Hadiri Sosialisasi Benih Jagung Unggul, Polres PALI Tertegas Dukung Program Ketapang


Sosialisasi Benih Jagung Unggul di PALI, Polres PALI Tegaskan Komitmen Dukung Program “Satu Desa Satu Hektar Tanam Jagung”


PALI. SININEWS.COM – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Melalui program strategis “Satu Desa Satu Hektar Tanam Jagung”, pemerintah bersama Polres PALI, TNI, serta jajaran terkait melakukan sosialisasi benih jagung unggul kepada petani. Kegiatan berlangsung pada Kamis (25/9/2025) di kantor BPP Talang Rimbo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag SDM Polres PALI Kompol Sutrisman, S.H., M.M., Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI Ahmad Jhoni, S.P., M.M., perwakilan TNI, insan pers, serta tamu undangan lainnya.


Dalam sosialisasi ini, para petani dibekali pemahaman tentang pentingnya penggunaan benih unggul, teknik budidaya yang tepat, serta langkah konkret meningkatkan produktivitas pertanian. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan rendahnya hasil panen akibat penggunaan benih non-unggul dan teknik tanam yang belum optimal.


Kapolres PALI: Jagung Jadi Pilar Ketahanan Pangan


Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kabag SDM Polres PALI Kompol Sutrisman menegaskan bahwa Polri siap bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan program tersebut.


> “Jagung adalah komoditas strategis yang dapat menjadi pilar ketahanan pangan sekaligus penopang perekonomian masyarakat PALI. Polres PALI mendukung penuh program ‘Satu Desa Satu Hektar Tanam Jagung’ sebagai bentuk nyata kontribusi kepolisian terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap para petani semakin memahami pentingnya benih unggul demi hasil panen yang lebih baik,” tegas Kompol Sutrisman mewakili Kapolres PALI.




Kapolsek Talang Ubi: Polri Hadir untuk Mendampingi Masyarakat


Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H. menambahkan bahwa pihaknya siap turun langsung untuk mendampingi masyarakat desa dalam setiap tahapan program ini.


> “Polsek Talang Ubi akan terus hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam hal keamanan tetapi juga dalam mendukung program pembangunan dan ketahanan pangan. Sosialisasi benih jagung unggul ini menjadi langkah awal yang penting agar masyarakat termotivasi menanam dengan teknik yang benar,” ujarnya.




Dorong Ekonomi Kerakyatan


Melalui program ini, pemerintah daerah dan Polres PALI berharap produksi jagung dapat meningkat, sehingga mendongkrak ekonomi masyarakat desa dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten PALI. 


"Kegiatan yang berlangsung aman dan kondusif ini ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta,"pungkasnya. (sn/perry)

Share:

Kawal Tanam Jagung di Muara Dua, Bukti Polsek Tanah Abang Dukung Program Ketapang

Penanaman Jagung Perdana di Desa Muara Dua, Polsek Tanah Abang Kawal Langsung Program Ketahanan Pangan


PALI. SININEWS.COM – Program ketahanan pangan nasional melalui gerakan penanaman jagung terus digalakkan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kamis (25/9/2025), Desa Muara Dua Kecamatan Tanah Abang resmi memulai penanaman perdana jagung di lahan seluas satu hektar yang dikelola melalui Dana Desa (DD).


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB itu dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Kepala Dinas PMD Kabupaten PALI Edy Irwan, SE., M.Si beserta staf, Kapolsek Tanah Abang IPTU Arzuan, S.H., perwakilan Camat Tanah Abang, Kepala Desa Muara Dua, penyuluh pertanian lapangan, hingga perangkat desa, BPD, PKK, Babinsa, serta para pendamping desa.


Adapun sarana yang digunakan antara lain benih jagung hibrida F1 Super Bisi 18 bermerek Cap Kapal Terbang, dengan pola tanam manual menggunakan tugal. Penanaman perdana selesai pada pukul 11.30 WIB dengan kondisi aman, lancar, dan kondusif, sebelum kemudian dilanjutkan oleh perangkat desa dan TP PKK.


Kapolsek Tanah Abang IPTU Arzuan, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat yang dialokasikan melalui Dana Desa, dengan kisaran anggaran Rp20 juta hingga Rp25 juta per hektar.


“Dari 17 desa di wilayah Kecamatan Tanah Abang, sebanyak 14 desa sudah merealisasikan penanaman jagung, sementara tiga desa lainnya masih dalam tahap persiapan. Polsek Tanah Abang akan terus mendukung dan mengawal program ini agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas IPTU Arzuan.


Lebih lanjut, IPTU Arzuan juga menyampaikan pesan Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., bahwa Polri siap menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam memastikan program ketahanan pangan berjalan sukses.


“Kapolres PALI melalui kami menegaskan bahwa setiap rupiah dari Dana Desa harus digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat. Program penanaman jagung ini bukan hanya soal menanam, tetapi juga soal membangun kemandirian ekonomi desa, menjaga stabilitas pangan, serta menciptakan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan,”ujar Kapolsek Tanah Abang menyampaikan arahan Kapolres.


Dengan adanya pendampingan intensif dari Polsek Tanah Abang bersama jajaran terkait, diharapkan program penanaman jagung ini dapat menghasilkan panen yang optimal, transparan dalam pengelolaan anggaran.


"Serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Kabupaten PALI,"pungkasnya.(sn/perry)

Share:

Bersumber Dana Desa, Lima Desa di Penukal Abab Tanam Jagung Topang Program Ketapang

Lima Desa di Kecamatan Penukal Abab Mulai Tanam Jagung, Program Didanai Dana Desa


PALI. SININEWS.COM – Program ketahanan pangan berbasis pertanian terus digalakkan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pada Kamis (25/9/2025), Desa Prambatan Kecamatan Abab resmi memulai penanaman jagung di lahan seluas 1 hektar, yang menjadi bagian dari program nasional Satu Desa Satu Hektar.


Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 11.00 WIB dengan lancar dan kondusif. Penanaman dilakukan secara manual (tugal) menggunakan 25 kantong benih jagung hibrida F1 Super jenis BISI.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Camat Abab Razuliik, S.H., Kepala Desa Prambatan Armansol beserta perangkat desa, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Ketua BPD Desa Prambatan, PKK Desa Prambatan, serta TNI–Polri yang diwakili jajaran Polsek Penukal Abab dan Babinsa.


Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H., melalui Kanit Reskrim IPDA Jekicen, S.H., M.H., menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada lima desa di Kecamatan Abab yang melaksanakan penanaman jagung. Kelima desa tersebut yakni Desa Betung Barat, Desa Gunung Raja, Desa Air Itam Timur, Desa Air Itam, dan Desa Prambatan. Sementara itu, masih terdapat 16 desa lain yang belum memulai.


Menurut data yang dihimpun, biaya penanaman jagung ini bersumber dari Dana Desa (DD) dengan alokasi Rp20 juta hingga Rp25 juta per hektar. Dengan demikian, akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana menjadi perhatian penting.


Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus mendukung dan mengawal program pemerintah ini.


> “Penanaman jagung di Desa Prambatan menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan aparat keamanan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Kami berharap para kepala desa benar-benar serius mengelola lahan pertanian yang didanai oleh Dana Desa, sehingga hasilnya maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan. Polri bersama TNI akan terus berkolaborasi dalam pendampingan, serta memastikan program ini berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran,” ujar Kapolres melalui Kapolsek Penukal Abab.




Dengan dimulainya penanaman di Desa Prambatan, Kecamatan Abab kini mencatat capaian awal dari program ketahanan pangan berbasis jagung. 


"Kedepan,Polsek Penukal Abab berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pertumbuhan jagung di desa-desa binaannya, serta melaporkan secara berkala kepada pimpinan,"pungkasnya.(sn/perry)

Share:

Tani Merdeka Bergerak, Peringati Hari Tani Nasional Tanam Jagung di Simpang Tais

Peringati Hari Tani Nasional, Kelompok Tani Merdeka Gelar Penanaman Jagung di Desa Simpang Tais


PALI. SININEWS.COM -- Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2025 sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional, Kelompok Tani Merdeka Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan kegiatan penanaman jagung, Kamis (25/9/2025).


Acara berlangsung pukul 09.00 WIB dengan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Kabag SDM Polres PALI Kompol Sutrisman, S.H., M.M., Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI Ahmad Jhoni, S.P., M.M., jajaran personel Polsek Talang Ubi, Bhabinsa Koramil Talang Ubi, Kepala Desa Simpang Tais Erika Peru, penyuluh pertanian, tamu undangan, serta insan pers.


Susunan acara dimulai dengan doa bersama, sambutan dari Ketua Kelompok Tani, Kepala Desa, serta perwakilan dari Dinas Pertanian. Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman jagung secara simbolis oleh para pejabat dan undangan, dilanjutkan penanaman bersama di lahan seluas 1,5 hektare menggunakan bibit unggul Bisi 18. Bibit tersebut dikenal memiliki produktivitas tinggi dan sesuai dengan kondisi lahan pertanian di wilayah PALI.


Ketua Kelompok Tani Merdeka menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini murni dari dana swadaya petani sebagai bentuk kemandirian dan semangat gotong royong dalam meningkatkan hasil pertanian.


Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas semangat petani Desa Simpang Tais.


> “Polres PALI beserta jajaran akan selalu mendukung upaya masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan. Penanaman jagung ini tidak hanya bermanfaat bagi kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi percontohan bagi desa lain dalam mengoptimalkan potensi lahan yang ada. Semangat gotong royong dan kemandirian yang ditunjukkan Kelompok Tani Merdeka merupakan wujud nyata kontribusi masyarakat terhadap pembangunan daerah,” ujar Kapolres.




Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H. menambahkan bahwa kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif.


> “Polsek Talang Ubi akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengawal serta menyukseskan program ketahanan pangan, khususnya di sektor pertanian. Apa yang dilakukan Kelompok Tani Merdeka ini patut kita jadikan inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten PALI,” jelasnya.




Kegiatan penanaman jagung ini diharapkan menjadi momentum penting bagi petani PALI untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.(sn/perry)

Share:

Produsen Kentang Terbesar di Sumsel, Muara Enim Siapkan Rantau Dedap Jadi Sentra Penangkaran Benih Kentang Varietas Unggul

Produsen Kentang Terbesar di Sumsel, Muara Enim Siapkan Rantau Dedap Jadi Sentra Penangkaran Benih Kentang Varietas Unggul


Muara Enim. SININEWS.COM -- Sebagai produsen kentang terbesar di Provinsi Sumatera Selatan, Pemkab. Muara Enim melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) merencanakan kawasan Rantau Dedap, Desa Segamit, termasuk beberapa kawasan potensial lainnya di Kecamatan Semende Darat Ulu dan Semende Darat Tengah menjadi sentra penangkaran benih kentang varietas unggul sehingga mampu mandiri menghasilkan benih kentang sendiri tanpa harus didatangkan dari luar. Hal tersebut mendapat dukungan Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., saat Panen Raya Kentang Kelompok Tani Gemilang di Dusun IV Rantau Dedap, Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu, Rabu (24/09). 

.

Bupati didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd., menilai langkah strategis tersebut selain dapat menekan biaya produksi, diharapkan pula mampu mendatangkan sumber pendapatan kelompok tani melalui penjualan benih yang nantinya dapat dijual ke daerah lain. Dirinya yakin dengan potensi yang ada, Kabupaten Muara Enim akan mampu memantapkan diri sebagai daerah pemasok kentang utama skala regional dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

.

Sementara itu Sekretaris Dinas TPHP, Budi Jhonson Hutapea, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa Kabupaten Muara Enim merupakan daerah penghasil kentang terbesar di Sumatera Selatan diikuti Kota Pagaralam. Setidaknya produksi tahun lalu mencapai 765 ton dengan luas lahan 39 hektare, sedangkan Januari hingga Agustus 2025 ini telah mencapai 348 ton pada luas lahan produksi 25 hektare.  Guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, Pemkab. Muara Enim berkomitmen memberikan perhatian dan pendampingan, baik melalui bantuan pupuk, peralatan maupun pelatihan. Diakhir kegiatan ini Bupatipun menyerahkan bantuan mesin jahit program pemberdayaan dan pengembangan UMKM Membara kepada masyarakat. [diskominfosp-me]

Share:

Kapolres PALI Hadiri Peletakan Batu Pertama Rumah Tahfidz dan Yatim di Penukal Utara


Peletakan Batu Pertama Rumah Tahfidz dan Rumah Yatim di Penukal Utara, Wujud Komitmen Membangun Generasi Qur’ani


PALI. SININEWS.COM – Suasana khidmat menyelimuti Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (24/9/2025). Bertempat di Komplek Yayasan Insan Kamil Umar Ruib, dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tahfidz Al-Qur’an dan Rumah Yatim Syaripudin Umar.


Acara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, daerah, dan pemuka masyarakat. Hadir di antaranya Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Analis Kebijakan Madya Utama Sumsel Dr. H. Rosidin, M.Pd.I, Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten PALI Dr. H. Deni Friansyah, Ketua Yayasan YAPIKA Umar Ruib Dr. Subiyanto, S.Sos., S.H., M.Kn., serta jajaran pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan insan pers.


Dalam sambutannya, Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait menegaskan pentingnya peran Rumah Tahfidz dalam memperkuat pondasi moral generasi muda.


> “Membangun rumah tahfidz berarti membangun peradaban. Kami mendukung penuh program ini, karena penguatan nilai-nilai Qur’ani akan menjadi benteng anak-anak kita dari pengaruh negatif zaman. InsyaAllah, dari tempat ini akan lahir generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap memimpin bangsa di masa depan,” ujar Kapolres.




Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menilai pembangunan ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter.


> “Anak-anak yatim dan para penghafal Qur’an adalah aset bangsa. Dengan adanya lembaga ini, mereka memiliki wadah untuk tumbuh dalam lingkungan yang mendidik dan bernilai tinggi,” ungkapnya.




Senada, Kepala Kemenag PALI Dr. H. Deni Friansyah menambahkan bahwa Rumah Tahfidz Al-Qur’an juga akan menjadi pusat syiar Islam di wilayah PALI.


> “Kami berharap, rumah tahfidz ini dapat melahirkan kader-kader Qur’ani sekaligus menjadi pusat dakwah yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.




Acara berlangsung meriah namun tetap penuh kekhidmatan. Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tarian, hingga sambutan dari berbagai pihak. Acara ditutup dengan doa bersama dan prosesi peletakan batu pertama.


Kapolsek Penukal Utara, IPDA Budi Anhar, S.H., M.Si., bersama jajaran turut mengamankan jalannya kegiatan hingga selesai pukul 18.00 WIB. Situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Pembangunan Rumah Tahfidz Al-Qur’an dan Rumah Yatim ini diharapkan menjadi wadah penting dalam:

1.Mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.


2.Menyediakan sarana pendidikan Al-Qur’an yang terarah.


3.Membina masyarakat dengan nilai-nilai Islami.


4.Memberdayakan potensi generasi muda.


5.Menjadi pusat dakwah dan syiar Islam di Kabupaten PALI.




Dengan semangat kebersamaan, para tokoh yang hadir sepakat bahwa pembangunan ini merupakan tonggak penting dalam upaya melahirkan generasi unggul, beriman, dan berilmu.(sn/perry)

Share:

Demi Pertahankan Juara 1 Tingkat Provinsi, Kadin PPKBPPPA PALI Terjun Langsung Bina Kampung Berkualitas

Demi Pertahankan Juara 1 Tingkat Provinsi, Kadin PPKBPPPA PALI Terjun Langsung Bina Kampung Berkualitas 



PALI. SININEWS.COM - Demi mempertahankan juara 1 tingkat Provinsi dan juara 3 harapan Nasional, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terjun langsung ke desa-desa melakukan pembinaan.



Pembinaan yang dilakukan Kepala DPPKBPPPA PALI Mariono SE dengan turun ke desa-desa dengan cara pembinaan Kampung Berkualitas juga pembinaan cegah stunting.


Adapun desa yang dikunjungi Kepala DPPKBPPPA PALI antara lain Desa Pengabuan, Betung Barat Kecamatan Abab, Modong dan Sedupi Kecamatan Tanah Abang, Lubuk Tampui dan Muara Ikan Kecamatan Penukal Utara serta desa lainnya.


"Kami turun ke desa-desa disamping melakukan pembinaan kampung berkualitas juga pembinaan cegah stunting dengan tema cegah pernikahan dini dan (Dashat) dapur sehat atasi stunting melibatkan ketua Dashat desa sekaligus ketua TP. PKK Desa," ungkap Mariono, Rabu 24 September 2025.


Dengan rajin melakukan pembinaan, Mariono berharap PALI bisa mempertahankan capaian yang telah diperoleh tahun sebelumnya.



"InyaAllah kedepan PALI bisa mempertahankan Kampung Berkualitas, Kampung KB dan menurunkan dampak resiko stunting," harapnya.(sn/perry)

Share:

Cegah Stunting, DPPKBPPPA PALI Bagikan Makanan Tambahan Terhadap Bumil dan Balita

Cegah Stunting, DPPKBPPPA PALI Bagikan Makanan Tambahan Terhadap Bumil dan Balita 



PALI. SININEWS.COM -- Dalam mencegah dan menangani kasus stunting di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) terus bergerak membagikan makanan tambahan bagi Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui dan keluarga yang memiliki Balita.


Pembagian makanan tambahan tersebut, DPPKBPPPA PALI melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting yang kali ini digelar di Desa Kota Baru Kecamatan Penukal Utara pada Rabu 23 September 2025.


Pembagian makanan tambahan melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting dilakukan langsung Kepala DPPKBPPPA PALI Mariono SE yang mewakili Bupati Asgianto ST.


Bukan hanya membagikan makanan tambahan, DPPKBPPPA PALI juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan  Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) terhadap warga Desa Kota Baru.


"Program ini Selaras dengan arahan Bupati PALI dalam menekan dan mencegah kasus stunting di wilayah Bumi Serepat Serasan," ungkap Mariono.


Pada penyaluran makanan tambahan melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting, Mariono menyebut bahwa sasarannya adalah Bumil, Ibu Menyusui dan Balita serta Batuta.


"Kita cegah stunting sejak dini, untuk itu program Dapur Sehat diluncurkan untuk membagikan makanan tambahan bergizi lengkap," imbuhnya.


Dengan pembagian makanan tambahan tersebut, Mariono berharap apa yang dicita-citakan PALI zero stunting bisa terwujud.


"Terhindar dari stunting akan menjadi faktor utama melahirkan generasi sehat dan cerdas. Dan melalui program ini membantu masyarakat yang rentan terhadap stunting dapat terpenuhi gizi sehari-harinya," harap Mariono. (sn/perry)

Share:

Dua Penggilingan Padi di Tanah Abang Digaet Bulog, Pengelola Ketiban Rezeki Petani Ikut 'Cengeh'

Dua Penggilingan Padi di Tanah Abang Digaet Bulog, Pengelola Ketiban Rezeki Petani Ikut 'Cengeh'


PALI. SININEWS.COM -- Dua penggilingan padi yang ada di kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yakni yang ada di Desa Raja dan Desa Pandan pada musim panen tahun ini digaet atau bekerjasama dengan Bulog Lahat untuk melakukan proses pengolahan gabah menjadi beras.


Bukan hanya digaet untuk melakukan pengolahan gabah menjadi beras saja, pengelola penggilingan padi yang juga tergabung pada kelompok tani setempat dipercaya untuk melakukan pembelian gabah ke petani dengan harga sesuai ketentuan pemerintah yakni minimal Rp 6.500 per kilogram.


Dengan digaetnya dua penggilingan padi di Kecamatan Tanah Abang sekaligus melakukan pembelian gabah, petani pun terdampak manfaatnya lantaran padi hasil panen mereka ditampung Bulog melalui pengelolaan penggilingan padi dengan harga maksimal yang tentunya sangat menguntungkan petani.


Dikatakan Endi Rosidi, pengelola penggilingan padi Desa Raja bahwa dengan adanya kerjasama dengan Bulog Lahat, bukan hanya pengelola yang mendapatkan keuntungan tetapi warga sekitar pun ketiban rezeki karena bisa turut bekerja pada proses pembelian hingga pengemasan gabah menjadi beras.


"Dengan adanya kerjasama ini kami mendapatkan pekerjaan pengolahan gabah menjadi beras. Dan pada proses pembelian gabah dari petani, ada upah angkut dari lahan ke pabrik penggilingan yang diambil warga setempat. Artinya dengan kerjasama ini membuka peluang pekerjaan bagi warga sekitar," ungkap Endi Rosidi.


Pada proses pembelian gabah dari petani, pengelola penggilingan hanya melakukan penimbangan sementara untuk pembayaran langsung di transfer dari Bulog ke rekening petani.


"Kami hanya melihat kualitas gabah yang sudah dipanen, kemudian apabila sudah sesuai spek dari Bulog maka langsung ditimbang dan dibayar oleh Bulog melalui rekening petani dengan harga Rp 6.500/kg. Dengan demikian tidak ada lagi praktek calo maupun tengkulak yang masuk, yang tentunya menguntungkan petani," jelasnya.


Sementara itu, Efri Engga perwakilan dari BPP Tanah Abang menyebutkan bahwa kerjasama antara Bulog dengan Penggilingan Padi Lematang Indah (Pandan) dan Karya Bersama (Raja) dalam bentuk pelayanan jasa pascapanen, mulai dari penyerapan gabah dari petani, pengeringan, sampai penggilingan. 


"Untuk Penggilingan yang bekerjasama dengan Bulog disebut maklon Bulog," sebut Engga, Rabu 23 September 2025.



Dijelaskan Engga untuk dana pembelian gabah langsung dari Bulog di transfer ke petani, dalam hal ini maklon sebagai perantara.


"Tidak ada lagi praktek calo atau tengkulak yang biasa mempermainkan harga gabah. Sekarang petani bisa menjual ke Bulog langsung melalui maklon dengan harga sesuai ketentuan pemerintah pusat," jelasnya.



Untuk kerjasama antara pengelola penggilingan padi dengan Bulog tentu sangat menguntungkan karena berdasarkan volume gabah yang diserap.



"Dan beras hasil penggilingan dijemput oleh pihak Bulog ke penggilingan apabila sudah mencap 10 ton beras. Kalaupun diantar oleh pengelola penggilingan, ongkos kirim diganti sesuai jarak tempuhnya," imbuhnya.



Hasil pengolahan gabah menjadi beras yang dihasilkan sepenuhnya milik Bulog dan pengemasan langsung dari pihak Bulog.


"Beras petani dari Pandan, Modong, Raja serta wilayah sekitar dikemas oleh Bulog menjadi beras SPHP yang nantinya disalurkan kembali ke masyarakat," ucapnya.


Untuk kapasitas atau produksi dalam satu bulan,  penggilingan bisa memproduksi 30 ton beras per bulan, artinya dalam 1 musim panen IP-100 (2 bulan) bisa memproduksi beras 60-70 ton.


"Selain kerjasama dengan Bulog, ada kelompok petani di Pandan dan Raja juga memproduksi beras yang sudah dipatenkan, yakni Beras Pandan Sri dan Beras Raja Sri. Dimana penjualan beras tersebut secara free market (online dan offline). Harganya sesuai HET dari kualitas premium, Madiun hingga Menir. Untuk pemasaran saat ini sepertinya lingkup Kecamatan terlebihdahulu karena butuh modal lebih besar utk serap gabah, support kemasan yang bagus sebagai penunjang pemasaran dan oelatihan untuk meningkatkan kapasitas pengelola," tutupnya.(sn/perry)

Share:

Wujud Nyata Program Ketahanan Pangan di Kabupaten PALI, Tanah Abang Jaya Lakukan Penanaman Jagung




PALI. SININEWS.COM – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus digalakkan di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pada Rabu (24/9/2025) pagi, kegiatan penanaman jagung dilaksanakan di lahan pertanian seluas 1 hektar di Dusun II Desa Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.


Kegiatan ini dihadiri Kapolsek Tanah Abang IPTU Arzuan, S.H., Camat Tanah Abang yang diwakili Kasi Kesos Ibu Pipin Husna, S.Kep., Ketua TP PKK Kecamatan Tanah Abang Ibu Sri Utami Dadang, Kepala Desa Tanah Abang Jaya Bambang Krisna beserta perangkat desa, PPL pertanian, unsur Babinsa, dan TP PKK Desa Tanah Abang Jaya.


Adapun sarana dan prasarana yang digunakan yakni benih jagung hibrida Syngenta NK7328 SUMO, tali nilon untuk ajir, dan metode penanaman manual (tugal). Kegiatan penanaman dimulai pukul 09.40 WIB dan selesai pukul 11.40 WIB dalam suasana aman, lancar, dan kondusif.


Penanaman jagung ini dibiayai dari Dana Desa (DD) sesuai ketentuan program pemerintah pusat sebesar Rp20 juta hingga Rp25 juta per hektar. Dari 17 desa di Kecamatan Tanah Abang, tercatat sudah 13 desa yang memulai program penanaman jagung, termasuk Desa Tanah Abang Jaya.


Kapolsek Tanah Abang IPTU Arzuan, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari wujud sinergitas antara pemerintah desa, TNI, dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah.


> “Sejalan dengan arahan Bapak Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., kami Polsek Tanah Abang berkomitmen untuk mengawal sekaligus memastikan program ketahanan pangan ini berjalan optimal. Kapolres menegaskan bahwa penggunaan Dana Desa untuk sektor pertanian, termasuk penanaman jagung, harus benar-benar dipertanggungjawabkan agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah desa untuk mengawasi perkembangan di lapangan,” ujar IPTU Arzuan, S.H.




Dengan adanya program ini, diharapkan hasil panen jagung nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten PALI.(sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts