Sering 'Ngomix', Begini Akhirnya...

PALI-- Sering histeris dan berteriak-teriak serta mengurung diri dalam rumah dan terkadang mengamuk dialami Aldo, remaja berusia 18 tahun asal Gang Sekip Golf Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) karena diduga dari pengaruh ketergantungan penyalahgunaan sirup obat batuk yang dicampur minuman penambah stamina serta penyalahgunaan lem karet merek aibon.

Akibatnya, ketakutan melanda keluarga terutama orang tua Aldo yang tinggal satu rumah. Sebab, dikhawatirkan, sewaktu-waktu Aldo mengamuk dan melukai anggota keluarga lainnya.

"Sejak lulus sekolah SMP anak kami seperti ini. Dari pengakuan anak kami itu, dirinya sering mengkonsumsi sirup obat batuk dicampur minuman penambah stamina hingga mabuk," ungkap Lia, ibu Aldo kepada media ini, Senin (3/9).

Dirinya berharap, pemerintah merehabilitasi anaknya atau mengobatinya agar bisa normal kembali.

"Saat ini kami takut, apalagi masih ada anak kecil di rumah. Jadi kami berharap agar anak kami bisa mendapat penanganan medis atau direhabilitasi," harapnya.

Mengetahui hal itu, Dinas Sosial (Dinsos) PALI langsung terjun ke kediaman Aldo bersama Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Setelah kami melihat dan berkomunikasi dengan Aldo, kami mendapat titik terang penyebabnya karena yang bersangkutan sudah lebih tiga tahun menggunakan sirup obat batuk merek komix dicampur minuman ringan merek fanther untuk mendapatkan rasa euporia, serta hampir tiap hari mengisap lem aibon," jelas Metty Etika, kepala Dinsos PALI.

Rencana selanjutnya diakui Metty bahwa pihaknya berencana merehabilitasi Aldo dengan catatan dukungan dari keluarganya.

"Namun sebelumnya kita telah berkoordinasi dengan Dinkes untuk memberikan obat secara rutin selama satu minggu. Selanjutnya akan kita rehabilitasi ke Palembang," tambahnya.

Agar kejadian ini menjadi pelajaran seluruh masyarakat PALI, Metty mengajak seluruh elemen masyarakat lebih intensif lagi dalam pengawasan terhadap anak-anaknya.

"Kedepan kita akan bersinergi dengan pihak yang terkait, seperti sekolah, kepolisian, dan Dinkes untuk mencegah dan menekan penyalahgunaan obat-obatan dikalangan remaja dan pelajar," tandasnya. (red)
Share:

Kelainan Jantung, Bocah di PALI Mendapat Pelayanan Medis

PALI--Anzelin (8) anak pasangan Anton dan Anisa warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang diduga alami kelainan jantung saat ini telah mendapat pelayanan medis yang sebelumnya hanya diobati alakadarnya melalui bidan desa atau berobat kampung.

"Kami mendapat informasi terkait adanya pasien ini, dan kami langsung perintahkan kepala Puskesmas Penukal Utara untuk jemput dan membawanya ke rumah sakit," ungkap dr H Muzakir, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Senin (3/9).

Diakuinya bahwa pasien bersangkutan diagnosanya belum pasti, sebab dari kasat mata kondisi pasien itu terlihat perut kembung dan kaki bengkak serta sesak napas.

"Nanti kita periksa lebih lengkap, apabila memang tidak bisa diatasi di RSUD PALI kita akan rujuk ke rumah sakit di Palembang. Dan semua biaya ditanggung pemerintah," tukasnya.

Sementara dari pengakuan Anton, orang tua pasien bahwa sakit yang dialami anak sulungnya tersebut sejak tujuh bulan yang lalu, yang awalnya mengalami demam tinggi disertai sakit perut.

"Pernah kami bawa ke rumah sakit di Palembang, tetapi tidak ada keterangan dokter kepastian penyakitnya apa, dan hanya disarankan berobat jalan saja. Namun, sejak tiga bulan terakhir, perut dan kaki anak kami membesar," terangnya.

Sejak perut dan kakinya membengkak, dikatakan Anton, hanya diobati dirumahnya karena keterbatasan ekonomi.

"Berobat kampung saja, atau ke bidan desa, tetapi karena kondisinya semakin memburuk, ada tetangga kami yang menyampaikannya ke Dinkes PALI yang akhirnya dijemput pakai ambulan," tambahnya.
Share:

Rampok Bersenpi Masuk Rumah, Pria Ini Nyaris Tewas

"korban Agus yang mengalami luka pada pelipis kepala sebelah kiri saat berkelahi dengan perampok"


PRABUMULIH – Perampokan dengan senjata api kembali terjadi di kawasan jalan Gunung Kemala Rt.04 Rw.01 Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Timur sekitar pukul 19.30 Wib, minggu (2/9/18)

Sebelumnya beberapa hari yang lalu pernah terjadi Pembegalan seorang warga asal Payuputat didaerah yang sama tepatnya di Tanjakan tebing nibung yang berlokasi di jalan raya Gunung Kemala, wanita yang dibegal mengalami luka parah dibagian kepala akibat dirinya melawan saat pembegalan berlangsung

Kali ini kejadian serupa kembali terjadi, tak tanggung rampok diduga berkelompok itu langsung menyatroni rumah warga dengan senjata api

Kejadian berujung perkelahian itu berawal saat Korban Agus (27) warga Rt.04 Rw.01 Kel.Anak petai tepatnya di Jalan Raya Gunung Kemala, sepulang dari pasar tiba-tiba sampai dirumah kedatangan tamu yang tidak diketahui identitasnya itu masuk kerumah dengan mengacungkan senjata api

“aku baru sampai dari pasar pak nak masukan motor kerumah, tiba-tiba ado wong pake helm dengan mulut tertutup langsung nak nembak aku” ungkap agus

Belum lama turun dari motor korban yang diduga telah menjadi target perampok itu diacungi senjata api dikepala. Tidak terima dengan perlakuan itu korban nekat berkelahi dengan perampok itu

“melawan kau ye, ku tembak kau” ungkap korban menirukan pelaku saat sebelum perkelahian terjadi

Melihat kejadian tersebut Anika Wati istri korban keluar dari rumah melihat suaminya telah bersimbah darah dari kepala langsung menjerit dan memukul pelaku dengan tangannya

“palak aku lah darah galo pak, lihat bini aku lah dicekik lehernyo, sempat aku ambek batu langsung aku lempar ke kepalanyo” sambungnya lagi

Kejadian tak sampai disitu, Aulia anak korban yang masih berumur 5 tahun itu menjerit histeris melihat ayahnya bersimbah darah dan mencoba melerai pelaku dengan menarik-narik celana pelaku rampok

“anak ku nangis sambil narik rampoknyo pak, sampe muka anak aku keno hantam pelaku pak” beber Anika

Setelah bergulat korban sempat memukul kepala pelaku dengan batu bata sebanyak lima kali dan berhasil mengambil senjata apinya

“pistolnyo aku ambek pak, ku tembak ke dio tapi dak biso, sampai dio lari kehutan pak”

Pelaku perampokan itu berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk hutan dengan kepala telah berlumuran darah

Mat Senan selaku tokoh masyarakat Gunung Kemala berharap pihak kepolisian memberikan rasa keamanan didaerahnya dengan menerjunkan team Tantura untuk melakukan Patroli rutin didaerah rawan tindakan kriminal

“kito mohon kepada pihak kepolisian untuk patroli dijalan Gunung Kemala, karno dalam satu minggu ini sudah 4 kali kejadian perampokan seperti ini  bahkan mereka tidak segan-segan untuk membuhuh” ungkapnya

Dari kejadian itu korban mengalami luka dengan lima jahitan dikepala sebelah kiri akibat hantaman gagang pistol dan telah dibawah kerumah sakit Fadilah Prabumulih untuk dirawat intensif, hingga berita ini diturunkan korban belum resmi melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. (Sn01)
Share:

Karet Naik, Warga PALI Sumringah

PALI--Harga getah karet di wilayah Bumi Serepat Serasan dua pekan terakhir ini  mulai merangkak naik, meski belum signifikan tetapi wajah sumringah terlihat dari para petani karet karena secercah harapan sudah datang memecah keterpurukan harga getah yang hampir lima tahun mengalami penurunan.

Dari pantauan media ini pada Minggu (2/9) di pasar getah Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), harga getah mingguan mencapai Rp 7.500/kg dibanding harga minggu sebelumnya yang hanya Rp 7.200/kg.

"Kami berharap kondisi ini bertahan bahkan kembali meningkat. Sebab, apabila harga bertahan Rp 7.500/kg, sudah bisa mengimbangi harga kebutuhan pokok saat ini," ungkap Marta, salahsatu petani karet asal desa Babat Kecamatan Penukal.

Meningkatnya harga getah karet diakui Marta menambah gairah petani, bahkan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Terlihat di pasar-pasar kalangan yang dipenuhi pembeli, apalagi harga getah bisa mencapai Rp 10.000/kg atau diatas itu, pasti geliat ekonomi akan meningkat drastis di Kabupaten PALI," tukasnya.

Kenaikan harga getah karet diakui Apri, salahsatu pembeli karet. Menurutnya pembelian getah karet ditentukan harga pasaran.

"Kalau kami beli getah di tingkat petani sesuai harga di pabriknya, apabila naik maka otomatis kami naikan juga, begitupun sebaliknya, kalau menurun kami juga akan menurunkan harganya," kata Apri.
Share:

Curi Motor di Masjid, Dua Pemuda di Ringkus

PALI --Jajaran Polsek Tanah Abang  berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor di parkiran Masjid At-taqwa di Desa Tanah Abang Utara Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pelakunya berhasil digelandang atas dasar laporan korbannya dengan bukti  LP / B-22 / III / 2018 / SUM SEL / RES M.ENIM / SEK T. ABANG TGL 30 MARET 2018 dengan korbanya Sapuan (28) warga desa Tanah Abang Selatan.

Pelaku M. Vitun (18) warga Desa Babat Kecamatan Penukal ditangkap masa pada Sabtu subuh (1/9) saat hendak mencuri di depan Masjid Al-Furqon saat korban tengah sholat subuh berjamaah. Vitun ditangkap masa bersama temannya Peru (16) warga desa yang sama. Dari keterangan pelaku Vitun itulah kemudian dikembangkan dan akhirnya Polsek Tanah Abang berhasil menangkap Deri Permana (19) masih warga Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten PALI, pada Sabtu (1/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan bahwa kejadian pencurian sepeda motor tersebut pada Kamis (29/3/2018) lalu  sekira pukul 20.00 WIB, dihalaman Masjid At-taqwa saat korban sedang melaksanakan ibadah sholat isya.

"Korban seperti biasanya memarkirkan sepeda motornya di tempat parkir halaman Masjid, tetapi ketika korban selesai sholat, korban melihat di parkiran, sepeda motornya sudah tidak ada lagi. kemudian korban di bantu warga sekitar mencari sepeda motornya di sekitar halaman masjid, namun sepeda motor korban sudah raib, selanjutnya melaporkan ke Mapolsek Tanah Abang," ungkap Sofyan, Minggu (2/9).

Dijelaskan Sofyan, bahwa sebelumnya telah tertangkap dua pelaku yang salahsatunya pelaku M.Vitun yang hendak mencuri sepeda motor di Masjid Al-Furqon Desa Tanah Abang Selatan, kemudian dikembangkan.

"Dari keterangan pelaku itu, kita ketahui bahwa pelaku Deri adalah salahsatu kawananya. Kemudian Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang berkoordinasi dengan Polsek Penukal Abab mencari keberadaan pelaku Deri. Setelah mengetahui keberadaannya langsung melakukan penangkapan. Selanjutnya pelaku dan barang buktinya dibawa ke Mapolsek Tanah Abang," jelasnya.

Sementara dari pengakuan Vitun, salahsatu pelaku bahwa dirinya dan kawanannya telah beberapa kali melakukan pencurian sepeda motor.

"Di Desa Gunung Menang dan Desa Mangku Negara juga pernah pak," akunya dihadapan polisi
Share:

Dihantam Babaranjang, Satu Keluarga Nyaris Tewas

PALI--Rangkaian baja pengangkut batubara berukuran panjang dengan kecepatan rata rata 30 kilometer per jam atau biasa dikenal dengan sebutan “Babaranjang” kembali memakan korban.

Kali ini satu unit mobil minibus jenis avanza dengan bomor polisi BG 1447 RN yang dikemudikan oleh Kornel Batubara (57) warga Komplrks PTPN 7, Sabtu (1/9) sekitar pukul 05.50 wib dihantam sang penguasa rel.

Bukan hanya Kornel yang berada dalam kendaraan tersebut, tapi juga sang istri Herna (51) yang mengalamibluka memar di kepala dan pinggang, serta sang anak Suryani (24) yang hanya mengalam luka ringan.Kejadian terjadi di perlintasan KA di Desa Pelawarab tang tidak memiliki palang pintu.

Kereta dengan nomor lambung 3106 C  no.log CC 2061526 yang di masinisi oleh Saiful Aji dan asisten masinis Sidiq Qoiri ini dari arah tanjung enim menuju ke kertapatu palembang.

Kejadian berawal saati toyota avanza yang dikemudikan Kornel dari arah PTPN hendak menuju ke Gor Muara Enim tanpa disadarinya ternyata kereta babaranjang sudah membunyijan klakson tanda, namun sang sopir terlambat menyadarinya.

Akibatnya, benturan keras anatara kedua kendaraan tersebut tidak bisa lagi dielakan. Mobil avanza sempat terseret beberapa meter seblum akhirnya kereta babaranjang mengentikan lajunya.

Warga sekitar yang mendengar dan melihat kejadin tersebut lamgsung berusaha menolong korban dengan melarikanba ke runah sakit M Rabain. Dan melaprkab kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono melalui Kasat Lantas AKP Adik Listiyono membenarkan adanya kecelakaan yang terjadi di desa pelawarab pada Sabtu (1/9) pagi.

“Saat ini korban sudah kita larikan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian ditaksir sekitar Rp 10 juta,” ujar Kasat Lantas.

Selanjuthya, ditambahkannya, pihaknya masih melakukan pendataan dan memintai keterangan dari saksi saksi dan olah tempat kejadian perkara.
Share:

MUI Bolehkan Pemberian Vaksin MR, Apa Alasannya...



KH. Ayik Faridz saat menjelaskan alasan MUI membolehkan pemberian vaksin MR

 

PALI-- Setelah menimbulkan polemik terkait status halal atau haramnya vaksin Measles dan Rubella (MR), akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan pemberian vaksinasi yang berasal dari India tersebut meskipun vaksin tersebut dibuat dari unsur babi.

Fatwa MUI tersebut disampaikan sekretaris umum MUI provinsi Sumatera Selatan, KH Ayik Faridz saat datangi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (31/8) untuk hadiri acara Sharing Session bersama dalam rangka pelaksanaan kampanye imunisasi campak rubella.


"Jadi intinya pemberian vaksin MR dari India diperbolehkan tetapi tidak fatwa ini tidak berlaku apabila telah ditemukan vaksin yang halal dan suci," ungkap KH Ayik Faridz.


MUI Sumsel diakui KH Ayik Faridz pernah mengeluarkan fatwa menunda pemberian vaksin MR kepada umat muslim yang keberatan. Tetapi saat ini MUI mengeluarkan fatwa bahwa vaksin yang haram dan najis hukumnya haram  kecuali afdoruroh atau digunakan dalam keadaan terdesak.


"Pengecualian lainnya adalah belum ditemukan vaksin yang halal dan suci, adanya keterangan tenaga medis yang berkompeten bahwa tidak adanya vaksin yang halal, apabila tidak divaksin bisa mengakibatkan bahaya apabila tidak divaksinasi atau cacat maupun menimbulkan kematian, maka pemberian vaksin hukumnya wajib," terang sekretaris umum MUI.


Saat Sharing Session tersebut dihadiri Syahron Nazil Plt Sekda PALI, kepala Dinkes PALI Lesti Nuraini serta sejumlah OPD terkait.


Sekda PALI mengatakan bahwa pemberian vaksin MR di PALI sempat terhenti karena adanya informasi bahwa vaksin ini haram.


"Sesuai program nasional, kami sudah laksanakan dan launching, tetapi karena ada polemik maka terhenti sementara sampai ada keputusan dari pihak berkompeten. Dan saat ini keputusan membolehkan pemberian vaksin sudah ada, maka PALI menargetkan 95 persen dalam pemberian vaksin MR," ujarnya.



Ditempat sama, Kadinkes provinsi Sumsel menjelaskan bahwa pemberian vaksin MR ini adalah program nasional. Karena dahulu hanya ada pemberian vaksin Campak, tetapi saat ini dikombinasikan dengan Rubella, karena penyakit ini lebih berbahaya yang bisa menimbulkan kecacatan pada janin. Namun dengan adanya keraguan terkait halal atau haramnya vaksin tersebut menjadikan kegalauan ditengah-tengah masyarakat.


"Untuk itu kami bawa MUI provinsi ke kabupaten PALI untuk menjelaskan fatwa MUI terkait boleh tidaknya pemberian vaksin MR," terangnya.


Kadinkes Sumsel juga memerintahkan Dinkes PALI agar melanjutkan pemberian vaksin MR. "Masih ada waktu satu bulan lagi untuk mengejar target pemberian vaksin MR. Sebab, target di kabupaten PALI 58 ribu lebih dan sampai saat ini mencapai 30,6 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi dari kabupaten/kota lainnya yang ada di provinsi Sumsel," tukasnya.(red)





Share:

Empat Pelajar Raih Beasiswa Non Ikatan Dinas dari PT Pertamina EP Asset 2

PALEMBANG -- Setelah melalui tahapan tes yang cukup ketat beberapa waktu lalu, para pelajar lulusan SMA/Sederajat dari desa-desa dalam wilayah operasional PT Pertamina EP Asset 2 yang ingin meraih beasiswa non ikatan dinas angkatan ke-5 tahun 2018 guna kuliah di Politeknik Akamigas Palembang akhirnya terwujud. Empat pelajar yang mewakili wilayah kerja PT Pertamina EP Prabumulih Field, Limau Field, Pendopo Field dan Adera Field berhasil diterima menjadi mahasiswa Politeknik Akamigas dengan biaya penuh dari PT Pertamina EP Asset 2 selama enam semester atau tiga tahun.

Keempat pelajar yang mendapatkan beasiswa yakni Ahmad Chandra Wijaya dari wilayah kerja Limau Field mengambil jurusan Teknik Eksplorasi Produksi Migas, Halim Al Rasyid Prabumuih Field, Liska Armayanti Pendopo Field dan M Risky Zamkhsyary Adera Field masing-masing mengambil Teknik Pengolahan Migas. Kesemuanya berhasil mendapatkan beasiswa non ikatan dinas dari PT Pertamina EP Asset 2 tiga tahun secara penuh, artinya semua biaya-biaya perkuliahan, praktek pemagangan sampai wisuda, semuanya sudah ditanggung oleh perusahaan dengan syarat IPK-nya minimal 3,00 menjadi standar  penetapan beasiswa tersebut.

General Manager PT Pertamina EP Asset 2, Astri Pujianto, mengingatkan siswa penerima beasiswa non ikatan dinas untuk memanfaatkan kesempatan terbaik yang diberikan PT Pertamina EP Asset 2 kepada anak didik yang berprestasi dalam wilayah operasional perusahaan.

“Manfaatkanlah kesempatan berharga ini, karena masih banyak teman-teman kalian yang ingin mendapatkan beasiswa ini. Insya Allah kedepan PT Pertamina EP, melalui dukungan dari segenap pihak, mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Astri Pujianto juga menjelaskan Pertamina EP sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama dari Pemerintah Indonesia mengemban banyak tugas dari negara, yang adalah meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan migas nasional.

“Di sisi lain bagaimana kita menggalakkan program pengabdian terhadap masyarakat, seperti program pendidikan yang telah terwujud hari ini. Terima kasih atas kerja sama yang telah terbina selama ini, kami bangga atas keberhasilan adik-adik para mahasiswa sebelumnya yang telah meraih IPK tertinggi, artinya program tersebut berjalan dengan sangat baik,” harap Puji.

Senada dengan itu Ketua Yayasan Karya Bangsa Ir H Abdul Rozak mengapresiasi Pertamina, khususnya PT Pertamina EP Asset 2 yang telah memperhatikan pembangunan SDM di sekitar wilayah operasional perusahaan yang salah satunya menggulirkan program pemberdayaan masyarakat melalui dunia pendidikan.

“Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama antara Politeknik Akamigas Palembang dengan PT Pertamina EP Asset 2 melalui pemberian beasiswa tersebut sehingga anak didik kita nantinya dapat memberikan hasil terbaik, tidak ada kesenjangan pendidikan dan mengharumkan nama desa masing-masing,” ungkap Abdul Rozak.

Pjs Direktur Poltek Akamigas Palembang M Ali Malik ST menambahkan, hingga tahun 2018 ini sudah ada 25 mahasiswa dari sekolah-sekolah di wilayah kerja PT Pertamina EP Asset 2 yang telah bergabung untuk menuntut ilmu di Politeknik Akamigas Palembang ini.

“Alhamdulillah hingga saat ini kita sudah melaksanakan wisuda 2 angkatan dan mereka sebagian sudah bekerja pada industri dan perusahaan yang tersebar di negeri ini. Belajarlah dengan sebaik-baiknya, semua sudah dibiayai dan tugas adik-adik hanyalah belajar dan belajar dengan semaksimal mungkin yang pada akhirnya dapat mengharumkan keluarga, nama sekolah, desa masing-masing bahkan mampu menjaga citra perusahaan,” pesan Ali Malik.

Selain melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding beasiswa non ikatan dinas PT Pertamina EP Asset 2 angkatan ke-5 di Politeknik Akamigas Palembang yang berlangsung Selasa (28/8), juga dilakukan penandatanganan surat pernyataan para mahasiswa, orang tua dan pihak kampus yang disaksikan oleh kepala desa dan lurah dari wilayah domisili siswa peraih beasiswa.

Pada kesempatan itu juga disampaikan laporan perkembangan akademik dan non akademik mahasiswa penerima beasiswa non ikatan dinas selama mengikuti perkuliahan sejak tahun 2015 yang disampaikan oleh Robby Cahyadi.

Guna mendukung komitmen bersama para pihak juga dibacakan surat perjanjian beasiswa yang akan kuliah pada tahun ajaran 2018, pertengahan September nanti, termasuk syarat-syarat yang diberikan, ketentuan dan sangsi jika semua poin-poin dalam perjanjian tersebut tidak terpenuhi atau dilanggar.

Pemberian beasiswa non ikatan dinas di Politeknik Akamigas Palembang merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility yang digulirkan oleh PT Pertamina EP Asset 2 sejak tahun 2014 silam.

Program ini menyasar di bidang pendidikan, dan terus berjalan secara konsisten setiap tahunnya sebagai bentuk kepedulian PT Pertamina EP Asset 2 khususnya kepada masyarakat yang terdekat di wilayah operasi.
Share:

Uang Dibawa Kabur, Dishub Ambil Alih Parkir Tanjung Enim

MUARA ENIM--Dinas Perhubungan Muara Enim, akhirnya mengambil alih pengelolaan parkir kendaraan di ruas jalan kota Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul. Soalnya salah satu organisasi kepemudaan yang selama ini dipercayakan mengelola parkir kendaraan di kawasan tersebut tidak menyetorkan uang parkir tersebut kepada Pemkab Muara Enim.

“Sesuai kebijakan pak Kadin, pengelolaan parkir kendaran untuk kawasan Kota Tanjung Enim telah kita ambil alih. Kita telah menempatkan petugas Dinas Perhubungan sebagai juru parkir di kawasan tersebut,” jelas Sekretaris Dinas Perhubungan Muara Enim, Akmaludin, Rabu (29/8).

Menurutnya, pengelolaan parkir tersebut diambil alih Dinas Perhubungan, karena petugas juru parkir yang dipercayakan oleh organisasi kepemudaan tersebut, tidak menyetorkan uang parkirnya kepada Pemkab Muara Enim.

“Uang parkir tersebut sekitar Rp 41 juta, diduga telah dibawa kabur oleh oknum juru parkir tersebut. Sehingga tidak disetorkan ke kas daerah,” jelas Akmal.

Sedangkan parkir kendaraan untuk ruas jalan dalam kawasan Kota Muara Enim, masih tetap dikelola oleh salah satu organisasi kepemudaan. Sesuai dengan kontrak yang disepakati pengelola parkir tersebut menyetorkan uang parkirkan kepada negara sebesar Rp 13 juta/tahun.

“Nilai kontrak sebesar Rp 13 juta tersebut telah menjadi pertanyaan dewan, makanya kita akan lakukan ujik petik kembali untuk menetapkan kontrak baru,” jelasnya.

Dijelaskannya juga, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) besaran tarif parkir kendaraan untuk jenis roda dua Rp 500/kendaraan, sedangkan untuk roda empat Rp 1.000/kendaraan.

“Perda ketetapan tarif parkir tersebut telah kita ajukan untuk direvisi kembali, karena nilainya sangat kecil. Pada Perda yang diajukan untuk direvisi kembali tersebut tarif parkir akan dinaikan untuk kendaraan roda 2 dari Rp 500 menjadi Rp 1.000, sedangkan untuk roda empat dari Rp 1.000 naik menjadi Rp 2.000 per kendaraan.(WN)
Share:

PPS Tempel DPT Pemilu 2019

MUARA ENIM--Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muara Enim telah mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019, pada 19 Agustus 2018 lalu. Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tiap desa pun sejak kemarin sudah mulai menempel informasi DPT tersebut.

Seperti dilakukan PPS Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, yang telah menempel informasi DPT di beberapa tempat. “Setelah menerima DPT dari PPK, sesuai perintah hari ini kami mulai mengumumkan informasi DPT kepada masyarakat,” ujar Jondrianto, PPS Panang Jaya, Selasa (28/8).

Terpisah, Ketua KPUD Muara Enim, Rohani melalui Komisioner Divisi Program dan Data, Eko Suprianto mengatakan, jumlah DPT Pemilu 2019 Kabupaten Muara Enim sebanyak 418.573 pemilih dengan rincian 210.430 pemilih laki-laki dan 208.143 pemilih perempuan.

“Jumlah ini lebih banyak dari DPT Pilkada serentak beberapa waktu lalu,” kata Eko, Selasa (28/8). Eko melanjutkan, apabila masih ada masyarakat yang namanya belum tercantum pada DPT tersebut, tetap bisa menyalurkan hak pilihnya dengan membawa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) pada saat pemililah nanti.

Selain jumlah pemilih, jumlah TPS untuk Pemilu 2019 juga bertambah. Jika pada Pilkada Seretak 2018 berjumlah 1.057 TPS, maka untuk Pemilu 2019 menjadi 1.642 TPS. “Bertambahnya jumlah TPS ini,  karena jumlah DPT per TPS maksimal 300 pemilih,” lanjutnya.

Data yang diterima koran ini, pemilih terbanyak berada di Kecamatan Muara Enim dan Lawang Kidul. Untuk Kecamatan Muara Enim sebanyak 45.801 pemilih dengan 176 TPS, sedangkan untuk Kecamatan Lawang Kidul sebanyak 43.782 pemilih dengan 178 TPS.(WN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts