DADAR JIWO & SRIKAYA KETAN ” Edisi Kuliner bingen (Lamo) Palembang

(Mahasiswi Gizi FKM Unsri dan Penulis Buku Palembang Heritage Food: The Insider stories)

“ DADAR JIWO”

Perjalanan kami selama menjadi volunteer gerakan pelestarian makanan Bingen sangat  berkesan secara  mendalam dan sangat tak terlupakan bagi kami. Di beri kesempatan untuk mengetahui dan mempelajari salah satu makanan Bingen merupakan hal yang sangat kami apresiasi selama kegiatan volunteer gerakan pelestarian makanan Bingen berlangsung.  Bertemu dengan orang-orang hebat yang menjaga kelestarian makanan Bingen agar tetap eksis sampai dengan sekarang. Salah satu tokoh yang melestarikan makanan Bingen  yang kami jumpai kala itu adalah Wak Ibuk (Ibuk Luya) ia seorang pelestari makanan Bingen (lamo) 'Dadar Jiwo'. Wak Ibuk (Ibuk Luya) lorong Waspada, Kampung Pandai, 13 Ulu Palembang dan sudah berjualan sejak ia masih muda. Ia juga berkata bahwa usahanya ini merupakan turun temurun di keluarga nya. Kami memulainya dengan membuat adonan Dadar jiwo dari tepung terigu dan telur kemudian di beri sedikit pasta  berwarna kuning agar tidak terlihat pucat, pembuatan isi dadar jiwa yaitu dari tumis pepaya muda  susai resep  Wak Ibuk (Ibuk luya). Penasaran gimana caranya, kami tak tunggu diam, Wak Ibuk (Ibuk Luya) dengan telatennya mengajari kami, ia berharap ada anak-anak muda yang bisa menjadi  penerus ilmu Wak Ibuk (Ibuk luya) dan Makanan Khas Bingen ini akan terus mengalami eksistensinya

Apa itu Dadar Jiwo ?

Dadar Jiwo merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari  tepung terigu dan isian tumis pepaya muda. Dadar jiwo ini cukup mirip bentuknya dengan dadar gulung yang biasa kita lihat namun dadar jiwo memiliki keunikan yaitu rasanya gurih, berwarna kuning dan isiannya menggunakan tumis pepaya seperti isian pempek pistel serta ditaburi bawang, daun kucai (gando) dan irisan 

cabai merah dipermukaannya. 

Dadar Jiwo dibuat dengan 2 Tahap :

1). Tahapan Pembuatan Kulit Dadar Jiwo :

- Masukan tepung terigu kedalam wadah beri sejumput garam, masukan telur dan minyak goreng secukupnya.

- Aduk sampai tidak ada gumpalan dan sedikit cair, kemudian beri pasta sampai warna kekuningan.

- Panaskan teflon dengan sedikit olesan minyak, kemudian tuang adonan kedalam teflon dengan rata dan tipis.

- Jika sudah matang angkat dan taruh di nampan.

2). Tahapan Pembuatan Isian:

- Kupas kulit pepaya muda dan cuci hingga bersih

- kemudian parut serut pepaya yang sudah dibersihkan

- siapkan santan kental

- Haluskan bawang putih lalu panaskan sedikit minyak, jika sudah panas tumis bawang putih yang sudah yang sudah dihaluskan

- Jika sudah tercium bau wangi, masukkan parutan pepaya muda kemudian tambahkan lada bubuk, penyedap rasa, sejumput garam, dan santan kental selanjutnya tumis hingga matang. 

Langkah selanjutnya yaitu pembentukan adonan yang sudah di bentuk tadi kemudian di beri isian kemudian di bentuk seperti proses pembentukan risol/roket.

Nilai Gizi Dadar Jiwo 

Dadar jiwo adalah makanan yang terbuat dari gandum,telur dan isian dari tumisan 

pepaya. Dadar jiwo hampir mirip dengan dadar gulung namun berbeda dari segi warna,rasa, dan isiannya. Dadar jiwo mengandung karbohidrat dan protein yang baik untuk kesehatan. Berikut adalah kandungan gizi yang terdapat pada dadar jiwo

Nutrition Fact 

Kamu bisa main ke Kampung Kuliner Bingen ,lorong Waspada, Kampung Pandai, 13 Ulu Palembang  untuk ketemu Wak Ibuk (Ibuk Luya) untuk belajar pembuatan Dadar Jiwo.

“SRIKAYA KETAN ”

Pada kesempatan berikutnya kami bertemu dengan seseorang lagi yang turut menjaga kelestarian makanan Bingen agar tetap eksis sampai dengan sekarang. Ia memperkenalkan dirinya dengan sebutan Ibuk Cik (Ibuk Fatma) ia seorang pelestari makanan Bingen (lamo) 'Srikaya Ketan’. Ibuk Cik (Ibuk Fatma) tinggal di lorong Waspada, Kampung Pandai, 13 Ulu Palembang dan sudah berjualan sejak ia masih muda. Ibu cik memulai usahanya dengan cara  menerima pesanan srikayaa ketan sudah sejak lama yaitu kisaran 20 tahun, beliau mendapatkan resep srikaya ketan dari orang tua dimana resep tersebut sudah turun menurun dari keluarganya. Kami memulainya dengan membasuh dan merendam ketan lalu mengukusnya, kami sangat penasaran dan antusias untuk mengetahui bagaimana cara proses pembuatannaya, hingga kami tak tunggu diam saja, Ibuk Cik (Ibuk Fatma) dengan telatennya mengajari kami, ia berharap ada anak-anak muda yang bisa menjadi  penerus nya sehingga ilmu dan Makanan Khas Bingen ini akan terus mengalami perkembangan. 

Apa itu Srikaya Ketan ?

Srikaya Ketan merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari ketan, santan, daun pandan, telur, dan gula. Srikaya Ketan memiliki ciri khas yaitu berbau pandan yang sangat menggugah selera.

Srikaya Ketan dibuat dengan 2 Tahap :

Tahap membuat Ketan:

Kukus beras ketan 15 menit di atas api sedang. 

Rebus santan, daun pandan, dan sambil diaduk sampai mendidih. 

Angkat dan tambahkan beras ketan. Aduk sampai meresap.

Kukus di atas api sedang 30 menit sampai matang ke dalam koyang dengan ukuran 22x22x3 cm yang sudah diberi alas plastik.  

Tekan-tekan sambil dipadatkan

2. Tahap membuat Srikaya:  

Aduk rata santan, garam, pasta pandan, dan gula pasir sampai larut. Saring.

Tambahkan maizena. Aduk rata. Sisihkan.

Kocok lepas telur. Masukkan campuran santan sedikit demi sedikit sambil

diaduk rata. Tuang ke atas ketan. 

Kukus di atas api kecil selama 40 menit hingga matang.

Nilai Gizi Srikaya Ketan

Srikaya ketan adalah makanan yang terbuat dari ketan, santan, tepung maizena dan telur. Ketan memiliki protein yang tinggi dan memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh salah satunya adalah meningkatkan metabolisme dan menyehatkan jantung. 

Nutrition Fact

Kamu bisa main ke Kampung Kuliner Bingen ,lorong Waspada, Kampung Pandai, 13 Ulu Palembang  untuk  bertemu Ibuk Cik (Ibuk Fatmta)  untuk belajar pembuatan Srikaya Ketan.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts