Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Penukal Utara Hadir Penanaman Jagung di Lubuk Tampui

Polsek Penukal Utara Bersama Pemerintah Desa Laksanakan Penanaman Jagung di Desa Lubuk Tampui


PALI. SININEWS.COM – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polsek Penukal Utara bersama Pemerintah Kecamatan dan Desa melaksanakan kegiatan penanaman jagung di lahan pertanian Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (24/09).


Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain Kapolsek Penukal Utara IPDA Budi Anhar, S.H., M.Si., Camat Penukal Fahrudin, P.Psi., Kepala Desa Lubuk Tampui Budiman, Bhabinkamtibmas Bripka Fitriawan, PPL Pertanian Nurul Yakin, S.P., perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta kelompok tani setempat.


Adapun sarana dan prasarana penanaman meliputi lahan seluas 1 hektar dengan menggunakan benih jagung hibrida F1 Super (BISI 25 kantong), yang ditanam secara manual dengan metode tugal. Program ini didanai dari Dana Desa (DD) sebesar Rp20–25 juta per hektar sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.


Kapolsek Penukal Utara IPDA Budi Anhar menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya wujud dukungan Polri terhadap program pemerintah, tetapi juga langkah nyata dalam mempererat sinergitas dengan masyarakat.


> “Kami dari Polsek Penukal Utara akan terus mendukung penuh setiap program pembangunan desa, termasuk ketahanan pangan. Ke depan, kami akan tetap melakukan monitoring bersama pemerintah desa agar hasil panen dapat optimal serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.




Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut serta dalam penguatan program strategis pemerintah.


> “Program ketahanan pangan adalah salah satu fokus utama pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Polres PALI melalui jajaran Polsek akan terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan kelompok tani, agar pelaksanaan program ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberikan hasil yang maksimal,” tegas Kapolres.




Beliau juga menambahkan pentingnya akuntabilitas penggunaan Dana Desa (DD).


> “Setiap program yang menggunakan anggaran negara harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Oleh karena itu, kami berharap kepala desa dan perangkatnya serius mengawal penanaman jagung ini agar hasilnya sesuai target. Polri akan mengawal, mendampingi, sekaligus memastikan bahwa semua berjalan sesuai aturan,”pungkasnya.(sn/perry)

Share:

Seruan Dukungan bagi Partisipasi Taiwan dalam ICAO

Oleh Chen Shih-kai


Chen Shih-kai adalah Menteri Perhubungan dan Komunikasi Repulic of China (Taiwan)


Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyelenggarakan Sidang Majelis setiap tiga tahun sekali. Forum ini menjadi wadah penting untuk melakukan pertemuan multilateral dan diskusi dalam merumuskan regulasi serta standar penerbangan sipil global.


Hasil keputusan Sidang Majelis dipatuhi oleh negara-negara anggota guna menjamin pertumbuhan penerbangan sipil internasional yang aman, tertib, dan berkelanjutan.


Sidang Majelis ICAO ke-42 dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2025 di markas ICA) di Montreal, Kanada, dengan mengusung rencana strategis jangka panjang bertajuk “Safe Skies, Sustainable Future”.


ICAO menekankan komitmen untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, baik negara anggota, nonanggota, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun sektor swasta untuk membangun sistem penerbangan internasional yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.


Sejalan dengan tujuan tersebut, Taiwan menyerukan agar ICAO memberi kesempatan bagi partisipasi penuh Taiwan dalam Sidang Majelis, pertemuan teknis, dan mekanisme lainnya guna menjamin kebutuhan keselamatan dan pembangunan penerbangan regional, sekaligus mewujudkan langit yang aman menuju masa depan berkelanjutan.


Pentingnya FIR Taipei

 

Wilayah Informasi Penerbangan Taipei (Taipei FIR) mencakup salah satu jalur udara tersibuk di Asia Timur, dan merupakan bagian integral dari lebih dari 300 FIR dalam jaringan ICAO. Dalam kaitan ini, Otoritas Penerbangan Sipil Taiwan (CAA) merupakan satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab mengawasi FIR Taipei.


CAA menyediakan layanan informasi penerbangan yang komprehensif serta mengelola rute udara demi menjamin keselamatan dan efisiensi semua penerbangan yang masuk, keluar, maupun transit melalui wilayah ini.


Dari perspektif manajemen risiko dan keselamatan, ICAO seharusnya memberi kesempatan kepada CAA untuk berpartisipasi, sejajar dengan otoritas pengelola FIR lainnya. Hal ini penting agar FIR Taipei dapat berkomunikasi langsung dengan FIR lain maupun dengan ICAO, sehingga arus informasi dapat tersampaikan secara cepat dan tepat.


Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok kerap mendeklarasikan zona bahaya sementara, melakukan reservasi wilayah udara, dan menetapkan area latihan militer di FIR Taipei, meski tidak memiliki kewenangan atas wilayah tersebut.


Langkah ini dilakukan tanpa memenuhi ketentuan ICAO mengenai pemberitahuan minimal tujuh hari sebelumnya, sehingga menimbulkan gangguan serius terhadap keselamatan penerbangan, baik di FIR Taipei maupun di FIR sekitarnya.


Komitmen Taiwan bagi Penerbangan Global

 

Industri penerbangan internasional saat ini menghadapi beragam tantangan, baik yang bersumber dari faktor alam maupun ulah manusia, seperti perubahan iklim, krisis energi, hingga ketegangan geopolitik global.


Taiwan yang mengelola lalu lintas padat di FIR Taipei berupaya konsisten menjadi pemangku kepentingan yang bertanggung jawab dalam komunitas penerbangan internasional.


CAA telah meluncurkan Program Keselamatan Negara (State Safety Program), mengadopsi standar ICAO, serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan industri untuk membangun sistem pengawasan keselamatan. Hasilnya, Taiwan mencatat kinerja keselamatan yang sangat baik.


Khusus pada periode 2020 - 2024, tingkat kecelakaan pesawat bermesin turbofan maupun turboprop mencapai nol kasus per sejuta penerbangan.


Industri penerbangan Taiwan juga memperoleh pengakuan global. EVA Air, misalnya, dinobatkan sebagai salah satu maskapai layanan penuh paling aman di dunia oleh AirlineRatings.com, dan menempati peringkat ketujuh maskapai paling aman pada 2025.


Selain itu, untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, CAA telah memasukkan Skema Pengimbangan dan Pengurangan Karbon untuk Penerbangan Internasional (CORSIA) ke dalam hukum nasional, serta meluncurkan program percontohan bahan bakar penerbangan berkelanjutan pada April 2025.


Langkah ini menegaskan tekad Taiwan untuk berkontribusi nyata dalam transformasi menuju target nol emisi bersih. Tetapi, meski berbagai upaya telah dilakukan, akses Taiwan terhadap informasi penting masih terbatas karena tidak diizinkan mengikuti pertemuan teknis maupun pelatihan yang diselenggarakan ICAO.


Dalam kaitan ini, sudah seharusnya ICAO menjalankan prinsip “No One Left Behind” dengan membuka ruang partisipasi yang setara bagi Taiwan.


Momentum Penting Merangkul Taiwan


Keselamatan penerbangan tidak mengenal batas negara. Selama puluhan tahun, Taiwan melalui CAA konsisten menegakkan standar tertinggi dalam pelayanan dan keselamatan di FIR Taipei, sekaligus mematuhi standar serta rekomendasi ICAO.


Sebagai bagian dari komunitas penerbangan internasional, Taiwan memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keselamatan penerbangan regional maupun global.


Partisipasi Taiwan dalam ICAO akan memungkinkan kolaborasi yang lebih erat dengan negara-negara lain, sehingga mampu memberi kontribusi positif bagi perkembangan penerbangan global dan kesejahteraan umat manusia.


Dengan tema “Safe Skies, Sustainable Future”, Sidang Majelis ICAO ke-42 menjadi momentum penting bagi organisasi ini untuk merangkul Taiwan.


Melalui partisipasi yang bermakna, Taiwan dapat berbagi keahlian profesional demi mewujudkan visi ICAO, yakni menciptakan langit yang lebih aman sekaligus masa depan penerbangan yang lebih berkelanjutan.


CAA Taiwan berkomitmen bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mengimplementasikan Standar dan Praktik yang Direkomendasikan (SARPs).

Share:

Wujudkan Kamtibmas, Polsek Talang Ubi Kembali Gelar KRYD

Polsek Talang Ubi Gelar KRYD, Wujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat


PALI. SININEWS.COM– Polsek Talang Ubi melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Selasa malam (23/9/2025) sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) serta kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Kecamatan Talang Ubi.


Kegiatan yang dipimpin oleh IPDA Indapit, S.H., M.H. ini berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan menyasar sejumlah titik rawan, di antaranya Bank BRI, Indomaret Handayani, Simpang 5, Komperta, Billiard Beracung, Hotel Hafista, dan SPBU Beracung.


Selain patroli, personel Polsek Talang Ubi juga memberikan himbauan langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda yang nongkrong hingga larut malam, agar segera pulang ke rumah masing-masing bila tidak ada kepentingan mendesak. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya tindak kriminal.


Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan KRYD berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Menurutnya, selain patroli dan razia, pihaknya juga menekankan himbauan kepada masyarakat untuk menjauhi segala bentuk penyakit masyarakat seperti perjudian, narkoba, dan minuman keras.


> “Kami berpesan kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap keamanan diri dan harta benda, khususnya kendaraan bermotor. Tempat hiburan juga kami ingatkan untuk tidak menjadi wadah peredaran miras, narkoba, maupun perjudian. Segera laporkan kepada pihak kepolisian apabila ada hal yang mencurigakan,” ujar AKP Ardiansyah.




Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi arahan Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. yang terus menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat.


> “Melalui Kapolsek Talang Ubi, saya menegaskan bahwa Polres PALI beserta jajaran akan terus konsisten menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. KRYD bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman, menciptakan ketertiban, dan mendukung terciptanya ruang publik yang sehat bagi masyarakat,” tegas AKBP Yunar.




Dengan adanya kegiatan rutin yang ditingkatkan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Talang Ubi merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari. 


"Sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan," pungkasnya.(sn/perry)

Share:

Bupati Edison Dukung Penuh KONI Muara Enim Ikuti Porprov XV MUBA

Bupati Edison Dukung Penuh KONI Muara Enim Ikuti Porprov XV MUBA 

Muara Enim. SININEWS.COM -- Komite Olahraga Nasional Indonesia  (KONI) Muara Enin laksanakan Paparan Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV di Sekayu (Musi Banyu Asin) bertempat di Ruang Rapat Bupati Muara Enim Selasa, (23/09/25)

Hadir dalam acara ini M.Zeh Sukri selaku ketua KONI yang diwakili Suprayitno S.H.i selaku Sekretaris Umum KONI, Drs Andi Wijaya Assiten 1, Kepala Bapeda, Kadinkes, Kabag Hukum, Kadin Kominfo, Kadin Dispora.

Dalam Paparan, Suprayitno menyampaikan ada 34 (Cabang Olahraga)  Cabor yang  di pertandingan, namun hanya  27 Cabor yang di ikuti Kabupaten Muara Enim dengan alasan Cabor tersebut di KONI Muara Enim Belum ada Pengurusnya dengan menyiapkan, 330 atlit, 100 pelatih, 34 Atlit mandiri dan 80 orang Panitia, jadi total kontingan kabupaten Muara Enim akan memberangkatkan 544 orang.

Persiapan atlit yang akan diberangkatkan pada Porprov MUBA 2025 telah melaksanakan seleksi , Training Center (TC) dan Try Out , target medali yang akan dikejar Tim Kabupaten Muara Enim adalah sebagai berikut Medali emas : 59, Perak 42, perunggu 34. Dan target Peringkat ke 5

Lanjut Sekum KONI, untuk kesiapan Akomodasi/Penginapan Transportasi, dan Konsumsi tim kontingan Kabupaten Muara Enim sudah selesai dan harapan kita dapat menjadi tuan rumah Porprov XVI. Tutup Suprayitno

H Edison S.H, M.Hum Bupati Muara Enim  setelah mendengarkan paparan dari Pengurus KONI Muara Enim, menyampaikan, Kesiapan dan target dalam porprov XV MUBA merupakan Bonus bagi Kabupaten Muara Enim, namun yang  lebih  penting Bupati berharap atlit yang di berangkatkan ke MUBA lebih memprioritaskan ke atlit dari Muara Enim, jangan membeli atau menyewa atlit luar.

Bupati Edison juga akan mendukung penuh kegiatan Porprov XV di MUBA, dengan menginstruksikan OPD ubtuk mendamping atlit-atlit bertanding di Sekayu, bukan saja Dispora tetapi Dinas PUPR, Dinas Kominfo ubtuk memberikan motivasi kepada atlit 

Terakhir, Bupati Edison mengingatkan ubtuk bekerja lebih maksimal lagi mengingat waktu sudah mepet, dan segera membuat bahan ubtuk paparan yang akan di sampaikan pada wajtu pengiaulan sebagai Tuan Rumah Porprov XVI. ujar Bupati Muara Enim H Edison SH MHum.(sn)

Share:

Hadiri Tanam Jagung di Desa Raja, Polsek Tanah Abang Dorong Optimalisasi Program Ketahanan Pangan

Penanaman Jagung Perdana di Desa Raja, Polsek Tanah Abang Dorong Optimalisasi Program Ketahanan Pangan


PALI. SININEWS.COM – Polsek Tanah Abang bersama Pemerintah Desa Raja dan unsur terkait melaksanakan kegiatan penanaman jagung perdana di Dusun V Desa Raja, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (23/9/2025).


Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh Kapolsek Tanah Abang IPTU Arzuan, S.H., Camat Tanah Abang yang diwakili Kasi Pemdes Kecamatan Tanah Abang Mustar Alimin, S.H., Kepala Desa Raja Aswin Markosuma, Ketua BPD Khoirudin, PPL Pertanian Tri Julianto, serta unsur TNI-Polri, perangkat desa, dan TP PKK Desa Raja Barat.


Lahan yang ditanami memiliki luas 1,5 hektare dengan menggunakan bibit jagung hibrida bantuan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Penanaman dilakukan secara manual (tugal) dengan dukungan sarana seperti tali nilon untuk ajir. Penanaman simbolis selesai sekitar pukul 10.20 WIB dan dilanjutkan oleh perangkat desa serta ibu-ibu PKK.


Menurut data Polsek Tanah Abang, dari 17 desa di wilayah Kecamatan Tanah Abang, sebanyak 12 desa sudah memulai program penanaman jagung, termasuk Desa Raja. Adapun sumber pembiayaan kegiatan ini berasal dari Dana Desa (DD) dengan alokasi Rp20 juta hingga Rp25 juta per hektare, sesuai arahan program Pemerintah Pusat.


Kapolsek Tanah Abang IPTU Arzuan, S.H. menyampaikan bahwa Polri tidak hanya fokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga hadir dalam mendukung program ketahanan pangan. “Polsek Tanah Abang akan terus bersinergi dengan Pemerintah Desa dan para petani untuk memastikan keberhasilan program ini. Kami akan lakukan monitoring agar setiap tahapan berjalan sesuai aturan dan hasil panen bisa dipertanggungjawabkan,” ujar IPTU Arzuan.


Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan pesan Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.


> “Program ketahanan pangan ini adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan Polri. Saya berharap agar para kepala desa benar-benar serius mengawal pelaksanaan penanaman jagung, karena ini menggunakan Dana Desa yang harus dipertanggungjawabkan. Keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,"pungkas Kapolres PALI sebagaimana disampaikan Kapolsek Tanah Abang.(sn/perry)

Share:

Talang Ubi Timur Wakili PALI Jadi Salah Satu Lokasi Penilaian Adipura

Talang Ubi Timur Wakili PALI Jadi Nominasi Penilaian Adipura 


PALI. SININEWS.COM -- Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil menjadi salah satu lokasi khusus penilaian Adipura dari pemerintah pusat yang mewakili kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan.


Tim penilai pun mengunjungi Kelurahan Talang Ubi Timur pada Selasa 23 September 2025 yang langsung disambut Lurah Ritawati Anwar atau akrab disapa Misz Rita serta jajarannya.


Titik lokasi penilaian pun bukan hanya dilakukan di sekitar kantor Kelurahan Talang Ubi Timur, melainkan sejumlah titik yang menjadi pusat pemukiman warga dan keramaian.


Dikatakan Lurah Talang Ubi Timur, Misz Rita bahwa wilayahnya kedatangan tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai lokasi khusus penilaian Adipura.


"Dengan menjadi lokasi khusus penilaian Adipura yang dinilai kebersihan pemukiman menjadi pemicu kami untuk terus menjaga lingkungan tetap bersih dan mengajak masyarakat untuk bisa memilih dan memilah sampah dari rumah," ungkap Lurah.


Dan dengan adanya penilaian Adipura, Lurah berharap wilayahnya bebas dari sampah sehingga lingkungan tetap bersih juga sehat.


"Kita berharap Kelurahan Talang Ubi Timur bisa bebas dari sampah dan dengan penilaian ini masyarakat semakin sadar akan kebersihan," imbuhnya.


Untuk diketahui bahwa titik lokasi khusus penilaian Adipura yang telah ditentukan Kementrian Lingkungan Hidup bukan hanya di Kelurahan Talang Ubi Timur saja, melainkan ada sejumlah titik lainnya.


Diantaranya jalan Simpang Lima - Talang Kerangan, sejumlah perkantoran, sekolah juga Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).



Tim penilai penghargaan Adipura selain dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI juga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatra Selatan didampingi Dinas Lingkungan Hidup  (DLH ) Kabupaten PALI.


Pada penilaian tersebut, Kadis DLH Kabupaten PALI Dr. Aryansyah. MT yang diwakili Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Lihan mendampingi dari Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Jansen Oloan Silalahi Adella Distyra dan Nova Regina. 



Jansen Oloan Silalahi menyampaikan ada beberapa titik sekolah yang mendekati masuk Adipura dan juga termasuk kelurahan Talang Ubi Timur dan selainnya masih dalam perbaikan.


"Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi sehingga penilaian Adipura bisa sempurna," ungkapnya.


Untuk diketahui bahwa penilaian Adipura adalah program penghargaan yang diberikan kepada daerah yang memiliki sistem pengelolaan sampah dan kebersihan kota yang baik. Berikut beberapa aspek yang dinilai dalam program Adipura:

- Sistem Pengelolaan Sampah*: Penilaian ini mencakup pengurangan sampah dari sumber, penerapan pemilahan, serta daur ulang berbasis masyarakat, dengan bobot penilaian sebesar 50%.

- Alokasi Anggaran dan Kebijakan Daerah*: Penilaian ini mencakup kebijakan daerah dalam mengelola sampah, termasuk alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah, dengan bobot penilaian sebesar 20%.

- Kesiapan SDM dan Infrastruktur*: Penilaian ini mencakup kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur dalam mengelola sampah, dengan bobot penilaian sebesar 30%.


Penilaian Adipura tidak lagi hanya menilai estetika kota, tetapi secara komprehensif mengevaluasi sistem pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Daerah yang masih menggunakan metode open dumping dalam pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) otomatis dikeluarkan dari klasifikasi penerima Adipura.


Tahapan Penilaian Adipura:


- Pengisian Data: Daerah mengisi data terkait pengelolaan sampah dan kebersihan kota.

- Klasifikasi Kota: Kota diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu.

- Pemantauan: Pemantauan dilakukan untuk memantau pengelolaan sampah dan kebersihan kota.

- Penilaian Komprehensif: Penilaian komprehensif dilakukan terhadap sistem pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.


Timeline Penilaian Adipura 2025:


- Juli 2025: Proses penilaian dimulai dengan sosialisasi di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

- Oktober 2025: Pembinaan pengelolaan sampah dan kebersihan kota.

- November 2025 - Januari 2026: Pemantauan dan verifikasi lapangan.

- Februari 2026: Pengumuman pemenang Adipura.(sn/perry)

-

Share:

Tersangka Pencurian Pipa Milik PHE Digulung Polsek Penukal Abab

Polsek Penukal Abab Ungkap Kasus Pencurian Pipa Milik PT PHE, Tiga Pelaku Diamankan


PALI – Unit Reskrim Polsek Penukal Abab berhasil mengungkap tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP yang terjadi di area operasional PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Blok B6 Raja Tempirai, Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Kapolsek Penukal Abab, AKP Dedy Kurnia, S.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, tim patroli PT PHE mendapati empat orang pelaku tengah melakukan aksi pencurian pipa besi berukuran 2,5 inci di lokasi sumur.


“Tiga orang pelaku berhasil diamankan, yakni Rino Ardino (47), Amran (30), dan Ambang (56), ketiganya warga Desa Pengabuan, Kecamatan Abab. Sementara satu orang pelaku lain atas nama Erlan alias Taeng berhasil melarikan diri dan saat ini ditetapkan sebagai DPO,” ujar AKP Dedy, Minggu (21/9/2025).


Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa empat potongan pipa besi berdiameter 2,5 inci serta satu buah gergaji besi. Atas kejadian tersebut, pihak PT PHE mengalami kerugian mencapai Rp230 juta.


Lebih lanjut, AKP Dedy menyampaikan bahwa para pelaku dan barang bukti telah diserahkan ke Polsek Penukal Abab untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Saat ini ketiga tersangka masih dalam pemeriksaan, sementara untuk satu pelaku lain yang melarikan diri terus dilakukan pengejaran,” tambahnya.


Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Penukal Abab menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap tindak pidana yang merugikan perusahaan negara maupun masyarakat.


> “Kami berkomitmen menjaga iklim investasi dan kegiatan operasional perusahaan strategis di wilayah Kabupaten PALI agar tetap kondusif. Setiap tindak kriminal yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan akan kami tindak dengan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKBP Yunar dalam pernyataan resminya.




Saat ini, penyidik Polsek Penukal Abab tengah melengkapi berkas perkara serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum. (sn/perry)

Share:

Wujudkan Sitkamtibmas Kondusif, Polres PALI Laksanakan Penebalan Mako dan Patroli Skala Besar


Wujudkan Sitkamtibmas Kondusif, Polres PALI Laksanakan Penebalan Mako dan Patroli Skala Besar 


PALI. SININEWS.COM – Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali melaksanakan kegiatan penebalan Mako dan patroli skala besar melalui Tim UKL IV pada Selasa (23/9/2025) pagi. Kegiatan ini diawali dengan apel di halaman Mako Polres PALI yang dipimpin oleh Kabag Logistik Polres PALI, Kompol Ruslan Susanto, S.H., M.Si, serta diikuti oleh 49 personel yang tergabung dalam Tim UKL IV.


Dalam patroli sambang tersebut, personel menyisir sejumlah titik vital, di antaranya Simpang 5 Pendopo Talang Ubi, Kantor Pemda Kabupaten PALI, Kantor Kejaksaan Negeri PALI, Kantor DPRD Kabupaten PALI, serta Komplek Perumahan Pertamina Pendopo. Selain patroli, petugas juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, serta bijak dalam menyikapi informasi di media sosial.


“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau narasi provokatif yang beredar di media sosial. Pastikan informasi yang diterima benar dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menimbulkan keresahan yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas di wilayah PALI,” ujar Kompol Ruslan dalam arahannya.


Patroli juga menyasar tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda dengan tujuan memperkuat sinergitas dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Kegiatan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dengan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.


Kapolres PALI, AKBP Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kabag Logistik menegaskan bahwa patroli skala besar dan penebalan Mako merupakan langkah strategis kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres PALI.


“Polres PALI berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat, apalagi saat ini banyak dinamika sosial yang rawan dipengaruhi informasi palsu dan provokasi. Dengan patroli rutin dan penebalan Mako, kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa aman dan kegiatan sehari-hari dapat berjalan dengan baik,” tegas Kapolres.(sn/perry)

Share:

KAPOLRI MENDAHULUI ATAU "MELAWAN" PRESIDEN?

Prof Henri Subiakto, Guru Besar FISIP Universitas Airlangga, dan Dewan Pakar Serikat Media Siber Indonesia


SININEWS.COM -- Presiden Prabowo sedang menyiapkan agenda reformasi Polri sebagai respon tuntutan publik pasca-demo besar pada Agustus 2025. 


Pada 17 September 2025, Prabowo menunjuk Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri, mantan Wakapolri yang dikenal tegas, termasuk pernah menangani kasus Ferdy Sambo dan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas serta Reformasi Kepolisian, sebelum dilantik, telah dinaikkan pangkatnya secara istimewa menjadi Jenderal Polisi Kehormatan (bintang empat). 


Penunjukan itu disertai rencana pembentukan Komite Reformasi Kepolisian di level presiden, yang melibatkan tokoh luar seperti mantan Menko Polhukam Mahfud MD, untuk evaluasi menyeluruh.


Sementara Kapolri Listyo Sigit merespons cepat dengan membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri secara internal pada hari yang sama melalui Surat Perintahnya. Tim ini beranggotakan 52 perwira, diketuai Komjen Chryshnanda Dwilaksana dengan Listyo Sigit sebagai pelindung dan Wakapolri sebagai penasihat. 


Peristiwa ini mencerminkan dinamika politik yang kompleks di pemerintahan Prabowo, upaya reformasi Polri jadi uji coba keseimbangan kekuasaan antara presiden, Polri,  genk Solo dan tuntutan publik. 


Penunjukan Dofiri, figur kredibel dari internal Polri yang dihormati karena integritasnya (lulusan Adhi Makayasa Akpol 1989), jadi sinyal kuat, Prabowo ingin mengendalikan agenda reformasi secara langsung dari Istana.


Secara politik, akan memperkuat citra Prabowo sebagai pemimpin tegas yang ingin "membersihkan" institusi Polisi dari warisan  presiden Jokowi (di mana Listyo diangkat karena kedekatannya sejak dari Solo). 


Kenaikan pangkat Jenderal Dofiri juga bisa dibaca sebagai sikap politik yg memilih loyalis di luar loyalis Listyo, mengingat Dofiri lebih senior dan dikenal tegas dan bukan gerbong yang dibina Listyo Sigit.


Dengan adanya Pembentukan tim internal Polisi tepat sehari setelah penunjukan Dofiri menimbulkan interpretasi ganda. Di satu sisi dilihat sebagai langkah proaktif Polri "sudah ingin berbenah sendiri" dan terbuka terhadap masukan dari luar, namun juga bisa berarti pembentukan tim internal sebagai upaya defensif kelompok Listyo untuk mempertahankan struktur Polri sekarang. 


Ini upaya para pimpinan Polri dibawah Jenderal Listyo Sigit untuk mencegah agar reformasi dari presiden nantinya tidak "mengganggu" struktur hirarki para petinggi Polri yang sudah cukup lama disiapkan dan dibina Listyo Sigit.


Ini juga menguji hubungan antara Presiden Prabowo dengan Kapolri Listyo Sigit yg tampak kooperatif dengan menyatakan siap ikut kebijakan presiden, namun di sisi lain ia membentuk tim internal yang cukup besar yang bisa dimaknai  sebagai upaya perlindungan posisi Kapolri dan struktur polisi dari kemungkinan rekomendasi radikal dari tim bentukan presiden.


Karena jika ada rekomendasi perubahan struktural yang radikal, seperti yang diminta Gerakan Nurani Bangsa, tentu berpotensi memicu gesekan dalam Polri yang sudah terbangun kuat. 


Tim internal bisa bermakna "pembelaan" pada Polri sekarang, di tengah tuntutan reformasi yang kian kencang dari mana mana.


Reformasi institusi polisi datang pasca-pemilu 2024 yang menyisakan kesan kuatnya peran polisi dalam politik. Serta datang dari stigma polisi yg represif dalam penanganan demo, dan aktivitas kebebasan berpendapat.


Presiden Prabowo akan dinilai sukses jika berhasil melakukan reformasi hingga mengembalikan kepercayaan pada institusi polisi. Namun jika Presiden tidak mampu berbuat banyak dan Kapolri tetap Jenderal Listyosigit atau sosok yang disiapkannya, maka pemerintah Prabowo akan dianggap "tidak solid" dan  tidak tegas, lebih banyak omon omon. 


Artinya perkembangan dari peristiwa ini penting sebagai tanda  soliditas kekuasaan Presiden dan relasinya dengan institusi Polisi. Prabowo ingin mereformasi polisi lewat kebijakannya, agar memperkuat dukungan dan legitimasinya sebagai presiden hingga 2029. Tapi keinginan politik itu nampaknya ada yang tidak suka. Disitulah kemudian Listyo Sigit dan kekuatan di belakangnya memunculkan peran bottom-up seolah tidak kalah tanggap.


Makna politik terbesarnya adalah pengujian apakah Polri bisa direformasi tanpa konflik internal, atau justru jadi arena perebutan pengaruh antara kekuatan kelompok jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jokowi di satu sisi, "menghadapi" Presiden Prabowo bersama kekuatan yang menginginkan reformasi Polisi secara menyeluruh di sisi yang lain.


OK kita pantau apa yang akan dilakukan Presiden dan perkembangan kedua tim dalam 2-3 minggu ke depan. Apa ada sinergi di antaranya, atau mereka jalan sendiri sendiri karena memiliki  tujuan dan inisiator yang berbeda.(sn)

Share:

Bank Sumsel Babel dan Pemprov Sumsel Pecahkan Rekor Dunia, Guru Indonesia Belajar AI Serentak

Bank Sumsel Babel dan Pemprov Sumsel Pecahkan Rekor Dunia, Guru Indonesia Belajar AI Serentak


Palembang. SININEWS.COM – Sebuah momentum bersejarah tercipta pada Sabtu, 20 September 2025. Bank Sumsel Babel bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sukses menggelar Webinar Internasional “Guru Indonesia Belajar AI”, yang bukan hanya memperingati Hari Literasi Internasional, tetapi juga berhasil memecahkan rekor dunia Guinness World Record sebagai pembelajaran kecerdasan buatan (AI) oleh guru secara serentak terbesar di dunia.


Acara ini melibatkan ribuan guru SD, SMP, SMA/SMK, hingga dosen dari seluruh penjuru Sumatera Selatan. Antusiasme peserta menunjukkan semangat besar dunia pendidikan di Bumi Sriwijaya untuk menatap masa depan literasi digital dan teknologi. Hadir langsung membuka kegiatan ini, *Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru*, yang menegaskan pentingnya peran guru dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi.


“Pendidikan harus beradaptasi dengan zaman. Dengan AI, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing generasi emas 2045 menghadapi dunia yang serba digital,” ujar Gubernur Herman Deru dalam sambutannya.


Webinar ini menghadirkan deretan pakar pendidikan, motivator, hingga praktisi AI. Di antaranya Dwi Sunu Pebruranto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., Dr. Benny Irawan, S.Pd., M.Ed., Johannes Taruna, James Gwee, serta sejumlah tokoh akademisi dan praktisi teknologi pendidikan lainnya.


Partisipasi masif guru-guru di Sumatera Selatan ini tercatat dalam sejarah sebagai rekor dunia, memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang serius menyiapkan ekosistem pendidikan di era kecerdasan buatan. “Bank Sumsel Babel bangga dapat menjadi bagian dari tonggak sejarah ini. Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan, dan hari ini Sumatera Selatan membuktikan diri di mata dunia,” ungkap *PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel Festero Mohamad Papeko*, yang menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini.


Selain menjadi catatan prestasi dunia, kegiatan ini diharapkan mampu memberi dampak nyata dalam peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah. Guru sebagai garda terdepan pendidikan kini semakin siap memanfaatkan teknologi AI demi melahirkan generasi muda Indonesia yang adaptif, cerdas, dan berdaya saing global.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts