DKM dan BPD Belum Terima Insentif, MPPDT Ditantang Sampaikan ke Bupati PALI dan APH


PALI. SININEWS.COM -- Belum dibayarkannya insentif pengurus Masjid atau DKM, guru ngaji juga honor BPD di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) termasuk di Tempirai Raya selama 6 bulan pada tahn 2020 lalu membuat pengurus Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Tempirai (MPPDT) meminta Pemkab PALI untuk segera menyelesaikan permasalahan itu. 


"Keberadaan forum DKM dan Forum BPD sangat penting yang mempunyai posisi sangat strategis untuk mendorong PemDes Tempirai Raya sebagai eksekutor kebijakan di Desa Tempirai Raya agar sejalan dengan aspirasi masyarakat. Untuk itu kami berharap Pemkab untuk memprioritaskan penyaluran insentif bagi mereka," pinta Ketum MPPDT Subiyanto Saripudin saat 
Ketum, Sekum, dan pengurus BP MPPDT pada Kamis malam (4/3/21) lalu melakukan silaturahmi dengan Forum DKM dengan Ketua Awaludin dan Forum BPD se Tempirai diwakili oleh Ustadz Karim, SPdI, Anton Aris, SH dan Aprison. 

Dalam pertemuan tersebut terjadi dialog yang konstruktif antara forum DKM dan forum BPD dengan MPPDT, dengan menyampaikan pandangannya yang setuju atas visi misi membangun Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata dan beberapa permasalahan, tantangan dan hambatan yang dihadapi masyarakat Desa Tempirai Raya.

"Antara lain peredaran Miras dan Narkoba yang telah menimbulkan banyak korban, pencemaran lingkungan pada musim kemarau akibat prilaku  menangkap ikan dengan cara diracun  terjadi dihulu sungai Penukal, masyarakat tidak bisa bercocok kebutuhan dasar dihalaman rumah  karena binatang ternak kaki 4 masih berkeliaran dan juga prilaku sex bebas bersamaan hiburan musik remix yang dilakukan tengah malam," jabar Subiyanto. 

Dengan hal itu juga, Forum DKM dan Forum BPD se Tempirai Raya memberikan tantangan kepada MPPDT untuk disampaikan ke Bupati dan aparat penegak hukum (APH) di PALI untuk bertindak sesuai tupoksinya agar tidak menimbulkan permasalahan bagi masyarakat khususnya di Desa Tempirai Raya.

"Telah kami sampaikan tadi bahwa untuk menyelesaikan masalah ini, Pemkab harus segera membayar insentif mereka (DKM dan BPD) karena meski dana itu tidak seberapa nilainya, namun sangat berarti bagi mereka dalam menopang kebutuhan sehari-hari terlebih dalam masa pandemi corona saat ini," tukasnya. 

Dalam kesempatan itu juga, pengurus MPPDT menyampaikan latarbelakang, visi misi berdirinya MPPDT untuk menyatukan semua potensi Wang Tempirai dimanapun berada untuk berkontribusi terhadap pembangunan Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata, agar sumber kehidupan masyarakat Desa Tempirai Raya tidak tergantung hanya pada karet.

"MPPDT sesuai akte pendiriannya merupakan ORMAS, mempunyai anggota yang jelas dan mempunyai iuran anggota minimal Rp 1000,-/bulan perorang. Kepengurusan MPPDT melibatkan seluruh Wang Tempirai dimanapun berada dengan susunan kepengurusan mulai dari yang paling atas yaitu : Dewan Penasehat, Dewan Penyantun, Dewan Pakar, Pengurus Harian,  Pengawas, Kordinator Wilayah (KorWil) dan di Desa Tempirai Raya ada  Badan Pelaksana (BP)," urainya. 

Peran dan fungsi MPPDT dikemukakan Subiyanto adalah melakukan Edukasi Publik dan Advokasi Kebijakan Publik agar rakyat mengetahui dan memahami hak dan kewajiban nya dalam pembangunan. 

"Latar belakang berdirinya MPPDT karena keterpanggilan putra-putri Desa Tempirai Raya melihat hasil pembangunan di Desa Tempirai Raya yang nampak asal-asalan, salah satu contohnya yaitu proyek normalisasi sungai Tempirai yang merusak keindahan alam Padang Danau Desa Tempirai dan telah menimbulkan permasalahan bagi masyarakat Desa Tempirai," katanya. 

Pada acara silaturahim tersebut MPPDT menyampaikan permohonan kepada forum DKM dan Forum BPD untuk menyamakan frekuensi dan persepsi untuk mewujudkan mimpi besar Wang Tempirai bangun Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata.

"Syaratnya menciptakan SAPTA PESONA di Desa Tempirai diawali dengan  program penanaman 105 pohon Tabebuya di pinggir Danau Desa Tempirai dan Pohon Palem Putri pada sisi kiri-kanan jalan Desa Tempirai untuk menciptakan Keindahan," tutup anggota DJSN itu. (sn/yogi)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers


Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts