. sehingga kalau tidak cuci tangan virus bisa masuk ke tubuh orang sehat pada saat makan, menyentuh hidung dan mata, orang sakit ringan dalam penanganannya bisa di isolasi di rumah dengan ketentuan tidur tidak boleh sekamar, atau terpisah dengan anggota keluarga yang lain.

Pasien juga wajib memakai masker jika keluar kamar dan berbicara dengan anggota keluarga, berbicara dengan jarak > 1 meter.

Tak hanya itu, pengelolaan alat makan yang digunakan orang tersebut harus baik, bahkan penggunaan kamar mandi harus terpisah, tidak boleh keluar rumah karena khawatir menularkan ke orang lain.

Sehingga untuk perawatan rumah harus benar-benar orang yang patuh dengan aturan itu. keedaan seperti ini sulit ditemukan palagi fasilitas rumah yang tidak memadai. sehingga jalan yang paling baik adalah isolasi di rumah sakit atau tempat khusus yang telah ditentukan pemerintah. inilah prinsip yang harus diperhatikan oleh kita semua untuk dipatuhi mulai dari orang itu sendiri, keluarganya, masyarakat dan semua elemen baik pemerintah dan swasta kalau kita ingin penyebaran penyakit ini berhenti dan kita semua dapat menikmati kehidupan yang normal lagi” jelasnya 

Disinggung mengenai tindakan yang harus diambil oleh pihak Pemerintah dan Dinas Kesehatan mengenai ketidak kooperatifan keluarga pasien yang positif dirinya mengatakan sebelumnya sudah menyampaikan dengan pihak Teknis Pemkot Prabumulih dan Dinkes untuk segera di Isolasi mandiri ataupun di rumah sakit rujukan

“Seharusnya diisolasi, jika Pemerintah tidak sanggup menangani pasien positif itu maka kami akan ambil tindakan tegas dengan jemput paksa” ucapnya

Jubir Gugus Tugas Covid-19 akan segera melakukan pendekatan persuasif keluarga pasien terlebih dahalu untuk segera diisolasi namun jika hal tersebut tidak diindahkan maka dengan terpaksa pihaknya akan melakukan jemput paksa bersama petugas.(tau/sn)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts