DPPKBPPPA PALI Gelar Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor

foto. Kepala perwakilan BKKBN Sumsel didampingi kepala DPPKBPPPA PALI meninjau pelayanan KB implant 


PALI. SININEWS.COM -- Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meluncurkan program Pelayanan KB serentak sejuta akseptor, Rabu (15/6/22) di Desa Sukamaju kecamatan Talang Ubi. 


Pelayanan KB serentak sejuta akseptor dalam rangka peringatan Hari Keluarga nasional ke-29 dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Sumatera Selatan, Mediheryanto, Bupati PALI diwakili Asisten Administrasi Umum, Haryono, serta Dinkes Sumsel, TP.PKK Sumsel, IBI Sumsel, DWP Sumsel, TP.PKK kabupaten PALI dan sejumlah OPD juga Forkopinda dilingkup Pemkab PALI.


Dijelaskan Dra Yenni Nopriani kepala DPPKBPPPA kabupaten PALI bahwa pelayanan KB sejuta akseptor berdasarkan surat kepala BKKBN pusat nomor : 1.7706/KK.02/E.1/2022 tanggal 12 Mei 2022 yang ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia.


"Adapun pelayanan di kabupaten PALI dilaksanakan serentak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), klinik Pratama, praktek dokter. Puskesmas beserta jejaring dan jaringan, praktek mandiri bidan serta kunjungan rumah oleh PPKBD, Sub PPKBD untuk pendistribusian pil dan kondom ulangan," ujar Yenni Nopriani.  


Ditambahkan Yenni bahwa dengan mengoptimalkan peran petugas lapangan PKB, PLKB, PPKBD dan Sub PPKBD diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat dari kota sampai ke pelosok desa sehingga merasakan dan mendapatkan penyuluhan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas terutama bidang KB untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai basis ketahanan nasional. 


"Dengan sasaran pelayanan peserta KB baru, peserta KB baru pasca persalinan, peserta KB ulangan dan peserta KB ganti cara," imbuhnya. 


Untuk target pelayanan KB sejuta akseptor di kabupaten PALI disebutkan Yenni sebanyak 1.700 dengan rincian PUS 40.100, IUD 5, Implan 61 suntik 1.071, Pil 533, kondom 30.


"Untuk kecamatan Talang Ubi target 359 dengan rincian PUS 17.558, IUD 1, Implant 15, suntik 234, pil 103 dan kondom 6," ucapnya. 


Dalam kesempatan itu juga, Yenni menyampaikan pencapaian program bangga kencana di kabupaten PALI melalui DPPKBPPPA kabupaten PALI yang mengalami peningkatan secara signifikan, dengan jumlah peserta KB tahun 2020 sebesar 35.905 akseptor atau 87,40 persen menjadi 36.101 akseptor atau 90,03 persen di tahun 2021.


"KB baru tahun 2020 sebesar 11.113 akseptor atau 179,40 persen menjadi 12.008 akseptor atau 183,63 persen di tahun 2021," sebutnya. 


Dalam kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pelayan KB sejuta akseptor kali ini, Yenni mengatakan ada berbagai kegiatan  diantaranya pelayanan KB gratis implant, IUD, suntik, pil dan kondom di fasilitas kesehatan (sampai kecamatan dan desa).


"Juga pelayanan kesehatan, IVA test dan Papsmear, perekaman KK, KTP, KIA dari Dinas Dukcapil. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dari dinas kesehatan," terangnya. 


Untuk percepatan penurunan Stunting di kabupaten PALI Yenni menerangkan telah dilaksanakan antara lain 8 aksi integrasi intervensi penurunan Stunting di kabupaten PALI telah dilaksanakan 100 persen dimana terlihat penurunan prevalensi balita stunting dari tahun 2018 sebesar 39,5 persen menjadi 20,2 persen tahun 2021.


"Adanya tim pendamping keluarga (TPK) berjumlah 423 orang, 141 tim yang terdiri dari PKK, Kader KB dan bidan desa. Kemudian MoU dengan Kementerian Agama, dinas kesehatan, dinas pendidikan tentang pendewasaan usia perkawinan, ketahanan keluarga dalam penurunan Stunting dengan pemahaman kesehatan reproduksi bagi calon pengantin. Telah membentuk kelompok Dahsat atau dapur sehat atasi Stunting di desa/kelurahan yang diketahui oleh ketua TP.PKK desa. Meluncurkan inovasi Gajah Persia atau gerakan remaja cegah perkawinan usia anak. inovasi Sister Pelkon atau sistem terpadu pelayanan kontrasepsi dan Kepiting atau Keluarga Pintar cegah Stunting," jabarnya. 


Disamping itu juga angka keberhasilan program KB dan pembangunan pelayanan KB di pelosok desa tidak lepas dari kerjasama dari semua pihak baik dari bidang kesehatan, PKK, dan IBI dalam membentuk Keluarga sehat bahagia sejahtera menuju Keluarga yang berkualitas di kabupaten PALI. 


"Kami sampaikan apresiasi terhadap semua pihak yang telah bekerja keras sehingga program-program dari pemerintah terkait capaian program KB atau pencegahan Stunting," pungkasnya. 


Sementara itu, Mediheryanto Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel menyatakan bahwa salah satu program utama pemerintah pusat adalah mewujudkan SDM yang berkualitas. Namun dalam mewujudkan program itu ada satu kendala yang harus dituntaskan yakni stunting yang masih tinggi dimana angkanya di Indonesia masih 24,4 persen. Pemerintah pusat menargetkan  tahun 2024 angka stunting harus turun  diangka 14 persen. 


"Dalam rangka penurunan Stunting, kita utamakan pada pencegahan. Salah satu upaya pencegahan dengan melakukan pendekatan keluarga terutama keluarga dari siklus Stunting. Salah satunya terhadap pasangan calon pengantin. Sebab usia pasangan calon pengantin masih usia anak, kemudian kehamilan diusia muda berpotensi melahirkan anak, kehamilan diatas usia 35 tahunm, hamil jarak terlalu dekat juga melahirkan terlalu sering sangat berisiko lahirkan anak stunting," urai Kepala perwakilan BKKBN Sumsel. 


Diungkapkan Mediheryanto bahwa di kabupaten PALI sudah ada tim pendamping keluarga, dimana tugas pertama melakukan screaning, lalu  penyuluhan, dan kalau ada perlu penanganan bisa diberikan rujukan serta pengawalan bantuan. 


"Kita berharap dukungan dari pemerintah daerah agar PALI zero penambahan Stunting," harapnya. 


Ditempat sama,  Asisten Administrasi Umum kabupaten PALI menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini  masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dan pelayanan KB secara merata. 


"Dengan adanya kegiatan ini juga diharapkan mampu mengendalikan laju  pertumbuhan penduduk. Dalam hal ini Pemkab PALI melalui DPPKBPPPA telah menyusun rencana kerja dan program kebijakan KB agar kebutuhan masyarakat akan pelayan KB terpenuhi disemua lapisan  masyarakat," kata Haryono. (sn/perry)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts