Putus Rantai Penyebaran Covid 19, Minta Identitas Pasien Positif Tidak Ditutupi

Ist
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Bertambahnya jumlah penderita Covid-19 di Kota Prabumulih membuat resah sejumlah masyarakat. Terlebih, informasi yang disampai Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah terkesan kurang terbuka. 

Pengamat Pemerintah Kota Prabumulih Akhmad Muftizar Z SIP MEd, menilai. Seharusnya Pemerintah hadir dan jelaskan kepada masyarakat langkah-langkah apa disiapkan agar masyarakat tahu dan tidak menebak-nebak yang mengakibatkan kekisruhan dimedia sosial. 

"Yang diharapkan kepada Pusat, Provinsi dan Kota, jangan memberikan informasi setengah-setengah kepada masyarakat," kata Mufti, Rabu (1/4). 

Adapun informasi yang membuat resah masyarakat, kata Mufti, salah satunya penyampaian informasi terkait kasus salah satu warga Prabumulih yang akhirnya dinyatakan positif. 

"Kalau memang hasil yang kemarin belum fix atau belum ada sama sekali, jangan memastikan bahwa 1 positif dan 1 negatif. Toh kalaupun memang  harus melalui 2 kali tes atau lebih itu harus disosialisasikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kegaduhan," ungkapnya.

Mungkin, kata Mufti, tujuan Pemerintah melakukan hal itu agar masyarakat tidak panic. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat malah menjadi panik lantaran adanya mis informasi. 

"Yang seperti ini dampaknya lebih buruk lagi. Masyarakat krisis kepercayaan kepada pemerintah akibat dari hal itu," terangnya.

Begitupun dengan status kota Prabumulih, tutur Mufti. Dari data pusat kota Prabumulih masuk dalam zona merah, sementara data provinsi Prabumulih zona kuning. 

"Mengapa bisa timbul dua data yang berbeda. Kalau dibiarkan maka asumsi dari masyarakat akan berkembang liar dan bersiko menimbulkan kehaduhan di sosial media. Dan saat ini yang kita butuhkan adalah pegangan atau arahan yang kuat dari kepala daerah, bukan pegangan yang ambigu sehingga masyarakat bingung dan disuruh mencari jawaban sendiri," tuturnya. 

Sementara, sejumlah netizen disosial media mendesak agar Pemerintah memberikan data terperinci terkait pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Ini bertujuan, agar masyarakat bisa waspada dan dapat mengantisipasi terjadinya kontak fisik dengan pasien untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Berikut pernyataan sejumlah netizen yang berhasil dirangkum sininews.com : 

"Ngapo identitas di rahasiakn..?itu bukan aib tapi bisa memutus penyebaran virus" Anwar Rifai.

"Tolong di ksh tau identitas korban asal prabumulih alamatnya,supaya yg berdomisili sama dgn korban dpt selalu mendeteksi kesehatannya" Raswan Edi.

"Okelah men nak dirahasioke, tapi cukup kesadaranyo be bagi yg pernah kontak utk isolasi diri, yg penting utamakan kselamatan wong banyak 😇..." Ari Marwa Dinata.

"Kalo lah beratus yg positif, baru lah di katoke daerah ini daerah itu...nutupi sikok wong tapi merugike ribuan wong..." Richa January.

"Aneh nian. Katonyo nak mutoske mata rantai corona. Tp identitas yang lah positif di sembunyike jadi cak Mano nak waspada. Kalu bae entah keluargo apo tetanggo kito yang keno sedangke kito dak tau" Elyn Nv.

"banyak lagi uang tepapar kalo dinkes selalu di rahasiakan nak nunggu laporan resmi kalo nunggu 2 munggu baru resmi yg ter papar lah banyak nah sudah prabumulih jadi kota covid 19 men selalu nak nunggu" Rudi Bata Prabumulih.

"kemungkinan prabu nambah kalu inisial galo namo" Bayu Sanjaya.

"Terkena virus corona bukanlah aib jd jgn malu untuk menginfokan, agar orang2 yg disekitar bisa memprotek diri agar tidak tertular.
Mohon infonya jgn ditutup2i biar virusnya tidak semakin menyebar. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang orang yg kena virus corona bukan berarti mempermalukan korban, tp sebagai bentuk pencegahan ke yg lain agar tidak tertular" Joseph Candra.(SN)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts