Tak Dimiliki Daerah Lain, Inovasi Bupati Heri Amalindo Ini Khusus Pengantin Baru

Bupati PALI Heri Amalindo saat menyerahkan data kependudukan terhadap pasangan pengantin baru 


PALI. SININEWS.COM--Tidak hanya memikirkan pembangunan infrastruktur, pendidikan maupun kesehatan saja, namun Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan Dr Ir H Heri Amalindo MM juga memperhatikan kebutuhan pengantin baru.


Terbukti, Bupati Heri Amalindo meluncurkan gagasan yang kemudian menjadi sebuah inovasi khusus bagi pengantin baru yang melangsungkan pernikahan. 

Inovasi Bupati Heri Amalindo tersebut diberi nama Kanda Ku Rindu yang diterapkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Inovasi KandaKu Rindu ini merupakan kepanjangan dari Pernikahan Dapat Dokumen Kependudukan Diantar Dukcapil.

Alhasil, berkat inovasi tersebut pasangan pengantin baru yang melangsungkan pernikahan hari itu juga mendapatkan administrasi kependudukannya berupa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL) dan Kartu Keluarga (KK).

Inovasi ini juga menjadi terobosan kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan yang tak dimiliki daerah lain di provinsi Sumatera Selatan bahkan  di Indonesia. 


"Inovasi Kanda Ku Rindu merupakan terobosan pelayanan di Dukcapil PALI dalam mempermudah masyarakat mengurus data kependudukannya," terang Bupati belum lama ini.


Dengan adanya Inovasi itu, Bupati berharap masyarakat yang baru saja melangsungkan pernikahan tidak harus repot datang ke Dukcapil untuk mengurus data kependudukan yang pasti berubah pasca menikah. 


Sebab, sesudah menikah status di KTP berubah, kemudian KK juga harus dipisah. Dimana sebelumnya kedua mempelai masih ikut KK orang tuanya. 


"Nah, pada saat melangsungkan pernikahan diantar langsung 2 buah KTP baru untuk kedua mempelai dan 3 lembar KK, masing-masing KK pasangan pengantin, KK orang tua mempelai laki-laki dan KK orang tua mempelai perempuan. Harapan kami inovasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," harap Heri Amalindo yang telah menyatakan siap maju menjadi calon Gubernur Sumatera Selatan.



Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil kabupaten PALI Rizmaliza menjelaskan bahwa inovasi Kandaku Rindu mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, dan saat ini telah masuk Top 9 kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kemenpan RB RI tahun 2023 ini.


"Masuknya inovasi Kandaku Rindu pada Top 99 ini menandakan bahwa terobosan itu manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Rizmaliza. 


Untuk mengetahui data calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan, Rizmaliza menyebut pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemena kabupaten PALI melalui KUA di lima kecamatan. 


Kerjasama itu berupa data di KUA di upload di grup, yang langsung diproses Dukcapil kemudian didatangi pada saat setelah akad nikah atau pada saat resepsi.


"Kita bekerja sama dengan Kemenag untuk mengetahui data pasangan calon pengantin, jadi ketika ada pasangan calon pengantin melangsungkan pernikahan, kita datangi dan langsung kita serahkan KTP dan KK," tutupnya.(sn/adv)
Share:

Air Tak Mengalir, Warga Geruduk PDAM Numpang Mandi


MUARAENIM, SININEWS.COM  -- Gegara distribusi air tak lancar, puluhan warga Perumahan Bougenville dan Air Durian, RT Kelurahan Muaraenim menggeruduk kanot PDAM Lematang Enim unuk numpang mandi, Senin (14/8/2023) pagi.

Warga datang menggunakan sepeda motor dengan membawa handuk dan perlengkapan mandi.

Aksi warga disambut oleh perwakilan PDAM Lematang Enim yang dipimpin oleh Suprapto selaku Wakil Direktur Teknik didampingi Humas Jhon Iskandar dan Kepala Cabang Muara Enim Erza.

Ketua RT 02 RW 008 Kelurahan Muara Enim Latief Ansori mengatakan, aksi dilakukan secara spontan oleh warga yang meminta solusi krisis air bersih dari PDAM Lematang Enim.

"Distribusi air di area kami tidak merata sehingga ada pelanggan PDAM yang sudah berbulan-bulan tidak mendapat air bersih. Warga kami saat ini kesulitan untuk mandi, mencuci dan masak karena terhambatnya distribusi air bersih oleh PDAM," kata Latief.

Tak hanya itu, menurut Latief meski air tak sampai ke pelanggan, namun warga tetap ditagih atas beban minum oleh PDAM. Hal ini kata Latief tentu sangat membebani warga.

"Kami harus membayar apa yang tidak kami dapatkan, dalam hal ini adalah air bersih. Perlu diketahui, untuk mengatasi masalah air ini, warga harus membeli air secara mandiri yang tentu harganya tidak murah," imbuhnya.

Untuk itu, Latief berharap PDAM Lematang Enim dapat segera mencarikan solusi cepat dan solusi jangka panjang terkait masalah distribusi air ini.

"Kami meminta solusi cepat agar PDAM padam mengirim tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga, dan solusi jangka panjang agar distribusi air bersih dapat loke ii see mengalir normal kembali," pungkasnya.

Menanggapi keluhan warga, Wakil Direktur Teknik PDAM Lematang Enim Suprapto mengatakan beberapa hal yang menjadi kendala distribusi air bersih diantaranya kapasitas produksi yang tidak sesuai dengan jumlah pelanggan.

Selain itu, kondisi jaringan distribusi ke perumahan warha yang tidak sesuai standar juga menjadi kendala. 

"Kita saat ini tengah berusaha agar kendala distribusi ini dapat diselesaikan. Tentunya kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Suprapto.

Dalam kesempatan itu, Suprapto menyampaikan untuk solusi jangka pendek yang diambil PDAM Lematang Enim dengan mengirim mobil tangki guna menyuplai air untuk kebutuhan sehari-hari warga Bougenville.

"Kami akan siapkan mobil tangki untuk membantu distribusi air bersih ke warga," tukasnya.

Share:

Bantu Keluarga Tak Mampu, Kapolres PALI Bagi-bagi Sembako


PALI. SININEWS.COM--Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K, M.H, membagikan paket sembako secara langsung kepada warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI pada Senin (13/8/2023).


Bantuan tersebut disalurkan kepada warga masyarakat yang dianggap layak untuk menerima bantuan, terkhusus warga lanjut usia (Lansia) dan kurang mampu dalam wilayah hukum Polres PALI.


Kegiatan itu berlangsung di Aula Mapolres PALI dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) yang ke 78 tahun 2023, dan dihadiri oleh 52 warga penerima Bansos. 


" Kegiatan ini merupakan Polres Peduli dalam rangka memperingati HUT-RI ke 78 tahun 2023," kata Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin didampingi Wakapolres PALI KOMPOL Hardiman, SH. MH.


Turut juga membagikan Bansos Polres Peduli tersebut, Kasi Propam Polres PALI IPTU Wanianto, Kasat Samapta Polres PALI AKP Hermanto, Kasi Humas Polres PALI AKP Ardiansyah, SH, Kanit Dalmas IPTU Ompu Sungguh, dan JPU Polres PALI lainnya.


AKBP Khairu Nasrudin mengungkapkan, terlaksananya kegiatan tersebut atas dasar wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat di kabupaten PALI, khususnya warga yang benar benar membutuhkan.


" Jangan dilihat isinya, tapi inilah bentuk kepedulian kami terhadap warga, setidaknya Polres Peduli ini sedikit bisa membantu beban warga," Ujar Kapolres PALI sembari membagikan paket Bansos tersebut.


Sementara itu Suparno (64) warga Golf Permai kelurahan Handayani Mulya, kecamatan Talang Ubi, kabupaten PALI mengucapkan terimakasih kepada Kapolres PALI yang telah peduli terhadap warga.


" Kami sangat senang dapat Bansos Polres Peduli ini, Semoga pak Kapolres PALI sukses selalu, dan diberikan kesehatan serta pak Khairu Nasrudin lancar dalam meniti karirnya di kepolisian," ucap Suparno. (sn/perry)

Share:

Bupati PALI Heri Amalindo Hapus Keputusasaan Keluarga Gimat

Bupati PALI Heri Amalindo saat mengunjungi kediaman keluarga Gimat di Desa Midar kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim 


PALI. SININEWS.COM--Meski memimpin wilayah Bumi Serepat Serasan, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr Ir H Heri Amalindo MM tetap peduli terhadap warga dari luar kabupaten yang dipimpinnya yang tengah didera kesulitan.


Hal itu diketahui ketika Bupati PALI Heri Amalindo menyambangi kediaman Gimat (47) dan Armada (44), pasangan suami istri yang beralamat di Desa Midar kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan beberapa hari lalu.

Tentu kedatangan Bupati PALI Heri Amalindo dirasakan keluarga Gimat bak malaikat penolong yang diutus dari langit untuk menghapus keputusasaan akibat memikirkan kesehatan Garma (9) yang merupakan putra bungsu pasangan tersebut. 

Dituturkan Gimat kepada sejumlah awak media pada Sabtu 12 Agustus 2023,  bahwa rasa putus asa yang dialaminya sebagai kepala keluarga pada saat itu karena telah habis-habisan menjual harta bendanya demi kesembuhan Garma yang hampir 10 bulan terbaring sakit pasca dioperasi. 

Bahkan tempat tinggal yang dihuninya nyaris melayang demi untuk menutupi biaya pengobatan putra kesayangannya itu. 

Beruntung saja, Bupati PALI Heri Amalindo datang tepat ketika keluarga Gimat telah menawarkan rumahnya untuk dijual. 

"Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau ada Bupati PALI datang ke tempat kami untuk hapus semua kesulitan yang selama ini kami alami," ujar Gimat didampingi sang istri dengan mata berkaca-kaca.


Diakui Gimat bahwa hingga saat ini dirinya tak habis pikir atas kedatangan Heri Amalindo ke kediamannya, sebab sebelumnya jangankan bertemu dengan Bupati PALI kenal juga tidak.

"Entah darimana beliau (Heri Amalindo) mengetahui kesulitan kami, tiba-tiba datang dan memberi pertolongan terhadap anak kami yang terbaring sakit kemudian membawa ke RSUD di kabupaten PALI," tuturnya.

Diceritakan Gimat bahwa kesulitan yang dialami keluarganya berawal di bulan November 2022 silam, saat itu Garma alami sakit dibagian perut, muntah-muntah dan kembung. 


Kemudian keesokan harinya, keluarga Gimat membawa Garma ke Rumah Sakit Pertamina Prabumulih. 


Setelah mendapat perawatan dua hari di rumah sakit tersebut, tim medis mengambil tindakan bedah pertama karena Garma didiagnosa alami Kolostomi.


"Kemudian setelah operasi itu, selang beberapa hari kembali dilakukan operasi di RS Pertamina Prabumulih. Hingga kemudian dirawat secara intensif selama 28 hari," cerita Gimat.


Pada saat itu, kondisi sang anak belum juga membaik. Alhasil Garma dirujuk ke RS Muhammad Husein Palembang.


"Setelah dua kali dilakukan operasi di RS Pertamina, Garma kemudian dirujuk ke RSMH Palembang. Dirawat lebih kurang 23 hari, Garma justru harus pulang terlebih dahulu karena didiagnosa terkena covid-19," tambahnya.



Sempat pihaknya menanyakan mana yang paling bagus penanganannya, pulang atau tetap dirawat, namun Gimat memilih untuk pulang dikarenakan alasan biaya.


"Memang berobatnya tidak bayar, tetapi biaya jaga dan makan orang yang menjaga sudah menipis. Maka kami putuskan pulang dahulu," ungkapnya.


Setelah pulang, akhirnya dirinya mendapat bantuan dari sejumlah pihak.


"Kemudian saya meminta bantuan ke Rusmin dan Pahrul yang masih ada hubungan keluarga. Saya sudah putus asa, karena kebun sudah terjual bahkan rumah juga nyaris dijual untuk biaya pengobatan Garma," sambungnya.


Tidak lama setelah meminta bantuan Rusmi dan Pahrul, pak Camat Gelumbang, Bhabinsa serta Kades datang ke rumah. Kemudian memberikan bantuan.


"Setelah itu, Garma kembali dibawa ke RSMH untuk menjalani operasi yang ketiga. Pasca operasi yang ketiga Garma ternyata masih mengalami pendarahan di bagian perut," ulasnya.


Tak lama setelah itu, datang Pak Heri Amalindo, Bupati PALI ke rumahnya. Setelah menyampaikan apa yang dialami anaknya, Pak Heri Amalindo kemudian mendatangkan pihak RSUD Talang Ubi Kabupaten PALI untuk menjemput Garma dan dibawa ke RSUD Talang Ubi.


"Setelah mendapat perawatan dari Tim medis RSUD PALI, kondisi Garma kini makin membaik. Serta sekarang Garma sudah bisa aktivitas kembali," tambahnya.


Dalam kesempatan itu juga, Gimat mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pengobatan anaknya.


"Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Rusmin, Pahrul dan seluruh pihak. Terkhusus kepada Pak Heri Amalindo, kami mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas bantuan bapak. Bantuan dari Pak Heri Amalindo bagi kami tidak ternilai harganya," tutupnya.


Sementara itu, Direktur RSUD Talang Ubi, dr. Hj. Tri Fitrianti membenarkan jika pihaknya memberikan pengobatan ke Garma, yang berasal dari Desa Midar.


Terkait penyakit apa yang diidap oleh Garma, Ia tidak berani menjelaskan karena yang menangani sejak awal bulan pihak RSUD Talang Ubi.


"Sebenarnya kondisi adik itu (Garma,red) sudah membaik, sudah dilakukan operasi hanya saja perawatan lukanya belum sempurna jadi ada infeksi. Sekarang tinggal pemulihan perawatan luka operasinya saja," ujar dokter Fitri.(sn/adv)
Share:

35 Pekerja Siap Berangkat Ke Karawang, Ridho Targetkan Calon Pekerja Ke Jepang Berangkat Semua


 PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Walikota Prabumulih Ir. H Ridho Yahya MM berikan pengarahan kepada calon Tenaga Kerja asal Kota Prabumulih yang akan di berangkat ke PT. Singapura Freshgreen Makmur, (11/08/2023).

Arahan Walikota Prabumulih Ridho Yahya kepada para calon tenaga kerja itu dilaksanakan di aula Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih.

Adapun tenaga kerja asal Kota Prabumulih yang siap di berangkatkan pada tanggal 15 Agustus mendatang yakni sebanyak 35 tenaga kerja.

Di dampingi langsung Kadisnaker Kota Prabumulih H Sanjay Yunus SH. MH., Wako Ridho Yahya berpesan agar dapat bekerja dengan semangat dan tak bergantung lagi dengan orang tua.

"Rajin rajinlah begawe, jangan jadi anak manja, kalo kemaren aku hidup dari orang tuaku, kali ini aku hidup dari hasil keringatku sendiri"kata orang nomor satu di kota nanas itu.

Ridho Yahya juga menyampaikan bahwa tak hanya memberikan pengarahan kepada calon tenaga kerja yang akan di berangkatkan saja namun dirinya juga memantau langsung perkembangan calon tenaga kerja yang siap di kirim ke Jepang.

"Kita tak hanya memberikan pengarahan kepada calon tenaga kerja kita ke Karawang tadi juga kita pantau langsung dan lihat perkembangan calon tenaga kerja kita yang nantinya juga siap di berangkatkan ke Jepang,"ungkapnya saat di bincangi awak media.

Lanjutnya, orang yang gemar olahraga itu menuturkan ada 13 tenaga kerja yang sudah siap diantarkan ke jepang sementara 12 lainya masih di perjuangkan dalam peningkatan bahasa.

Di akhir, Ridho meminta agar para calon tenaga kerja yang akan berangkat ke jepang pelatihan bahasanya lebih ditekuni lagi.

"Karena kendala kita hanya di bahasa makanya kita meminta agar pelatihan bahasa jangan hanya satu bulan tapi di perpanjang jadi yang 12 yang remidi dapat kita antarkan seluruh 25 nanti kejepang," tutupnya. (Ari/sn)

Share:

Dukung Akuisisi Seismik Blok Belida, Plt. Bupati Ingatkan SKK Migas & PT. SRB Patuhi Prosedur dan Aturan Berlaku


MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Plt. Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah, S.H., LL.M (Bham)., LL.M (Abdn)., Ph.D., mendukung program nasional dalam memaksimalkan potensi cadangan minyak dan gas bumi baru guna mencapai target produksi minyak sebesar 1 juta barel perhari dan 12 milyar standar kaki kubik perhari di tahun 2030. 

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Kepala Departemen Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto dan Direktur Operasi PT. Sele Raya Belida (SRB), Dani Yuliana dalam paparan rencana survei seismik 3 dimensi wilayah kerja atau blok Belida di Kantor Bupati Muara Enim, Kamis (11/08).

Dalam kegiatan ini dipaparkan bahwa SKK Migas melalui PT. SRB sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) akan melaksanakan survei atau akuisisi seismik 3 dimensi di wilayah kerja Belida yang berada di 8 desa, yaitu Sebau, Midar, Pedataran, Melilian, Jambu, Gaung Telang, Suka Maju dan Tapus dalam 3 kecamatan, yaitu Gelumbang, Lembak dan Sungai Rotan dengan luas area sekitar 47 km² dengan perkiraan potensi cadangan minyak bumi sebesar 2 ribu barel dan gas bumi sebesar 1,3 standar kaki kubik perhari.

Dijelaskan bahwa akuisisi seismik ini nantinya berupa kegiatan pemetaan dan pengambilan data eksplorasi di bawah permukaan tanah yang teridindikasi memiliki kandungan hidrokarbon.

Plt. Bupati didampingi Sekretaris Daerah, Ir. Yulius, M.Si., berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan sesuai prosedur atau tahapan yang benar sehingga lingkungan tetap kondusif dan tidak merusak lahan milik warga maupun fasilitas umum. Dirinya juga berpesan untuk segera menyosialisasikan rencana kegiatan tersebut kepada pemerintah dan masyarakat setempat. 

Jikapun terdapat kerugian masyarakat yang diakibatkan survei seismik ini, Plt. Bupati menekankan agar perusahaan dapat mengakomodir dengan memberikan kompensasi yang tepat dan sesuai aturan Pergub Sumsel Nomor 46 Tahun 2017.(Ril/SN)

Share:

Meriahkan Peringatan HUT RI ke-78, Plt. Bupati Lepas Peserta Lomba Gerak Jalan Pramuka


MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Plt. Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah, S.H., LL.M (Bham)., LL.M (Abdn)., Ph.D., melepas peserta lomba gerak jalan Pramuka yang diikuti pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA dalam Kecamatan Muara Enim, Lawang Kidul, Ujanmas dan Gunung Megang, yang berjumlah 118 regu, bertempat di Halaman Kantor Bupati Muara Enim, Kamis (10/08). 

Dalam sambutannya Plt. Bupati menyampaikan rasa bangga kepada para peserta lomba yang antusias mengikuti kegiatan ini, dirinya berharap agar perlombaan ini dapat menumbuhkan rasa kebanggaan serta melatih mental peserta menjadi kuat dalam menumbuhkan pemikiran kedepan sebagai bekal menempuh dan mengejar cita-cita.

Plt. Bupati yang hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Muara Enim, Sekretaris Daerah, Ir. Yulius, M.Si., mengucapkan selamat memperingati hari gerakan Pramuka ke-62 pada 14 Agustus mendatang dan juga peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 tahun 2023. 

Dirinya mengatakan kepada peserta lomba untuk mengikuti perlombaan dengan baik, bersainglah dengan jujur, kembangkan kreativitas demi menggapai juara.

Lebih lanjut Plt. Bupati berharap kepada peserta lomba agar kiranya dapat menerapkan nilai-nilai kesetiakawanan dan dasar darma Pramuka pada lingkungan masing-masing, kepada pelajar untuk berlaku jujur, disiplin dan patuhi guru dan orang tua. 

Pada kegiatan tersebut Plt. Bupati juga berpesan kepada petugas dan ketua regu yang mengikuti perlombaan untuk senang tiasa menjaga regunya karena keamanan peserta lomba di perjalanan menjadi perhatian utama.(Ril/SN)

Share:

Peringati Hari Jadi Desa Tegal Rejo, Plt. Bupati Resmikan Jalan Lingkar Bukit Lawu


MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Bertepatan dengan hari jadi Desa Tegal Rejo yang ke-97 Tahun 2023, Plt. Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah, S.H., LL.M (Bham)., LL.M (Abdn)., Ph.D., bersama Plt. Ketua TP. PKK. Kabupaten Muara Enim, Nurul Vita Utami Kaffah, S.E., meresmikan Jalan Lingkar Bukit Lawu Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul.

Selain peresmian jalan, Plt. Bupati yang hadir bersama Anggota DPRD Kab. Muara Enim, Dwi Windarti, S.H., M.Hum., juga mengikuti kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka HUT Desa Tegal Rejo sekaligus memperingati Tahun Baru Islam 1445 Hijriah yang berlangsung di Balai Desa Tegal Rejo.

Dalam sambutannya Plt. Bupati yang hadir didampingi Camat Lawang Kidul, Andrille Martin, S.E., mengucapkan selamat hari jadi Desa Tegal Rejo dan sekaligus diresmikannya Jalan Lingkar Bukit Lawu yang menjadi jalur alternatif (pilihan) menghubungkan Desa Tegal Rejo ke Desa Lingga ataupun wilayah lainnya di Desa Tegal Rejo. 

Dirinya berharap semoga dengan telah diresmikannya pembangunan jalan sepanjang lebih dari 2 kilo meter ini dapat memudahkan mobilitas sekaligus meningkatkan konektivitas antar masyarakat desa.

Lebih lanjut dalam momentum peringatan hari jadi Desa Tegal Rejo sekaligus peringatan tahun baru islam ini juga, Plt. Bupati mengajak masyarakat untuk senantiasa meningkatkan jalinan silaturahim, memperkuat ukhuwah islamiah, ukhuwah wathoniah dan ukhuwah basyariah sebagai modal pembangunan menuju terwujudnya Muara Enim #Merakyat yaitu Muara Enim Untuk Rakyat yang Agamis, Berdaya Saing, Mandiri, Sehat dan Sejahtera.

Kegiatan-pun dilanjutkan dengan tausiyah agama sekaligus ditutup dengan doa bersama yang disampaikan oleh KH. Muhammad Ikhsan Fuadi, Pimpinan Ponpes Hidayatul Mubtadi'in, Lampung Timur.(Ril/SN)

Share:

Ternyata Ada Kampung Bebas Narkoba di PALI, Dimanakah?


PALI. SININEWS.COM--Memiliki 65 Desa dan 6 Kelurahan yang tentunya penyalahgunaan obat-obatan terlarang termasuk Narkoba di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih saja terjadi. 


Tapi dibalik masih adanya kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang, ternyata di kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan itu ada Kampung Bebas Narkoba. 


Kampung Bebas Narkoba di kabupaten PALI letaknya di Desa Pengabuan Kecamatan Abab.


Hal itu diketahui saat Polres PALI mengukuhkan desa Pengabuan menjadi Kampung Bebas Narkoba pada Kamis 10 Agustus 2023.


Pembentukan serta pengukuhan Kampung Bebas Narkoba itu dilaksanakan oleh Kasat Reskoba Polres PALI IPTU Hamdani SH, berlangsung di Kantor kepala Desa setempat.


Proses pembentukan dan pengukuhan Kampung Bebas Narkoba berjalan dengan lancar dan kondusif.


Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K, M.H, melalui Kasat Reskoba Polres PALI IPTU Hamdani SH, menjelaskan bahwa dibentuknya kampung tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba oleh masyarakat di kabupaten PALI.


"Akhir-akhir ini penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah mencapai situasi yang mengkhawatirkan, sehingga dapat dikatakan menjadi persoalan kenegaraan yang rumit," kata IPTU Hamdani.


Karena menurutnya, penyalahgunaan obat obatan terlarang narkoba itu tidak hanya di kalangan masyarakat golongan atas, namun sudah merambah ke semua lapisan masyarakat, termasuk kalangan remaja.


Ditegaskannya bahwa Narkoba bukan hanya merusak kesehatan tubuh manusia saja, akan tetapi bisa mengakibatkan hilangnya generasi penerus bangsa (loss generation).


Selain dari pemantapan Kampung Narkoba, dalam kesempatan itu juga dilaksanakan Penyuluhan tentang Kamtibmas, Penyuluhan tehnis tentang pemberian informasi pemberantasan Narkoba dan yang terakhir Penyuluhan Tentang Agama.


Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasat Narkoba Iptu Hamdani SH, Bripda Ahmad Ridho Firli, Kades pengabuan Supriyanto, Ketua karang taruna pengabuan, Toko masyarakat, Toko agama dan Anak pelajar Sekolah Menengah Umum Pengabuan. (sn/perry)

Share:

Nah Lur! Uji Praktik Buat SIM Dipermudah, Payo ke Polres PALI


PALI. SININEWS.COM--Kabar baik bagi warga Bumi Serepat Serasan, dimana uji praktik pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) saat ini dipermudah. 


Hal itu disampaikan pihak Polres PALI melalui Satuan Lalu Lintas, dimana ujian praktik pembuatan SIM kendaraan roda dua di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres  PALI, mulai Senin 7 Agustus 2023 tidak lagi rumit alias dipermudah.


Dimana lintasan ujian praktik pembuatan SIM saat ini telah diubah, yang awalnya dari manuver berbentuk 8 menjadi berbentuk huruf S.


Kemudian tidak ada lagi lintasan berbentuk zig-zag yang membuat sulit para pemohon pembuatan SIM. 


Kapokres PALI AKBP Khairu Nasrudin,S.I.K.,M.H diwakili Kasatlantas Polres PALI AKP Kukuh Fefrianto,S.H mengatakan bahwa perubahan itu dilakukan atas dasar hasil evaluasi Korlantas Polri yang menyatakan bahwa manuver angka 8 dan Zig zag dianggap menyulitkan peserta ujian.


Perubahan sirkuit uji praktik SIM ini  dituangkan dalam Keputusan Kakorlantas Polri Nomor: Kep/105/VIII/2023 tentang Ketentuan Pelaksanaan Uji Praktek Penerbitan SIM.


"Perubahan lintasan menjadi sebuah sirkuit berbentuk huruf S ini untuk mengakomodasi empat materi ujian praktik dalam satu lintasan tanpa materi tes zig-zag dan slalom," ujar Kapolres PALI melalui Kasat Lantas. 


Dari 5 materi Ujian praktik SIM sebelumnya, sekarang diubah menjadi 4 materi ujian praktik dalam pengajuan kepemilikan SIM. 


"Pertama uji pengereman/keseimbangan, kedua bermanuver untuk U-turn atau balik arah, kemudian uji tikungan kombinasi dan terakhir uji rem menghindar dengan cara melakukan pengereman pada garis petunjuk rem, lalu lepas rem untuk mengindari hambatan ke arah kanan atau kekiri sesuai petunjuk,"terangnya.


Lebih lanjut dikatakan AKP Kukuh, ukuran lebar lintasan yang sebelumnya sempit juga diubah.


"Ukuran lebar lintasan yang semula 1,5 kali lebar kendaraan diperlebar menjadi 200 cm atau 2,5 kali lebar kendaraan," ujarnya.


Sedangkan untuk kecepatan kendaraan roda dua dalam praktik uji SIM ini yakni 30 Km/jam.


"Dengan perubahan bentuk sirkuit menjadi huruf S ini, ujian praktik SIM akan lebih mudah dilakukan oleh pemohon, tanpa mengurangi tingkat kesulitan yang seharusnya dihadapi dalam ujian,"ucapnya.


Begitupun dengan perluasan lebar lintasan diharapkan peserta dapat menunjukkan kemampuan berkendara dengan lebih baik dan lebih aman.


“Semoga kedepannya tingkat kelulusan ujian praktik SIM di Satlantas Polres PALI dapat meningkat, sekaligus menciptakan pengemudi yang lebih terampil dan bertanggung jawab di jalan raya,” tuturnya.


AKP Kukuh juga berharap perubahan bentuk lintasan menjadi huruf 'S' dan perluasan lebar sirkuit ujian, membuat para calon pengemudi dapat mengikuti ujian praktik SIM dengan lebih baik dan memberikan dampak positif dalam kesadaran berkendara serta keselamatan di jalan raya.


"Semoga kemampuan motorik pada calon pengemudi dapat meningkat, sehingga mereka bisa aman ketika berkendara di jalan,"pintanya.


Sementara Rendi (23), salah satu pemohon SIM saat diminta mencoba sirkuit baru tersebut mengaku lebih mudah dan menjadi optimistis bisa lulus.


Menurutnya, saat melawati lintasan tersebut hanya perlu menjaga kestabilan dalam mengendalikan gas motor.


"Yang penting gasnya nggak putus, stabil sama remnya. Ini (lintasan) lebih gampang dari yang sebelumnya. Cuma perlu hati-hati saat belokan pertama," katanya usai menjajal lintasan uji praktik SIM di Mapolres PALI. (sn/perry)


Saat diminta untuk mencoba lintasan lama yang memiliki angka 8 dan zig-zag, Rendi mengaku sangat kesulitan.


"Rute yang lama ada zigzag sama angka delapan ini sangat sulit,lebar lintasannya terlalu sempit, apalagi kan nggak ada jalan yang seperti itu. Tapi kalau yang baru sekarang ini lebih real, seperti rute jalan pada umumnya,"ungkapnya. (Rillis)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts