Pelajar SMK Tanah Abang Ngeluh Jalan Masuk Sekolahnya 'Liut'


PALI. SININEWS.COM -- Hujan mulai memecah kekeringan dan sepertinya mengakhiri musim kemarau, sudah beberapa hari ini intensitasnya cukup aktif mengguyur di wilayah Bumi Serepat Serasan. Turunnya hujan merupakan suatu berkah tetapi ada sejumlah pelajar SMK di Desa Raja kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang merasakan imbas kurang baik dari adanya guyuran hujan. 


Pasalnya, diawal belajar tatap muka terbatas, pelajar yang ada di Desa Raja harus bersusah payah menempuh jalan licin dan berlumpur menuju sekolahnya. 



"Akses jalan yang berlokasi di Desa Raja ini sekitar lebih kurang 500 meter lagi belum dilakukan pengaspalan atau cor beton sehingga jalan tersebut sulit dilalui jika di musim penghujan," ujar Niken, salah satu pelajar, Kamis (2/9/21).


Diakui Niken bahwa pelajar yang menempuh jalan itu kerap tergelincir dan jatuh karena licinnya jalan tersebut akibat ditimpa hujan.


"Saya tiap hari mau sekolah terhambat.  Bahkan banyak teman-teman saya yang sering jatuh dari motor karena kondisi jalan yang licin. Memang dari persimpangan jalan besar sudah bagus tapi sekitar 500 meter lagi dari sekolah jalan rusak parah," tukasnya. 


Dia pun berharap, pemerintah secepatnya memperbaiki jalan itu sehingga siswa dan masyarakat melalui akses itu bisa lancar. 


"Jalan ini bukan hanya pelajar yang melalui tapi juga banyak warga beraktivitas ke kebunnya melalui akses ini. Artinya akses ini salah satu akses vital bagi ekonomi masyarakat sekitar. Jadi kami berharap Pemkab PALI segera memperbaiki jalan ini," harapnya. 


Sementara itu,  Wakil Kepala SMKN 1 Tanah Abang, bidang Humas, Rilo Pambudi mengatakan  pihak sekolah sudah lakukan berbahwabagai upaya demi memperbaiki akses jalan ini, mulai dari mengusulkan melalui pemerintah desa sampai Pemkab PALI. 


"Kami juga sudah mengajukan permohonan bantuan ke PT. Pertamina Asset 2 Adera Field untuk memperbaiki sementara akses jalan dengan cara dirapikan, dibuatkan parit dan dilakukan pengerasan dengan batu namun masih belum ada tindak lanjut," katanya.


Plt Kepala Dinas PU kabupaten PALI Sephy Hendika belum memberikan tanggapannya terkait keluhan tersebut. (sn/perry)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers


Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts