Data Terbaru Covid-19 PALI, 75 Kasus Terkonfimasi, 25 Sembuh dan 4 Meninggal







Share:

Tak Merasa Malu, Anggota Dewan di Prabumulih ini Mampu Raup Keuntungan dari Penjualan Hewan Qurban

Foto : H. Zainudin Anggota DPRD Kota Prabumulih Komisi II yang memiliki usaha. Peternakan sapi dan kambing meraup untung ditengah pandemi,kamis (30/7)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Jabatan tinggi merupakan impian semua orang, dengan jabatan semua orang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus bekerja keras, namun hal demikian tak berlaku pada pria berkumis yang memiliki usaha penangkaran hewan qurban sapi dan kambing, kamis (30/7) 

Pria tersebut adalah H.Zainudin anggota DPRD Kota Prabumulih periode 2019-2024 dari partai Golongan Karya (Golkar) itu telah memiliki ratusan ekor sapi dan kambing ini
H.Zainudin atau Udin sapaan akrabnya dikalangan masyarakat Kota Prabumulih yang tak asing lagi mendengar nama tersebut karena sejak tahun 1987 dirinya telah berkecimpung didunia peternakan yang juga andil dalam membesarkan namanya 

Tak merasa sombong dan tinggi hati Wakil Rakyat yang mengemban tugas di Komisi III ini memiliki rencana besar untuk membangun perekonomian masyarakat melalui pertanian dan peternakan

Hewan qurban sapi dan kambing yang dijualnya lumayan cukup murah dengan harga yang dipatok berkisar Rp.2 juta hingga Rp.6,5 juta untuk harga kambing sedangkan sapi dipatok dengan harga Rp.10 juta hingga paling besar Rp.50 juta tergantung bobot (besar) sapi yang dijual

“harga disini bermacam jenis, biasanya kalau ada yang ingin benar-benar Qurban tapi uangnya tidak cukup tapi kita tetap bantu mereka” jelasnya seraya mengatakan jual hewan qurban tak hanya cari untung tapi juga cari berkah 

Tim sininews.com mencoba menyambangi kediamannya di Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Timur Simpang 4 Sekolah Yayasan Bakti (YB) itu memiliki puluhan ekor sapi dan kambing di depan halaman rumahnya itu tampak antri hewan qurban berjejer 

“kebanyakan dari perusahaan yang beli, kalau untuk warga masih ada tapi tidak seramai dulu sebelum corona” ceritanya (sn/tau)    
Share:

PDI-P PALI Bantu Korban Kebakaran

PALI, SININEWS.COM -- Keluarga Kisno warga Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang merupakan korban kebakaran yang terjadi pada Kamis (30/7) lalu mendapat bantuan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan PALI.

Bantuan diberikan Bendahara PDI Perjuangan PALI Hoirillah, yang juga menjabat anggota DPRD PALI. 

“Bantuan yang kami berikan ini sebagai wujud kepedulian kami, wujud kepedulian PDI Perjuangan terhadap warga yang mengalami musibah,” ujar Hoirillah.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD PALI itu turut prihatin atas musibah yang menimpah Kisno dan keluarganya.

“Sebagai wakil rakyat, saya turut prihatin atas musibah yang terjadi pada Bapak Kisno, mudah-mudahan bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban keluarga Kisno,” kata pria yang akrab disapa Iril itu.

Bantuan yang diberikan berupa beras dan uang tunai serta bahan makanan pokok lainnya.

Sebelumnya, sekitar pukul 00:00 dini hari tadi, rumah Kisno terbakar. Kebakaran diduga akibat arus pendek. 

Saat kejadian, Kisno yang Anggota Satpol-PP PALI sedang bertugas menjaga Rumah Dinas Bupati PALI. (sn)
Share:

Perkembangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 30 Juli 2020







Share:

Pertamina EP Kembali Datangkan Calon Penghuni Baru di Gunung Puntang

SININEWS.COM - Seperti biasa, suhu udara di Gunung Puntang di Bandung Selatan memang lebih dingin dibandingkan suhu udara di Tanaman Nasional Gunung Gede Pangrango yang wilayahnya meliputi tiga kabupaten: Cianjur, Bogor, dan Sukabumi.  Dinginnya Gunung Puntang tidak menyurutkan semangat beberapa petugas dari Yayasan Owa Jawa yang sejak Selasa (28/7) dini hari untuk kembali mendatangkan calon penghuni barunya.

Si Ukong dan Si Gomeh, dua Owa Jawa dari kandang rehabilitasi Taman Nasional Gede Pangrango di Lido, siap  menempati rumah baru mereka di kawasan Wahana Wisata Gunung Puntang. Proses relokasi Owa Jawa ini boleh merupakan salah satu momen bersejarah dan tidak banyak yang bisa mengalami. Ini tentu tidak lepas dari kecerdasan yang dimiliki Owa Jawa sehingga terlibat dalam proses pelestariannya tentu bisa menjadi pengalaman sangat berharga. 

Owa terlebih dahulu dibius dengan cara ditulup, di dalam kandang rehabilitasi. Ada yang menarik, Owa Jawa ini sudah mampu melindungi diri dari serangan, mereka mampu beberapa kali menangkis anak tulup yang terbang ke arah mereka. 

Setelah berhasil dibius dan pingsan, Owa Jawa diambil lalu dimasukan kotak masing masing dengan jarak berdekatan dengan pasanganya. 

Butuh sekitar empat jam perjalanan dari Lido untuk mencapai Kantor Yayasan Owa Jawa di Gunung Puntang. Rencananya pada pukul 6 pagi pasang Owa Jawa akan kembali menempuh perjalanan ke kandang habituasi di lereng Gunung Puntang. Lokasi kandang habituasi ada di tiga tempat, yaitu Kandang Cisaat, Kandang Haruman, dan Kandang Nangsi.

Habituasi adalah proses mengajarkan Owa Jawa beradaptasi sebelum dilepas ke alam liar. Di kandang habituasi, Owa Jawa akan diberikan makan-makan yang tumbuh di hutan Gunung Puntang. Owa juga akan beradaptasi dengan ketinggian serta suhu udaranya.

Kandang habituasi dibuat dari bambu dan diberi atap daun-daun setinggi sepuluh meter yang sudah dibuatkan gantungan-gatungan dan rumah-rumahan di dalamnya. Hanya dalam hitungan menit, sejak masuk di dalamnya, Si Ukong dan Gomeh terlihat asik bergelantungan dan bergerak mengelilingi kandang dengan mengeluarkan suara “panggilan pagi” yang sangat nyaring. Panggilan pagi  menadakan kehadiran dan teritorialnya, dan menunjukan sepertinya “Aku” sudah siap untuk eksplore di alam liar.

Apa yang sudah dilalui Si Ukong dan Gomeh merupakan rangkaian proses sebagai bagian dari upaya pelestarian Owa Jawa. Satwa endemik, Owa Jawa sudah masuk daftar merah IUCN dengan status Vulnerable karena tersisa sekitar 2.000-4.000 ekor. Owa Jawa merupakan spesies Owa yang paling langka di dunia. Sungguh sangat disayangkan penyematan status tersebut kepadanya. 

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari Owa Jawa, salah satunya adalah tentang kesetiaan. Primata arboreal ini termasuk satwa monogami, yang berarti bahwa dia hanya akan memiliki pasangan seumur hidupnya. Tingkat kesetiaannya bisa menjadi melebihi kadar kesetiaan yang dipatok manusia karena apabila salah satu pasangannya mati, Owa tidak akan mencari pasangan lain dan hidup menyendiri hingga akhir hayatnya. 

Sifat ini juga mempengaruhi kehidupan keluarga Owa. Ikatan keluarga Owa sangat erat sehingga apabila salah satu dari mereka diambil atau terganggu maka semua pola hidup dan psikologis keluarga di dalamnya akan terpengaruh.

Apabila Owa kehilangan pasangan atau anaknya, mereka akan merasa stress dan dapat berujung sakit hingga menyebabkan kematian. Karena itu tidak berlebihan jika beberapa ahli mengemukakan kesetiaan Owa melebihi kesetiaan yang dimiliki manusia.

Namun sifat alami yang dimiliki Owa itu justru membuatnya menjadi rentan. Banyak kasus induk Owa diburu dan dibunuh untuk diambil bayi atau anaknya. Umumnya bayi yang hidup tanpa induknya tidak dapat hidup lama. Sebagian besar mereka menjadi stress karena jauh dari keluarganya dan mati sia-sia. Pasangan yang tersisa dan ditinggalkan juga akan stress lalu sakit sehingga dapat berujung pada kematian. 

Padahal perburuan Owa Jawa oleh manusia hanya untuk dijual karena Owa Jawa berbulu halus seperti bulu boneka sehingga banyak yang berniat memilikinya untuk menjadi hewan peliharaan. 

Pemerintah sebenarnya sudah memagari aktivitas ilegal itu melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P92 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P20 Tahun 2018 tentang Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar yang menetapkan Owa Jawa merupakan satwa dilindungi.

Selain itu, menjadi ancaman terbesar pada populasi Owa Jawa yang masih tersisa adalah rusaknya habitat hutan akibat perubahan fungsi hutan menjadi perkebunan dan pembangunan yang terus menerus tanpa mitigasi pelestarian ekosistem hutan.

Disamping karena perburuan dan kerusakan ekosistem hutan, jumlah Owa Jawa yang sedikit juga diakibatkan sifat alaminya. Proses reproduksi Owa Jawa lama, sifat teritorial Owa dan sifatnya yang monogami menyebabkan sulitnya konservasi primata setia ini karena populasinya memang sangat sedikit. Hal inilah membuat Owa Jawa menuju kepunahan. 

Upaya untuk terus melestarikan Owa Jawa belum berhenti. Perjodohan sebagai satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk memastikan Owa Jawa tetap hidup di hutan pulau Jawa.

Dr. Pristiani Nurantika dari Javan Gibbon Centre menjelaskan Owa Jawa tidak mudah dalam menentukan pasangan. Seperti manusia, mesti ada proses pendekatan. Proses pendekatan atau penjodohan tersebut membutuhkan waktu yg lumayan lama, 1-2 tahun secara normal. 

Cara Owa saat melakukan pendekatan  juga mirip remaja. Kalau mereka cocok, mereka akan colak-colek, makin akrab saling grooming, lalu cium-ciuman, lalu dimasukan ke kandang cinta, layaknya manusia. Dalam kandang cinta mereka akan semakin akrab dan akhirnya mereka kawin, punya anak lalu menjadi keluarga. 

Hari ini akan dilakukan habituasi kepada 3 pasang Owa Jawa yang telah berhasil di jodohkan yaitu Si Ukong berpasangan dengan Gomeh, Lukas berpasangan Labuan, dan Yossy berpasangan dengan Nofri dijelaskan oleh Dr. Pristiani Nurantika layaknya sang “biro jodoh” Owa Jawa.

"Mereka akan di kandang habituasi sekitar empat bulan,..semoga ada yang hamil...Berdasarkan evaluasi, selama itu untuk melihat peningkatan perilaku apakah sudah mendekati Owa liar. Itu yang menjadi alasan kuat untuk melanjutkan mereka ke tahap berikutnya, yaitu lepas liar," kata Pristiani.

Dadang Suryana, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Bogor, mengatakan jika habituasi sukses, proses selanjutnya bisa dilanjutkan dengan proses pelepasliaran. Proses upaya pelestarian harus terus dilakukan pengawasan selama satu tahun untuk memastikan Owa Jawa berhasil bertahan hidup dan berkembang di alam setelah lepasliaran.

"Ini hal yang penting. Sebenarnya, program reintroduksi Owa Jawa tidak selesai saat habituasi lalu pelepasliaran. Setelah itu lebih penting, memastikan mereka berkembang biak, tidak diburu, hutan tidak dirambah manusia untuk perkebunan dan perumahan. Kualitas ekosistem hutan harus ditingkatkan,” jelas Dadang.

Menurut Dadang, Owa Jawa memiliki peran penting di peningkatan kualitas ekosistem. Mereka akan menyebarkan biji-bijian dari buah yang mereka makan, dan secara tidak langsung menjaga kelestarian hutan. Owa itu adalah indikator kualitas hutan yang baik.

“Dengan adanya owa di suatu hutan, kualitas hutan untuk hewan lain juga akan lebih baik,” ujarnya.

Harapan terhadap kelangsungan hidup Owa Jawa mulai menemui titik cerah pada 2013. Mulai tahun itu, Pertamina EP Asset 3 Subang Field, unit bisnis PT Pertamina EP yang merupakan anak perusahaan Pertamina (Persero), serta sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas,  menggandeng Yayasan Owa Jawa berusaha memulangkan kembali Owa Jawa ke Gunung Puntang lewat proses pelepasliaran dari kandang rehabilitasi di Lido Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kolaborasi tersebut penting lantaran ketika berjuang sendiri sejak 2003 hingga 2013 Yayasan Owa Jawa baru melepasliarkan dua keluarga atau empat individu ke wilayah Taman Nasional Gede Pangrango. 

Melalui kolaborasi tersebut ada sekitar 24 ekor Owa Jawa sudah dilepasliarkan ke Gunung Puntang berkat upaya Javan Gibbon Center (JGC), program penyelamatan dan rehabilitasi Owa Jawa hasil kerja sama Yayasan Owa Jawa dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan dukungan dari Pertamina EP. Hingga saat ini, Owa Jawa tersebut masih dalam pengawasan dan pemantauan.

Lebih dari itu, usaha menggiatkan pelestarian alam dan Owa Jawa yang dilakukan Pertamina EP Asset 3 Subang Field adalah dengan terus memberikan edukasi kepada masyarakat luas melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, penelitian, dan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia disekitar lokasi Gunung Puntang.

Melalui Program Melintang (Masyarakat Peduli Alam Puntang) Pertamina EP memberikan pendampingan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar agar  masyarakat tidak melakukan pemburu satwa liar serta perambah hutan ilegal. Dalam program ini Pertamina EP mengajarkan masyarakat untuk budidaya kopi. Saat ini warga sekitar telah memiliki Puntang Wangi Cafe sebagai saung edukasi owa jawa sekaligus tempat barista berlatih meracik kopi.

Atas kontribusinya pelestarian lingkungan, Pertamina EP Subang Field meraih apresiasi berupa penghargaan dari Indonesia Green Award (IGA) di tahun 2018 dalam kategori mengembangkan keanekaragaman hayati program Hutan Rindang Owa Jawa Berdendang.(ril)
Share:

2 Pria 1 Wanita Terlibat Jambret HP Diringkung Polisi

PTeam Tantura Polres Prabumulih berhasil mengamankn 3 pelaku penjambretan di depan kantor Kejaksaan, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Prabu Jaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Rabu (29/07/2020) sekira pukul 16.30 Wib.

Penangkapan ketiga tersangka berawal pada Team Tantura melakukan patroli seperti biasa, pada saat melakukan patroli adanya aksi kejahatan yang di lakukan 3 pemuda.

Ketiga pemuda tersebut SN (19), SW (17) dan NN (18) ketiganya merupakan warga Desa Suka Dana Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim.

Tersangka menjalankan aksinya dengan cara memepet korban nya dan langsung mengambil handphone milik korban yang diletakan di dashboard sepeda motor, kemudian pelaku langsung melarikan diri.

Terdengar adanya teriakan korban kejahatan (Jambreeett) Team Tantura langsung melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku sampai pelaku dapat diamankan dan dibawa ke Polres Prabumulih guna penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH membenarkan atas penangkapan tersebut.

“Ketiga tersangka dan barang bukti 1 buah Handphone merek Samsung beserta sepeda motor pelaku yang digunakan untuk melakukan aksi kejahatan sudah kita amankan di Polres Prabumulih,” pungkasnya. (Wspda/sn)

Share:

Pecah telok! SMSI Kota Prabumulih Terima SK Perdana. Jon Heri : Data dan Verifikasi Persyaratan Anggota

PALEMBANG, SININEWS.COM - Ketua Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jon Heri S.Sos serahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pengurus SMSI Kota Prabumulih Masa Bakti 2020-2023 di Kantor Sekretariat Pengurus SMSI Provinsi Sumsel, jalan Jenderal Sudirman KM. 3,5 Lorong Simanjuntak No. 1282 Palembang, Sumatera Selatan, Rabu malam (29/7).

Usai penyerahan SK, Jon Heri meminta SMSI Kota Prabumulih untuk segera mendata dan memverifikasi persyaratan anggota SMSI sesuai AD/ART guna melaksanakan kebijakan dan program SMSI Pusat. 

Pecah telok, SK pertamo untuk pengangkatan pengurus SMSI di daerah, jadi kita minta SMSI Kota Prabumulih untuk mendata media siber di Kota Prabumulih, guna menjalankan program SMSI Pusat di antaranya siberindo.co, yang pergerakannya dalam 3 minggu ini saja sudah sangat cepat,” ujar Jon Heri.

Selain mendata anggota media siber untuk gelombang kedua (II) siberindo.co, Jon Heri  juga meminta SMSI Kota Prabumulih agar mulai mempersiapkan rencana acara pelantikan serentak seluruh Pengurus SMSI Kabupaten/Kota se-Sumsel, yang akan digelar di Kota Lubuklinggau.

“Dan dalam waktu dekat ini kita juga ada kegiatan nasional yang diselenggarakan SMSI pusat yakni, Rakernas sekaligus peluncuran dan launching siberindo.co, pada September mendatang. Itu seluruh pengurus daerah harus hadir, minimal ada perwakilan,” terang Jon Heri.

Sementara itu, Ketua SMSI Kota Prabumulih, Donni SH menyampaikan akan mempercepat sejumlah program yang sudah dibahas di rapat pengurus sebelumnya. Dia juga mengingatkan kepada seluruh anggota untuk melaksanakan amanat AD/ART, serta kebijakan dan program kerja baik dari Pengurus SMSI provinsi, pusat maupun SMSI Kota Prabumulih sendiri.

“Mari jaga marwah organisasi, jaga kekompakan karena dengan bersama semuanya bisa diraih demi majunya media para anggota jadi lebih professional dan besar,” ungkap Donni, dibincangi usai menerima SK.

Acara penyerahan SK, yang berlangsung sederhana ini juga turut dihadiri sejumlah pengurus SMSI Provinsi Sumsel di antaranya, Andre Gustian, Saftarina, Sekretaris SMSI Kota Prabumulih, Hardoko Susanto, dan Korda SMSI OKU Selatan Richan Joe, yang juga Ketua PWI OKU Selatan.(*)
Share:

Perkembangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 29 Juli 2020







Share:

Embung Penampung Air Baku Dibangun Pemdes Sungai Langan

PALI -- Memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Langan Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membangun embung dengan memanfaatkan danau yang ada disekitar desanya menggunakan dana desa tahun 2020.

Danau yang menyimpan persediaan air yang cukup bersih tersebut kini tengah dikebut pembangunannya untuk persiapan musim kemarau tahun ini. 

Dikatakan Herman, Kepala desa setempat bahwa danau yang saat ini dibangun embung tidak pernah kering meski alami kemarau panjang serta kondisi airnya jernih dan layak untuk dikonsumsi. 

"Embung yang kita bangun saat ini merupakan permintaan warga melalui rapat desa. Sebab, ketika kemarau panjang, warga susah mendapatkan air bersih. Pembangunan embung tersebut khusus untuk penampungan air baku atau air konsumsi bukan untuk pemandian," ungkap Kades, Rabu (29/7).

Pembangunan embung tersebut diakui Kades didesain khusus agar tidak disalahgunakan masyarakat untuk mandi dilokasi embung. 

"Akan kita pagar keliling supaya tidak ada warga yang mandi. Juga bakal dibangun tower air agar bisa disalurkan ke rumah-rumah warga," tukasnya. 

Untuk dana desa tahun 2020 ini, Kades menyebut bahwa Pemdes hanya bisa membangun embung tersebut yang diprediksi akhir tahun ini sudah rampung. 

"Tahun ini pembangunan fisik hanya embung itu dengan ukuran panjang 45 meter dan lebar 22 meter. Minimnya pembangunan fisik karena anggaran dana desa banyak dialihkan untuk mengatasi Covid-19. Salah satunya penyaluran BLT-DD, dimana di desa kami ada 215 KK yang menerima bantuan itu," tutupnya. (sn) 
Share:

Miliki Sabu 3,99 gram, Warga Limau Barat Diamankan Polisi

PRABUMULIH, SININEWS.COM -  Berbekal informasi masyarakat yang menyatakan di kawasan Jalan Mayor Iskandar Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara kerap dijadikan tempat transaksi narkoba oleh soerang pengedar narkoba, jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Prabumulih dibawah pimpinan Kasat Narkoba AKP Zon Prama SH segera memerintahkan anak buahnya untuk melakukan penyelidikan.
Hasilnya, Senin (27/7/2020) pukul 19.15 WIB, tim Satres Narkoba Polres Prabumulih berhasil mengamankan pria bernama Rudian (28), warga Kampung V Limau Barat Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim
Dari operasi tangkap tangan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 3,99 gram. Serta satu buah handphone merk Vivo warna biru, satu bal plastik bening, satu buah tisu warna putih dan uang tunai Rp 185.000. Rudian yang bekerja sebagai wiraswasta kini mendekam di hotel prodeo Polres Prabumulih, dan kasusnya masih dikembangkan untuk menangkap bandar besarnya.
Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya SIk MH melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama SH menuturkan, penangkapan Rudian berawal adanya laporan warga yang resah terkait maraknya peredaran narkoba. Lalu, diturunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian.
Tepatnya di daerah Jalan Mayor Iskandar didekat kos Bimo, petugas melihat ada orang akan melakukan transaksi narkoba. “Merasa curiga dengan gerak-geriknya, anggota yang berpakaian preman mencoba mendekati. Melihat pelaku panik dan seperti mencoba membuang tisu, anggota yang curiga mengambil tisu dan pas dibuka terdapat Sabu-sabu. Pelaku Rudian langsung ditangkap tanpa perlawanan,” ungkapnya, Selasa (28/7/2028).
Atas ulahnya mengedarkan Narkoba, lanjut AKP Zon Prama, Rudian terpaksa mendekam di balik jeruji besi Polres Prabumulih. “Pelaku terancam Pasal 112-114 tentang Narkotika dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara. Kasusnya juga masih kita kembangkan untuk mengungkap bandar besarnya,” pungkasnya.(ray/sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts