Mantan Sekwan PALI Resmi Ditahan


PALI. SININEWS.COM --  Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten PALI akhirnya menahan mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berinisial SH dalam kasus pengelolaan belanja daerah di Sekretariat DPRD tahun anggaran 2020, Selasa (22/03/2022).


Penahanan terhadap SH tersebut dilakukan supaya tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta untuk mempermudah dalam pemeriksaan selanjutnya.


"Sekarang kita memiliki waktu 20 hari kedepan untuk melengkapi berkas supaya cepat dilimpahkan ke pengadilan," kata Kepala Kejari PALI, Agung Arifianto SH MH melalui Kasi Intel Kejari PALI, M Fadli Habibi SH didampingi Kasi Pidsus, Andi Purnomo SH.


Diterangkannya, penetepan tersangka terhadap SH dan FW yang merupakan Bendahata Sekwan PALI berdasarkan gelar perkara yang dilakukan tim penyidik dan ditemukan ada kerugian negara dalam pengelolaan anggaran di Sekretariat DPRD PALI tahun 2020.


"Berdasarkan dokumen dan atas dasar audit ada penyimpangan dalam pengelolaan anggaran yang dilakukan oleh kedua tersangka," terangnya.


Saat ini, lanjut Fadli pihaknya baru melakukan penahanan terhadap tersangka SH saja. Sedangkan tersangka FW belum ditahan karena tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.


"Untuk tersangka FW hanya datang saat pemeriksaan pertama saja. Saat pemeriksaan kedua, ketiga dan keempat, FW tidak pernah datang, sehingga kita belum bisa melakukan penahanan," jelasnya.


Saat ditanya mengenai penyitaan asset terhadap kedua tersangka, dibeberkan Fadli, jika untuk tersangka FW sudah disita berupa mobil dan rumah. Sedangkan untuk tersangka SH, pihaknya masih melakukan penelusuran.


"Berdasarkan informasi asset stasing yang dimiliki SH tidak terlampir. Karena tidak ada harta yang disampaikan baik dari LHKPN maupun dilapangan. Kita masih menggali lagi masalah harta yang dimiliki SH," tegasnya.


Untuk diketahui mantan Sekwan PALI, SH dan Bendahara Sekwan FW ditetapkan tersangka lantaran terbukti melakukan penyimpangan terhadap pengelolaan anggaran di DPRD PALI tahun anggaran 2020. Kerugian negara yang ditimbulkan kedua tersangka mencapai Rp1,7 m.

(sn)  

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts