Malam Dikepung Aparat, Kejahatan Dipersempit: KRYD Talang Ubi Kirim Sinyal Keras Bagi Pelaku 3C dan Balap Liar



TALANG UBI. SiniNews.Com— Langit malam Talang Ubi, Minggu (22/2/2026), tidak dibiarkan lengang tanpa pengawasan. Sejak pukul 20.30 WIB hingga 22.30 WIB, Polsek Talang Ubi menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai bentuk pengetatan sistem pengamanan wilayah dan langkah taktis mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.


Berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta regulasi operasional terkait pelaksanaan razia dan KRYD, kegiatan ini dirancang sebagai strategi preventif yang terukur dan berorientasi pada pencegahan dini.


KRYD dipimpin Pawas AIPDA Ronaldo, S.H., diawali dengan apel kesiapan di Mapolsek Talang Ubi sebagai bentuk konsolidasi kekuatan dan pemetaan potensi kerawanan. Personel kemudian bergerak menyisir sejumlah titik strategis yang dinilai memiliki potensi gangguan kamtibmas.


Patroli dilakukan di kawasan Lapangan Golf Talang Ubi, objek vital perbankan seperti Bank BRI dan Bank BSI Handayani Mulya, serta pusat perbelanjaan dan minimarket di Handayani dan Simpang Airport. Fokus pengamanan diarahkan pada pencegahan tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), balap liar, serta aktivitas yang berpotensi memicu gangguan ketertiban umum.


Selain patroli mobile, personel juga melaksanakan patroli dialogis dengan memberikan imbauan tegas namun humanis kepada para pemuda yang masih berkumpul pada malam hari. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk intervensi preventif agar generasi muda tidak terjebak dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum maupun menjadi korban tindak kriminal.


Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., menegaskan bahwa KRYD merupakan instrumen strategis dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, bukan sekadar kegiatan rutin.


Ia turut menyampaikan penekanan Kapolres PALI, Yunar Hotma Parulian Sirait, terkait komitmen pengamanan wilayah.


“Bapak Kapolres PALI menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang kosong dalam pengamanan wilayah. Kehadiran polisi di lapangan adalah representasi negara dalam menjamin rasa aman masyarakat. Setiap potensi gangguan harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi ancaman nyata,” ujar AKP Ardiansyah.


Lebih lanjut ditegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas utama, namun tindakan tegas dan terukur akan diberlakukan terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum. Strategi ini merupakan perpaduan antara pencegahan sosial dan penegakan hukum yang proporsional.


Kegiatan KRYD berakhir dalam situasi aman, tertib, dan kondusif, dilanjutkan dengan apel konsolidasi sebagai bagian dari analisa dan evaluasi guna meningkatkan efektivitas operasi berikutnya.


"Dengan intensifikasi KRYD yang berkelanjutan,kita memastikan bahwa malam hari bukanlah ruang bebas bagi pelaku kejahatan,melainkan ruang yang diawasi,dikendalikan, dan dijaga demi kepentingan masyarakat luas,"pungkasnya.(SN/Perry) 

Share:

No comments:

Post a Comment


Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts