Wali Kota Palembang Ratu Dewa Ingatkan Jajarannya Kerja Tulus dan Ikhlas Layani Masyarakat, Jangan Minta Imbalan


Wali Kota Palembang Ratu Dewa Ingatkan Jajarannya Kerja Tulus dan Ikhlas Layani Masyarakat, Jangan Minta Imbalan


PALEMBANG. SININEWS.COM - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengingatkan para jajarannya untuk bekerja dengan tulus dan ikhlas melayani masyarakat.


Hal itu dikatakan Ratu Dewa dalam acara Penyerahan Penghargaan Hasil Penilaian Evaluasi Kinerja 

Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) di Lingkungan

Pemerintah Kota Palembang Tahun 2026, Bertempat di Ruang Parameswara Pemkot Palembang, 20 Oktober 2026.


Ratu Dewa menekankan, pentingnya peningkatan pelayanan publik kedepannya.


Dia mengingatkan karakter manusia pada bawahannya yang terkadang kaya ide, kaya gagasan tapi minim tindakan.


Menurut Ratu Dewa, harapan warga Palembang itu simple, kalau keluar rumah jalan bagus, kalau lulus sekolah bisa kerja, layanan kesehatan dan pendidikan gratis.


Untuk itulah dia mendorong para OPD pelayanan publik agar berkerja lebih baik lagi dengan kerja tulus dan ikhlas melayani masyarakat.


Ratu dewa mengucapkan selamat pada para instansi yang mendapatkan penghargaan. Dan jangan berkecil hati bagi instansi yang belum dapat.


Ratu Dewa juga mengingatkan para bawahan agar jangan menunda pekerjaan. Jika ada pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini kenapa harus dikerjakan besok.


"Tolong bekerjalah dengan tulus dan ikhlas melayani masyarakat. Jangan meminta imbalan. Kita sudah dapat TPP dan tunjangan lainnya," Ujar Dewa.


"Masalah keluarga jangan dibawa ke pekerjaan. Jangan mempersulit urusan orang lain. Hukum karma bapak/ibu," timpalnya.


Nampak hadir dalam penyerahan Penghargaan tersebut, Sekda Kota Palembang, H Aprizal Hasyim, Ketua DPRD Kota Palembang, Ali Subri, Kejari Kota Palembang, Mohammad Nasir, Wakapoltabes Palembang, Para Kepada Dinas dan undangan lainnya.


Dalam acara tersebut, diberikan penghargaan mulai dari tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tingkat Kecamatan, Tingkat Kelurahan, Tingkat Puskesmas hingga Tingkat UPTD Bapenda, UPTD Disdukcapil, dan UPTD Dinas Pendidikan.(sn)

Share:

Jaga Obvitnas dan Ketahanan Energi Nasional, Pertamina EP Pendopo Field Gagalkan Aksi Ilegal Tapping

Jaga Obvitnas dan Ketahanan Energi Nasional, Pertamina EP Pendopo Field Gagalkan Aksi Ilegal Tapping


PALI,SiniNews.Com-  20 Oktober 2026---Pertamina EP Pendopo Field, bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan Zona 4), menggagalkan aksi pencurian minyak atau illegal tapping di Dusun 4 Talang Kampai, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.


Berbekal hasil patroli rutin, PEP Pendopo Field menggagalkan aksi pencurian di jalur Trunk Line SP Betung-Benuang pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB. Tim security PEP Pendopo Field meringkus satu orang pelaku dalam peristiwa tersebut.


"PEP Pendopo Field tidak memberi toleransi terhadap illegal tapping ataupun tindakan lainnya yang membahayakan keselamatan masyarakat serta mengancam keberlangsungan objek vital nasional,” ucap Senior Manager Pertamina EP Pendopo Field Hermansyah.


Pada momen tersebut, tim security PEP Pendopo Field mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial AP yang berusia 43 tahun. Tim juga mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu satu unit mobil Suzuki Carry, 24 jeriken berkapasitas masing-masing 35 liter, empat unit toren, satu mesin pompa, serta selang sepanjang 900 meter. Pelaku dan barang bukti tersebut kemudian diserahkan ke Polres Kabupaten PALI untuk proses hukum lebih lanjut.


"PEP Pendopo Field berterima kasih kepada Polres PALI dan masyarakat PALI atas dukungan menghadirkan operasi hulu migas yang aman, kondusif, dan berkelanjutan. Kami berharap sinergi antara perusahaan dengan berbagai pihak bisa terus terjalin dalam memastikan keamanan objek vital nasional," ucap Hermansyah.


PEP Pendopo Field akan terus meningkatkan pengamanan objek vital nasional demi memastikan operasi hulu migas berjalan lancar dan agenda ketahanan energi nasional terwujud. Perusahaan juga akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait untuk dalam memastikan keamanan obvitnas. (*)


*‎Tentang PHR Zona 4*

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.


‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).(SN/Perry).

Share:

Bangun Polri Humanis, Kapolres PALI Pererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling

Bangun Polri Humanis, Kapolres PALI Pererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling


PALI –SiniNews.Com- Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melaksanakan kegiatan Salat Subuh Keliling (Suling) bersama pejabat utama (PJU) dan personel Polres PALI di Masjid Jami Al-Ihsan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.


Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Polres PALI untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus membangun kedekatan antara kepolisian dan warga melalui kegiatan keagamaan.


Dalam kegiatan itu, Kapolres PALI hadir bersama jajaran PJU dan personel yang terlibat. Mereka melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Jami Al-Ihsan.


Program Subuh Keliling merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan warga sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Selain menjalankan ibadah berjamaah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi jajaran kepolisian untuk menjalin kebersamaan dengan masyarakat di lingkungan tempat ibadah.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada mengatakan, kegiatan keagamaan seperti Salat Subuh Keliling memiliki peran penting dalam membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.


"Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang baik. Kami berharap kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten PALI agar tetap aman dan kondusif.


Menurutnya, terciptanya keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


Dengan komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama.


Polres PALI berharap kegiatan Subuh Keliling dapat terus menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat. Pendekatan melalui kegiatan keagamaan juga diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.


Melalui kegiatan tersebut, Polres PALI berkomitmen untuk terus mengedepankan pelayanan yang humanis serta hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry).

Share:

Bangun Kedekatan dengan Warga, Polres PALI Gencarkan Subuh Keliling

Bangun Kedekatan dengan Warga, Polres PALI Gencarkan Subuh Keliling



PALI –SiniNews.Com- Wakapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kompol Suprawira, S.H., M.Si., bersama pejabat utama (PJU) dan personel Polres PALI melaksanakan kegiatan Salat Subuh Keliling (Suling) di Masjid Al-Hijrah Golf, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.


Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polres PALI untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga melalui pendekatan keagamaan.


Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres PALI bersama jajaran dan personel yang terlibat mengikuti salat Subuh berjamaah. Kehadiran jajaran kepolisian di masjid diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.


Program Subuh Keliling juga menjadi sarana bagi Polri untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Wakapolres PALI Kompol Suprawira mengatakan, kegiatan Subuh Keliling tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


"Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin memperkuat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian," ujarnya.


Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten PALI membutuhkan kerja sama antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan hubungan yang harmonis perlu terus dibangun.


Ia juga berharap masyarakat tidak ragu untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun permasalahan yang dapat mengganggu ketertiban lingkungan.


Melalui pendekatan humanis seperti Subuh Keliling, Polres PALI berupaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat, terbuka, dan mudah dijangkau masyarakat.


Kegiatan keagamaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara personel Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Polres PALI berharap kegiatan Subuh Keliling dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan dengan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten PALI.(SN/Perry)

Share:

Polsek Tanah Abang Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga Desa Sukaraja

Polsek Tanah Abang Sosialisasikan Larangan Bakar Lahan kepada Warga Desa Sukaraja


PALI –SiniNews.Com-  Polsek Tanah Abang, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terus menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, sosialisasi dan patroli dilakukan di Desa Sukaraja, Kecamatan Tanah Abang, Senin (19/10/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.10 WIB tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, terutama saat memasuki musim kemarau.


Dalam kegiatan itu, Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., diwakili Bripka Reji Diansyah. Personel kepolisian menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat Desa Sukaraja mengenai bahaya dan dampak pembakaran lahan.


Warga diingatkan bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat memicu kebakaran yang meluas, merusak lingkungan, serta mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.


Selain memberikan imbauan, personel Polsek Tanah Abang juga mengajak masyarakat mencari alternatif yang lebih aman dan produktif dalam mengelola kebun.


Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua untuk ditebang dan dijual sehingga dapat menambah pendapatan serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga tanpa harus membakar lahan.


Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Tanah Abang.


Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar karena tindakan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Melalui kegiatan ini, Polsek Tanah Abang berharap masyarakat semakin memahami dampak buruk pembakaran lahan dan turut berperan menjaga lingkungan agar tetap aman serta terhindar dari ancaman karhutla.


Kegiatan sosialisasi dan patroli berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Desa Sukaraja terpantau aman, lancar, dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Dua Tahun Prabowo : Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Dua Tahun Prabowo : Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif


Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers


Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan. Namun begitu sudah cukup rasanya untuk membaca watak dan gaya kepemimpinan seorang presiden. Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya sudah memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, dan seberapa jauh gagasan yang dibawanya dari kampanye dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik.


Prabowo Subianto memasuki Istana dengan modal politik yang kuat. Ia dilantik pada 20 Oktober 2024 setelah menang dalam pemilihan presiden 2024 dengan mandat elektoral yang besar. Lebih dari itu, ia bukan figur yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia telah puluhan tahun berada dalam orbit kekuasaan: sebagai prajurit, pengusaha, ketua partai, calon presiden, dan akhirnya presiden. Karena itu, menarik menilai dua tahun pertama kepemimpinannya, apakah capaian yang menonjol dari Prabowo?  


Modal Seorang Petarung


 Salah satu kekuatan Prabowo adalah daya juangnya. Ia pernah kalah dalam pertarungan politik, tetapi tidak meninggalkan gelanggang. Dalam politik, kemampuan bangkit dari kekalahan bukan perkara kecil. Ia menunjukkan daya tahan psikologis sekaligus keyakinan pada tujuan politiknya. Prabowo juga mempunyai karakter nasionalisme yang kuat. Negara, kedaulatan, pertahanan, pangan dan energi baginya bukan sekadar sektor-sektor kebijakan, melainkan bagian dari gagasan besar tentang Indonesia yang berdaulat.


 Pengalaman sebagai prajurit ikut membentuk cara pandangnya. Ia cenderung melihat dunia sebagai arena kompetisi dan negara sebagai aktor yang harus kuat agar tidak mudah dipermainkan oleh kekuatan lain. Pandangan tersebut mendapatkan relevansi baru ketika dunia memasuki era ketidakpastian geopolitik: perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, rivalitas Amerika Serikat-China, perubahan rantai pasok, perang dagang dan perebutan sumber daya strategis. Dalam konteks seperti itu, gagasan tentang kemandirian nasional bukanlah romantisme belaka. Tetapi di sinilah terdapat persoalan penting.


Dari Kapasitas Personal ke Kapasitas Institusional.


 Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kaya dan tegas. Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara.


Prabowo mempunyai sejumlah obsesi yang relatif jelas: swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, dan pembangunan manusia. Di antara semua program tersebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol paling kuat selama dua tahun pemerintahannya. Secara filosofis, MBG sebenarnya memiliki dasar yang sangat menarik. Negara tidak hanya bertugas membangun jalan, bendungan, atau kawasan industri. Negara juga berkewajiban memastikan bahwa anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mempunyai kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya. Prabowo menyebut MBG sebagai investasi untuk generasi masa depan. Dalam rancangan APBN 2026, program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.


Tetapi semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan tata kelolanya. Program yang menyangkut makanan puluhan juta anak tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional, dan sistem pertanggungjawaban yang ketat. Peristiwa keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah menjadi peringatan keras. Ribuan siswa dan guru dilaporkan sakit, dan pemerintah kemudian memperketat pengawasan dapur serta distribusi makanan. Di sini terlihat sebuah hukum sederhana pemerintahan:

“Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya”.


Perlu Dukungan Data Empiris


Pemerintahan Prabowo juga menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda utama. Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras meningkat secara signifikan. Pada pertengahan 2026, pemerintah bahkan menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Ini tentu merupakan perkembangan penting. Namun, swasembada pangan jangan berhenti pada angka produksi dan cadangan pemerintah. 


Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah petani menjadi lebih sejahtera? Apakah konsumen mendapatkan pangan dengan harga terjangkau? Apakah produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan? Apakah ketergantungan pada impor benar-benar berkurang tanpa mengorbankan stabilitas harga? Jawaban atas semua pertanyaan ini mesti didukung dengan data yang akurat dan lengkap. Bukan sekedar jawaban politik.  


Swasembada bukan sekadar kemampuan negara menumpuk beras di gudang.Swasembada adalah kemampuan sebuah bangsa membangun ekosistem pangan yang sehat dari hulu sampai hilir. Petani harus untung. Konsumen harus terlindungi. Infrastruktur harus baik. Teknologi harus berkembang. Dan generasi muda harus mau menjadi petani modern. Jika tidak, swasembada hanya menjadi slogan yang ujungnya akan menurunkan kepercayaan rakyat pada pemerintah.


Membangun Institusi yang Kuat

    

 Prabowo tampaknya percaya pada negara yang kuat. Pandangan ini mempunyai akar sejarah yang panjang dalam pemikiran politik Indonesia. Setelah bertahun-tahun negara dianggap terlalu lemah menghadapi kepentingan ekonomi dan politik, gagasan tentang strong state memang mempunyai daya tarik.Tetapi negara kuat mempunyai dua wajah. Wajah pertama, negara kuat berarti pemerintah mampu menegakkan hukum, menyediakan pelayanan publik, membangun infrastruktur, melindungi masyarakat miskin dan menghadapi kepentingan ekonomi yang terlalu dominan. Wajah kedua, negara kuat dapat berubah menjadi kekuasaan yang terlalu dominan apabila tidak diimbangi kontrol institusional. Karena itu, tantangan Prabowo bukan sekadar memperkuat negara. Melainkan Ia harus memperkuat institusi negara tanpa melemahkan masyarakat.


Demokrasi memang membutuhkan pemerintah yang kuat sekaligus juga masyarakat sipil yang kuat. Membutuhkan presiden yang efektif sekaligus pers yang bebas. Membutuhkan birokrasi yang disiplin sekaligus parlemen dan lembaga hukum yang mampu melakukan kontrol.

Kekuatan negara tanpa kontrol dapat berubah menjadi kekuasaan yang bisa mengarah pada pemerintahan otoriter yang tak akan bertahan lama.


Politik Akomodasi

 

Prabowo seringkali menekankan program efisisiensi. Namun kenyataannya jumlah menteri, wakil menteri dan pejabat lembaga negara terhitung gemuk. Ini tentu suatu paradoks. Mungkin saja alasan untuk merangkul banyak kekuatan yang sebelumnya berada di luar lingkarannya. Jadinya koalisi pemerintahan menjadi sangat besar. Secara praktis, ini menguntungkan. Pemerintah relatif tidak terlalu direpotkan oleh oposisi parlementer yang kuat. Tetapi dari perspektif demokrasi, terdapat paradoks. Semakin besar koalisi pemerintah, semakin kecil ruang oposisi yang menyampaikan kritik. 

 

Padahal demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga membutuhkan mereka yang kalah untuk tetap mempunyai ruang mengawasi mereka yang menang. Oposisi yang sehat bukan musuh pemerintah. Justru ia dapat menjadi cermin.

Karena itu, Prabowo perlu memastikan bahwa stabilitas politik tidak dibayar dengan hilangnya mekanisme kritik.


Tidak Cukup Hanya Gagasan, Melainkan Eksekusi


 Prabowo sebenarnya tidak kekurangan gagasan. Justru sebaliknya, pemerintahannya mempunyai terlalu banyak agenda besar: pangan, energi, MBG, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, koperasi, pembangunan desa, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.Pertanyaannya adalah apakah mesin birokrasi mampu mengerjakannya secara bersamaan. Di sinilah peran menteri yang dinilai kegemukan menjadi sangat menentukan.


Menteri bukan sekadar pelaksana perintah presiden. Menteri adalah penyaring, penerjemah dan penguji gagasan presiden. Seorang menteri seharusnya mampu mengatakan kepada presiden:

“Ini bisa dilakukan.” - “Ini terlalu mahal.”- “Ini berisiko.”- “Ini harus ditunda.”- “Ini sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda.” Jika semua menteri hanya berkata siap, Pak, presiden justru kehilangan salah satu sumber informasi terpentingnya. Kabinet yang sehat bukan kabinet yang selalu kompak dalam arti selalu setuju.

 

Kabinet yang sehat adalah kabinet yang berani berbeda pendapat di ruang rapat, tetapi kompak ketika keputusan telah dibuat. Karena itu, kualitas kabinet Prabowo tidak semestinya diukur dari banyaknya tokoh terkenal di dalamnya atau besarnya koalisi politik yang mendukungnya. Ukuran sesungguhnya adalah output. Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana? Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?


Catatan dan Harapan ke Depan

 

Setelah mendekati dua tahun, saya melihat sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.Pertama, jangan terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden. Presiden yang kuat memang diperlukan, tetapi Indonesia membutuhkan institusi yang kuat lebih daripada figur yang kuat. Masa jabatan presiden akan berakhir, sedangkan institusi harus bertahan. Kedua, perkuat meritokrasi. Jangan sampai loyalitas politik lebih menentukan daripada kemampuan profesional. Negara terlalu besar untuk dikelola dengan prinsip kedekatan.

 

Ketiga, jaga disiplin fiskal. Program populis dapat disukai rakyat, tetapi negara tidak boleh mengabaikan matematika anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mempunyai social return yang jelas. Keempat, perbaiki komunikasi publik. Presiden dan para menterinya perlu lebih terbuka terhadap kritik. Kritik bukan sabotase. Kritik adalah mekanisme koreksi. Kelima, jangan menyamakan negara kuat dengan pemerintah yang tidak boleh dikritik.

Justru pemerintah yang percaya diri adalah pemerintah yang tidak takut terhadap kritik.

    

 Jadi, bagaimana kita menilai dua tahun Prabowo? Banyak agenda besar yang perlu didukung, namun banyak pula catatan dan kritik yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa capaian yang patut dicatat, terutama dalam keberanian menetapkan agenda ketahanan pangan, penguatan program gizi, dan orientasi kemandirian ekonomi. Pemerintah sendiri mencatat peningkatan produksi pangan dan cadangan beras sebagai salah satu capaian penting. Namun terlalu dini menyebutnya berhasil. Sebab sebagian besar agenda besar Prabowo baru menunjukkan arah dan membangun fondasi. Yang ditunggu-tunggu rakyat adalah hasilnya. Bukan pidato, bukan jumlah program, bukanya banyaknya proyek, bukan pula besarnya koalisi. 


Sementara itu dengan sarana media sosial di tangan, rakyat memiliki peluang yang sama untuk mengawasi dan menilai proses serta hasil kinerja Prabowo. Rakyat akan selalu bertanya: Apakah anak miskin memperoleh gizi yang lebih baik? Apakah petani hidup lebih sejahtera? Apakah kelas menengah merasa lebih aman? Apakah lapangan pekerjaan bertambah? Apakah pendidikan semakin bermutu? Apakah hukum semakin dipercaya? Apakah pintu korupsi semakin sempit? Apakah birokrasi semakin profesional? Dan apakah rakyat merasa memiliki negara, bukan sekadar menjadi objek dari negara? Keluh kesah dan harapan rakyat bermunculan mengisi ruang publik yang mudah sekali didengarkan melalui media sosial.   


Dari Kekuasaan Menuju Peradaban


Prabowo adalah presiden yang memiliki obsesi besar tentang Indonesia. Ia ingin Indonesia berdaulat, mandiri, kuat dan dihormati. Obsesi semacam itu diperlukan. Bangsa besar membutuhkan pemimpin yang berani berpikir besar. Tetapi ada satu tahap yang jauh lebih sulit: mengubah obsesi menjadi institusi, institusi menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi kebiasaan sosial. 


Di sinilah tahun-tahun berikutnya akan menjadi sangat menentukan.


Apakah kemenangan yang diraih lewat pemilu akan diikuti dengan keberhasilan mewujudkan janji-janji kampanyenya? Sejauh ini ia telah mengonsolidasikan kekuasaan. Kini tantangannya adalah bagaimana memenangkan kepercayaan sejarah. Sebab pada akhirnya seorang presiden tidak dikenang karena seberapa besar kekuasaan yang berhasil dikumpulkannya. Ia akan dikenang karena apa yang dilakukan dengan kekuasaan itu. Dan ukuran paling sederhana dari semuanya adalah pertanyaan seorang rakyat biasa: “Apakah hidup saya menjadi lebih baik?” 


Samar-samar genderang persaingan untuk memenangkan pemilu 2029 sudah mulai ditabuh. Saatanya Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya. Ibarat dalam permainan sepak bola, mereka yang tidak efektif dan tidak memiliki cukup keahlian menggiring bola mesti diganti dengan pemain yang professional. Professionalitas dan prinsip meritokrasi lebih penting dari loyalitas yang selalu ingin menggembirakan dan memuji bosnya. (Red)

Share:

Ratu Dewa Tinjau Kebakaran di 8 Ulu, Perintahkan Sejumlah Dinas Bantu Para Korban Terdampak


Ratu Dewa Tinjau Kebakaran di 8 Ulu, Perintahkan Sejumlah Dinas Bantu Para Korban Terdampak


PALEMBANG. SININEWS.COM - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa meninjau langsung musibah kebakaran yang terjadi di kawasan 8 Ulu tepatnya di permukiman padat penduduk di Jalan HM Ryacudu, Lorong Sabar, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Senin malam, 19 Oktober 2026.


Dalam musibah tersebut, setidaknya 10 Rumah Ludes terbakar dan 20 KK Kehilangan Tempat Tinggalnya.


Informasi yang dihimpun, api mulai berkobar sekitar pukul 17.00 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar di kawasan permukiman yang padat, sehingga memicu kepanikan warga.


Petugas pemadam kebakaran (PBK) Kota Palembang bersama warga berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain.


Sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Water Cannon milik Polrestabes Palembang juga diturunkan untuk membantu penyemprotan air. Sementara itu, belasan mobil ambulans disiagakan di pinggir Jalan HM Ryacudu untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi dan penanganan warga.


Setelah sekitar dua jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB.


Wali Kota Palembang, Ratu Dewa langsung memerintahkan sejumlah Dinas untuk ke lokasi terjadinya kebakaran.


"Kita sudah perintahkan Disdukcapil untuk segera mendata dan mengurus dokumen-dokumen kependudukan warga yang terdampak"


"Begitu juga dengan Dinas Pendidikan sudah kita perintahkan kesini, agar segera mendata ijazah para korban mulai SD, SMP, SMA hingga S1 bila ada yang terbakar. Termasuk untuk membantu keperluan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi anak korban. Membantu laptop, paket dan lain-lain," ujar Ratu Dewa saat meninjau di lokasi kejadian.


Untuk Dinas Sosial, Ratu Dewa telah memerintahkan agar segera mendirikan posko darurat dan dapur umum di lokasi kejadian, serta memberikan bantuan yang diperlukan.


"Segera berikan bantuan darurat misalnya mie instan, beras, selimut, serta kebutuhan dapur lainnya," ujar Ratu Dewa.(sn)

Share:

Kasus Penganiayaan 2 Jurnalis di Palembang, Koalisi Pers Sumsel Dorong Kompolnas - DPRD Sumsel Ikut Kawal Kinerja Polda Sumsel

 Kasus Penganiayaan 2 Jurnalis di Palembang, Koalisi Pers Sumsel Dorong Kompolnas - DPRD Sumsel Ikut Kawal Kinerja Polda Sumsel


PALEMBANG -SiniNews.Com- Koalisi Pers Sumsel terus mengawal perkembangan kasus penganiayaan dua jurnalis yang terjadi saat aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumsel, pada Selasa (13/10/2026) siang.


Kasus kekerasan terhadap jurnalis yang dinilai lamban diproses oleh pihak kepolisian, membuat Koalisi Pers Sumsel terus bergerak untuk menyuarakan keadilan.


Salah satunya bertemu dan menyampaikan fakta yang terjadi di lapangan kepada Komisioner Kompolnas Dr. Supardi Hamid dan Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie.


Pada Senin (19/10/2026) siang, Koalisi Pers Sumsel berdiskusi dengan Komisioner Kompolnas di Mapolda Sumsel, untuk mendorong kasus penganiayaan dua jurnalis di Palembang agar lebih cepat diusut dan prosesnya dilakukan secara transparan.


Komisioner Kompolnas Dr. Supardi Hamid berkata, bukti digital yang sudah terkumpul akan memudahkan pengungkapan pelaku penganiayaan para korban, serta meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang dialami oleh Mulyadi (jurnalis Paltv) dan Rahmad (jurnalis Tribun Sumsel). 


"Kita berdoa saja mudah-mudahan ini tidak terlalu lama, peristiwa ini akan terungkap lebih terang benderang. Kapolda juga sudah berjanji bahwa ini akan diungkap secara komprehensif. Kami juga secara internal dengan Polda Sumsel, akan melakukan sejumlah langkah yang bersifat evaluatif terhadap peristiwa ini agar peristiwa serupa di kemudian hari tidak terulang dan terjadi menimpa siapapun," ucapnya.


Menurutnya, keberadaan para insan pers sangat vital sebagai penyambung hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi secara ril dan faktual. Namun hal tersebut akan terhambat, jika insan pers tidak berani bersuara atau merasa terintimidasi.


Dia juga merasa memahami kondisi yang dialami oleh para jurnalis dan meminta dukungannya, agar Kompolnas bisa terus bekerja, sehingga kasus penganiayaan dua jurnalis tersebut bisa ditangani oleh Polda Sumsel lebih serius. 


Dia berjanji akan mendorong Polda Sumsel untuk bisa mengungkapkan kepada publik, setiap tahapan yang sudah dilakukan dan setiap proses yang sudah dijalankan.


"Kami ingin memastikan itu, kenapa kami datang ke Palembang. Informasi yang sudah ada, akan jadi bahan kami untuk menuliskan rekomendasi dan menindaklanjuti apa-apa yang perlu dikerjakan dalam waktu tidak terlalu lama," ungkapnya.


*Dukungan DPRD Sumsel*


Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie menilai, para insan pers memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi, karena penyampaian informasi kepada masyarakat adalah insan pers.


Dia berjanji pada hari Selasa (20/10/2926) besok, akan menemui Kapolda Sumsel secara langsung, untuk mendorong agar kasus penganiayaan jurnalis di Palembang ini bisa diusut tuntas dan transparan.


"Ini sangat disayangkan, terjadi pada media. Ini tidak wajar. Apalagi kawan media sudah sering kumpul di Polda Sumsel," ungkapnya.


Koordinator Koalisi Pers Sumsel Ardhy Fitriansyah berharap, dengan pertemuan bersama Kompolnas dan Ketua DPRD Sumsel, pihak kepolisian dapat memberikan tindakan lebih tegas lagi kepada para pelaku.


"Karena semuanya sudah terang benderang. Kami rasa, pihak kepolisian tidak sulit untuk mengusut kasus ini, tidak seperti kasus korupsi. Ini kan sudah ada video dan fotonya. Semoga dari rekomendasi Kompolnas ini, Polda Sumsel dapat bekerja lebih tegas dan cepat lagi dalam menangkap pelaku," ungkapnya. (SN/RED).

Share:

Berhasil Tata Infrastruktur Ibu Kota, Tokoh Pemuda Kagumi Gaya Kepemimpinan Responsif Bupati Baharuddin Siagian


Berhasil Tata Infrastruktur Ibu Kota, Tokoh Pemuda Kagumi Gaya Kepemimpinan Responsif Bupati Baharuddin Siagian



SiniNews.Com- Helmi Syam mengagumi Gebrakan Bupati Batubara Terlebih Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Tavi Juanda pembangunan infrastruktur yang terus dikebut di pusat pemerintahan Kabupaten Batu Bara sukses memikat simpati publik. Pendekatan pembangunan yang humanis dan progresif di bawah kepemimpinan Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., dinilai berhasil membawa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.



Kekaguman atas kinerja nyata ini mengalir dari tokoh muda daerah, Mhd Helmi Syam, S.Kom. Dirinya memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen besar Bupati yang bergerak cepat membenahi akses jalan di pusat ibu kota, khususnya di kawasan Lingkungan VII dan Lingkungan VIII.

Langkah taktis penataan ini berhasil diwujudkan melalui sinergi solid dan kerja terukur dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Batu Bara.

"Gaya kepemimpinan Bapak Bupati Baharuddin Siagian sangat luar biasa dan patut dikagumi. Beliau memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kebutuhan warga. Melalui instruksi strategisnya kepada Dinas Perkim LH, perbaikan jalan di Lingkungan VII dan VIII ini berhasil dieksekusi dengan sangat baik dan tepat sasaran," ujar Mhd Helmi Syam dengan penuh semangat kepada media, Senin (19/10).

Helmi menilai, kehadiran infrastruktur yang lebih representatif di kawasan tersebut bukan sekadar perbaikan fasilitas publik, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam mempercantik estetika kota sekaligus mendongkrak produktivitas harian masyarakat. Akses mobilitas warga kini menjadi jauh lebih nyaman, aman, dan mendukung perputaran ekonomi lokal.

"Aksi nyata seperti inilah yang melahirkan rasa hormat dan kepercayaan penuh dari generasi muda. Kami melihat ada keselarasan antara visi besar kepala daerah dengan eksekusi di lapangan. Dinas Perkim LH terbukti mampu menerjemahkan program kerja Bupati secara profesional demi kepentingan masyarakat luas," lanjut Helmi.

Penataan di wilayah Lingkungan VII dan VIII ini kini menjadi bukti komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam menata kawasan permukiman yang sehat, tertata, dan modern.

Menutup apresiasinya, Helmi menegaskan bahwa kepemimpinan yang solutif seperti yang ditunjukkan oleh Dr. H. Baharuddin Siagian merupakan motor penggerak utama yang akan membawa Kabupaten Batu Bara melangkah jauh lebih maju dan berdaya saing di masa depan.(SN)

Share:

Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres PALI Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik


Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres PALI Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik


PALI –SiniNews.Com- Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri di Masjid Assaidiyah, Kelurahan Handayani, Kecamatan Talang Ubi, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Reputasi Polri".


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., Kasi Humas Polres PALI Iptu Thomson Angka Wibawa, S.H., anggota Humas, serta personel Satuan Intelkam Polres PALI.


Bakti sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus momentum untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.


Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK.,mengatakan, tema Hari Jadi ke-75 Humas Polri mengandung pesan penting mengenai perlunya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


"Melalui tema 'Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Reputasi Polri', kami ingin menegaskan bahwa menjaga reputasi Polri bukan hanya menjadi tanggung jawab anggota kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya membangun hubungan yang baik melalui pelayanan, komunikasi, dan kegiatan sosial," ujar Januar.


Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan hal penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Oleh karena itu, Polri perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjalin komunikasi yang terbuka dengan masyarakat.


Peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri juga menjadi momentum untuk memperkuat peran kehumasan dalam menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.


Melalui kegiatan bakti sosial ini, Polres PALI berharap kehadiran polisi tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kegiatan kemasyarakatan.


Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif di Kabupaten PALI. Kegiatan bakti sosial di Masjid Assaidiyah tersebut berlangsung aman dan kondusif.(SN/Perry).

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts