Perjelas Mekanisme Pemilihan Ketum dan Pembentukan Majelis Tinggi, PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT


PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT


JAKARTA. SININEWS.COM – Pengurus PWI Pusat resmi merampungkan rangkaian Rapat Pleno pembahasan draf penyempurnaan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) yang digelar di Sekretariat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (15/1/2026) sore.


Rapat pleno ini merupakan kelanjutan pembahasan intensif penyempurnaan PD/PRT yang telah berlangsung sejak Senin, 12 Januari 2026. Pertemuan strategis tersebut dihadiri jajaran Dewan Penasehat, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, serta seluruh Pengurus Pleno PWI Pusat, sebagai bagian dari upaya memperkuat arah dan fondasi organisasi.


Rapat dipimpin oleh Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh (Zugito). Dalam pengantarnya, Zugito menegaskan bahwa penyempurnaan PD/PRT merupakan langkah konstitusional yang penting bagi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, perubahan dilakukan untuk menjawab dinamika internal serta tantangan dunia pers yang terus berkembang. 


“PD/PRT adalah pijakan utama organisasi. Karena itu, penyempurnaannya harus dilakukan secara cermat, terbuka, dan berorientasi pada penguatan tata kelola,” ujarnya.


Sekretaris Tim Penyempurnaan PD/PRT PWI Pusat, Nurcholis MA Basyari, menjelaskan bahwa rapat pleno ini menandai selesainya pembahasan substansi utama draf PD/PRT di tingkat pusat. Ia menyampaikan bahwa tim penyempurnaan telah bekerja secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur pengurus. 


“Tim telah merampungkan pembahasan materi pokok dan menyerap pandangan dari peserta pleno. Tahap berikutnya adalah perapihan draf dan sosialisasi kepada PWI provinsi untuk mendapatkan masukan,” kata Nurcholis di Jakarta, Sabtu (16/1/2026).


Ia menambahkan, penyempurnaan PD/PRT kali ini diarahkan untuk memperjelas mekanisme kepemimpinan dan memperkuat sistem penyelesaian persoalan organisasi. Seluruh masukan dari daerah nantinya akan dihimpun sebagai bahan finalisasi sebelum dibawa ke forum Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI yang dijadwalkan berlangsung Februari 2026. 


“Prinsipnya, PD/PRT ini diharapkan menjadi kesepakatan bersama seluruh elemen PWI,” tegasnya.


Adapun tim penyempurnaan PD/PRT ini terdiri dari Ketua Tim Zulkifli Gani Ottoh (Ketua Bidang Organisasi), Sekretaris Nurcholis MA Basyari (Sekretaris Dewan Kehormatan), Djoko Tetuko Abdul Latief (Wakil Ketua Bidang Organisasi), Iskandar Zulkarnain (Wasekjen), Novrizon Burman (Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah), Zul Effendi (Ketua DK PWI Sumatera Barat), dan Anrico Pasaribu (Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum). 


*Perubahan Fundamental*


Dua perubahan fundamental mengemuka dalam amandemen PD/PRT tersebut. Pertama, mekanisme pemilihan Ketua Umum dan Pimpinan Pusat PWI yang mengadopsi pola pemilihan sistem formatur, dengan melibatkan seluruh anggota dan ketua PWI dari 38 provinsi serta satu cabang khusus Surakarta. 


Mekanisme ini dinilai lebih demokratis tanpa mengesampingkan prinsip musyawarah mufakat.


Perubahan kedua adalah pembentukan Majelis Tinggi bersifat ad hoc yang berfungsi sebagai lembaga terakhir apabila terjadi kebuntuan dalam penanganan pelanggaran AD, ART, KEJ, dan KPW PWI.


 “Perubahan ini dirancang untuk memperkuat sistem checks and balances serta memastikan kepastian organisasi,” ujar Zugito.


Menutup rangkaian rapat pleno, Sekretaris Jenderal PWI, Zulmansyah Sekedang, memastikan bahwa hasil pembahasan PD/PRT akan segera disampaikan secara resmi kepada pengurus PWI di daerah. 


“Hasil pleno akan kami kirimkan secara tertulis kepada pengurus PWI provinsi untuk ditelaah dan diberikan masukan sebelum disahkan,” jelasnya.


Melalui proses ini, PWI Pusat berharap partisipasi aktif pengurus daerah dapat memperkaya substansi PD/PRT, sekaligus memperkuat PWI sebagai organisasi pers yang modern, solid, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(sn)

Share:

Polsek Penukal Utara Monitoring Debit Air, Lima Desa Rawan Banjir Masih Aman



PALI.SININEWS.COM– Polsek Penukal Utara melakukan monitoring debit air di wilayah hukumnya pada Jumat pagi (16/1/2026), menyusul tingginya intensitas curah hujan yang berpotensi menimbulkan banjir di sejumlah desa rawan.

Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan atas perintah pimpinan sebagai langkah deteksi dini dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.

“Hasil monitoring menunjukkan, hingga saat ini belum terdapat desa yang terdampak banjir, meskipun terdapat lima desa yang masuk kategori rawan karena berada di sekitar Danau Padang Tempirai dan aliran Sungai Deras,” ujar IPTU Budi Anhar.

Adapun desa rawan banjir tersebut meliputi Desa Tempirai Induk, Tempirai Utara, Tempirai Selatan, Tempirai Timur, serta Desa Lubuk Tampui. Pengecekan dilakukan langsung oleh personel Polsek Penukal Utara di lokasi-lokasi rawan.

Menyikapi hal tersebut, Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Penukal Utara menegaskan bahwa jajaran Polres PALI terus meningkatkan kewaspadaan dan monitoring intensif di wilayah rawan banjir.

“Kapolres PALI menekankan pentingnya langkah preventif dan kesiapsiagaan seluruh personel, serta sinergi dengan instansi terkait guna meminimalisir risiko dan dampak banjir terhadap masyarakat,” ungkap IPTU Budi Anhar menyampaikan pesan Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di dataran rendah dan bantaran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air dan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.

Polsek Penukal Utara akan terus melakukan pemantauan rutin serta berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah dalam rangka penanggulangan bencana banjir di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).(SN/PERRY)

Share:

Satlantas Polres PALI Laksanakan Giat PASTI di Masjid Jami Assa’idiyyah



PALI.SININEWS.COM— Satuan Lalu Lintas Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan kegiatan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas (PASTI) di Masjid Jami Assa’idiyyah, Desa Handayani Mulya, Jumat (16/1/2026) siang.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) saat masyarakat menjalankan ibadah.


Personel Satlantas Polres PALI melakukan pengaturan arus lalu lintas serta membantu penyeberangan jamaah guna meminimalisir potensi kemacetan dan kecelakaan di sekitar lokasi masjid.


Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Lantas Polres PALI IPTU Selda Audina, S.Tr.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan PASTI merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.


“Giat PASTI ini merupakan komitmen Polres PALI dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya saat melaksanakan ibadah. Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat,” ujar IPTU Selda Audina menyampaikan pesan Kapolres.


Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai titik rawan aktivitas masyarakat guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah hukum Polres PALI.(SN/PERRY)

Share:

Polsek Penukal Abab Pantau Debit Sungai Sebagut, Penukal, dan Abab, Kapolres PALI Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Banjir



PALI.SININEWS.COM– Jajaran Polsek Penukal Abab, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melakukan monitoring debit dan volume kedalaman air di sejumlah sungai yang melintasi wilayah Kecamatan Penukal dan Kecamatan Abab, Jumat (16/1/2026) pagi. 


Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini dan upaya mitigasi potensi banjir menyusul meningkatnya intensitas curah hujan.

Monitoring dimulai sekitar pukul 08.00 WIB atas perintah Kapolsek Penukal Abab, AKP Dedy Kurnia, S.H., dengan menyasar Sungai Sebagut dan Sungai Penukal di Kecamatan Penukal, serta Sungai Abab di Kecamatan Abab. 


Pemeriksaan dilakukan di desa-desa yang berada di bantaran sungai, antara lain Desa Purun, Babat, Gunung Raja, dan Mangku Negara di aliran Sungai Sebagut; Desa Raja Jaya, Air Itam, dan Air Itam Timur di bantaran Sungai Penukal; serta Desa Tanjung Kurung dan Desa Karang Agung di wilayah Sungai Abab.

Dari hasil pemantauan di lapangan, hingga pukul 09.30 WIB, belum ditemukan adanya desa maupun fasilitas pendidikan yang terdampak banjir luapan. 


Meski demikian, debit air di ketiga sungai tersebut terpantau mulai berangsur naik, seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi debit air saat ini masih berada pada batas normal dan dinilai relatif aman.


Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam memastikan keselamatan masyarakat di wilayah rawan banjir.


“Monitoring ini kami lakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan debit air secara langsung di lapangan. Sampai saat ini belum ada wilayah yang terdampak, namun personel kami tetap siaga dan terus memantau situasi,”ujarnya.


Lebih lanjut, AKP Dedy Kurnia juga menyampaikan pernyataan Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi bencana alam.


“Bapak Kapolres PALI menegaskan bahwa Polri harus selalu hadir lebih awal dalam setiap potensi gangguan, termasuk bencana alam.Monitoring debit air ini adalah bentuk nyata kesiapsiagaan dan tanggung jawab kami dalam melindungi masyarakat. Seluruh jajaran diminta untuk terus melakukan pemantauan, berkoordinasi dengan pemerintah desa, serta memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada,” ungkap AKP Dedy Kurnia menyampaikan arahan Kapolres.


Kapolres PALI juga mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau pemerintah setempat apabila terjadi peningkatan debit air yang signifikan.


"Kegiatan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir dan memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres PALI,"pungkas AKP Dedy Kurnia.(SN/PERRY)

Share:

Polsek Talang Ubi Pantau Debit Air Talang Pipa, Kondisi Masih Normal



PALI.SININEWS.COM— Polsek Talang Ubi melakukan monitoring debit dan kedalaman air di Talang Pipa, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (16/1/2026) sore. 


Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB sebagai langkah antisipasi potensi banjir akibat meningkatnya intensitas curah hujan.


Hasil pemantauan menunjukkan debit dan volume air sungai masih berada dalam batas normal dan belum terdapat wilayah yang terdampak banjir. Meski demikian, debit air terpantau mulai berangsur naik.


Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., menyatakan bahwa monitoring ini merupakan upaya deteksi dini untuk menjaga keselamatan masyarakat. 


"Kita memastikan jajaran Polsek Talang Ubi akan terus memantau perkembangan debit air dan siap mengambil langkah cepat apabila terjadi peningkatan signifikan,"pungkasnya.(SN/PERRY)

Share:

Balita Hanyut di Sungai Lematang Ditemukan Meninggal Dunia di Tanah Abang



PALI.SININEWS.COM – Warga Dusun VII Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah anak laki-laki di bawah Jembatan Sungai Lematang, Jumat (16/1/2026) pagi.


Korban diketahui bernama Rafael Mahendra bin Yudi Ertika, balita berusia 3 tahun 6 bulan, warga Dusun III Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.

Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H. menjelaskan, jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB dalam kondisi mengapung di bawah jembatan Sungai Lematang oleh warga setempat.


“Begitu menerima informasi dari Kepala Desa Pandan, kami bersama personel Polsek Tanah Abang langsung mendatangi TKP. Di lokasi benar ditemukan seorang anak laki-laki telah meninggal dunia,” ujar AKP Arzuan.


Jenazah kemudian dievakuasi dengan bantuan warga dan dibawa ke Rumah Sakit Pratama Tanah Abang untuk pemeriksaan awal. Setelah itu, pihak keluarga menjemput jenazah untuk dibawa ke rumah duka di Desa Muara Lawai guna proses pemakaman.


Berdasarkan keterangan keluarga, korban dilaporkan hanyut pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB saat bermain dan mandi di pinggiran Sungai Lematang bersama temannya yang masih berusia 4 tahun, tidak jauh dari rumah korban. Pencarian telah dilakukan oleh keluarga dan warga setempat sebelum akhirnya korban ditemukan tiga hari kemudian di wilayah Kecamatan Tanah Abang.

Ciri-ciri terakhir korban saat ditemukan mengenakan kaos merah bertuliskan “Mixue” dan celana pendek merah bertuliskan “Mixue”.


Mewakili Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.


“Atas nama pribadi dan institusi Polri, Bapak Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkap AKP Arzuan.


Kapolres PALI juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai.


“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada dan tidak lengah dalam mengawasi anak-anak, terutama di lingkungan yang berisiko seperti sungai,” tambahnya.


Pihak keluarga korban telah menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, serta tidak menuntut pihak mana pun. Surat pernyataan resmi telah dibuat dan ditandatangani oleh keluarga.


"Kita memastikan seluruh prosedur Kepolisian telah dilaksanakan, mulai dari pendatanganan TKP, pencatatan saksi, evakuasi jenazah, hingga pelaporan kepada pimpinan,"pungkas AKP Arzuan.(SN/PERRY)

Share:

Isra Mi’raj Jadi Sarana Penguatan Iman dan Kebersamaan Insan Pers PWI Sumsel



PALEMBANG.SININEWS.COM| Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan di Sekretariat PWI Sumsel, Palembang, Kamis (15/1/2026), dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota PWI dari berbagai kabupaten/kota.


Peringatan Isra Mi’raj ini merupakan agenda tahunan PWI Sumsel yang rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai keimanan, kebersamaan, dan spiritualitas di kalangan insan pers.


Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH Agok Syarifuddin. Dalam ceramahnya, ia mengulas makna peristiwa Isra Mi’raj sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan, sekaligus memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.


Ia juga menekankan pentingnya kejujuran, amanah, dan tanggung jawab, khususnya bagi insan pers yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.


Ketua PWI Sumsel, Kurnaidi, ST, dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana refleksi bagi seluruh anggota PWI agar senantiasa menjunjung tinggi nilai moral, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.


“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami berharap insan pers PWI Sumsel dapat terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.


Suasana khidmat terasa hingga akhir acara yang ditutup dengan doa bersama. Selain memperdalam pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota PWI Sumsel.


PWI Sumsel berharap, kegiatan agenda tahunan ini dapat terus memberikan pencerahan spiritual sekaligus menjadi bekal moral bagi insan pers dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks.(SN/PERRY)

Share:

Tunjukan Kwalitas Kepemimpinan, Muchtahrim Pamit Maju Konferkab PWI Lahat


Tunjukan Kwalitas Kepemimpinan, Muchtahrim Pamit Maju Konferkab PWI Lahat

LAHAT. SININEWS.COM – Dunia jurnalistik di Kabupaten Lahat hari ini menyaksikan sebuah momentum penting yang memadukan pencapaian profesionalitas dengan semangat persatuan. 


Muchtarim akrab disapa Tahrim sang jurnalis yang dikenal berdedikasi tinggi, resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat periode 2026 hingga 2029. Kamis (15/01).


Langkah besar ini diambil bertepatan dengan sebuah pencapaian personal yang membanggakan. 


Kesiapan maju Tahrim yang telah dibekali keberhasilannya meraih predikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Madya, sebuah sertifikasi yang menegaskan kematangan intelektual dan etika dalam menjalankan fungsi pers.


Pertemuan yang berlangsung di Cafe Janji Mantan, kawasan Benteng, Kelurahan Pasar Baru ini, menjadi panggung pembuktian kualitas personal Tahrim. 


Di hadapan rekan-rekan sejawat yang diundangnya untuk bersilaturahmi sekaligus meminta restu atas pencalonannya, ia menunjukkan sikap seorang pemimpin sejati yang mengedepankan etika dan attitude yang santun.


Dalam momen silaturahmi ini, Muchtarim menunjukkan bahwa dirinya siap merangkul seluruh elemen pers, termasuk mengundang rekan-rekan dari organisasi di luar PWI. Sikap ini dinilai sebagai langkah elegan seorang calon pemimpin yang tahu cara menghargai profesi dan menjaga hubungan baik antar-sesama insan pers.


Dalam statemennya yang sarat akan nilai edukatif, Muchtarim menegaskan bahwa motivasi utamanya adalah harmoni. Ia membawa misi besar bertajuk "PWI Lahat Bersatu".


"Visi saya adalah menyatukan seluruh anggota PWI Lahat tanpa ada lagi sekat-sekat atau upaya mengkotak-kotakkan. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu merangkul, bukan memisahkan. Saya memohon doa dan restu kawan-kawan semua agar niat baik ini bisa kita wujudkan bersama," ujar Muchtarim dengan nada rendah hati.


Langkah Muchtarim yang mengedepankan silaturahmi sebelum berkompetisi mencerminkan kedewasaan berorganisasi. Ini menjadi oase di tengah dinamika pers, bahwa kontestasi bukan tentang menjatuhkan, melainkan tentang menawarkan gagasan terbaik.


Perhelatan Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Lahat sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 14 Februari mendatang. Dengan bekal kompetensi Madya dan attitude kepemimpinan yang telah ia tunjukkan hari ini, Muchtarim diprediksi akan menjadi figur kuat yang mampu membawa PWI Lahat ke arah yang lebih bermartabat dan inklusif.(sn)

Share:

Operasional Tambang Batu Bara Mandek: Ekonomi Rakyat Tercekik, Ini Salah Siapa?


*Operasional Tambang Batu Bara Mandek: Ekonomi Rakyat Tercekik, Ini Salah Siapa?*


Muara Enim, Sumsel. SININEWS.COM – Kebijakan tegas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang kendaraan pengangkut batu bara melintas di jalan umum per awal Januari 2026, kini memicu efek domino di wilayah Kabupaten Muara Enim, Lahat, dan sekitarnya.


Pasca dikeluarkannya surat larangan oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, sejumlah perusahaan tambang memilih menghentikan operasional dan merumahkan ribuan karyawan. Kondisi ini menyisakan pertanyaan besar di tengah masyarakat: Ini salah siapa, dan ini dosa siapa?


Ekonomi Rakyat di Titik Nadir,

Penghentian aktivitas tambang ini berdampak langsung pada dapur warga yang selama ini bergantung pada ekosistem pertambangan. Riyan (30), seorang driver angkutan batu bara, mengaku sudah tidak bekerja sejak awal Januari kemarin.


"Saya dirumahkan dengan alasan perusahaan berhenti operasi. Pihak manajemen bilang baru akan memanggil lagi kalau operasional sudah normal kembali. Sekarang saya bingung harus mencari nafkah di mana," keluh Riyan kepada awak media, Kamis (15/1/2026).


Keresahan serupa dirasakan pedagang kecil. Zaleha, pemilik warung makan di pinggir jalan lintas raya Titan (SERVO), terpaksa menutup usahanya karena pelanggan utamanya—para sopir tambang—kini tak lagi melintas.


Pengusaha Jangan "Adu Domba" Rakyat dengan Aturan,

Menanggapi kegaduhan ini, Solihin (52), salah satu Tokoh Masyarakat setempat, angkat bicara. Ia menilai kondisi ini adalah dampak dari ketidakpatuhan pengusaha tambang yang sudah berlangsung bertahun-tahun.


"Ini sebenarnya buah dari sikap abai para pengusaha tambang. Gubernur sudah kasih waktu bertahun-tahun untuk buat jalan sendiri, tapi tidak dikerjakan. Sekarang saat aturan ditegakkan dan operasional setop, rakyat kecil yang jadi tameng dan dikorbankan," ujar Solihin dengan nada tegas.


Menurut Solihin, perusahaan seharusnya memiliki rencana darurat dan tanggung jawab moral terhadap karyawan, bukan langsung melakukan PHK atau merumahkan pekerja tanpa kompensasi yang jelas.


"Jangan sampai kondisi ini memicu kerawanan sosial. Kami minta pengusaha segera penuhi instruksi Gubernur soal jalan khusus, agar ekonomi jalan lagi tanpa mengorbankan keselamatan warga di jalan umum," tambahnya.


Dilema Jalan Khusus yang Tak Kunjung Usai

Sejak tahun-tahun sebelumnya, Gubernur H. Herman Deru telah berkali-kali memberikan peringatan agar pengusaha tambang membangun jalan khusus sendiri. Hal ini bertujuan agar operasional tambang tidak merusak fasilitas negara dan membahayakan nyawa pengguna jalan umum.

Namun, hingga awal tahun 2026, instruksi tersebut tak kunjung terealisasi. Ketegasan Gubernur yang akhirnya menyetop izin lintasan dinilai sebagai puncak kegeraman pemerintah atas ketidakpatuhan korporasi.


Pengusaha Minta Dispensasi, Warga Cemas Kriminalitas Meningkat

Saat ini, beberapa perusahaan melalui forum pengusaha tambang mendatangi Gubernur untuk meminta dispensasi agar armada kembali beroperasi. Hingga kini, Gubernur H. Herman Deru belum memberikan respons resmi terkait permintaan tersebut.


Di sisi lain, Hidayat (34), warga lokal lainnya, mengkhawatirkan potensi meningkatnya angka kriminalitas akibat banyaknya pengangguran baru secara mendadak. Ia berharap ada solusi yang "win-win solution" yang tetap berpihak pada rakyat banyak tanpa melanggar aturan yang telah ditetapkan.


Bola panas kini ada di tangan pemerintah dan para pemegang kebijakan. Masyarakat menunggu, apakah pengusaha akan segera membangun infrastruktur yang diminta, ataukah pemerintah akan melunak di tengah jeritan ekonomi rakyat yang kian mencekik.(sn)

Share:

Meriahkan HUT Ke-30 Kelurahan Muara Enim, ORADO Gelar Turnamen Domino Berpasangan


Logo ORADO Kabupaten Muara Enim 


Muara Enim, Sumsel. SININEWS.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kelurahan Muara Enim, Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kabupaten Muara Enim menggelar turnamen domino berpasangan. Mengusung tema filosofis "Rindu Dusun Merinem: Mengenang Berdirinya Muahe Hening 1312, Menuju Kabupaten Muara Enim 1946, Hingga Terbentuknya Kelurahan Muara Enim 1996", ajang ini siap menjadi wadah silaturahmi sekaligus unjuk sportivitas bagi warga.


Ketua ORADO Kabupaten Muara Enim, Drs. R. Noviar, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar permainan kartu biasa, melainkan upaya untuk mengangkat citra domino sebagai olahraga prestasi yang menjunjung tinggi nilai sportivitas.


"Kami dari ORADO berkomitmen mendukung penuh kegiatan ini. Selain sebagai hiburan rakyat dalam momen HUT Kelurahan, kami ingin mengubah stigma negatif masyarakat terhadap domino. Ini adalah olahraga otak yang membutuhkan strategi dan kerja sama tim yang solid," ujar Drs. R. Noviar saat memberikan keterangan, Kamis (15/1/2026).


Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Lomba, Marwin, menjelaskan bahwa persiapan teknis telah mulai dimatangkan. Ia mengundang seluruh pecinta domino di Muara Enim untuk segera mendaftarkan diri.


"Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 20 hingga 25 Januari 2026 di Kantor Lurah Muara Enim. Biayanya sangat terjangkau, hanya Rp 15.000,- per orang. Kami mengajak masyarakat untuk ikut serta melestarikan budaya dan mempererat persaudaraan di Bumi Serasan Sekundang," ungkap Marwin.


Marwin menjelaskan,Pertandingan akan dilaksanakan secara marathon selama empat hari dengan rincian sebagai berikut:


 * Waktu Pertandingan: 26 – 29 Januari 2026

 * Lokasi: Halaman Depan Gedung Universitas Serasan, RT 03 RW 07, Kelurahan Muara Enim.

 * Kontak Person: Marwin (0821-8010-8846)

Total Hadiah Jutaan Rupiah:

Para pemenang akan mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan dan piagam penghargaan:

 * Juara I: Rp 1.000.000,- + Piagam

 * Juara II: Rp 700.000,- + Piagam

 * Juara III: Rp 500.000,- + Piagam

 * Juara Harapan: Rp 300.000,- + Piagam


"Kita juga berharap melalui momentum HUT ke-30 Kelurahan Muara Enim ini, semangat kebersamaan masyarakat semakin kuat, selaras dengan perjalanan panjang sejarah "Muahe Hening" hingga menjadi Kelurahan Muara Enim saat ini."pungkas Marwin.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts