Binrohtal, Personel Polres PALI Diingatkan Tugas Polisi sebagai Amanah

Binrohtal, Personel Polres PALI Diingatkan Tugas Polisi sebagai Amanah



PALI-- SiniNews.Com— Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi seluruh personel, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan personel agar semakin profesional, berintegritas, serta humanis dalam menjalankan tugas.


Kegiatan Binrohtal berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Masjid Jami Assa’idiyyah, Kompleks Polres PALI. Seluruh personel Polres PALI, termasuk Pejabat Utama dan para perwira, mengikuti kegiatan tersebut.


Sebelum Binrohtal dimulai, personel terlebih dahulu mengikuti apel yang dipimpin Kabag SDM Polres PALI Kompol Sutrisman, S.H., M.M. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin oleh Bripka Pirzan, tausyiah agama, pembacaan doa, dan ditutup dengan kegiatan penutup.


Dalam tausyiahnya, Ustadz Sulaiman mengingatkan para personel bahwa tugas kepolisian merupakan pekerjaan yang memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Tugas sebagai anggota Polri adalah tugas yang mulia sekaligus penuh dengan amanah berat. Di pundak Bapak dan Ibu sekalian, tertumpang harapan masyarakat akan rasa aman, keadilan, dan ketertiban,” ujar Ustadz Sulaiman dalam tausyiahnya.


Ia juga mengingatkan agar personel menjadikan tugas kepolisian sebagai bagian dari ibadah dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas sehari-hari.


“Profesi ini bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah, melainkan sarana mengumpulkan bekal akhirat yang sangat potensial. Ketika orang lain tidur lelap, para personel Polri berjaga menjaga keamanan; itulah salah satu amalan yang dicintai Allah SWT,” katanya.


Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melalui kegiatan Binrohtal tersebut menekankan pentingnya pembinaan mental dan spiritual bagi personel sebagai bagian dari kesiapan menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


“Kegiatan Binrohtal ini merupakan upaya pembinaan keimanan dan ketakwaan personel. Dengan mental dan spiritual yang kuat, kami berharap seluruh anggota mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas,” ujar Januar.


Kegiatan Binrohtal berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Lokasi dan Pelaksana HPN 2027 Belum Ditetapkan, SMSI Usulkan Jakarta dan Didukung AMSI


 Lokasi dan Pelaksana HPN 2027 Belum Ditetapkan, SMSI Usulkan Jakarta dan Didukung AMSI


JAKARTA — Dewan Pers hingga Rabu malam (2/9/2026) belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab dan pelaksana Hari Pers Nasional (HPN) 2027.


Kepastian tersebut disampaikan sejumlah unsur Dewan Pers setelah pada Rabu siang Dewan Pers mengadakan pertemuan dengan delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang memaparkan kesiapan menjadi pelaksana HPN 2027.


Penegasan serupa disampaikan anggota Dewan Pers Abdul Manan. Ia mengatakan Dewan Pers belum membuat keputusan akhir terkait HPN 2027.


Menurutnya, pertemuan tadi siang itu dimaksudkan untuk mendengarkan pandangan dari PWI soal aspirasi konstituen DP yang lain. Sebab, PWI tidak datang dalam pertemuan membahas soal HPN ini sebelumnya. Dari penjelasan tadi siang, PWI masih merasa bahwa organisasinya adalah lembaga yang berhak menjadi penanggungjawab dan penyelenggara karena HPN itu ada kaitan erat dengan sejarah organisasi ini. Namun dalam pelaksanaannya akan melibatkan konstituen DP lainnya.


"Menurut saya, pangkal soalnya 'kan di sini. Meski HPN itu memakai tanggal kelahiran PWI, tapi ini 'kan namanya HPN yang seharusnya merupakan hari yang dirayakan semua komunitas pers. Karena itu, pelaksanaannya mestinya dilakukan bersama-sama, tidak dimonopoli atau didominasi oleh satu organisasi wartawan. Dan karena ini acara bersama, yang lebih tepat menjadi penanggungjawab, ya seharusnya bukan organisasi wartawan, tapi lembaga yang punya otoritas lebih besar di bidang pers atau yang menaungi organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers, yaitu DP, " ujar Abdul Manan.


Ditambahkan Abdul Manan, disebutkan, tentu saja bisa dimengerti jika PWI soal HPN ini inginnya seperti status quo, yaitu seperti selama ini terjadi. Namun di sisi lain, konstituen menginginkan ada perubahan karena pelaksanaan HPN ini masih tidak sesuai harapan sebagian besar konstituen DP.


Selama ini agenda HPN lebih banyak diisi oleh agenda satu organisasi wartawan dan ini menimbulkan keengganan konstituen DP lainnya untuk terlibat memperingati HPN.


Memang tidak mudah mengubah praktik HPN yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun ini tak bisa dibiarkan terus menerus. Sebab, itu akan mengurangi makna dari HPN. PWI masih menilai Kepres HPN itu seperti menjadi basis bagi organisasi insan pers itu, untuk menjadi penanggungjawab dan penyelenggara HPN. Padahal kalau kita lihat isinya, keppres itu hanya menetapkan 9 Februari sebagai hari pers nasional. Tapi kepres tidak memberi mandat kepada lembaga atau organisasi tertentu sebagai pelaksananya.


Melihat situasi seperti ini, salah satu anggota DP mengusulkan agar segera ada revisi keppres HPN ini.


"Saya setuju dengan ide itu. Revisi bisa dilakukan antara lain dengan mengubah tanggal HPN atau memperjelas ketentuan di dalamnya, misalnya soal lembaga yang menjadi penanggungjawab atau penyelenggara HPN. Ini merupakan salah satu alternatif yang bisa ditempuh jika tidak ada titik temu yg bisa diterima semua soal HPN ini. Sekali lagi saya sampaikan, pertemuan tadi siang itu adalah forum DP mendengarkan pendangan PWI. Selanjutnya DP akan bertemu dengan konstituen DP lainnya membahas soal ini, apakah misalnya akan mempertahankan praktik yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini, apakah akan membuat peringatan HPN sendiri secara terpisah dari yang dilakukan PWI, atau lainnya, " tambahnya.


Setelah pertemuan dengan konstituen selain PWI, barulah Dewan Pers akan membuat keputusan akhir soal ini melalui rapat pleno. Tentu sikap DP akan berusaha membuat putusan terbaik bagi komunitas pers, mempertimbangkan semua kepentingan konstituen DP yang memang punya aspirasi beragam soal pelaksanaan HPN.


"Putusan dari rapat pleno itulah yang akan menjadi pegangan DP, termasuk jika ditanya oleh pemerintah atau organisasi atau perusahaan yang ingin mendukung acara HPN ini, " tegas Abdul Manan.


Sementara itu, anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli juga menegaskan bahwa belum ada keputusan resmi mengenai lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab panitia HPN 2027.


"Secara resmi Dewan Pers belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang menjadi penanggung jawab panitia HPN," kata Jazuli.


Hal senada disampaikan anggota Dewan Pers, Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Dewan Pers belum menetapkan organisasi yang akan menjadi pelaksana HPN 2027.


"Kemarin kami baru mengundang PWI membahas hal tersebut. Untuk mendiskusikan dengan PWI perihal HPN," ujar Niken.


Pernyataan Niken kembali menegaskan bahwa pertemuan Dewan Pers dengan PWI masih dalam tahap pembahasan dan belum menghasilkan keputusan mengenai penetapan pelaksana HPN 2027.


Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, mengatakan pertemuan dengan PWI belum menghasilkan keputusan mengenai lokasi maupun organisasi pelaksana HPN 2027.


"Belum, tadi hanya pertemuan untuk mendengarkan paparan PWI. Habis ini bicara dengan seluruh konstituen," jelas Totok saat dikonfirmasi wartawan Rabu malam.


AMSI: Belum Ada Rapat Bersama Konstituen


Keterangan dari unsur Dewan Pers tersebut diperkuat oleh Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, yang akrab disapa Bli Komang.


Dalam obrolannya dengan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, Bli Komang menyatakan bahwa Dewan Pers dan para konstituen belum kembali menggelar rapat bersama untuk menetapkan lokasi maupun pelaksana HPN 2027.


"Belum ada rapat lagi bang. Sebaiknya kawan-kawan PWI bersabar menunggu rapat tersebut," ujar Bli Komang.


Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses penentuan lokasi dan pelaksana HPN 2027 masih terbuka dan belum diputuskan melalui forum bersama seluruh konstituen Dewan Pers.


SMSI Usulkan Jakarta, AMSI Siap Mendukung


Di tengah belum adanya keputusan tersebut, Pengurus SMSI Pusat menggelar rapat pleno di kantor pusat SMSI, Jakarta, Rabu malam (2/9/2026).


Dalam rapat pleno tersebut, SMSI membahas perkembangan HPN 2027 dan mengusulkan kepada Dewan Pers agar HPN 2027 dilaksanakan di Jakarta.


Untuk menangkal Hoax yang berkembang, makali kumar sebagai Sekretaris Jenderal SMSI menyampaikan, untuk seluruh elemen bersabar menunggu keputusan Dewan Pers.


"Sebagai sekretaris Jenderal SMSI saya mengajak seluruh fungsionaris SMSI pusat dan daerah setanah air untuk menghindari penyebaran Hoax, dan menahan diri menunggu keputusan Dewan Pers"


Ketika ditanyakan kepada Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) apakah usulan SMSI untuk menyelenggarakan HPN 2027 di Jakarta masih memungkinkan, mengingat belum adanya keputusan resmi Dewan Pers, Wahyu Dhyatmika yang akrab disapa Bli Komang memberikan dukungan.


"AMSI siap dukung SMSI," ujarnya.


Sikap tersebut menunjukkan adanya ruang bagi seluruh konstituen untuk menyampaikan usulan sebelum Dewan Pers mengambil keputusan akhir mengenai lokasi dan pelaksana HPN 2027.


Dengan demikian, hingga Rabu malam (2/9/2026), belum terdapat keputusan resmi Dewan Pers mengenai lokasi HPN 2027 maupun konstituen yang ditetapkan sebagai penanggung jawab dan pelaksana kegiatan.


Selanjutnya, Dewan Pers akan mempertemukan dan meminta pandangan seluruh konstituen untuk membahas HPN 2027. Forum tersebut menjadi penting untuk memastikan keputusan mengenai lokasi dan pelaksana HPN 2027 dilakukan melalui proses yang terbuka dan melibatkan seluruh konstituen Dewan Pers.


Sementara itu, usulan SMSI agar HPN 2027 dilaksanakan di Jakarta mendapat respons positif dari AMSI yang menyatakan kesiapan untuk mendukung usulan tersebut. (sn)

Share:

Sehat, Bugar, Kompak! BRI BO Prabumulih Tunjukkan Semangat Satu Tim


PRABUMULIH, SININEWS
– Sehat badan, kuat kebersamaan. Semangat itu terlihat dalam kegiatan olahraga bersama yang rutin digelar Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Prabumulih.

Sejak pagi, jajaran pimpinan hingga seluruh pekerja BRI BO Prabumulih turun bersama mengikuti aktivitas olahraga. Suasana yang biasanya dipenuhi kesibukan pelayanan perbankan berubah menjadi lebih santai, penuh canda, dan sarat semangat kebersamaan.

Bagi BRI BO Prabumulih, olahraga bersama bukan hanya tentang menjaga kebugaran. Di balik aktivitas fisik tersebut, terselip misi memperkuat komunikasi, membangun kekompakan, sekaligus menciptakan suasana kerja yang semakin harmonis.

Branch Manager BRI BO Prabumulih, R P Rafi Rafsanjani, mengatakan kondisi fisik yang prima dan tim yang solid merupakan bagian penting dalam menunjang kinerja, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.

Menurutnya, olahraga menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat hubungan antarpekerja.

“Melalui olahraga bersama ini kami ingin membangun kebersamaan, menjaga kesehatan, sekaligus memperkuat kekompakan seluruh insan BRI BO Prabumulih. Dengan tubuh yang sehat dan hubungan kerja yang baik, diharapkan pelayanan kepada nasabah juga akan semakin optimal,” ujar Rafi.

Layaknya sebuah tim yang membutuhkan kerja sama untuk meraih target, lingkungan kerja juga membutuhkan kekompakan. Karena itu, kesempatan berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan dinilai penting untuk membangun komunikasi yang lebih cair antarkaryawan.

Canda dan tawa pun mewarnai kegiatan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian olahraga yang dilakukan bersama. Tidak ada sekat antara pimpinan dan pekerja. Semua melebur dalam satu suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Di tengah tuntutan pekerjaan dan aktivitas pelayanan yang padat, menjaga kebugaran menjadi bagian penting. Kondisi tubuh yang sehat diharapkan mampu membantu pekerja mempertahankan stamina, konsentrasi, serta semangat dalam menjalankan tugas.

Lebih dari itu, kegiatan olahraga bersama juga menjadi momentum untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kesehatan. Dengan kondisi fisik serta mental yang lebih baik, produktivitas kerja diharapkan ikut meningkat.

BRI BO Prabumulih terus mendorong terciptanya budaya kerja yang sehat dan saling mendukung. Olahraga bersama menjadi salah satu wadah untuk menumbuhkan semangat tersebut sekaligus memperkuat sinergi di lingkungan kerja.

Sebab, tim yang kompak bukan hanya dibangun saat menjalankan pekerjaan. Kebersamaan juga tumbuh dari momen-momen sederhana ketika seluruh anggota tim dapat berinteraksi, saling mengenal, dan menikmati suasana bersama.

Semangat yang tercipta dari kegiatan tersebut diharapkan terbawa ke ruang kerja. Dengan pekerja yang sehat, solid, dan memiliki komunikasi yang baik, BRI BO Prabumulih optimistis mampu menjaga produktivitas sekaligus menghadirkan pelayanan perbankan yang semakin optimal bagi masyarakat.

Bagi BRI BO Prabumulih, keringat yang keluar saat berolahraga bukan sekadar soal kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tim yang semakin kompak dan siap menghadapi setiap tantangan. (*)

Share:

Kolaborasi Pertamina Pendopo dan Medco E&P Gelar Edukasi Media, SKK Migas: Upaya Nyata Bangun Komunikasi


Jalin Sinergi dengan Wartawan PALI, Pertamina EP Pendopo dan Medco E&P Gelar Edukasi Media


PALI. SININEWS.COM -- Pertamina EP (PEP) Pendopo Field dan Medco E&P menyelenggarakan kegiatan "Edukasi Media: Sinergi Hulu Migas bersama Jurnalis guna Menciptakan Konten Media Edukasi di Era Digital" dalam rangka menjalin sinergi dengan media massa sekaligus mendukung peningkatan kapasitas jurnalis di Kabupaten PALI.


Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Arsendora, Kompleks Pertamina Pendopo, PALI, Rabu (2/9/2026). Sekitar 70 orang wartawan Kabupaten PALI ikut serta.


Inisiatif PEP Pendopo Field dan Medco E&P ini mendapat apresiasi dari Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Safe'i Syafri.


Safe'i menyampaikan kegiatan edukasi media merupakan salah satu upaya nyata untuk terus membangun komunikasi dan pemahaman mengenai kegiatan hulu minyak dan gas bumi, khususnya media massa di wilayah kerja operasi migas.


"Kegiatan hari ini bukan sekadar silaturahmi, satukan langkah agar kokoh berdiri, mari bersama kita jaga harmoni demi ketahanan energi negeri," ucap Safe'i membuka kegiatan tersebut.


PEP Pendopo Field berharap kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus peningkatan sinergi antara KKKS dengan media massa di wilayah operasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. 


"Pertamina EP Pendopo Field percaya, rekan-rekan media adalah mitra strategis hulu migas yang mampu mendorong dan menjaga KKKS untuk mencapai target ketahanan energi nasional. Misalnya, di kondisi banyaknya karhutla saat ini, rekan-rekan media menjadi garda depan untuk menyampaikan bahaya membakar lahan, apalagi di sekitar wilayah operasi hulu migas," ucap Senior Manager Pertamina EP Pendopo Field Hermansyah.


Pada kesempatan yang sama, Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo menyampaikan terimakasihnya kepada SKK Migas, Pertamina EP dan Wartawan PALI atas dukungannya. "Kolaborasi dengan media sangat penting, terutama di era digital di mana informasi tersebar cepat. Melalui edukasi media ini, kami berharap dapat mendukung jurnalisme yang sehat, akurat, dan berimbang tentang industri hulu migas," ujar Eko.


Sesi pemaparan materi dimulai dengan pemaparan Pjs. Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagsel Febryan mengenai kabar terbaru kegiatan hulu migas di Sumbagsel, mulai dari operasi produksi para KKKS hingga dampak berganda yang dihasilkan.


Sesi materi dilanjutkan dengan workshop bersama pegiat media sosial (content creator) Juju Onyols. Awak media massa yang hadir diajak belajar mengemas konten jurnalistik di media sosial yang menarik serta tetap beretika. 


Selain itu, materi juga disampaikan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten PALI Joko Sadewo. Joko menyampaikan materi "Etika Bermedia Sosial Bagi Wartawan" yang mengingatkan tugas, fungsi, serta koridor media massa dalam menyampaikan informasi melalui media sosial.


"Wartawan bagaimanapun tetap wartawan, oleh karenanya ada suatu kewajiban bagi kita memproduksi konten yang mematuhi kode etik jurnalistik dan aturan hukum yang berlaku," ujar Joko Sadewo.


Share:

Polres PALI Supervisi Polsek Penukal, Administrasi dan Data Anggota Diperiksa

 

Polres PALI Supervisi Polsek Penukal, Administrasi dan Data Anggota Diperiksa



PALI-SiniNews.Com— Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan supervisi ke Polsek Penukal untuk memastikan kelengkapan administrasi dan data personel. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan tugas kepolisian di tingkat polsek.


Supervisi dilaksanakan di Mapolsek Penukal, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Tim supervisi dipimpin Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., bersama sejumlah pejabat dan personel dari berbagai satuan kerja Polres PALI.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melalui Wakapolres PALI Kompol Suprawira, SH., M.Si., mengatakan supervisi dilakukan untuk memastikan setiap administrasi dan data yang menjadi kewajiban Polsek Penukal telah tersedia dan sesuai dengan ketentuan.


"Supervisi ini merupakan bagian dari pengawasan dan pengendalian untuk memastikan kelengkapan administrasi serta data personel di Polsek Penukal. Kami juga melakukan pengecekan terhadap jawaban dari kisi-kisi yang sebelumnya telah diberikan oleh tim supervisi," kata Kompol Suprawira.


Dalam kegiatan tersebut, tim memeriksa kelengkapan jawaban yang diminta berdasarkan kisi-kisi supervisi. Selain itu, data anggota Polsek Penukal turut diperiksa sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan pengendalian.


Kompol Suprawira menjelaskan supervisi tidak hanya sebatas pemeriksaan administrasi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas masing-masing satuan kerja agar terdapat kesinambungan antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.


"Kami ingin memastikan ada kesinambungan antara perencanaan dengan pelaksanaan tugas di lapangan. Karena itu, data dan administrasi harus tertib serta dapat dipertanggungjawabkan sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan secara optimal," ujarnya.


Tim supervisi yang hadir antara lain Kasiwas Polres PALI AKP Walter M. Ompusunggu, Kasat Tahti Iptu Nasran Hadie, Kasi Propam Ipda Hendri Jonson, Kasubsiopsnal Siwas Iptu Dr. Ibrahim Akil, S.H., M.Si., serta personel dari Bagren, Bag SDM, Baglog, Satreskrim, Binmas, Samapta dan Siwas.


Menurutnya, supervisi tersebut dilaksanakan secara periodik sekaligus sebagai media evaluasi terhadap pelaksanaan tugas setiap satuan kerja.


"Supervisi ini dilaksanakan secara periodik sebagai bahan evaluasi. Dengan pemeriksaan ini, setiap kekurangan dapat diketahui dan segera diperbaiki sehingga tugas kepolisian dapat dilaksanakan dengan lebih baik," jelasnya.


Kegiatan supervisi berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Mapolsek Penukal dilaporkan aman dan terkendali.(SN/Perry).

Share:

Polisi Tangkap Pria di Kasus Pembakaran Rumah Warga PALI, Korban Rugi Rp 40 Juta

Polisi Tangkap Pria di Kasus Pembakaran Rumah Warga PALI, Korban Rugi Rp 40 Juta



PALI-SiniNews.Com— Polsek Penukal, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengungkap kasus pembakaran rumah warga di Desa Babat, Kecamatan Penukal. Seorang pria bernama PS (29) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.


Kapolsek Penukal, AKP Sumartono, S.E., mengatakan kasus tersebut terungkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan atas laporan pembakaran rumah yang terjadi pada 12 April 2026.


"Kami telah mengungkap perkara pembakaran rumah di Desa Babat, Kecamatan Penukal. Dalam perkara ini, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan proses penyidikan masih terus dilakukan sesuai prosedur," kata AKP Sumartono, Rabu (2/9/2026).


Peristiwa pembakaran terjadi pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Rumah yang terbakar merupakan milik Ayu Wandira, warga Desa Babat. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta.


Saat kejadian, korban diketahui tidak berada di rumah karena sedang berada di Prabumulih. Korban pergi setelah merasa takut akibat mendapat ancaman dari tersangka yang disebut tidak menerima perceraian mereka.


Sebelum kejadian, tersangka diduga mengirim pesan suara kepada korban dan mengancam akan membakar rumahnya.


"AMAN DENGE (KAMU) IDAK NGENJUK (NGASIH) TAU DIMANE DENGE, UMAH DENGE NAK KUBAKAR," demikian bunyi pesan suara tersebut.


Sekitar 10 menit kemudian, tersangka kembali mengirim pesan suara dengan mengatakan, "UMAH DENGE (KAMU) LAH ABIS DI PAJO (LALAP) API."


Korban kemudian menghubungi tetangganya, Ermawati, untuk mengecek kondisi rumah. Setelah didatangi, rumah korban ternyata telah terbakar.


"Setelah menerima laporan, anggota langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan serta barang bukti untuk mengungkap pelaku," ujar Sumartono.


Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan satu buah kerangka tempat tidur atau springbed yang merupakan sisa kebakaran di rumah korban.


Tersangka Pebri Siswanto diketahui sedang menjalani penahanan dalam perkara lain di Polsek Babat Supat, Polres Musi Banyuasin.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembakaran rumah.


"Untuk proses selanjutnya, kami akan melengkapi mindik, mengamankan barang bukti, melakukan pemeriksaan sesuai SOP, serta berkoordinasi dengan JPU," pungkasnya.(SN/Perry)

Share:

Gubernur Herman Deru Dorong Sinergi Balai Karantina HIT dan Sultan Muda


Gubernur Herman Deru Dorong Sinergi Balai Karantina HIT dan Sultan Muda


Palembang. SININEWS.COM  — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (HIT) Sumsel Sri Endah Ekandari beserta jajaran dalam rangka silaturahmi di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (1/9/2026).


Dalam audiensi tersebut, Sri Endah menyampaikan sejumlah agenda Balai Karantina HIT yang akan dilaksanakan di Sumsel, termasuk rencana kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding pada akhir September 2026.


Sri Endah mengatakan, kunjungan tersebut akan diisi dengan agenda kuliah umum di Universitas Sriwijaya (Unsri). Selain itu, pihaknya juga menyampaikan rencana sejumlah kegiatan lainnya yang akan melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.


"Kami menyampaikan beberapa kegiatan pada akhir September. Ada agenda besar memberikan kuliah umum di Unsri, dan kami meminta arahan serta dukungan dari Bapak Gubernur," ujar Sri Endah.


Ia menjelaskan, dalam rangkaian kunjungan tersebut juga direncanakan kegiatan yang berkaitan dengan sektor perkebunan, termasuk peninjauan komoditas kelapa sawit, serta penguatan kolaborasi dengan program Sultan Muda.


Menurut Sri Endah, keterlibatan Balai Karantina HIT dalam berbagai program pembangunan daerah penting untuk memperkuat sinergi, khususnya dalam mendukung pengembangan komoditas dan peningkatan kapasitas generasi muda.


Menanggapi hal tersebut, Gubernur Herman Deru menyatakan Pemprov Sumsel siap memberikan dukungan terhadap berbagai agenda yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.


"Kita bantu dorong. Kita fokuskan juga pada Sultan Muda," kata Herman Deru.


Herman Deru menyarankan agar sinergi tersebut dikembangkan melalui forum yang lebih luas dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga program Sultan Muda dapat terhubung dengan akses pembiayaan dan pengembangan usaha bagi generasi muda.


"Bagusnya kita bikin panelnya di OJK, kita kaitkan dengan Sultan Muda. Bagaimanapun Balai Karantina harus aktif berperan untuk Sultan Muda," tegasnya.


Ia berharap kolaborasi antara Pemprov Sumsel, Balai Karantina HIT, OJK, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat ekosistem pengembangan wirausaha muda sekaligus mendorong potensi komoditas unggulan Sumsel.


Gubernur juga menekankan pentingnya agar setiap agenda kunjungan dan kegiatan strategis di Sumsel tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Melalui sinergi tersebut, Pemprov Sumsel berkomitmen terus mendorong pengembangan potensi daerah, termasuk sektor pertanian dan perkebunan serta pemberdayaan generasi muda melalui program Sultan Muda.(sn)

Share:

Gubernur Herman Deru Tinjau Langsung Karhutla di Tol Kayu Agung-Palembang Bersama Kepala BNPB dan Menhut


Gubernur Herman Deru Tinjau Langsung Karhutla di Tol Kayu Agung-Palembang Bersama Kepala BNPB dan Menhut


OKI. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ruas Tol Kayu Agung-Palembang, Senin (31/8/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif di lapangan, khususnya di wilayah yang menjadi akses vital penghubung Sumatera Selatan.


Di lokasi, ketiganya menyaksikan langsung proses pemadaman yang dilakukan secara simultan melalui dua jalur. Dari udara, helikopter water bombing terus mengguyur titik api. Sementara dari darat, Satgas gabungan TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat terlihat berjibaku memadamkan api dengan peralatan yang tersedia.


“Kita lihat sendiri bagaimana kondisi di lapangan. Api harus dipadamkan dari dua sisi, dari udara dan dari darat. Inilah bukti kita tidak main-main menangani karhutla,” ujar Gubernur Herman Deru.


Herman Deru menegaskan, Tol Kayu Agung-Palembang merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Selatan. Karena itu, pemadaman harus dilakukan secara cepat agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kabut asap.


Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengapresiasi kerja cepat tim di lapangan. Ia menyebut, peninjauan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi strategi pemadaman sekaligus memastikan kebutuhan logistik dan dukungan bagi para petugas terpenuhi.


Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung penuh upaya penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Menurutnya, pemadaman karhutla tidak bisa ditunda dan harus dilakukan secara all out.


Peninjauan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan semangat kepada para petugas di lapangan yang telah berhari-hari berjaga dan berupaya memadamkan api.


Dengan pemantauan langsung dari pimpinan pusat dan daerah, diharapkan koordinasi pemadaman karhutla di Sumatera Selatan, khususnya di koridor Tol Kayu Agung-Palembang, semakin solid sehingga dampak asap dan kerusakan lahan dapat segera diminimalkan.(sn)

Share:

Gruduk Kantor Gubernur, Pemuda Pancasila PALI Nilai Pemprov Sumsel Tak 'Bernyali' Hadapi Angkutan Batubara PT.BSE


PAC Pemuda Pancasila Talang Ubi PALI gruduk kantor Gubernur Sumatera Selatan 


Palembang. SININEWS.COM -- Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP) melalui Pimpinan Anak Cabang (PAC) Talang Ubi Kabupaten PALI dengan membawa ratusan massa menggeruduk kantor Gubernur Sumatera Selatan di Palembang pada Rabu 2 September 2026 dikomandoi langsung ketuanya Stelly Ardiansyah.

Dalam menggelar aksi unjuk rasa tersebut, PAC PP Talang Ubi PALI mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk bertindak tegas terhadap angkutan batubara milik PT. Bara Sumatera Energy (BSE) yang masih melintas di jalan umum yakni di jalur Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi untuk menuju pelabuhan khusus di Kecamatan Abab.

Ditegaskan Telly, sapaan akrab ketua PAC PP Talang Ubi bahwa Pemprov Sumsel terkesan tidak berdaya menghadapi angkutan batubara milik PT. BSE yang masih melanggar larangan untuk melintas di jalan umum.

"Gubernur Sumatera Selatan telah mengeluarkan peraturan yang melarang angkutan batubara melintas di jalan umum dan wajib menggunakan jalan khusus, namun fakta di lapangan mobilisasi yang dilakukan PT.BSE masih saja diperbolehkan. Dalam hal ini, kami menilai Pemprov tak punya nyali dalam menegakkan aturan," tegas Telly.

Bukan hanya menyoroti mobilisasi angkutan batubara milik PT.BSE, Telly juga mempersoalkan muatan armada yang melebihi kapasitas alias ODOL atau over dimensi over load yang tentunya akan merusak jalan umum yang menjadi urat nadi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

"Kami berharap Pemprov Sumsel untuk menghentikan sementara aktivitas angkutan batubara PT. BSE serta memantau kapasitas muatan," tukasnya.

Apabila tuntutan pada aksi unjuk rasa yang digelar PAC PP Talang Ubi tidak digubris, Telly menyatakan bakal mengerahkan massa yang lebih besar.

"Hari ini PAC PP Talang Ubi baru mengerahkan sedikit massa sebagai permulaan untuk mendesak Pemprov Sumsel menegakkan aturan agar tuntutan kami bisa direalisasikan. Namun apabila aksi ini diabaikan, maka kami akan kembali dengan massa yang jauh lebih banyak hingga tuntutan kami benar-benar ditegakkan sesuai aturan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur," tutupnya.

Diketahui bahwa PAC PP Talang Ubi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatera Selatan dengan membawa lima tuntutan.

Pertama, meminta penghentian sementara perlintasan angkutan batu bara PT BSE yang diduga masih menggunakan ruas jalan provinsi maupun kabupaten sampai terdapat solusi yang jelas.

Kedua, meminta perusahaan menggunakan jalan khusus milik perusahaan atau jalur yang sesuai dengan kapasitas dan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, meminta dilakukan perbaikan terhadap kerusakan jalan yang diduga ditimbulkan oleh aktivitas angkutan batu bara.

Keempat, meminta aparat dan instansi terkait melakukan penindakan tegas terhadap kendaraan yang terbukti melanggar ketentuan muatan, dimensi maupun kelengkapan kendaraan.

Kelima, apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, PAC PP Talang Ubi menyatakan akan menempuh langkah-langkah konstitusional berikutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sorotan ini pada akhirnya bukan hanya menyangkut satu perusahaan atau satu kelompok masyarakat.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung siang hari berakhir damai, dan setelah melakukan orasi menyampaikan tuntutannya, perwakilan PAC PP Talang Ubi diterima Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan yang mewakili Gubernur. (sn/perry)



Share:

Jaga Keselamatan Bersama, PHR Zona 4 Respon Cepat Padamkan Lebih dari 100 Titik Api Karhutla Sumsel


Caption: PHR Zona 4 bahu-membahu bersama masyarakat dan berbagai instansi melakukan pemadaman karhutla di seluruh wilayah kerja di Sumatera Selatan.


SUMATERA SELATAN. SININEWS.COM --- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera Selatan turut meningkatkan kewaspadaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, bagian dari Pertamina Subholding Upstream (SHU) Regional 1. Seluruh personel dan perlengkapan pemadam kebakaran disiagakan untuk mengamankan operasi hulu migas maupun keselamatan masyarakat di sekitarnya. 


Sejak akhir Juli hingga 28 Agustus 2026, tim pemadam kebakaran di tujuh field PHR Zona 4 telah ikut memadamkan 113 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel. Angka tersebut terdiri dari 18 pemadaman oleh Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, 27 pemadaman oleh PEP Limau Field, 27 pemadaman oleh PEP Adera Field, 16 pemadaman oleh PEP Pendopo Field, 17 pemadaman oleh PEP Ramba Field, serta 8 pemadaman oleh Pertamina Hulu Energi Ogan Komering dan Raja Tempirai (PHE OKRT) Field.


Pjs General Manager PHR Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah menyatakan kepedulian perusahaan terhadap karhutla yang sedang terjadi. “Dalam situasi ini dibutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Kami memastikan personel dan peralatan siap dikerahkan untuk mendukung penanggulangan bersama untuk meminimalkan dampak terhadap operasi produksi dan keselamatan masyarakat di sekitarnya,” ungkap Luthfi. 


Setiap field di wilayah kerja PHR Zona 4 menyiagakan armada dan petugas jaga untuk membantu penanganan karhutla. PEP Prabumulih Field dan PEP Limau Field masing-masing menyiagakan 3 unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) dan 4 petugas setiap hari.


PEP Adera Field menyiagakan 1 unit fire truck dengan 5 orang petugas setap hari. Sementara itu, PEP Pendopo Field menyiagakan 5 unit fire truck disertai 7 orang setiap hari. PEP Ramba Field menyiagakan 3 unit fire truck dengan 7 orang petugas di 4 lokasi. Adapun PHE OKRT menyiagakan 1 unit fire truck dan 5 petugas.


Selain fire truck, PHR Zona 4 juga memastikan kesiapan peralatan pemadam kebakaran di setiap field, seperti pompa pemadam kebakaran (fixed fire pump), pompa pemadam kebakaran berjalan (mobile fire pump), tangki air (water tank), dan sejumlah perlengkapan pemadaman kebakaran lainnya.


Patroli rutin yang biasa dilakukan tim security Pertamina menjadi sumber informasi hot spot. Selain itu, pemadaman kebakaran juga dilakukan atas laporan dari masyarakat dan pemerintah setempat di sekitar wilayah operasi. “Kami berterima kasih atas laporan masyarakat yang melaporkan kebakaran yang mendekat ke jalur pipa maupun fasilitas produksi. Hal ini mencerminkan sinergi untuk menjaga keselamatan bersama dan ketahanan energi nasional,” pungkas Luthfi.


*‎Tentang PHR Zona 4*

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.


‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.  PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).*

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts