Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki Pelabuhan Samudera Tahun 2028


Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki  Pelabuhan Samudera Tahun 2028


Palembang. SININEWS.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menegaskan komitmennya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel pada 2028 atau paling lambat 2029. Hal itu disampaikannya dalam acara Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026) pagi.


Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu.


Herman Deru menyebut pembangunan pelabuhan ini merupakan cita-cita panjang yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu oleh para gubernur terdahulu. Setidaknya, sudah delapan periode kepemimpinan yang meninggalkan jejak dalam upaya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel.


“Kalau ditarik ke belakang, ini sudah lebih dari 40 tahun diperjuangkan. Dari yang tadinya baru tanda-tanda atau ‘hilal’, hari ini menjadi kenyataan dengan dimulainya project launching,” ujar Herman Deru.


Ia menjelaskan, keberadaan pelabuhan samudera sangat krusial bagi Sumsel sebagai daerah kaya sumber daya alam seperti batu bara, karet, dan kopi. Selama ini, keterbatasan pelabuhan membuat distribusi komoditas harus melalui provinsi lain, sehingga meningkatkan biaya logistik dan melemahkan daya saing daerah.


Selain itu, kondisi Sungai Musi yang mengalami pendangkalan hingga sekitar enam meter juga menjadi kendala serius. Kapal besar tidak dapat beroperasi optimal di Pelabuhan Boom Baru yang berada di tengah kota, sehingga aktivitas ekspor-impor menjadi kurang efisien.


“Ini bukan hanya soal niaga, tetapi juga kemanusiaan. Kemacetan dan kecelakaan di dalam kota juga menjadi dampak dari aktivitas pelabuhan yang tidak lagi memadai,” tambahnya.


Herman Deru optimistis, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, pembangunan pelabuhan baru di Tanjung Carat akan menjadi solusi strategis. Ia menargetkan pelabuhan tersebut sudah dapat beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029, sekaligus menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru.


Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Sumatera Selatan merupakan simpul penting ekonomi nasional yang membutuhkan sistem logistik kuat dan terintegrasi. Ia menegaskan pembangunan pelabuhan ini menjadi bagian dari agenda besar peningkatan efisiensi logistik nasional.


“Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat merupakan langkah strategis untuk menjawab keterbatasan teknis dan operasional pelabuhan saat ini,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sebelum 2029 agar masyarakat Sumsel segera merasakan manfaatnya. Menhub juga menekankan bahwa proyek ini telah memasuki milestone ke-11 dari total 15 tahapan, dan diharapkan terus berlanjut hingga selesai serta dapat beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029.


Dalam kesempatan tersebut, Menhub menegaskan proyek ini tidak menggunakan APBN maupun APBD, melainkan melibatkan investasi swasta.


“Komitmen pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat pembangunan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong perekonomian nasional,” jelasnya.


Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menambahkan, proyek ini telah menarik minat konsorsium besar dan berpotensi mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di sekitarnya.


Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta, pembangunan Pelabuhan Palembang Baru diharapkan menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik global.


Dukungan juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Meski tidak hadir langsung, AHY menyampaikan dukungannya melalui video pernyataan.


Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dalam rangka penguatan konektivitas, transportasi logistik, dan pengembangan wilayah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.


AHY juga diketahui sempat memimpin rapat koordinasi di Palembang pada 10 Februari 2026 guna membahas percepatan proyek strategis tersebut.


Pelabuhan Tanjung Carat dinilai bukan sekadar infrastruktur, melainkan pintu masa depan ekonomi Sumsel. Pelabuhan ini akan menjadi pusat ekspor komoditas unggulan seperti karet, sawit, dan batu bara, sekaligus solusi atas keterbatasan Pelabuhan Boom Baru melalui skema KPBU bersama PT Bukaka Teknik Utama.


Proyek ini mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan infrastruktur yang modern, efisien, dan berkelanjutan.


“Saya mengajak kita semua untuk menjaga momentum ini, memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta mempercepat realisasi agar proyek ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sumsel,” tutupnya.(sn)

Share:

Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Penukal Abab Dampingi Penanaman Jagung di Desa


Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Penukal Abab Dampingi Penanaman Jagung di Desa



PALI. SiniNews.Com— Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung yang dilaksanakan di lahan pertanian seluas sekitar 2 hektar di Desa Betung Selatan, Kamis (9/4/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Penanaman jagung dilakukan secara gotong royong dengan metode manual menggunakan alat sederhana, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi pertanian di tingkat desa.


Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H., melalui Kanit Binmas AIPTU Zeni Irwanto menyampaikan bahwa keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.


“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan pertanian berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga. Ke depan, kami juga akan terus memantau perkembangan tanaman hingga masa panen,” ujar AIPTU Zeni Irwanto.


Selain aparat kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan pemerintah kecamatan, kepala desa beserta perangkatnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota PKK, serta warga yang ikut terlibat langsung dalam proses penanaman.


Kepala Desa Betung Selatan H. Darlani mengatakan bahwa pemanfaatan lahan pertanian untuk penanaman jagung menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian desa serta mendorong kemandirian pangan masyarakat.


“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan hasil yang maksimal dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pertanian secara produktif. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis hasil panen nantinya akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga,” ungkapnya.


Kegiatan penanaman jagung tersebut berjalan lancar, aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Pemerintah desa bersama pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga masa panen tiba.(SN/Perry) 

Share:

Dukung Lingkungan Sehat, Polres PALI Gelar Aksi Bersih Masjid dan Got di Handayani Mulya

Dukung Lingkungan Sehat, Polres PALI Gelar Aksi Bersih Masjid dan Got di Handayani Mulya



PALI. SININEWS.COM — Kepolisian Resor (Polres) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Asri dengan melakukan pembersihan lingkungan tempat ibadah dan saluran air di sekitar Masjid Syuhada, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Jumat (10/4/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres PALI, AKBP Yunar H.P. Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., dan diikuti para pejabat utama (PJU) serta personel Polres PALI. Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari pelaksanaan program nasional Gerakan Indonesia Asri yang bertujuan menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di area fasilitas umum dan tempat ibadah.


Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada pembersihan bagian dalam masjid, halaman, serta saluran got di sekitar Masjid Syuhada yang selama ini menjadi jalur aliran air di lingkungan tersebut. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.


Kapolres PALI, AKBP Yunar H.P. Sirait, menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Indonesia Asri merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.


“Kegiatan Gerakan Indonesia Asri ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami sebagai aparat kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan rasa nyaman bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah,” ujar AKBP Yunar H.P. Sirait.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai lokasi sebagai bentuk kepedulian sosial Polres PALI terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.


“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab semua pihak,” tegasnya.


Dengan terlaksananya kegiatan Gerakan Indonesia Asri di Masjid Syuhada tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih khusyuk serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.(SN/PERRY)

Share:

Polsek Tanah Abang Lakukan Patroli dan Monitoring Debit Sungai Lematang, 11 Desa Terpantau Aman

Polsek Tanah Abang Lakukan Patroli dan Monitoring Debit Sungai Lematang, 11 Desa Terpantau Aman

PALI. SININEWS.COM — Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan patroli dan monitoring situasi terkini terkait tinggi debit atau volume air Sungai Lematang, Jumat (10/4/2026).Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir akibat meningkatnya intensitas hujan di wilayah Kecamatan Tanah Abang.

Patroli dan monitoring dilaksanakan atas perintah Kapolsek Tanah Abang, AKP Arzuan, S.H., dengan melibatkan sejumlah personel Polsek Tanah Abang yang turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi aliran sungai serta memastikan situasi di desa-desa yang berada di bantaran Sungai Lematang tetap aman.

Adapun desa-desa yang menjadi fokus pemantauan meliputi Desa Bumi Ayu, Tanah Abang Selatan, Tanah Abang Utara, Muara Sungai, Curup, Sukaraja, Sedupi, Tanjung Dalam, Pandan, Modong, serta Desa Lunas Jaya yang berada di bantaran Sungai Perayun sebagai anak Sungai Lematang. Seluruh wilayah tersebut merupakan kawasan yang berpotensi terdampak apabila terjadi peningkatan debit air sungai.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, debit air Sungai Lematang pada pagi hingga siang hari terpantau dalam kondisi stabil dan normal, serta tidak ditemukan adanya desa yang terdampak banjir. Selain itu, sebagian besar rumah warga di wilayah bantaran sungai diketahui merupakan rumah panggung atau rumah bertiang tinggi, sehingga relatif lebih aman terhadap kemungkinan luapan air.

Kapolsek Tanah Abang, AKP Arzuan, menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan monitoring dilakukan secara rutin sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya banjir musiman yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi debit air Sungai Lematang untuk memastikan situasi tetap aman. Hingga saat ini, hasil monitoring menunjukkan kondisi air masih normal dan tidak ada desa yang terdampak banjir,” ujar AKP Arzuan.

Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

“Meskipun kondisi saat ini masih aman, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena tidak menutup kemungkinan debit air Sungai Lematang dapat meningkat sewaktu-waktu. Kami akan terus melakukan monitoring dan melaporkan setiap perkembangan situasi kepada pimpinan,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya patroli dan monitoring tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi banjir di wilayah Kecamatan Tanah Abang.(SN/PERRY)

Share:

Ayahanda Tercinta Tutup Usia, Unggahan Misz Rita di Media Sosial Bikin Haru

Ayahanda Tercinta Tutup Usia, Unggahan Misz Rita di Media Sosial Bikin Haru


PALI. SININEWS.COM -- Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Talang Ubi sekaligus Plt Lurah Talang Ubi Barat Kabupaten PALI Ritawati Anwar tengah diliputi duka mendalam lantaran ayahanda tercinta yakni H.Syaiful Anwar tutup usia pada Rabu 8 April 2026.


Pasca kepulangan Ayahandanya, Misz Rita sapaan akrab Sekcam Talang Ubi, dirinya mengunggah ungkapan bela sungkawa di media sosial yang bikin haru.


Selain Misz Rita menyampaikan duka, Plt Lurah Talang Ubi Barat juga meminta masyarakat untuk bisa memaafkan almarhum.


Berikut unggahan Misz Rita di Media Sosial:


Assalamualaikum 

Saya Ritawati Anwar yg mana sy anak ke 8 dari 9 Saudara anak dari H.Syaiful Anwar bin Mahmud dan Kartini binti Usman.keluarga kami dikenal dengan sebutan SINAR MUSI 


Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya atas perhatian, doa, dan dukungan moril maupun materiil dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian atas berpulangnya bapak kami tercinta H Syaiful Anwar Bin Mahmud. 

Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama hidupnya almarhum memiliki kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Semoga almarhum diampuni segala dosanya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT aamiin 3x ya Allah tsumma aamiin ya Rabb 


Mgkn tdk akan mudah bagi saya pribadi kehilangan beliau. seperti yg selalu sy tulis I AM NOTHING YOU (bapak saya) sy bukanlah apa2 tanpa bapak saya.beliaulah yg membuat sy menjadi seperti skrg ini.beliau lah yg mengajarkan saya utk selalu peduli kpd org2 yg kurang mampu,beliau juga yg selalu menegaskan agr hdp kita selalu bermanfaat utk org bnyk, beliau yg mengajarkan sy agr selalu tegas, beliau juga yg mengajarkan sy disiplin serta dr beliaulah yg selalu mengajarkan arti kebersihan krn menurut beliau kebersihan adalah sebagian dr iman. Dan tak lupa beliaulah org yg bahagia serta mendukung kakak sy untuk kabupaten PALI. 


Terima kasih pak...utk semua nya pak.mksh ya pak

Maafkan blm bs bahagian bapak

Maafkan blm menjadi anak yg baik utk bapak

Terima kasih sudh mendukung sy masuk pesantren Gontor d menjadikan sy pribadi yg baik dr tahun ke tahun

Terima kasih paaaaaaaaaaak...ya Allah...

Skrg bapak gk sakit lagi ya...skrg bpk pasti sudh ketemu mamak, kk romi dan alea.tunggu kami ya paaaak inshaallah kelak kami 9 Saudara berkumpul kembali di alam yg berbeda.


Ya Rabb.. berikan surga utk bapak ku d ampuni dosa dosa beliau aamiin 3x ya Allah. (sn/perry)

Share:

14 Tahun Krisis Air, Warga Kenten Raya Akhirnya Melawan


14 Tahun Krisis Air, Warga Kenten Raya Akhirnya Melawan


Palembang. SININEWS.COM -  Krisis air bersih yang dialami warga Kenten Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, selama lebih dari satu dekade akhirnya memicu perlawanan. Setelah bertahun-tahun menghadapi pelayanan yang dinilai buruk tanpa kepastian solusi, warga kini menempuh jalur hukum.


Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ganti Keadilan Sriwijaya, warga bersiap mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Palembang terhadap PDAM Tirta Betuah. Langkah ini diambil setelah somasi yang dilayangkan tidak mendapat respons yang memadai.


Direktur LBH Ganti Keadilan Sriwijaya, Sapriadi Syamsudin, menegaskan bahwa gugatan akan segera diajukan agar persoalan yang berlarut-larut ini mendapatkan kepastian hukum.


“Kami akan segera mengajukan gugatan ke PN Palembang agar persoalan ini tidak terus berlarut tanpa solusi,” ujar Sapriadi, Kamis (9/4/2026).


Ia menjelaskan, persoalan air bersih di wilayah Talang Kelapa telah berlangsung sejak 2012. Hingga kini, sebagian warga, khususnya di kawasan Kenten Raya, belum sepenuhnya merasakan layanan air bersih yang layak.


Somasi sebelumnya telah ditujukan kepada sejumlah pihak, antara lain Bupati Banyuasin, Direktur PDAM Tirta Betuah, Kejaksaan Negeri Banyuasin, serta Ketua DPRD Banyuasin. Warga mendesak adanya solusi konkret agar mereka dapat memperoleh akses air bersih yang layak konsumsi.


Di lapangan, kondisi yang dihadapi warga jauh dari ideal. Air hanya mengalir sekitar tiga kali dalam sebulan, dengan durasi terbatas, rata-rata sekitar tiga jam setiap kali mengalir. Selain itu, kualitas air kerap dikeluhkan karena keruh dan berbau.


“Sudah belasan tahun kami merasakan kondisi ini. Air tidak menentu, dan ketika mengalir pun sering tidak layak digunakan,” ujar perwakilan warga, Feriyadi Asri Munandar.


Hal senada disampaikan Dedison. Ia menilai kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan yang dialami masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.


Menurut pihak PDAM, salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran dari APBD Banyuasin. Untuk melakukan revitalisasi, dibutuhkan dana sekitar Rp35 miliar.


Namun, Sapriadi menilai alasan tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.


“Banyuasin merupakan kabupaten besar dengan APBD yang cukup signifikan. Sangat disayangkan jika kebutuhan mendasar seperti air bersih tidak menjadi prioritas,” katanya.


Jika pemerintah daerah tidak mampu memenuhi kebutuhan anggaran tersebut, pihaknya mendorong pemerintah pusat melalui kementerian terkait serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk turut memberikan dukungan.


“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ini harus menjadi prioritas, bukan dikesampingkan,” ujarnya.


Krisis yang tak kunjung terselesaikan ini bahkan memunculkan kekecewaan mendalam di tengah warga. Muncul wacana di masyarakat Kenten Raya untuk memisahkan diri dari Kabupaten Banyuasin jika kondisi tersebut terus berlanjut tanpa solusi nyata.


Bagi warga, langkah hukum yang ditempuh bukan sekadar gugatan, melainkan bentuk perjuangan panjang untuk mendapatkan hak dasar yang selama ini terabaikan—akses terhadap air bersih yang layak dan berkelanjutan.(sn)

Share:

Dugaan Intimidasi Jurnalis Diselidiki, Polisi Mulai Periksa Pelapor


Kasus Intimidasi Wartawan, Polres OKU Selatan Ambil Keterangan Pelapor


OKU Selatan. SININEWS.COM — Polres OKU Selatan mulai mengusut kasus dugaan intimidasi dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap dua jurnalis, masing-masing dari PALTV dan OKUStoday, Kamis (09/04/2026).


Dua jurnalis yang melapor Sri Fitriyana (Ayik) dan Apriadi, menjalani pemeriksaan di ruang Tindak Pidana Umum (Pidum) Polres OKU Selatan sekitar pukul 14.00 WIB.


Keduanya langsung diperiksa oleh tim penyidik setibanya di Mapolres, dengan durasi pemeriksaan kurang lebih tiga jam.


Sri Fitriyana (Ayik) mengungkapkan, dalam pemeriksaan tersebut penyidik menggali secara detail kronologi kejadian yang dialaminya.


“Pertanyaan berkisar pada kronologi, mulai dari proses konfirmasi berita di Dinas Sosial hingga insiden yang terjadi di ruang Kepala Dinas,” jelasnya.


Sementara itu, Apriadi juga menjalani pemeriksaan secara terpisah. Ia menyebut materi pertanyaan yang diajukan penyidik tidak jauh berbeda, yakni seputar alur kejadian yang dilaporkan.


“Intinya terkait kronologi peristiwa yang terjadi,” ujarnya singkat.


Di sisi lain, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana melalui Kasat Reskrim AKP Aston L Sinaga membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa pelapor sebagai langkah awal proses penyelidikan.


“Setelah pelapor, kami akan memanggil sanksi-sanksi lain yang berada di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan,” tegasnya.


Kasus ini kini masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik Polres OKU Selatan. (sn)

Share:

Beasiswa Non-ikatan Dinas SKK Migas-PHR Buka Harapan Generasi Muda PALI


Caption: 

PHR Zona 4 memiliki program Beasiswa Non-Ikatan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan SDM di sekitar wilayah operasi.


PALI. SININEWS.COM - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sekitar wilayah operasi, termasuk di Kabupaten PALI, melalui program Beasiswa Non-Ikatan Dinas.


Berkolaborasi dengan Politeknik Akamigas Palembang, PHR Zona 4 telah memberi beasiswa studi D3 kepada 26 orang anak muda PALI yang tinggal di sekitar wilayah operasi PEP Adera Field dan PEP Pendopo Field.

 

Beasiswa ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetapi berprestasi secara akademis. Program tahunan ini telah dilaksanakan sejak 2014 dan akan kembali dilanjutkan tahun 2026 ini. "Program beasiswa bagi putra daerah ini untuk mendorong anak-anak muda berprestasi di sekitar wilayah operasi untuk ikut serta dalam mewujudkan ketahanan energi nasional dan berkontribusi bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan," kata Manager Community Involvement & Development (CID) PHR Iwan Ridwan Faizal.

 

PHR Zona 4 membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat menjadi penerima beasiswa ini. Anak-anak muda itu dipilih melalui seleksi yang ketat dan transparan. Mereka melewati sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administrasi, psikotes, wawancara, hingga medical check up. Perusahaan juga memberi pendampingan bagi penerima beasiswa selama pendidikan. Saat ini, sebagian besar penerima beasiswa telah lulus dan bekerja di industri migas. Misalnya, Merdi Sariansyah, anak muda PALI penerima Beasiswa Non-Ikatan Dinas SKK Migas-PHR Zona 4. Ia berkuliah di jurusan Teknik Eksplorasi Produksi Migas pada 2014 hingga 2017.

 

Kesempatan mengenyam pendidikan di Politeknik Akamigas Palembang membuat Merdi memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Ia pernah berkarir di salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia sebelum akhirnya berlabuh di perusahaan dambaannya, Pertamina EP Adera. Untuk menjadi Perwira Pertamina di Adera, Merdi harus mendaftar rekrutmen terpusat di www.recruitment.pertamina.com dan menjalani seleksi recruitment experienced hire yang ketat. "Alhamdulillah bisa bekerja di mana tempat saya diberi beasiswa, yaitu Adera Field. Ini adalah suatu yang sangat berdampak bagi hidup saya, bahkan saya bisa sampai menyekolahkan dua adik saya hingga sarjana," ucap Merdi.

 

Merdi mendorong anak-anak muda PALI lainnya untuk ikut seleksi Beasiswa Non-Ikatan Dinas. Menurutnya, program ini membuka harapan bagi anak-anak muda di sekitar wilayah operasi PHR Zona 4. "Buat adik-adik yang memiliki tekad yang kuat untuk maju, tetapi terhalang biaya untuk kuliah, kalian memiliki masa depan dan harapan untuk maju ke depannya," ujar Merdi.(sn)


Share:

Polsek Talang Ubi Ungkap Kasus Curas di TPA Simpang Airport, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Polsek Talang Ubi Ungkap Kasus Curas di TPA Simpang Airport, Satu Terduga Pelaku Diamankan


PALI. SININEWS.COM— Jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Talang Ubi berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di kawasan Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan satu orang terduga pelaku, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO), Rabu (08/050/2026)

Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban yang diterima pihak kepolisian pada 31 Maret 2026. Laporan itu terkait peristiwa pencurian dengan kekerasan yang terjadi di sebuah pondok dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Simpang Airport.

“Setelah menerima laporan, kami segera memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, pada Senin, 6 April 2026, satu orang tersangka berhasil diamankan di sekitar lokasi kejadian,” ujar Kapolsek.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban bernama Sana Binti Sako (53), seorang petani asal Kelurahan Talang Subur, Kecamatan Talang Ubi, sedang beristirahat di pondok bersama suaminya.

Korban terbangun setelah mendengar suara mencurigakan dari dalam pondok. Salah satu pelaku diduga langsung menindih tubuh korban dan mencekik lehernya sambil mengancam agar tidak berteriak. Sementara itu, pelaku lainnya mengambil sebuah tas milik korban yang berada di dekat tempat tidur suami korban.

Tas tersebut berisi sejumlah barang berharga, antara lain emas seberat satu suku, uang tunai sebesar Rp9 juta, serta dokumen penting berupa surat rumah, kartu tanda penduduk (KTP), dan kartu keluarga (KK). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp24 juta.

Kapolsek menambahkan, tersangka yang berhasil diamankan diketahui berinisial S alias M (55), seorang petani yang berdomisili di wilayah Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi.

“Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu buah alat pengait jenis gancu yang diduga digunakan tersangka untuk mempermudah masuk ke dalam pondok korban,” jelasnya.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Talang Ubi guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan kasus serta memburu satu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

“Kami terus melakukan pengembangan perkara dan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk proses hukum berikutnya,” tutup Kapolsek.(SN/PERRY)

Share:

LIGA YOOSCOUT REGIONAL TANGERANG 2026 RESMI BERGULIR, JADI AJANG UNJUK BAKAT PESEPAK BOLA MUDA


LIGA YOOSCOUT REGIONAL TANGERANG 2026 RESMI BERGULIR


KOTA TANGERANG. SININEWS.COM – Kompetisi sepak bola usia dini, Liga Yooscout Regional Tangerang 2026, resmi digelar mulai Minggu (5/4/2026). Turnamen ini akan berlangsung hingga 20 Juni 2026 dan dipusatkan di tiga stadion berumput sintetis di Kota Tangerang, yakni Stadion Nambo Jaya, Stadion Porci Cibodas, dan Stadion Mini Cipondoh.


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan bahwa kompetisi ini menjadi kesempatan emas bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan pemandu bakat.


“Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi para pemain muda untuk unjuk gigi. Harapannya, mereka bisa dilirik dan memiliki kesempatan berkarier lebih tinggi di dunia sepak bola,” ujar Kaonang saat ditemui di Stadion Nambo Jaya.


Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini sepenuhnya didukung oleh pihak penyelenggara tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).


Sementara itu, penyelenggara Liga Yooscout Regional Tangerang, Santoso, menjelaskan bahwa kompetisi ini mempertandingkan empat kategori usia, yakni U-11, U-13, U-15, dan U-17. Setiap kategori diikuti maksimal 12 tim.


“Kami ingin pembinaan sepak bola usia dini semakin berkembang melalui kompetisi yang terstruktur. Dari sini diharapkan lahir pemain-pemain berkualitas yang bisa membawa nama Indonesia ke kancah internasional,” jelas Santoso.


Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa para juara dari masing-masing kategori akan mewakili Tangerang di ajang Liga Yooscout tingkat nasional.


“Putaran nasional rencananya juga akan digelar di Kota Tangerang pada awal Juli 2026, dengan melibatkan 22 daerah dari seluruh Indonesia,” tambahnya.


Dengan digelarnya Liga Yooscout Regional Tangerang 2026, diharapkan pembinaan atlet muda semakin meningkat dan mampu mencetak generasi pesepak bola unggul di masa depan.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts