Rayakan HUT ke-78 Polwan, Kapolres PALI Dorong Polwan Berkiprah di Kancah Internasional

Rayakan HUT ke-78 Polwan, Kapolres PALI Dorong Polwan Berkiprah di Kancah Internasional



PALI-SiniNews.Com — Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., mendorong Polisi Wanita (Polwan) di lingkungan Polres PALI untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).


Pesan tersebut disampaikan Januar saat memimpin peringatan Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 yang digelar di Ruang Video Conference (Vicon) Polres PALI, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres PALI dan seluruh Polwan.


Dalam arahannya, Kapolres PALI menekankan pentingnya peningkatan kompetensi Polwan agar mampu menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin berkembang di era digital.


"Kepada Polwan Polres PALI untuk terus meningkatkan keahlian, upgrade skill, terutama dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) guna mendukung efisiensi tugas kepolisian modern," kata Kapolres.


Selain penguasaan teknologi, Kapolres juga mendorong Polwan Polres PALI untuk memiliki kesempatan berkiprah dalam misi internasional. Salah satunya dengan bergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Formed Police Unit (FPU).


"Harapan saya, Polwan Polres PALI dapat bergabung dalam pasukan perdamaian PBB Formed Police Unit atau FPU agar mampu berkiprah di kancah internasional," ujarnya.


Kapolres PALI juga mengingatkan seluruh Polwan agar senantiasa menjalankan tugas secara profesional dan berpedoman pada kode etik kepolisian. Menurutnya, integritas personel menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


"Sesuai komitmen bersama, seluruh Polwan Polres PALI diinstruksikan untuk tetap melaksanakan tugas dengan profesional, memegang teguh kode etik, serta menghindari segala bentuk perbuatan tercela demi menjaga marwah institusi Polri," tegasnya.


Dia menambahkan, Polwan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Karena itu, dedikasi dan kemampuan Polwan perlu terus dikembangkan agar semakin tangguh dalam menjalankan tugas.


"Kami bangga atas dedikasi Polwan Polres PALI hari ini, dan kami akan memastikan mereka tumbuh menjadi personel yang semakin tangguh, cerdas, dan dicintai masyarakat di masa depan," kata Januar.


Peringatan HUT ke-78 Polwan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan diawali pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan serta arahan Kapolres PALI, kemudian pemotongan tumpeng dan ditutup.


Turut hadir Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., para PJU Polres PALI, serta seluruh Polwan. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.


Peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran Polwan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional dan humanis.(SN/Perry)

Share:

Menhut RI Apresiasi Kinerja Gubernur Sumsel Tanggulangi Karhutla


Menhut RI Apresiasi Kinerja Gubernur Sumsel Tanggulangi Karhutla


Palembang. SININEWS.COM – Tren titik panas (hotspot) dan titik kebakaran (fire spot) di Sumatera Selatan menunjukkan perbaikan. Meski demikian, pemerintah memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak mengendur dan justru memperkuat kekuatan Satgas Darat untuk memastikan titik api yang masih ada dapat segera dipadamkan.


Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., didampingi Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., dan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 di Griya Agung, Senin (31/8/2026) pagi.


Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Ph.D., mengatakan kehadirannya bersama Kepala BNPB di Sumatera Selatan merupakan bagian dari upaya memastikan perintah Presiden terkait penanganan karhutla dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan.


“Alhamdulillah, dari evaluasi yang kita selenggarakan di ruangan tadi, meskipun suasana belum bisa kita katakan baik-baik saja, namun secara umum kalau kita lihat dari data, dari statistik yang ada, jumlah hotspot maupun jumlah fire spot di Sumatera Selatan terus menurun,” ujar Raja Juli.


Ia menegaskan, kondisi Sumatera Selatan memang belum dapat dikatakan aman. Namun, tren penurunan tersebut menjadi indikator positif dari kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengendalikan karhutla.


“Belum pada kondisi yang aman, tetapi sekali lagi trennya terus membaik, jumlah hotspot maupun jumlah fire spot yang menurun,” katanya.


Raja Juli memastikan pemerintah hadir untuk menangani karhutla sekaligus menjaga kesehatan masyarakat. Seluruh kementerian dan lembaga, baik di tingkat pusat maupun daerah, terus berjibaku melakukan pemadaman dan memastikan dampak karhutla terhadap masyarakat dapat ditekan.


Menteri Kehutanan juga mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk terus berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Ia meminta masyarakat, petani, pekebun, maupun perusahaan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.


“Kondisinya memang tidak sedang baik-baik saja,” tegasnya.


Raja Juli mengatakan kondisi cuaca masih menjadi tantangan karena berdasarkan informasi BMKG, periode kering diperkirakan masih berlangsung hingga awal Oktober. September juga diperkirakan menjadi periode penting dalam penanganan karhutla.


Karena itu, pemerintah mendorong edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk para influencer dan generasi muda yang aktif di media sosial.


Ia menekankan bahwa pembakaran lahan bukan solusi yang tepat, terutama di tengah kondisi El Niño yang kuat. Selain penguatan operasi darat dan udara, pemerintah juga berharap kondisi cuaca pada awal September dapat membantu proses pemadaman. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat potensi bibit hujan pada awal September yang diharapkan dapat mendukung upaya pemadaman, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca.


Di tengah upaya penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, dukungan helikopter water bombing juga menghadapi tantangan karena sejumlah helikopter harus dikerahkan untuk menangani kebakaran luar biasa di beberapa taman nasional.


“Beberapa heli yang mestinya water bombing, yang mestinya bisa dipergunakan dan dimaksimalkan di enam provinsi prioritas, tetapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional, akhirnya heli ini juga dideploy ke taman-taman nasional tersebut,” kata Raja Juli.


Karena kondisi tersebut, Kementerian Kehutanan mengambil langkah penutupan sementara dan penutupan terbatas di sejumlah taman nasional untuk mengurangi risiko keselamatan sekaligus mendukung efektivitas penanganan kebakaran.


Raja Juli juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Selatan, bupati dan wali kota, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan mengerahkan sumber daya secara maksimal dalam penanganan karhutla.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang luar biasa memberikan perhatian, mencurahkan tenaga, pikiran, energi untuk mengatasi karhutla ini,” ujarnya.


Dengan tren hotspot dan fire spot yang terus membaik, pemerintah optimistis upaya penanganan dapat terus menekan luasan kebakaran. Namun, seluruh pihak tetap diminta waspada dan tidak mengendurkan upaya pencegahan maupun pemadaman, terutama selama kondisi kering masih berlangsung.


“Insyaallah pemerintah akan hadir, terus hadir untuk menyelesaikan masalah ini. Tetapi sekali lagi dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, di tengah El Niño yang sangat kuat ini. Kami berharap kerja sama semua pihak,” kata Raja Juli.


Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa berdasarkan data per 30 Agustus, terdapat 11 fire spot di Sumatera Selatan. Setelah dilakukan pengecekan melalui patroli, helikopter, maupun drone, 11 titik tersebut terkonfirmasi sebagai lokasi yang benar-benar mengalami kebakaran.


Sebanyak 11 fire spot tersebut mencakup lahan sekitar 60 hektare lebih. Setelah dilakukan operasi pemadaman, hingga hari sebelumnya sekitar 15 hektare telah berhasil dipadamkan. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 45 hektare yang menjadi fokus penanganan.


“Artinya, memang Satgas Darat ini menjadi kekuatan utama untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kepala BNPB.


Ia mengungkapkan, dari sekitar 15 hektare lahan yang berhasil dipadamkan dalam operasi sebelumnya, sekitar 2,5 hektare ditangani melalui operasi helikopter water bombing, sedangkan sisanya dipadamkan oleh Satgas Darat.


Data tersebut menjadi dasar pemerintah untuk meningkatkan kekuatan Satgas Darat di seluruh wilayah Sumatera Selatan.


“Pemadamannya itu tadi, Satgas Daratnya diperbanyak karena terbukti bahwa operasi pemadaman dengan Satgas Darat itu lebih utama dibandingkan hanya mengandalkan operasi udara,” katanya.


Satgas Darat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, hingga unsur masyarakat lainnya. Operasi di lapangan akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dengan dukungan Forkopimda.


Kepala BNPB juga mengingatkan masyarakat dan media agar dapat membedakan antara hotspot dan fire spot. Hotspot merupakan titik panas yang terdeteksi melalui satelit dan belum tentu menunjukkan adanya kebakaran di permukaan.


“Hotspot disampaikan di situ seribu. Itu belum tentu seribu itu kebakaran di bawah. Karena kompor masak juga bisa menjadi titik panas di situ,” jelasnya.


Ia mengatakan, data hotspot memiliki tingkat kepercayaan rendah, sedang, dan tinggi. Titik dengan tingkat kepercayaan tinggi kemudian diverifikasi menggunakan patroli darat, helikopter, maupun drone.


Sebagai contoh, dari 37 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terpantau di Sumatera Selatan, setelah dilakukan verifikasi hanya ditemukan 11 fire spot yang benar-benar merupakan kebakaran.


“Kalau lebih objektif lagi, ya fire spot. Fire spot itu betul-betul kebakaran di bawah,” ujarnya.


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menekankan bahwa faktor manusia memiliki peran besar dalam terjadinya karhutla. Karena itu, pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan teknologi maupun operasi pemadaman.


Menurutnya, upaya penanganan harus dilakukan secara bersama-sama melalui pendekatan promotif, preventif, dan penanganan langsung di lapangan.


“Masing-masing paling tidak kita ada peran pada posisi promotif, preventif, dan penanganan juga,” ujarnya.


Ia mengajak masyarakat, termasuk pengguna media sosial, untuk ikut menyampaikan edukasi mengenai bahaya dan dampak pembakaran lahan.


Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga terus memperkuat dukungan kepada masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla. Masyarakat yang bergabung dalam pasukan darat akan mendapatkan dukungan operasional sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka.


Di bidang kesehatan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota untuk memastikan pelayanan bagi masyarakat terdampak asap tetap berjalan. Puskesmas diarahkan untuk membuka pelayanan selama 24 jam guna menangani masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan pelayanan yang diupayakan tidak membebani masyarakat.(sn)

Share:

Hari Pramuka ke-65, Wagub Cik Ujang Ajak Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045


Hari Pramuka ke-65, Wagub Cik Ujang Ajak Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045


PALEMBANG. SININEWS.COM – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel, H. Cik Ujang, mengajak generasi muda, khususnya anggota Gerakan Pramuka, untuk berperan aktif mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.


Hal tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumsel yang digelar di Aula SMK Negeri 6 Palembang, Senin (31/8/2026).


Peringatan Hari Pramuka ke-65 diawali dengan upacara yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut dinilai relevan dengan upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional sekaligus mendorong peran generasi muda dalam mendukung pembangunan.


Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Menurutnya, 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah diwarnai berbagai bentuk pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap Tanah Air.


“Gerakan Pramuka telah melalui enam puluh lima tahun perjalanannya. Ini merupakan perjalanan yang cukup panjang, dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta Tanah Air yang kokoh dan kuat,” ujar Cik Ujang.


Ia mengatakan, dari generasi ke generasi, Gerakan Pramuka telah melahirkan berbagai tokoh dan sumber daya manusia yang mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma juga dinilai mampu menjadi pedoman dalam membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.


Karena itu, Cik Ujang menegaskan bahwa Hari Pramuka tidak sekadar menjadi peringatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


“Tema Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Sumatera Selatan Tahun 2026 merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kemandirian nasional,” katanya.


Menurut Cik Ujang, konsep swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga mencakup pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.


Melalui pendidikan kepramukaan, ia berharap tumbuh budaya produktif dan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Selain itu, anggota Pramuka diharapkan semakin peduli terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi tepat guna, serta memiliki semangat kewirausahaan sejak usia muda.


“Inilah yang ingin saya tanamkan kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka, dalam memaknai dan mewujudkan Sumatera Selatan Mandiri Pangan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.


Selain swasembada pangan, Cik Ujang juga menyoroti peran Gerakan Pramuka dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan kebencanaan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menimbulkan kabut asap di wilayah Sumsel.


Menurutnya, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas udara, membatasi jarak pandang, serta mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, anggota Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan karena telah dibekali berbagai keterampilan serta memiliki semangat kepedulian sosial.


“Anggota Pramuka dapat membantu memberikan informasi mengenai bahaya kabut asap, mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan, membantu pembagian masker, serta mendukung kegiatan evakuasi bagi masyarakat yang terdampak,” jelasnya.


Melalui semangat Tri Satya dan Dasa Darma, Cik Ujang berharap Pramuka mampu menjadi generasi yang tanggap, peduli, disiplin, dan siap membantu masyarakat. Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan serta rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat juga harus terus ditingkatkan.


Lebih lanjut, Cik Ujang menekankan bahwa keberhasilan pembinaan kepramukaan bukan merupakan hasil kerja individu, melainkan membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama seluruh pihak.


Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota, TNI dan Polri, camat, jajaran Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), pembina, pelatih, orang tua, serta seluruh mitra strategis Gerakan Pramuka yang selama ini telah memberikan dukungan.


Cik Ujang juga meminta jajaran pengurus Gerakan Pramuka, mulai dari Kwarda, Kwartir Cabang (Kwarcab), Kwartir Ranting (Kwaran), hingga Gugusdepan, untuk terus melakukan berbagai inovasi dalam menyusun kegiatan kepramukaan.


“Saya ingin kakak-kakak melakukan langkah kreatif, adaptif, dan kolaboratif dalam menyusun kegiatan kepramukaan, sehingga betul-betul menjadi wadah pembinaan dan semakin diminati oleh generasi muda,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Sumsel, Riza Pahlevi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Pramuka menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah dan nasional.


“Gerakan Pramuka harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan, sehingga mampu menjadi wadah pendidikan karakter yang relevan bagi generasi muda,” tegasnya.


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, Ketua BKOW sekaligus Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Ketua Kormi Sumsel Hj. Samantha Tivani HD, Wakil Bupati OKU Selatan H. Misnadi, Wakil Bupati OKU Timur M. Adi Anugrah Purna Yudha, serta Plt. Bupati Muara Enim H. Sumarni.(sn)

Share:

Dewan Pers Akan Kumpulkan Seluruh Konstituen Bahas Penyelenggaraan Hari Pers Nasional


Dewan Pers Akan Kumpulkan Seluruh Konstituen Bahas Penyelenggaraan Hari Pers Nasional


JAKARTA. SININEWS.COM – Dewan Pers akan menggelar pertemuan dengan seluruh konstituennya untuk membahas penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) yang selama ini diperingati setiap 9 Februari.


Langkah tersebut diambil setelah Dewan Pers menerima sedikitnya empat surat dari organisasi konstituen sepanjang tahun 2026. Surat-surat tersebut berasal dari dua organisasi perusahaan pers dan dua organisasi wartawan yang pada intinya mempertanyakan serta menyampaikan pandangan mengenai mekanisme penyelenggaraan Hari Pers Nasional ke depan.


Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, mengatakan persoalan penyelenggaraan HPN perlu dibicarakan secara terbuka, proporsional, dan mengedepankan semangat kebersamaan seluruh unsur pers nasional.


“Dewan Pers memandang penting untuk mendengarkan seluruh pandangan dari konstituen. Karena Hari Pers Nasional merupakan momentum penting bagi dunia pers Indonesia, maka pembicaraan mengenai penyelenggaraannya perlu dilakukan secara musyawarah dan melibatkan seluruh unsur yang terkait,” ujar Komaruddin Hidayat.


Dalam surat yang diterima Dewan Pers, terdapat konstituen yang menawarkan diri untuk menjadi penyelenggara HPN tahun 2027. Sementara konstituen lainnya mengusulkan agar Dewan Pers menjadi penanggung jawab kegiatan tahunan komunitas pers tersebut, dengan pelaksanaan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh konstituen Dewan Pers.


Usulan tersebut didasarkan pada pandangan bahwa Hari Pers Nasional merupakan peringatan yang memiliki dasar hukum berupa Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.


Dalam Keputusan Presiden tersebut disebutkan bahwa tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional. Namun, dalam ketentuan itu tidak secara khusus disebutkan mengenai lembaga atau organisasi yang ditetapkan sebagai penyelenggara HPN.


Menurut Komaruddin, perbedaan pandangan tersebut justru harus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan membangun kesepahaman bersama di antara seluruh elemen pers.


“Yang paling penting adalah bagaimana Hari Pers Nasional dapat menjadi milik bersama insan pers Indonesia. Karena itu, Dewan Pers akan mempertemukan seluruh konstituen, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI, yang selama ini menjadi penanggung jawab dan penyelenggara HPN,” katanya.


Sebagaimana diketahui, HPN menjadi salah satu topik pembahasan dalam rapat pleno Dewan Pers pada 27 Agustus 2026.


Dalam rapat tersebut, Dewan Pers memutuskan untuk menindaklanjuti berbagai surat dan aspirasi yang masuk dengan menggelar pertemuan bersama seluruh konstituen Dewan Pers.


Selain membahas mekanisme penyelenggaraan HPN, rapat pleno Dewan Pers juga memutuskan untuk merencanakan usulan perubahan terhadap Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.


Rencana perubahan tersebut dinilai penting karena Keppres Nomor 5 Tahun 1985 masih mendasarkan pertimbangannya pada regulasi pers yang sudah tidak berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1967.


Sementara saat ini, penyelenggaraan kehidupan pers nasional telah berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


Dewan Pers sendiri merupakan lembaga yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Anggota Dewan Pers juga ditetapkan melalui Keputusan Presiden.


Komaruddin menegaskan, Dewan Pers akan mengedepankan dialog dalam mencari format terbaik bagi penyelenggaraan HPN di masa mendatang.


“Kita ingin semua pihak duduk bersama dan mencari titik temu. Semangatnya bukan siapa yang paling berhak, tetapi bagaimana Hari Pers Nasional dapat diselenggarakan secara baik, bermartabat, inklusif, dan menjadi momentum bersama untuk memperkuat kehidupan pers yang profesional dan bertanggung jawab di Indonesia,” tegas Komaruddin Hidayat.


Melalui pertemuan dengan seluruh konstituen tersebut, Dewan Pers berharap dapat diperoleh kesepahaman bersama mengenai tata kelola dan penyelenggaraan Hari Pers Nasional, termasuk kemungkinan penyempurnaan dasar hukum yang menjadi landasannya.


Dengan demikian, peringatan Hari Pers Nasional ke depan diharapkan semakin mencerminkan semangat kebersamaan, persatuan, dan kolaborasi seluruh elemen pers Indonesia. (sn)

Share:

Polres PALI dan DPRD Dorong Sinergi Cegah Karhutla

Polres PALI dan DPRD Dorong Sinergi Cegah Karhutla



PALI-SiniNews.Com — Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersama DPRD PALI mendorong seluruh pihak memperkuat sinergi dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten PALI.


Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka evaluasi dan tindak lanjut peristiwa karhutla yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD PALI, Senin (31/8/2026).


Rapat tersebut dihadiri Ketua DPRD PALI H. Ubaidillah, S.H., Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., Wakil Ketua II DPRD PALI H. Kristian, S.M., Asisten III Pemkab PALI H. Haryono, S.H., anggota DPRD, kepala dinas dan kepala OPD, perwakilan perusahaan swasta, insan pers serta tamu undangan.


Ketua DPRD PALI H. Ubaidillah, S.H. mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama perusahaan yang memiliki wilayah operasional di Kabupaten PALI.


"Perusahaan harus meningkatkan komitmen dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla. Sarana dan prasarana pemadaman serta kesiapsiagaan personel juga harus dioptimalkan," kata Ubaidillah.


Menurutnya, perusahaan swasta juga perlu memberikan dukungan langsung ketika terjadi kebakaran, termasuk membantu mobil tangki air untuk mempercepat proses pemadaman.


"Kami mendorong perusahaan yang ada di Kabupaten PALI untuk ikut membantu penanganan karhutla, termasuk mengerahkan mobil tangki air apabila dibutuhkan untuk membantu pemadaman," ujarnya.


Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K. melalui Waka Polres Kompol Suprawira,S.H., menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan, TNI, BPBD dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.


"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat agar setiap munculnya titik api dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas," kata Januar.


Kapolres juga mendorong peningkatan patroli dan edukasi kepada masyarakat, khususnya selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Polres PALI bersama seluruh stakeholder akan terus melakukan patroli, sosialisasi dan langkah pencegahan untuk meminimalkan terjadinya karhutla," tegasnya.


Selain itu, dalam RDP dibahas perlunya pembentukan posko siaga di setiap kecamatan yang rawan karhutla. Posko tersebut diharapkan dapat beroperasi selama 24 jam sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat.


Rapat berakhir sekitar pukul 12.45 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Mahasiswa STIK dan Siswa Setukpa Polri Sosialisasi Cegah Karhutla di Talang Ubi

Mahasiswa STIK dan Siswa Setukpa Polri Sosialisasi Cegah Karhutla di Talang Ubi



PALI-SiniNews.Com— Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dan Siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri bersama personel Polsek Talang Ubi melaksanakan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (31/8/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka hutan, lahan maupun kebun dengan cara dibakar.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada SIK., Kasat Binmas Polres PALI AKP Hendrinadi, S.H., mengatakan, pencegahan Karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.


"Upaya pencegahan Karhutla harus dilakukan bersama-sama. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara dibakar karena dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan dan masyarakat sekitar," ujar Kapolres PALI.


Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla serta larangan melakukan pembakaran dalam membuka lahan. Petugas juga memasang poster dan membagikan selebaran yang berisi informasi mengenai pencegahan Karhutla dan bahaya asap akibat pembakaran hutan dan lahan.


Tak hanya sosialisasi, petugas juga membagikan masker kepada masyarakat. Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan sekaligus langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pernapasan akibat kabut asap yang ditimbulkan Karhutla.


"Selain mencegah terjadinya kebakaran, kami juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Pembagian masker ini merupakan salah satu langkah antisipasi terhadap dampak asap apabila terjadi Karhutla," katanya.


Kegiatan tersebut melibatkan Kasat Binmas Polres PALI AKP Hendrinadi, S.H., M.H., Mahasiswa STIK IPTU Zainal Azis, S.Tr.K. dan IPTU Andhika Rizkiawan R., S.Tr.K., M.Si., serta Siswa Setukpa Polri Pitua Pasaribu, S.H.


Turut terlibat Bhabinkamtibmas Polsek Talang Ubi AIPDA Hendrick Ediman dan BRIGPOL Arif Wahyudi Ramadhan, BA Unit Binmas Polres PALI BRIGPOL Diki Andriando, serta BA Unit Intelkam Polsek Talang Ubi BRIPTU Akhmad Syaputra, S.H.


Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian maupun instansi terkait apabila mengetahui adanya titik api atau aktivitas pembakaran hutan dan lahan.


"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan titik api maupun pembakaran lahan. Pencegahan sejak dini sangat penting agar Karhutla tidak meluas," ujarnya.


Sosialisasi, pemasangan poster, pembagian selebaran dan masker tersebut berakhir sekitar pukul 13.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.(SN/Perry).

Share:

Dukung Program Adiwiyata di Hari Kemerdekaan, SD Negeri 28 Talang Ubi Gelar Lomba Kebersihan dan Taman Kelas


*Dukung Program Adiwiyata di Hari Kemerdekaan, SD Negeri 28 Talang Ubi Gelar Lomba Kebersihan dan Taman Kelas*

 

PALI. SININEWS.COM — Wujud mendukung program Adiwiyata pada HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Sekolah Dasar (SD) Negeri 28 Talang Ubi Kabupaten PALI mengadakan lomba kebersihan dan taman kelas.


Kegiatan tersebut selain memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli lingkungan di kalangan siswa.

 

Lomba tersebut dinilai berdasarkan aspek kerapihan, kebersihan, penataan ruang kelas, keindahan taman, pemanfaatan barang bekas, serta inovasi yang ditampilkan. Proses penilaian berlangsung selama satu hari.

 

Pada Senin, 31 Agustus 2026, dilakukan pengumuman pemenang lomba oleh dewan juri yang terdiri dari Rustini perwakilan Dinas Pendidikan, Datim Putri W Dinas Lingkungan Hidup, dan Habibi M Aridi perwakilan media .

 

Kepala Sekolah SD Negeri 28 Talang Ubi, Yenni Afnita, menyampaikan bahwa lomba ini merupakan wujud kepedulian siswa, wali kelas, dan wali murid dalam mendukung program Adiwiyata sekaligus menyemarakkan semangat kemerdekaan, serta membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan.

 

“Melalui lomba ini, kami ingin siswa tidak hanya diajarkan pentingnya kebersihan, tetapi juga bagaimana menjaga dan merawat lingkungan mereka dengan penuh tanggung jawab, serta menumbuhkan inovasi siswa dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar kelas dan sekolah, yang bersih dan asri. SDN 28 Talang Ubi juga menjalankan program  SATRIA (Satu Anak Tanam Rawat Indah dan Asri) " ujarnya.

 

Yenni menambahkan bahwa kebersihan dan keindahan kelas adalah hal yang harus dibiasakan di lingkungan sekolah. “Ini adalah langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan, yang nantinya akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa. Kami berharap, melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih peduli terhadap kebersihan, keasrian lingkungan dan menerapkannya tidak hanya di sekolah, namun juga di rumah masing-masing,” lanjutnya.

 

Berdasarkan hasil penilaian, Kelas 5B berhasil meraih juara pertama dengan penataan ruang kelas dan taman yang sangat rapi dan bersih. Juara kedua diraih Kelas 2B, sedangkan juara ketiga jatuh kepada Kelas 4B. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan dan keindahan taman kelas.

 

Tim dewan juri dari Adiwiyata Kabupaten PALI memberikan apresiasi atas antusiasme serta kreativitas yang ditunjukkan oleh para siswa, wali kelas, dan seluruh warga SD Negeri 28 Talang Ubi.

 

“Kami sangat mengapresiasi usaha Kepala Sekolah SD Negeri 28 Talang Ubi dalam menerapkan nilai-nilai Adiwiyata melalui lomba kebersihan dan kerapian taman kelas. Ini merupakan langkah positif dalam mempersiapkan generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ungkap perwakilan dewan juri.

 

Perwakilan dewan juri juga menambahkan bahwa program Adiwiyata tidak hanya mencakup kebersihan, tetapi juga berbagai aspek pengelolaan lingkungan yang lebih luas. “Kegiatan seperti lomba kebersihan dan kerapian kelas ini sangat mendukung tujuan kami dalam mengembangkan sekolah yang peduli lingkungan dan berkelanjutan,” tambahnya.

 

Diharapkan lomba ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten PALI dalam menerapkan prinsip-prinsip Adiwiyata. “Kebersihan bukan hanya tentang menjaga kelas tetap rapi, tetapi juga tentang menciptakan rasa tanggung jawab pada siswa untuk menjaga lingkungan mereka. Semoga lomba ini dapat terus dilaksanakan dan memberi dampak positif bagi semua pihak,” tutupnya. (sn)

Share:

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Festival Panjat Pinang Sumeks 2026, Tekankan Gotong Royong dan Kebersamaan


Sekda Sumsel Edward Candra Buka Festival Panjat Pinang Sumeks 2026, Tekankan Gotong Royong dan Kebersamaan


Palembang. SININEWS.COM– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Dr. Drs. H Edward Candra, M.H. menekankan pentingnya semangat gotong royong, kebersamaan, serta pelestarian permainan rakyat dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Festival Panjat Pinang Sumatera Ekspres Tahun 2026 di Venue Voli Pantai, Jakabaring Sport City (JSC), Minggu (30/8/2026).


Sekda Sumsel mengatakan, festival panjat pinang bukan sekadar perlombaan atau hiburan masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari tradisi rakyat yang lekat dengan semangat perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.


“Panjat pinang mengajarkan kepada kita bahwa untuk mencapai sebuah tujuan, tidak ada yang dapat dilakukan seorang diri. Ada yang menjadi pijakan, ada yang menopang, ada yang menjaga keseimbangan, dan ada yang berjuang mencapai puncak. Semua mempunyai peran,” ujar Sekda.


Menurutnya, filosofi tersebut mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia. Setiap individu memiliki peran dan kontribusi dalam mencapai tujuan bersama.


Karena itu, Sekda menyampaikan apresiasi kepada Sumatera Ekspres yang telah menyelenggarakan Festival Panjat Pinang Tahun 2026. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.


“Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menghidupkan kembali permainan rakyat sebagai bagian dari kekayaan budaya kita,” katanya.


Sekda juga mengajak generasi muda Sumatera Selatan untuk tidak meninggalkan tradisi dan permainan rakyat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mengemas tradisi agar tetap menarik, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.


“Kepada generasi muda Sumatera Selatan, jangan pernah malu dengan tradisi dan permainan rakyat kita. Justru kita harus bangga dan mampu mengemasnya menjadi kegiatan yang menarik, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” tegasnya.


Ia menambahkan, nilai yang terkandung dalam permainan panjat pinang tetap relevan bagi generasi saat ini. Semangat untuk bermimpi, bekerja keras, berani menghadapi tantangan, dan tidak mudah menyerah harus terus ditanamkan.


“Panjat pinang boleh tradisional, tetapi semangatnya harus selalu modern: berani bermimpi, berani bekerja keras, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.


Kepada seluruh peserta festival, Sekda berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas serta memperhatikan keselamatan selama mengikuti perlombaan.


“Selamat bertanding. Jaga keselamatan, junjung tinggi sportivitas, dan yang paling penting, nikmati kebersamaan dalam festival ini,” pesannya.


Dengan semangat persatuan dan gotong royong, Sekda kemudian secara resmi membuka Festival Panjat Pinang Sumatera Ekspres Tahun 2026.


Festival tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan permainan rakyat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan masyarakat dalam memaknai semangat kemerdekaan Republik Indonesia.


Sementara itu, Manager Sumeks Iwan Irawan mengatakan, festival yang digelar selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, tersebut menjadi salah satu agenda untuk menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia.


Sebanyak 45 batang pinang telah disiapkan. Jumlah tersebut, menurut Iwan, menyesuaikan dengan kondisi efisiensi saat ini. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan panitia untuk tetap menyajikan kegiatan yang menarik bagi masyarakat.


Dari 45 batang pinang yang disiapkan, lima di antaranya akan dipasang dalam posisi miring di atas air dan menghadap kawasan Venue Dayung JSC.


Selain itu, panitia juga menyiapkan empat batang pinang dengan ketinggian sekitar 3–4 meter yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak dan ibu-ibu.


Tak hanya panjat pinang, festival tersebut juga diramaikan berbagai lomba tradisional, seperti balap karung, lomba kelereng, gebuk bantal, dan sejumlah permainan lainnya.(sn)

Share:

Cegah Karhutla, Polsek Tanah Abang Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan

Cegah Karhutla, Polsek Tanah Abang Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan



PALI-SiniNews.Com— Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Abang menggelar patroli sekaligus sosialisasi larangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar di Desa Suka Manis, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Minggu (30/8/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Kabupaten PALI.


Sosialisasi dan patroli dimulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB. Dalam kegiatan itu, personel Polsek Tanah Abang menyambangi masyarakat Desa Suka Manis dan menyampaikan imbauan agar warga tidak membuka lahan maupun kebun dengan cara membakar.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, SH dalam kegiatan tersebut diwakili Brigpol Marno. Turut hadir Kepala Desa Suka Manis serta masyarakat setempat.


Kapolsek Tanah Abang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan atau membuka lahan. Warga juga diajak memanfaatkan potensi yang ada secara aman untuk membantu perekonomian keluarga.


“Dalam mengingat saat ini sedang memasuki musim kemarau agar masyarakat jangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Manfaatkan pohon karet yang sudah tua yang hendak ditebang dengan dijual sehingga dapat menambah perekonomian keluarga,” ujar Kapolsek.


Selain menyampaikan imbauan, polisi juga menegaskan bahwa membuka lahan dengan cara membakar memiliki konsekuensi hukum. Masyarakat diminta tidak mengambil tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran dan meluas ke lahan lainnya.


“Apabila membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, hal tersebut melanggar hukum dan dapat diproses sesuai undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.


Polsek Tanah Abang berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Upaya pencegahan dinilai penting dilakukan sejak dini agar kebakaran tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.


Kegiatan sosialisasi dan patroli berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif.


Polsek Tanah Abang menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.(SN/Perry)

Share:

Gubernur Herman Deru Resmikan VinFast Sedulur Indonesia Palembang, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Dukung Zero Emisi


Gubernur Herman Deru Resmikan VinFast Sedulur Indonesia Palembang, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Dukung Zero Emisi


Palembang. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru meresmikan VinFast Sedulur Indonesia Chapter Palembang, Minggu (30/8/2026). Peresmian ini menjadi penanda tumbuhnya komunitas pengguna kendaraan listrik di Sumatera Selatan yang siap mendukung program pemerintah menuju zero emisi.


Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengaku bangga dapat hadir sekaligus menjadi bagian dari komunitas VinFast Sedulur Indonesia.


“Saya sengaja hadir karena ini kebanggaan bagi saya menjadi anggota komunitas VinFast Sedulur Indonesia. Kendaraan listrik ini diberikan fasilitas oleh pemerintah karena tidak membebani APBN dengan subsidi BBM. Karena kita diberikan privilege, maka harus ada kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Herman Deru.


Gubernur meminta VinFast Palembang turut memperbanyak titik stasiun pengisian daya kendaraan listrik atau charger di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Hal ini dinilai penting agar ekosistem kendaraan listrik dapat berjalan secara optimal.


Selain itu, Herman Deru juga berharap terbentuknya VinFast Sedulur Palembang dapat menjadi wadah untuk melaksanakan berbagai aktivitas sosial.


“Bisa dimulai dari hal kecil seperti membagikan masker kepada masyarakat. Komunitas ini harus hadir memberi manfaat, bukan hanya untuk anggotanya,” pesannya.


Kepala Cabang VinFast Palembang sekaligus Ketua Panitia, Akto Berlin, melaporkan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sehari sebelumnya dengan agenda donor darah. Peresmian komunitas ini sekaligus menjadi ajang untuk meningkatkan silaturahmi antaranggota VinFast Sedulur Indonesia di Sumatera Selatan.


“VinFast Sedulur Indonesia mendukung penuh program pemerintah untuk zero emisi. Kami ingin komunitas ini aktif, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat Palembang dan Sumsel,” kata Akto Berlin.


Dengan diresmikannya komunitas ini, diharapkan pengguna VinFast di Sumatera Selatan tidak hanya menikmati teknologi ramah lingkungan, tetapi juga menjadi pelopor gaya hidup berkelanjutan serta kepedulian sosial di daerah.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts