51 Akseptor KB Jadi Peserta Baksos DPPKBPPPA PALI

PALI -- Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan kegiatan pelayanan KB gratis pada bakti sosial pelayanan KB MOW dan MOP di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi, Sabtu (3/11).

Kegiatan tersebut diikuti 51 akseptor KB yang terdiri dari 47 orang akseptor wanita dan 4 orang akseptor pria.

"Kegiatan ini rutin dilaksanakan dalam rangka meningkatkan jumlah peserta KB MKJP atau metode kontrasepsi jangka panjang untuk membantu masyarakat yang ingin ber KB tapi tidak mempunyai biaya," ungkap Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI.

Diakuinya bahwa pelayanan KB kali ini khusus pelayanan KB medis operasi untuk wanita dan pria. "Tenaga medisnya,selain dokter ahli bedah di Kabupaten PALI juga kita datangkan dokter ahli bedah dari kota Palembang," tukasnya.
Share:

Pihak Lion Air Ikut Hantarkan Jenazah Chandra Kirana

PALI -- Pihak Lion Air turut serta mengantarkan jenazah Chandra Kirana (29) salahsatu korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang Senin (29/10) sampai ke rumah duka di Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kedatangan pihak Lion Air beriringan dengan kedatangan jenazah Chandra Kirana, Sabtu (3/11). Menurut Rizky kepala Statsiun Manager Lion Air Palembang mengatakan bahwa pihaknya datang ke rumah duka sengaja ingin menyampaikan bela sungkawanya serta menyampaikan permohonan maafnya.

"Kita akan memfasilitasi semua korban sampai prosesnya selesai. Kita juga sudah bicara dengan pihak keluarga Chandra Kirana apabila akan ada lagi dari salahsatu anggota keluarganya yang akan ke Jakarta, akan difasilitasi juga untuk memantau secara langsung pencarian korban. Sebab, diketahui masih ada tiga orang lagi asal PALI yang tercatat masih satu keluarga masih belum ditemukan," ungkap Rizky.

Diakui Rizky, bahwa selain memfasilitasi pihak keluarga untuk memantau langsung di Jakarta, pihak Lion Air juga telah memberikan bantuan untuk biaya tunggu selama pihak keluarga di Jakarta "Dan kita juga berikan bantuan biaya pemakaman," tukasnya.

Sementara itu, Anang Urip, ayah Chandra Kirana mengaku bahwa dirinya dan keluarga lainnya sangat berharap korban lainnya asal PALI termasuk istri Candra bernama Cici segera ditemukan.

"Kita belum memikirkan pengurusan santunan ataupun yang lainnya, saat ini kita berharap menantu kami juga yang lainnya bisa segera ditemukan. Dan rencananya, apabila Cici ditemukan meninggal, bakal dimakamkan di samping pusara Chandra," ujar Anang Urip.
Share:

Adiknya Disembahyangkan, Kakak Chandra Kirana Lunglai

PALI.- Eva (38) kakak ke dua Chandra Kirana korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang lunglai dan jatuh terduduk saat menyaksikan jenazah adiknya disembahyangkan di Masjid Nurul Huda Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sabtu (3/11).

Beruntung saat tubuh Eva oleng, diketahui kerabat lainnya dan langsung ditolong menuju pinggir ruangan Masjid tersebut.

"Aku mau lihat sampai usai dimakamkan," kata Eva dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.

Dirinya juga berharap dan meminta doa terhadap kerabat lainnya agar istri Chandra Kirana bernama Cici juga segera ditemukan.

"Minta doanya, agar istri adik aku dan yang lainnya segera ditemukan," pintanya.(sn)
Share:

TPU Talang Miring Penuh Sesak, Warga Penasaran Saksikan Pemakaman Chandra Kirana

PALI - Pedatangan jenazah Chandra Kirana, salahsatu korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang menyedot simpati masyarakat Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sejak kabar teridentifikasinya jasad Chandra Kirana, warga dan kerabat korban terus berdatangan ke rumah duka. Bahkan dari kedatangan sampai pemakaman jenazah korban, warga berdesakan menyaksikan prosesi pemakaman jenazah Chandra Kirana Sabtu (3/11).

M. Taufik salahsatunya, pria yang tinggal tak jauh dari kediaman keluarga korban tak pernah absen disetiap prosesi pemakaman jenazah korban. Bahkan dirinya selalu menyampaikan informasi terbaru perkembangan pencarian korban pesawat Lion Air yang jatuh hingga kedatangan jenazah Chandra Kirana ke rumah duka melalui media sosial.

"Ini terakhir kalinya kami mengantarkan adik Chandra ke peristirahatan terakhirnya, jadi wajar kalau keluarga, kerabat dan tetangga penuhi lokasi pemakaman. Karena meski Chandra jarang di rumahnya, tetapi pria yang baru enam bulan menikah tersebut dikenal baik terhadap warga lain disekitar dirinya tinggal," ucap M.Taufik.

Dirinya mengaku terus memantau perkembangan pencarian korban pesawat naas itu, sebab masih ada tiga korban asal PALI yang belum ditemukan termasuk istri korban bernama Cici. "Kita berharap yang lain cepat ditemukan," harapnya. (Sn)
Share:

Isak Tangis Keluarga Sambut Kedatangan Jenazah Chandra Kirana

PALI - Jenazah Chandra Kirana (29) korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10) lalu akhirnya tiba pada Sabtu (3/11) sekitar pukul 11.15 WIB.

Isak tangis keluarga pun pecah saat kedatangan jenazah Chandra yang dibawa menggunakan mobil ambulans dan dikawal ketat petugas kepolisian.

Peti jenazah langsung dibawa dan disemayamkan di rumah duka di kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang rencananya akan dimakamkan di TPU Talang Miring Kelurahan Pasar Bhayangkara.

Sebelum dimakamkan dan disembahyangkan, Ibu korban, Husnaini meminta peti jenazah dibuka terlebih dahulu untuk melihat langsung kondisi jenazah Chandra meskipun ada anjuran dari adik korban, Bayu agar peti matin jangan di buka (sn)
Share:

Ini Lokasi Pemakaman Untuk Jenazah Chandra Kirana

PALI - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Talang Miring Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dipilih pihak keluarga Chandra Kirana yang masuk manifest penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh pada Senin (29/10) diperairan Tanjung Karawang.

"Dipilihnya TPU tersebut karena dekat dengan kediaman keluarga yang merupakan tempat lahir Chandra," ungkap Iwan, kakak Ipar Chandra.

Diakuinya bahwa makam untuk Chandra Kirana sudah dipersiapkan dan telah selesai digali.(sn)
Share:

Keluarga Chandra Kirana Berkumpul Tunggu Kedatangan Jenazah

PALI -- Pasca adanya kabar jasad Chandra Kirana (29) teridentifikasi tim DVI Polri, Jumat kemarin (2/11) sore, keluarga korban terus berdatangan ke rumah duka di Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak Jumat malam sampai Sabtu (3/11) pagi.

"Informasi jasad Chandra sudah datang di Bandara, dan sekarang menuju PALI," ungkap Haris, salahsatu kerabat korban.

Chandra Kirana merupakan salahsatu korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10) lalu.
Share:

Dongkrak Keratifitas Pelajar, Bupati PALI Programkan Kegiatan Sekolah

PALI -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM dorong pihak sekolah untuk berinovasi dalam menggali kreatifitas pelajar agar bisa mengharumkan nama sekolah dan nama Kabupaten PALI. Bahkan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan bakal memprogramkan kegiatan sekolah yang sifatnya memacu keratifitas siswanya.

Seperti pada kegiatan pemilihan Putra-putri SMAN 1 Talang Ubi yang digelar pada Kamis (1/11) lalu, Bupati PALI mengapresiasi pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan tersebut dan Heri Amalindo berjanji kedepan acara-acara seperti itu tidak lagi pihak sekolah mengajukan profosal ke Pemerintah Kabupaten PALI untuk meminta bantuan.



"Kegiatan itu sangat bagus guna memacu keratifitas dan sebagai wadah menyalurkan bakat pelajar. Untuk itu kami selaku pemerintah sangat mendukung dan mendorong kegiatan pemilihan putra-putri SMA dilakukan berkesinambungan," ungkap Bupati.

Selain sebagai wadah menyalurkan bakat pelajar, pada ajang pemilihan putra-putri SMA, Bupati juga menyebut bahwa kegiatan tersebut bisa membantu pihak sekolah dalam mempromosikan sekolahnya.

"Bahkan kami harapkan, selain mempromosikan sekolahnya, juga ikut andil dalam membangun dan mengembangkan potensi yang ada di Kabupaten PALI," harap Bupati.



Dukungan itu bukan hanya terhadap SMAN 1 Talang Ubi, tetapi ditegaskan Bupati bahwa sekolah lainnya juga akan didorong pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan serupa atau kegiatan lainnya yang positif.

"Menggali bakat dan potensi yang dimiliki pelajar bukan hanya menggelar kegiatan pemilihan putra-putri SMA saja, tetapi masih banyak lagi kegiatan yang bisa memotivasi siswa agar berprestasi. Misal dibidang olahraga, keagamaan serta keterampilan dengan mengadakan lomba keratifitas antar pelajar dalam sekolah atau antar sekolah untuk cakupan lebih luas," tandasnya.

Sementara itu, kepala SMAN 1 Talang Ubi Zainul Abidin, menyatakan bahwa kegiatan pemilihan putra-putri SMAN 1 adalah untuk mengkreasikan bakat pelajar serta menggugah kreatifitas pelajar. Dan kegiatan tersebut digelar untuk pertama kalinya dan rencananya bakal dilaksanakan setiap tahun.



"Alhamdulillah, gelaran ini berjalan lancar dan menghasilkan finalis yang benar-benar mempunyai talenta sebagai duta sekolah ini. Nantinya pemenang bakal membantu pihak sekolah untuk mempromosikan sekolah ini dan selanjutnya, ajang pemilihan putra-putri SMAN 1 menjadi modal dasar finalis untuk ikuti ajang pemilihan Bujang Gadis PALI (BGP) bahkan ajang yang lebih bergengsi lainnya setelah lepas dari sekolah ini," beber Zainul.

Adapun pemenang pemilihan Putra SMAN 1 Talang Ubi tahun 2018 diraih Muhammad Raffa kelas X Mipa 2 dan Putri SMAN 1 Talang Ubi diraih Fina Anggraeni kelas XI.  Peserta pemilihan putra-putri SMAN 1  Talang Ubi harus melewati beberapa tahapan dengan penilaian dari dewan juri yang cukup ketat, bahkan konsep ajang tersebut hampir sama dengan seleksi pemilihan BGP tahun 2018. (adv)
Share:

Dukung Kedaulatan Energi, PT Pertamina EP Limau Field Lakukan Bor Sumur Bel-K1

MUARA ENIM -- PT Pertamina EP (PEP), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi kembali melakukan pengeboran sumur di wilayah Desa Lubuk Mumpo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Sumatera Selatan. Dalam acara syukuran tajak sumur pengeboran BEL-K1 yang dilaksanakan pada Kamis (02/11), General Manager PEP Asset 2 yang diwakili oleh Markoni selaku Production & Operation Manager menyampaikan bahwa tujuan kegiatan pengeboran adalah guna meningkatkan produksi migas dan mendukung kedaulatan energi di Indonesia.

Pengeboran BEL-K1 merupakan bagian dari agenda kerja PEP Asset 2 tahun 2018 di lapangan Limau. “Pelaksanaan kegiatan pengeboran BEL-K1 direncanakan selama kurang lebih satu bulan dengan kedalaman pengeboran sedalam 2.418 meter dan target produksi sebesar 225 bopd. PEP menetapkan standar keamanan dan keselamatan kerja yang tinggi dimana kegiatan pegeboran tidak dapat dilaksanakan apbila situasi tidak aman,” terang Markoni.

Oleh sebab itu, di hadapan hadirin syukuran tajak yang terdiri tripika Gunung Megang serta masyarakat Desa Lubuk Mumpo, Markoni juga memohon dukungan dari seluruh pihak terkait untuk mendukung kegiatan pengeboran sumur ketiga dari Limau Field di tahun 2018 sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi yang maksimal kepada negara dan juga masyarakat sekitar.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kegiatan syukuran tajak juga dilaksanakan penyerahan bantuan dari PEP kepada desa sekitar kegiatan pengeboran yakni Desa Lubuk Mumpo dan Tanjung Muning berupa satu ekor sapi, seratus dua puluh lima paket sembako, dua puluh delapan paket santunan untuk anak yatim, perlengkapan kantor desa, dan juga material untuk pembangunan masjid.

Sementara itu dari perwakilan pemerintahan Kecamatan Gunung Megang menyampaikan dukungannya atas kegiatan pengeboran yang dilaksanakan oleh PEP. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan PT Pertamina EP dan semoga kegiatan pengeboran dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Rabiul Alim, Kasi Pemerintahan Kecamatan Gunung Megang.

PEP Asset 2 Limau Field merupakan salah satu lapangan kerja PT Pertamina EP yang secar administrasi berada di wilayah Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih, dan juga Kabupaten Lahat. Hingga 1 November 2018, PEP Limau Field memiliki angka produksi rata-rata minyak sebesar 4.501 bopd dengan sebesar 9.76 juta kaki kubik per hari. Keseluruhan produksi minyak dari PEP Limau Field dikirimkan ke RU III Plaju untuk pemenuhan kebutuhan minyak dalam negeri. Sementara untuk hasil gas digunakan untuk konsumen di wilayah Sumatera dan Jawa antara lain PUSRI, dan juga pembangkit tenaga listrik.
Share:

MIRIS TKI "DIIRIS" - PR KEMENLU & Negara

SINI -- Dari tahun ke tahun selalu saja ada berita TKI yg "diiris" alias dipancung sesuai hukum Qisas yang berlaku Di Saudi Arabia. Pelaksanaaan hukum tersebut, meski mendapatkan tentangan dari dunia internasional, namun Saudi tidak bergeming sebagai negara yang berdaulat penuh untuk menegakkan hukumnya yang berlaku sesuai syariat Islam. Mirisnya TKI yang berjumlah puluhan dieksekusi tanpa ada kesempatan yang lebar untuk membela diri sebagai akibat hukum di Saudi yang memang kurang peka terhadap isu perempuan dalam membela kehormatannya. Banyak kasus yang terjadi sebagai percobaan bela diri dari TKI terhadap kesewenangan yang dilakukan oleh majikan dalam bentuk agresi fisik maupun seksual terhadap TKI. Alhasil TKI sebagai korban, di pengadilan pun berubah status menjadi terdakwa. Lazimnya korban bukanlah yang harus menjadi tersangka, justru majikanlah yang harus menjadi tergugat.

Dari sejarah dimulainya era pekerja Indonesia di Saudi puluhan tahun lalu dengan berbagai kasus yang ada, telah banyak pemikiran, saran, usul dan usaha untuk mengatasi masalah ini. Ada yang mengusulkan stop saja pengiriman TKI karena akan menyebabkan pemerintah repot selalu mengurus kasus baru yang bermunculan sementara kasus lama saja belum terselesaikan. Ada lagi yang mengatakan ini sebagai longgarnya kebijakan sehingga TKI yang unskilled dan poor educated lah sbg penyebabnya, ditambah banyaknya celah pengiriman TKI illegal oleh individu maupun perusahaaan.

Pemerintahpun telah berusaha bekerjasama dengan kementrian terkait seperti Depnaker untuk menyumbat kran ini agar tidak mengalami kebocoran yang besar. Sayangnya, outcome yang diharapkan belum sesuai dengan harapan yang ideal. Lalu kalau semua langkah preventif sepertinya sudah dilakukan, apa iya tidak ada solusi lain? Apakah hanya dengan kebijakan singkat Stop Pengiriman TKI maka itu akan selesai?

Dikaji dari aspek beban atau kerepotan, jelas kebijakan ini akan pro pemeritah cq Kemenlu yang tidak lagi akan berhadapan dengan berbagai kasus TKI di Arab, Hongkong, Malaysia dll. Namun dikaji dr aspek ekonomis dimana bekerja di LN merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraaan keluarga,  rasanya tidak adil sementara lahan pekerjaan dalam negeri sendiri tidak tersedia cukup luas dan isu upah baik UMR maupun UMP masih banyak dilanggar. Oleh karenanya menutup kran pengiriman TKI hanya akan menuai gelombang protes dari stakeholders terkait, disamping akan menyebabkan angkatan kerja di Indonesia tidak bisa bersaing dengan Pilifina, Bangladesh, India karena hanya jago kandang. Lalu apa yang harus dilakukan?

Kembali lagi ke perspektif Indonesia, pemerintah sdh sedemikian rupa berupaya dengan memperketat peraturan ketenagakerjaan, visa dan passport, pelatihan keterampilan bahkan mungkin juga keahlian bela diri TKI telah di upgrade skill namun kasus demi kasus masih saja menunggu. Rasanya tdk adil pula kalau selalu pemerintah Indonesia, Depnaker, TKI dan agen penyalur yang harus selalu menyesuaikan diri dengan tantangan yang bakal dihadapi oleh TKI di LN sementara permintaan TKI terus berdatangan dr mereka yg notabene adalah calon majikan. Mengapa tidak mereka juga diminta untuk melakukan berbagai persiapan pula sebelum mendatangkan TKI sampai dengan TKI tersebut dipekerjakan. Artinya pemerintah asing entah itu Saudi, Malaysia, Hongkong dll beserta stakeholders terkait yakni agen penerima dan calon majikan juga harus melalui phase edukasi bersama melalui sosialisasi, training, interview, sweeping, dan tindakan preventif lainnya yang hrs dikerjakan oleh pemerintah mereka. Siapa yang harus menyuarakan ini tentu saja Kemenlu RI, artinya kitapun harus ada bargaining position yang sejajar dng mereka. Jangan hanya mereka saja yang menetapkan syarat terhadap kita dalam persiapan pengiriman TKI, dilain pihak mereka juga harus memenuhi persyaratan dari kita sampai mereka bisa memperkerjakan TKI.

Banyak langkah konkrit yang bisa disampaikan oleh Kemenlu RI melalui nota diplomasi diantaranya : meminta mereka meratifikasi hukum2 yang tidak peka terhadap isu pekerja, menstandarkan akreditasi agen penerima TKI di LN yang profesional, dan yang tidak kalah pentingnya menyeleksi calon majikan melalui uji kelayakan dari berbagai dimensi pisik, psikologis, finansial dengan berbagai tingkat pengujian baik tertulis, wawancara, psikotest dan survey ke lapangan cq rumah calon majikan. Bukankah proses seperti ini lumrah di LN ketika kita mau mengadopsi anak angkat atau hewan peliharaan sekalipun?. Standard inilah yang harus diusung bersama karena nilai TKI hampir sama pentingnya dengan anggota keluarga mereka bahkan lebih dari hewan peliharaan. Kalau semua itu sudah diterapkan,apakah cukup itu saja? Tentu saja belum, masih diperlukan tindakan sweeping yg reguler atau insidentil terhadap TKI dilakukan bersama oleh Kemenlu melalui kedubes, konjen dan konsulat RI bekerjasama dng Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI di  LN beserta NGO dan kepolisian setempat utk memastikan para Tenaga Kerja Indonesia mendapatkan pekerjaan yg layak dan perlakuan yang manusiawi. Karena adalah satu alasan yang tidak terbantahkan mereka rela berpisah dengan keluarga dicintai untuk menunaikan niat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Klasik memang, pada akhirnya Indonesia pula yg akan bertambah devisa melalui pengorbanan mereka. Jayalah TKI!

Penulis adalah pengamat sosial, politik, pemerintahan dan pendidikan. Tribute for Tursilawati dan TKI lainnya yg telah berkorban utk klrga dan negara RI.

Akhmad Muftizar Zawawi, S. IP, M. EDLM, P. hD
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts