Aksi Remaja Sudah Meresahkan, Tim Gabungan Pagar Betis Simpang Lima


PALI. SININEWS.COM -- Aksi kelompok remaja sembari bermain petasan di kawasan Simpang Lima Pendopo yang kerap menyulut tawuran telah meresahkan warga dan membuat tim gabungan melalukan pagar betis di  titik lokasi kejadian.


Tim gabungan yang terdiri dari Polres PALI dalam hal ini dari Polsek Talang Ubi, Brimob, TNI, Satpol-PP, Linmas Kecamatan dan Linmas Kelurahan melakukan pagar betis di kawasan Simpang Lima Pendopo pada Selasa 4 Maret 2025 sejak pukul 05.00 WIB subuh.


Sebab, aksi yang meresahkan yang dilakukan kelompok remaja tersebut dimulai setelah makan sahur dan adzan subuh dengan titik kumpul mereka di Simpang Lima Pendopo, komplek Pertamina hingga Simpang Empat Pendopo.


Dikemukakan Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin melalui Wakapolres PALI Kompol Kusyanto bahwa kegiatan tersebut dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya.


"Polsek Talang Ubi bersama Polres PALI, Sat Brimob Yon D PALI, Koramil 404/03 PALI, dan Sat Pol PP PALI menggelar patroli subuh gabungan untuk membubarkan aksi kelompok remaja yang meresahkan," ungkap Wakapolres PALI.


Ditambahkan Wakapolres bahwa kegiatan itu bertujuan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, seperti aksi balapan liar, tawuran yang melibatkan penggunaan kembang api, serta tindak pidana lainnya. Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan imbauan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.


"Patroli subuh ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi langkah konkret kami dalam mencegah aksi kenakalan remaja dan gangguan kamtibmas lainnya. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, terutama dari potensi gangguan seperti balapan liar, tawuran, maupun penyalahgunaan kembang api yang berisiko mengganggu ketertiban umum," ujar Kompol Kusyanto.


Lebih lanjut, Kapolsek Talang Ubi, Kompol Robi Sugara, S.H., M.H., M.Si., menambahkan bahwa patroli ini juga menjadi momentum bagi aparat untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan.


"Kami terus mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama di jam-jam rawan. Jangan sampai mereka terlibat dalam kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kesadaran kolektif sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," tegasnya.


Sementara itu, perwakilan dari TNI, Danramil 404/03 Talang Ubi, Kapten Infanteri Suryadi, menyatakan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan Satpol PP dalam patroli ini merupakan bentuk nyata kolaborasi untuk memastikan keamanan wilayah tetap terjaga.


"Kami selalu siap mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Diharapkan patroli ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban bersama," katanya.


Kepala Satpol PP PALI, M. Rizal, juga menyampaikan bahwa pihaknya turut berperan dalam menertibkan anak-anak yang masih bermain petasan di waktu subuh, yang berpotensi mengganggu ketenangan warga serta memicu konflik.


"Kami mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menggunakan kembang api atau mercon secara berlebihan, terutama di lingkungan pemukiman yang padat. Keselamatan bersama harus menjadi prioritas utama," ujarnya.


Kegiatan patroli yang berlangsung hingga pukul 06.30 WIB ini berjalan dengan aman dan terkendali. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan aktivitas kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu kamtibmas di kawasan Simpang Lima dan Simpang Empat Pendopo.


Dengan adanya patroli gabungan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan bersama. Aparat keamanan pun berkomitmen untuk terus melakukan patroli secara berkala demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga Kabupaten PALI.(sn/perry)

Share:

Tim Gabungan Bubarkan Remaja Main Petasan, 10 Anak Diamankan Satpol-PP dan Dua Karung Percon Disita


PALI. SININEWS.COM -- Tim gabungan dari PALI membubarkan aksi ratusan remaja yang berkumpul di kawasan Simpang Lima hingga komplek Pertamina Pendopo sambil bermain petasan atau percon pada Selasa pagi 4 Maret 2025.


Bukan hanya membubarkan, namun tim gabungan dari Polres, Brimob, TNI, Satpol-PP dan Linmas dengan jumlah sedikitnya 150 personil itu juga mengamankan 10 remaja yang terlibat tawuran serta menyita 2 karung petasan hasil razia pedagang di wilayah Terminal Pendopo.


10 remaja tersebut dibawa ke markas Satpol-PP untuk dibina dan akan memanggil orang tua bersangkutan untuk tidak mengulangi perbuatannya yang memang meresahkan masyarakat terutama di kawasan Simpang Lima dan Komplek Pertamina Pendopo.


"Aksi remaja di kawasan Simpang Lima dan Komplek Pertamina Pendopo hingga pusat kota lainnya sudah meresahkan masyarakat, mereka berkumpul sesudah sahur hingga pagi hari. Namun bukan hanya berkumpul, mereka memainkan petasan yang menyulut tawuran," ujar Kepala Satpol-PP PALI, Syahrulludin.


Pada kegiatan pembubaran aksi remaja itu, Syahrul menyebut Satpol-PP PALI menurunkan 80 personil.


"Dari SATPOL PP ada 80 personil dibantu Polres, Brimob, TNI dan Linmas," sebutnya.


Untuk menghindari kejadian serupa, Syahrul menghimbau orang tua untuk menjaga anak-anaknya jangan dibiarkan keluar rumah setelah sahur.


"Kepada orang tua,jaga anaknya jangan dibiarkan anak-anak keluar setelah makan sahur. Karena dikhawatirkan melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat, seperti bermain petasan atau bahkan tawuran," himbaunya 


Diakui Kasat Pol-PP bahwa sejak awal puasa,pihaknya telah melakukan patroli di kawasan Simpang Lima Pendopo dan titik lainnya.


"Kami telah melakukan patroli dan pembinaan kepada remaja sejak awal puasa, dan kali ini ada tim dari instansi lain membantu merazia remaja yang masih melakukan permainan petasan seta merazia penjualnya. Harapan kami dengan adanya kegiatan ini lingkungan pusat kota di kabupaten PALI bisa nyaman dan masyarakat bisa tenang dalam menjalankan ibadah puasanya," harapnya.


Sementara dari pihak Polres diwakili Briptu Deni Agustiawan menegaskan pihaknya bakal menindak tegas pelaku yang sengaja bermain percon pada subuh menjelang pagi hari.


"Pada orang tua kami himbau jaga anaknya jangan sampai bermain percon pada subuh setelah sahur, apabila masih melakukan hal itu kami akan tindak tegas dan akan kami bawa ke Mapolres PALI," tegasnya.(sn/perry)


Share:

Bupati Asgianto Jabarkan Visi Misi Dihadapan Paripurna, Simak Rinciannya


PALI. SININEWS.COM -- Untuk pertama kalinya, Bupati PALI Asgianto ST menyampaikan pidato resminya di hadapan rapat paripurna DPRD PALI pada Senin 3 Maret 2025 dengan menjabarkan visi misi untuk menuju PALI maju Indonesia Emas.


Pada penyampaiannya, Bupati Asgianto bertekad mendedikasikan diri bersama seluruh pihak untuk bersama-sama membangun daerah demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat kabupaten PALI dengan bingkai visi PALI Maju Indonesia Emas.

"PALI Maju Indonesia Emas mempunyai makna PALI kabupaten maju secara ekonomi, SDM, infrastruktur dan pengelolaan SDA lingkungan hidup serta tata kelola pemerintahan yang baik untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045," ungkap Bupati dihadapan forum paripurna.

Untuk mencapai visi misi tersebut, Bupati menjelaskan ada 6 misi yang harus dilaksanakan sebagai langkah strategis lima tahun kedepan.

Dimana misi pertama adalah meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing dibidang pendidikan, kesehatan, seni budaya,olahraga dan keterampilan.

Kedua mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif yang berkelanjutan dalam upaya pengentaskan kemiskinan dan perluasan tenaga kerja.

Ketiga meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas berbasis tata ruang wilayah.

Keempat, mengembangkan tata kelola pemerintahan, regulasi dan pelayanan publik berbasis digital, responsif dan kolaboratif berlandaskan semangat gotong royong dan kebhinekaan.

Kelima, mewujudkan daerah yang. Kondusif dan kerukunan antar umat beragama dalam tata kehidupan bermasyarakat yang saling menghormati.

Keenam adalah memperkuat ketahanan pangan ketahanan energi melalui pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan produktivitas SDA yang berkelanjutan sebagai upaya menghadapi dampak perubahan iklim.

"Selain itu,visi misi dapat dijabarkan kedalam 13 program strategis sebagai acuan gerak cepat kepala daerah, yaitu PALI sehat bersama, kerja keras bebas cemas, PALI terdidik, PALI bebas buta baca Al-Qur'an, Kreatif bersama PALI, PALI berkarya mandiri, satu desa satu produk, satu desa satu penyuluh, desa maju dan sehat, desa maju dan modern, PALI terang bahagia dan PALI bersinergi serta PALI rukun bersama," urainya.


Diakhir pidatonya, Bupati PALI meminta semua jajarannya untuk menyiapkan penyusunan RPJMD tahun 2025-2029 mengingat Perda RPJMD harus ditetapkan paling lambat 6 bulan setelah Bupati dan wakil Bupati dilantik.

"Selain itu agar dalam menyusun dokumen rencana strategis perangkat daerah 2025-2029 dan rencana kerja tahun 2026 serta dokumen perencanaan lainnya harus memperhatikan visi misi serta program prioritas yang akan dilaksanakan pada periode 2025-2029 serta memperhatikan arah pembangunan dalam RPJMN dan RPJMD provinsi Sumatra Selatan tahun 2025-2029," pungkasnya.(sn/perry)







Share:

Asgianto Bakal Benahi Pemerintahan Dari Dalam


PALI. SININEWS.COM -- Mengawali kepemimpinannya, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Asgianto ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji menyatakan bakal membenahi pemerintahan dari dalam.


Tekad situ disampaikan Bupati Asgianto didampingi Wabup Iwan Tuaji usai menggelar kegiatan serah terima jabatan Bupati dan wakil Bupati PALI Senin 3 Maret 2025 di Pendopoan Guest House Komplek Pertamina Pendopo.


"Modal utama menuju PALI maju diawali dengan membangun dan memperbaiki SDM kita, kemudian membenahi pemerintahan dari dalam.  Kalau pemerintahan didalam sudah bagus outputnya pasti bagus itu prinsipnya," ungkap Bupati PALI.


Pada kesempatan itu juga, Bupati PALI menyebut bahwa pada kepemimpinannya akan selaras dengan instruksi pemerintah pusat, dalam hal ini perintah Presiden Prabowo Subianto.


"Kami akan patuh arahan presiden yang memerintahkan untuk merapikan semua di internal dan laksanakan efisiensi serta menghapus semua kegiatan yang sifatnya tidak menumbuhkan ekonomi serta tidak ada azas manfaat bagi masyarakat," sebutnya.


Disinggung meritokrasi pemerintahan, Asgianto menegaskan bahwa siapapun pegawai yang mau ikut barisan, dipersilahkan masuk namun sebaliknya bagi siapa saja yang tidak nyaman silahkan mundur.


"Saya tidak ada dendam politik, siapapun pejabat atau pegawai yang ingin bergabung saya persilahkan. Saya ingin menerima PALI sudah siap clean and clear. Saya tidak bicara masa lalu karena bukan kepemimpinan saya, tapi saya bicara masa depan," tandasnya.(sn/perry)



Share:

Bupati Asgianto Ajak Bangun PALI Dengan Landasan Gotong Royong


PALI. SININEWS.COM -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Asgianto ST mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah berjuluk Bumi Serepat Serasan dengan landasan gotong royong.


Ajakan itu disampaikan Bupati PALI Asgianto saat menyampaikan pidatonya pada acara serah terima jabatan Bupati dan wakil Bupati PALI pada Senin 3 Maret 2025 di Pendopoan Guest House Komplek Pertamina Pendopo.


"Mari kita bangun kabupaten PALI ini dengan landasan gotong royong, sebab tidak ada kemajuan suatu daerah kalau tidak ada kerjasama semua elemen," ujar Bupati PALI.


Pada kesempatan itu juga, Bupati PALI memberikan apresiasi kepada mantan Bupati Heri Amalindo.


"Terimakasih kepada Dr.Ir.H.Heri Amalindo MM yang telah berdedikasi selama ini membangun PALI. Serah terima jabatan ini bukan menjadi akhir dari sebuah pengabdian, namun semua program yang dirintis pendahulu akan menjadi landasan bagi kami membuat kebijakan dan program untuk mewujudkan PALI maju masyarakat aman dan sejahtera," tandasnya.


Asgianto juga menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mengamanahkan dan kepercayaan untuk menahkodai kabupaten PALI.


"Kami sampaikan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mengamanahkan kepercayaan ini. Dan mulai sekarang tidak ada lagi tim 01, 02, 03 atau 04 yang ada 05 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.(sn/perry)

Share:

Soemarjono Titipkan Kabupaten PALI Pada Asgianto: Saya Yakin Dengan Kepemimpinan Baru Daerah Ini Lebih Maju


PALI. SININEWS.COM -- Serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati PALI digelar Senin 3 Maret 2025 di Pendopoan Guest House Komplek Pertamina Pendopo dihadiri Bupati PALI Asgianto dan Wakil Bupati Iwan Tuaji serta Mantan Wakil Bupati Soemarjono.


Acara serah terima jabatan pucuk pimpinan di Kabupaten PALI itu juga dihadiri sejumlah Kepala OPD, serta Kapolres, Kajari serta unsur Forkompinda di lingkungan kabupaten PALI.

Pada kesempatan itu, Mantan Wakil Bupati PALI Soemarjono menitipkan daerah berjuluk Bumi Serepat Serasan kepada pemimpin baru.

"Saya titip kabupaten ini kepada pemimpin baru, saya yakin dengan pengalaman yang dimiliki Bupati d dan wakil Bupati baru daerah ini bisa lebih maju," ucap Soemarjono.

Soemarjono juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat di kabupaten PALI apabila saat kepemimpinannya ada kesalahan atau kekurangan.

"Terimakasih atas dukungan selama ini dan kami juga meminta maaf apabila ada kekurangan selama kami menjabat," imbuhnya.

Mantan Wabup PALI juga mengaku masih banyak program yang belum terselesaikan.

"Saya akui masih ada program yang belum terselesaikan, dan saya berharap pada kepemimpinan baru bisa rampung demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kabupaten PALI ini," harapnya.(sn/perry)
Share:

Fasilitas Umum di Simpang Lima Pendopo Dirusak Oknum, Warga Marah

foto. fasilitas umum di Simpang Lima Pendopo yang dirusak oknum tidak bertanggung jawab (sumber.unggahan Facebook Antonsheren Anton)


PALI. SININEWS.COM -- Pemerintah kabupaten PALI terus menata keindahan kota Pendopo sebagai cermin dari daerah berjuluk Bumi Serepat Serasan, tetapi upaya itu masih saja ada oknum yang jahil dengan merusak apa yang telah dibangun.

Seperti pada tugu Simpang Lima yang sebelumnya terlihat indah dengan patung ikan serandang dan terdapat tulisan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang kini lampunya sudah banyak yang mati bahkan raib dengan kabel listrik banyak dipotong orang tidak bertanggung jawab.

Dengan kondisi seperti itu, warga PALI pun marah.

Seperti diunggah akun Facebook Antonsheren Anton yang meluapkan kekesalannya melalui status sosial medianya.

"Inilah mirisnya di daerah kita ini, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, khususnya kecamatan Talang Ubi. pemerintah sudah berusaha mengindahkan kota supaya kita masyarakat kita bisa membangkitkan ekonomi masyarakat. namun di rusak oleh orang yg tak bertanggung jawab," tulisnya yang diunggah satu hari lalu.


"entah itu anak2 atau orang sudah dewasa yg merusaknya, yg jelas inilah bukti bahwa kebanyakan dari kita tidak  peduli dengan fasilitas umum dan tidak dapat menjaga keindahan kota," sambung dari tulisan itu.

Akun tersebut juga menyampaikan pesan sebagai berikut: 

ingat kawan suatu daerah tidak akan maju jika masyarakatnya tidak mendukung, mendukung dalam bentuk menjaga memelihara mematuhi peraturan yg telah Pemerintah buat.

sekarang simpang lima pusat Kab.PALI, gelap gulita  pada malam hari.
kalau begini mau menyalahkan siapa lagi.

ingat kawan dk sepenuhnyo kito menuntut sesuatu ke pemerintah, tetapi kito jugo harus sadar sebagai masyarakat.

"demi Allah aku dk ado kepentingan dgn pemerintah, aku wongnyo lepas landas sesuai fakta, tpi kali ini memang benar terkadang bukan pemerintah yg tidak peduli terhadap masyarakat. tetapi masyarakatnya yg sering kali tidak bisa berkerjasama untuk menjaga apa yg telah pemerintah buat untuk kesejahteraan bersama," tutup tulisan itu.

Status akun Antonsheren Anton mendapat komentar dari akun Sobri Emilia.

"Memang masyarakat kite pali ika bukan mengkari bae pacak mengritek tula ,tapi budaya malu dan disiplin dari dulu2e kepacaan dek merusak tula dan lebih parah...eee dek buli bae," komentarnya.

Hingga berita ini diturunkan Senin 3 Maret 2025, unggahan akun Antonsheren Anton sudah ditonton 5,5 ribu.(sn/perry)
Share:

Tingkatkan Keselamatan Berlalulintas, Satlantas Polres PALI Gelar Strong Point


PALI. SININEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukumnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres PALI menggelar kegiatan Strong Point Pagi pada Senin (3/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta memberikan edukasi kepada para pengguna jalan mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan berkendara.


Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB di sejumlah titik strategis yang rawan kepadatan dan pelanggaran lalu lintas. Sejumlah personel Satlantas Polres PALI dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas, memberikan imbauan kepada pengendara, serta menindak pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.


Penempatan Personel di Titik-Titik Krusial


Untuk memastikan efektivitas kegiatan, personel Satlantas Polres PALI disebar di beberapa titik strategis sebagai berikut:


Simpang Polres: AIPDA Yusuf, BRIGADIR Ricki, BRIPTU Yosi Dwi Sartika


Simpang Samsat: BRIGADIR Dhefri, BRIPDA Naufal


Simpang Lima: BRIGADIR Richo Pratama, BRIPDA Jhon


Simpang Hotel Charlie: BRIPTU Jos Marico, BRIPDA Fernando Pratama



Kapolres PALI, AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kepolisian dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib bagi seluruh masyarakat.


"Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama. Polri hadir untuk memastikan bahwa setiap pengendara dapat berkendara dengan aman dan nyaman. Namun, kesadaran dari masyarakat sendiri juga menjadi faktor kunci dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang tertib dan berkeselamatan," ujar Kapolres.


Dalam kegiatan Strong Point Pagi ini, personel Satlantas tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan edukasi kepada pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua (R2) yang belum menggunakan helm dan pengemudi roda empat (R4) yang tidak mematuhi aturan. Selain itu, dilakukan pula monitoring intensif terhadap potensi kemacetan serta tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.


Kasat Lantas Polres PALI, AKP Teguh Hidayat, S.H., menambahkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan angka kecelakaan dan meningkatkan disiplin berlalu lintas.


"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai edukator bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya disiplin berkendara," jelasnya.



Kegiatan Strong Point Pagi ini menjadi salah satu langkah konkret Polres PALI dalam menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan adanya pengawasan ketat serta edukasi berkelanjutan, diharapkan pengguna jalan semakin memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.


Satlantas Polres PALI berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam penegakan aturan dan edukasi berlalu lintas guna mewujudkan lingkungan berkendara yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(sn/perry)

Share:

Kasus Penipuan dan Penggelapan Modus Titip Setor Angsuran Leasing Berakhir Damai, Polsek Talang Ubi: Melalui Restorative Justice



PALI. SININEWS.COM – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Talang Ubi Polres PALI menunjukkan efektivitas pendekatan Restorative Justice dalam penyelesaian perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan. Kasus yang semula berpotensi berlanjut ke proses peradilan kini berhasil diselesaikan melalui jalur musyawarah dengan mengedepankan asas keadilan restoratif.


Kronologi Perkara


Kasus ini bermula pada 6 Februari 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, di kediaman korban yang beralamat di Simpang Bandara, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Korban, Aan Febrikana (28), mengajukan laporan setelah mengalami kerugian sebesar Rp6.715.000 akibat modus penipuan yang dilakukan oleh dua tersangka, Ronaldi (26) dan Riki Prayoga (21).


Para tersangka mengelabui korban dengan janji pembayaran angsuran sepeda motor yang lebih ringan serta potongan denda keterlambatan. Namun, alih-alih menyalurkan dana tersebut ke PT. Bussan Auto Finance, mereka justru tidak menyetorkan uang yang dipercayakan korban sejak September 2024 hingga Februari 2025.


Menyikapi laporan yang diajukan pada 18 Februari 2025, Polsek Talang Ubi bergerak cepat dengan melakukan serangkaian langkah penyelidikan dan penyidikan, yang pada akhirnya membuka ruang bagi mekanisme penyelesaian alternatif melalui Restorative Justice.


Pendekatan Restorative Justice dalam Penyelesaian Kasus


Setelah melalui proses hukum yang cermat dan mempertimbangkan aspek keadilan bagi kedua belah pihak, Polsek Talang Ubi menginisiasi dialog antara korban dan pelaku. Upaya mediasi ini membuahkan hasil dengan adanya kesepakatan damai yang ditandatangani pada 28 Februari 2025. Sebagai bagian dari solusi hukum yang lebih berorientasi pada pemulihan, korban secara resmi mencabut laporannya, yang kemudian diikuti dengan penghentian penyidikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.


Kapolres PALI, AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penyelesaian kasus melalui Restorative Justice merupakan manifestasi dari upaya kepolisian dalam mewujudkan sistem hukum yang lebih humanis, berorientasi pada pemulihan, dan tetap dalam koridor kepastian hukum.


"Pendekatan Restorative Justice bukan sekadar upaya menghentikan perkara, melainkan sebuah solusi yang memberikan kesempatan bagi pelaku untuk bertanggung jawab, serta bagi korban untuk mendapatkan keadilan secara lebih cepat dan efektif. Prinsip ini sejalan dengan semangat Polri dalam membangun sistem hukum yang lebih adaptif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas," ujar AKBP Khairu Nasrudin.


Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi menambahkan bahwa keberhasilan penyelesaian perkara ini melalui Restorative Justice menunjukkan bahwa hukum tidak hanya berbicara dalam kerangka penal, tetapi juga dalam bentuk keadilan yang bersifat korektif dan rehabilitatif.


"Keberhasilan penyelesaian kasus ini menjadi cerminan bahwa keadilan dapat diwujudkan melalui mekanisme yang lebih inklusif dan solutif. Dengan tetap mengacu pada prosedur hukum yang berlaku, kami memastikan bahwa penyelesaian ini memberikan manfaat bagi semua pihak dan tidak mengesampingkan aspek keadilan itu sendiri," tegasnya.


Kesimpulan


Kasus penipuan dan penggelapan yang berhasil diselesaikan oleh Polsek Talang Ubi melalui mekanisme Restorative Justice menjadi bukti nyata bahwa hukum dapat berjalan dengan lebih fleksibel tanpa mengorbankan prinsip keadilan. Dengan mengedepankan dialog dan mediasi yang konstruktif, pendekatan ini tidak hanya mencegah dampak hukum yang lebih panjang bagi pelaku, tetapi juga memulihkan kondisi psikologis dan ekonomi korban.


Langkah progresif ini diharapkan menjadi model bagi penyelesaian kasus-kasus serupa di masa mendatang, sejalan dengan visi kepolisian dalam membangun kepercayaan publik dan meningkatkan efektivitas sistem peradilan pidana di Indonesia.(sn/perry)

Share:

Gelar Operasi Pekat Musi 2025, Polsek Talang Ubi Fokus Cegah Tanggulangi Kejahatan Jalanan



PALI. SININEWS.COM – Dalam rangka menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif serta menekan angka kriminalitas, Polsek Talang Ubi melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam Operasi Pekat Musi 2025. 


Fokus utama operasi ini adalah menanggulangi kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta memastikan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan antara Kabupaten PALI dan Muara Enim.


Operasi ini berlangsung pada Minggu, 2 Maret 2025, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB, dengan melibatkan sejumlah personel yang bertugas di lapangan, AIPTU Mujito, S.H. (Perwira Pengawas),BRIPKA Budi Dwi K,BRIGPOL Rangga Suteja,BRIGPOL Arif Wahyudi Ramadhan dan BRIPTU Rachman Prabu Mulyanto. 


Adapun rute patroli mencakup wilayah hukum Polsek Talang Ubi, dengan fokus pengamanan di perbatasan Desa Talang Bulang (Kabupaten PALI) dan Desa Teluk Lubuk (Kabupaten Muara Enim). Dalam operasi ini, petugas melakukan pengawasan ketat di sepanjang jalan lintas PALI-Muara Enim untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas dan menindak setiap indikasi pelanggaran hukum.


Hasil dari patroli ini menunjukkan,bahwa kondisi keamanan disepanjang jalan lintas Kabupaten PALI dan perbatasan Kabupaten Muara Enim dalam keadaan lancar, aman, dan terkendali. 

Tidak ditemukan adanya indikasi tindak kriminal yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.


Kapolres PALI, AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K., M.H.,didampingi juga oleh Kasi Humas AKP Andiansyah,S.H.,menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di titik-titik rawan kejahatan merupakan bagian dari strategi proaktif dalam penegakan hukum.


"Operasi Pekat Musi 2025 bukan hanya sekadar kegiatan patroli biasa, tetapi merupakan upaya sistematis dalam mencegah tindak kriminalitas yang berpotensi meresahkan masyarakat.Kehadiran Polisi dilapangan harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga,terutama di bulan suci Ramadhan," tegas AKBP Khairu Nasrudin kepada awak media ini pada Senin pagi (3/3/2025). 


Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat,agar selalu tetap waspada dan aktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.


Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Robi Sugara,S.H.,M.H.,M.Si.,menambahkan bahwa keberhasilan dalam menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada aparat Kepolisian,tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.


"Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli dan razia di titik-titik rawan kriminalitas.Namun,keberhasilan dalam menciptakan kondisi aman dan kondusif tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian,dibutuhkan sinergi yang kuat antara masyarakat dan Kepolisian untuk membangun sistem keamanan berbasis partisipasi publik yang efektif,"ujar Kompol Robi Sugara.


Sebagai bagian dari strategi keamanan yang lebih komprehensif, Polsek Talang Ubi juga akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan bahwa setiap potensi ancaman dapat dideteksi dan ditindaklanjuti dengan cepat.


Dengan meningkatnya dinamika sosial menjelang bulan suci Ramadhan, Operasi Pekat Musi 2025 menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Patroli di perbatasan PALI-Muara Enim tidak hanya bertujuan untuk menindak potensi kejahatan jalanan, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik terhadap peran kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial.


"Kedepan,kami berkomitmen untuk terus mengintensifkan kegiatan patroli,razia, serta edukasi hukum guna menciptakan atmosfer keamanan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat."pungkas Kapolsek Talang Ubi.(sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts