Kades Sedupi Bantah Pangkas Bantuan Bedah Rumah


PALI. SININEWS.COM -- Beredarnya isu kepala desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang memangkas dana bantuan bedah provinsi Sumatera Selatan yang diunggah salah satu akun sosial media facebook dibantah keras Kades Sedupi Amran.


Menurut Amran bahwa isu itu hoak, dan Kades tidak pernah meminta bahkan memangkas dana bantuan tersebut. 

"Memang ada 100 penerima bantuan bedah rumah dari Provinsi dan 31 penerima dari Kabupaten PALI. Tetapi bantuan bedah rumah dari provinsi masuk ke rekening koordinator tukang. Dimana satu koordinator tukang mencakup 10 penerima. Jadi bagaimana mungkin saya memotong bantuan itu," kata Kades, Selasa (23/2/21).

Ditambahkan Kades bahwa memang ada koordinator tukang meminta izin untuk meminta dana untuk mengganti materai dan pemberkasan.

"Saya sarankan bermusyawarah dengan penerima, hasilnya antara penerima dan koordinator tukang sepakat untuk memberikan dana sebesar Rp 400 ribu per penerima. Kesepakatan itu dibuktikan dengan adanya surat pernyataan. Tetapi dana itu sepeserpun tidak pernah masuk ke kantong saya, itu murni diterima koordinator tukang untuk mengganti materai dan administrasi lainnya serta membayar biaya pengukuran," terang Kades. 

Atas beredarnya isu itu, Kades menyatakan bakal melaporkan akun tersebut ke Polres PALI. "Terlebih dahulu kami akan menunggu itikad baik dari pemilik akun itu untuk mengklarifikasi dan meminta permohonan maafnya. Namun kalau itu tidak dilakukan maka kami akan lapor ke pihak kepolisian," tandasnya. 

Sementara itu, Jai salah satu koordinator tukang membenarkan pernyataan Kades yang menyangkal adanya pemangkasan dana bantuan bedah rumah dari provinsi. 

"Seharusnya masyarakat berterimakasih kepada Kades yang sudah bersusah payah meminta bantuan itu yang alhamdulillah di kecamatan Tanah Abang, desa Sedupi paling banyak penerima bantuan bedah rumah. Untuk pemotongan bantuan itu memang tidak ada, tetapi kalau berita acara kesepakatan penggantian materai, administrasi, biaya pengukuran dan transport memang ada dan ditandatangani penerima dan koordinator tukang," ujarnya. (sn/perry)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts