Syarat Merekrut Security Dinilai Dipersulit, Fakar Lematang Ancam Demo Pertamina Adera

PALI. SININEWS.COM -- Adanya Penerimaan Karyawan Pertamina Asset 2 Adera Field melaui sub kontraknya bidang pengamanan security dimana ada 11 orang lowongan yang dikelola oleh PT Nawakara dinilai tidak memberikan kesempatan kepada SDM di Wilayah Kerja Perusahaan (WKP).

Penilaian kekurang seriusan pihak perusahaan dalam merekrut pekerja yang mengesampingkan putra daerah disampaikan Yoka Akbar SH, ketua Fakar Lematang kabupaten PALI.

"Penerimaan security di Adera mencederai amanat Perda No 6 Tahun 2019 Sumsel dalam mengutamakan tenaga kerja lokal," ujar Ketua Fakar Lematang PALI Yoka Akbar SH didampingi Sekretaris Sharul Mukmin LBS, Jumat (18/9).

Terpisah Ketua DPP Fakar Lematang Provinsi Sumatera Selatan Aka Cholik Darlin SPdI MM menyayangkan hal tersebut,  karena membatasi hak warga lokal mendapatkan kesempatan bekerja di daerahnya sendiri.

"Pada pengumuman penerimaan tenaga security, syarat harus pernah Diksar security dinilai tidak sesuai prosedur UU ketenagakerjaan. Karena diketahui bahwa kita seluruh desa WKP tidak ada yang perna Diksar security, terus siapa yang diterima?," kata Aka Cholik. 

Atas hal itu, Aka Cholik memberi saran kepada Pertamina EP Adera Field untuk mengkaji ulang hal tersebut.

"Karena ownernya kan Pertamina, seharusnya syarat cukup tamatan SMA, bebas narkoba dan nanti di tes fisik. Calon Polisi dan TNI saja tidak ada syarat diksar  setelah mereka diterima baru di diksar," saran Aka Cholik. 

Aka Cholik menceritakan semasa dirinya bekerja di perusahaan Migas plat merah itu bahwa dahulu disaat dirinya masih di Legal & Relation Field Adera, security dibawah HSE menerima security tesnya di Pengabuan setelah lulus mereka dikirim ke Cibombong untuk di diksar.

"Coba berkaca ke belakang saat penerimaan tenaga security, tidak ada syarat yang mempersulit pelamar. Kalau memang seperti ini caranya dan tidak ada putra daerah asli di WKP Adera yang diterima, maka kami akan menggelar aksi unjuk rasa," tandas Aka Cholik Darlin yang juga mantan DPRD PALI Komisi 1 itu. 

Sementara itu, pihak Pertamina Adera melalui Legal and Relation (LR) Nursella melalui pesan whatsapp menyatakan bahwa Pertamina Adera meminta pelaksana untuk menunda proses perekrutan tenaga security. 

"Sedang kita evaluasi, saat ini kami meminta pelaksana untuk menunda sementara proses perekrutan agar dilakukan evaluasi," terang Nursella. (sn/perry)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts