Ada Sapi Terindikasi PMK, Penukal Utara Ditetapkan Wilayah Wabah

Caption foto. Salah satu sapi warga Tempirai diduga terinfeksi PMK

PALI. SININEWS.COM -- Adanya beberapa ekor sapi yang terinfeksi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah kecamatan Penukal Utara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) langsung ditindaklanjuti Dinas Pertanian kabupaten PALI. 


Untuk mencegah penyebaran PMK meluas, Senin (25/7/22) Dinas Pertanian kabupaten PALI yang membawahi bidang peternakan mengeluarkan edaran penetapan Kecamatan Penukal Utara sebagai wilayah Wabah. 


Penetapan wilayah Wabah PMK terhadap wilayah kecamatan Penukal Utara dikeluarkan Dinas Pertanian kabupaten PALI melalui surat edaran nomor 521/1890/DIPERTA.IV/2022 perihal peningkatan kewaspadaan PMK. 


"Penetapan wilayah Wabah untuk kecamatan Penukal Utara untuk meminimalisir bertambahnya kerugian ekonomi para peternak dan menekan ancaman risiko tertular PMK terhadap hewan ternak," ungkap Plt kepala Dinas Pertanian kabupaten PALI, Ahmad Jhoni. 


Ditambahkan Ahmad Jhoni bahwa berkenaan dengan hal itu, Dinas Pertanian menghimbau Camat Penukal Utara untuk melakukan pencegahan. 


"Camat harus melalukan pencegahan dengan pembatasan lalu lintas hewan rentan, produk hewan dan media pembawa penyakit yang berisiko tinggi, memantau masuk dan keluarnya hewan dari atau menuju daerah wabah," imbuhnya. 


Ahmad Jhoni menyarankan Camat agar cepat merespon dan menginstruksikan kepada peternak untuk melaporkan hewan ternak sakit atau terduga sakit dan mati kepada petugas kesehatan hewan. 


"Camat juga harus menginstruksikan kepada kepala desa agar masyarakat pemilik ternak berkaki empat dapat memelihara hewan ternaknya secara intensif dan dikandangkan guna mencegah penyebaran virus PMK pada hewan ternak," terangnya. 


Diakuinya bahwa baru-baru ini ada 4 hewan ternak di desa Tempirai kecamatan Penukal Utara terindikasi terkena PMK. 


"Petugas kesehatan hewan ternak sudah melakukan upaya lanjutan terkait adanya temuan sapi sakit di Tempirai. Sapi yang sakit dilakukan karantina dan diberikan upaya pengobatan," tambahnya lagi. (sn/perry)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


SINI NEWS YOUTUBE CHANNEL

Facebook SINI News

Pengikut

Subscribers

Postingan Populer

Arsip Blog

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts