Air Keruh dan Berbau, Warga Tanah Abang Minta Dewan PALI Evaluasi Kinerja PDAM


PALI. SININEWS.COM -- Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah terus menuai protes dari sejumlah pelanggannya karena kerap tidak mengalir bahkan ada yang berbulan-bulan air bersih tidak sampai ke rumah pelanggan. Dan akhir-akhir ini pelanggan di kecamatan Tanah Abang mengeluhkan air yang mengalir sangat kotor dan tidak layak untuk dipergunakan.


Seperti yang dikeluhkan Supran, salah satu pelanggan PDAM warga Desa Tanah Abang Jaya bahwa nama PDAM tidak layak disandang karena saat ini yang diproduksi perusahaan penyedia air bersih itu hasilnya mengecewakan. 

"Kami sangat kecewa dengan pelayan PDAM, sebab kian hari semakin buruk pelayanannya. Dan sudah satu minggu ini air yang keluar sangat keruh dan berbau," ungkap Supran, Minggu (3/10/21).

Ditambahkan Supran bahwa dengan kondisi itu dirinya dan keluarga terpaksa harus mengendapkan air dan menyaring berulang kali apabila akan dipergunakan untuk mandi dan cuci. 

"Kalau untuk memasak kami harus beli air isi ulang karena air dari PDAM tidak layak konsumsi. Dipakai mandi saja terkadang timbul gatal-gatal walaupun airnya telah diendapkan dan disaring," tukasnya. 

Dalam menyampaikan keluhannya itu, Supran menyurati pimpinan PDAM Tirta PALI Anugerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI yang ditembuskan ke Bupati, dan Kades se-kecamatan Tanah Abang juga Camat. 

"Kami sangat tidak puas dengan pelayanan pengelola PDAM Tanah Abang. Untuk itu kami berharap dari pihak dewan sebagai wakil kami agar turun ke lokasi untuk menyidak kemudian memanggil pengelola PDAM Tanah Abang serta mengevaluasi kinerjanya,"pintanya. 

Sementara itu, Puryadi Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah menyebut pihaknya akan menelusuri penyebab keruhnya air baku yang dikeluhkan pelanggan. 

"Jaringan antara Talang Ubi dan Tanah Abang berbeda dan yang di Talang Ubi alhamdulillah jernih. Untuk masalah yang di Tanah Abang akan kita tanyakan ke pengelola di sana untuk ditelusuri penyebabnya dan segera untuk diperbaiki," kata Puryadi. (sn/perry)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers


Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts