Sakit Hati, Dua Pelajar Bobol Sekolah

PALI-- Mengaku sakit hati karena tidak naik kelas, dua pelajar SMPN 6 Talang Ubi yang terletak di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berinisial IG (14) dan HF (14) keduanya masih duduk di kelas 1 SMP tersebut nekat membobol sekolahnya sendiri dibantu pelaku Robiansyah (18) warga Desa Simpang Tais pada Minggu (22/7) lalu.

Akibat perbuatannya itu, kedua pelajar dan pelaku Robiansyah digelandang jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi, pada Rabu (25/7) sekitar pukul 08.00 WIB.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman disampaikan Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi, bahwa kejadiannya diketahui pada hari Minggu (22/7) sekitar pukul 18.00 WIB ketika penjaga sekolah sedang patroli di sekolahan, melihat pintu ruangan kantor terbuka.

Karena merasa curiga lalu penjaga sekolah masuk ke dalam kantor dan melihat barang-barang aset sekolah.  Ternyata 3 buah Infocus,1 buah UPS,1 buah tabung gas elpiji 3 kg sudah hilang. Setelah itu penjaga sekolah langsung menelpon kepala sekolah dan atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Talang Ubi.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Elang Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku dari hasil penyelidikan di ketahui identitas ketiga pelaku.

"Saat ditangkap, pelaku Robi sedang berada di rumahnya, dan langsung kita bawa ke Mapolsek bersama barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara untuk kedua pelaku yang berstatus pelajar diamankan saat berada di SPBU," ungkap Nasron, Rabu (25/7).

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, dijelaskan Nasron berupa 2 unit infocus, satu buah tabung gas elpiji ukuran 3 kg dan satu unit timbangan digital khusus untuk praktek laboratorium.

"Meski ada dua pelaku yang masih pelajar dan dibawah umur, tetap kami tahan dan semua pekaku kita jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara," tandas Kanit Reskrim.

Sementara dari pengakuan HF, salahsatu pelaku yang masih pelajar cukup mengejutkan, karena pelaku yang saat ini masih belia telah dua kali membobol sekolahannya sendiri. Dan yang paling mengejutkan bahwa cara membobol pintu sekolah cukup cepat, karena hanya dengan menggunakan sebuah obeng, aksi pelaku terbilang cepat.

"Aku sudah dua kali pak, dan hasil curian kami seluruhnya berjumlah Rp 800 ribu, dan dipakai untuk tambahan uang jajan," akunya dihadapan polisi
Share:

SatPol PP PALI Grebek Pelajar Ngomix

PALI. Penyalahgunaan sirup obat batuk merek Komix yang dicampur minuman penambah stamina rupanya masih marak dilakukan beberapa remaja di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terbukti pada Kamis (26/7) saat puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) PALI melalukan patroli rutin dalam meningkatkan disiplin pegawai dan pelajar saat jam kerja dan jam sekolah, ditemukan sekelompok pelajar berseragam SLTA tengah pesta sirup obat batuk tersebut di belakang gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo.

Temuan tersebut langsung dibubarkan Satpol-PP dan para pelajar yang tengah pesta sirup obat batuk langsung kocar-kacir, tetapi untuk membina para pelajar tersebut, Satpol-PP langsung mengejarnya. Dan tiga pelajar berhasil dibawa ke kantor Satpol-PP PALI untuk dibina selanjutnya pihak sekolah dan orang tua bersangkutan dipanggil, agar kedepannya bisa lebih aktif lagi mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan dan narkoba.

"Tiga pelajar dan bungkus sirup obat batuk yang baru saja dipakai kami bawa ke kantor. Untuk pelajar untuk diberikan pembinaan agar tidak mengulangi lagi. Kegiatan ini bertujuan menyelamatkan generasi muda kita agar terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan, dan akan kita lakukan rutin setiap hari," ungkap Zulkopli, Plt kepala Satpol-PP PALI, Kamis (26/7).

Diharapkan dengan melakukan razia rutin tersebut, mempersempit ruang gerak remaja dalam melakukan penyalahgunaan obat-obatan.

"Kita juga akan sweeping ke sekolah-sekolah serta memberikan sosialisasi terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan. Kegiatan ini juga tidak hanya dilakukan di kota Pendopo saja, melainkan akan berkeliling ke setiap kecamatan," tandasnya.

Sementara dari pengakuan AR (15) salahsatu pelajar yang terciduk Satpol-PP berkilah dirinya tengah melakukan pesta komix.

"Kami sedang duduk-duduk pak, karena ikut teman nongkrong dibelakang gedung Pesos. Kami tidak sedang ngomix, hanya mencari angin diluar karena jenuh berada di lingkungan sekolah terus," kilahnya.
Share:

Amblas, Jalan Lintas PALI-MUBA Rusak Parah

PALI. Jalan lintas antara Kabupaten PALI-Sekayu kabupaten Musi Banyuasin yang letaknya ada di wilayah Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah hampir satu tahun ini mengalami kerusakan akibat tergerus arus anak sungai Sebagut, menyebabkan amblasnya gorong-gorong yang memutuskan jalan lintas tersebut. Pasca gorong-gorong amblas, warga pun bergotong royong membuat jembatan darurat diatasnya.

Jalan yang seyogyanya menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi Sumatera Selatan tersebut, hingga kini masih juga belum diperbaiki, padahal kerap kali lokasi tersebut menjadi penghambat pengendara karena jembatan darurat mengalami kerusakan.

Terlebih belum lama ini, tiga warga yag biasa merawat jembatan darurat digulung polisi karena diduga telah melakukan pelemparan menggunakan batu terhadap mobil angkutan jamaah haji yang enggan memberikan sejumlah uang.

Puncaknya, pada Kamis pagi (26/7) jembatan darurat putus total dan tidak lagi bisa dilalui kendaraan. Sampai akhirnya banyak pihak turun tangan membantu pengendara agar bisa menyeberangi jembatan darurat tersebut.

"Kami baru saja menyampaikan profosal bantuan pembuatan plat deker dari pipa bekas ke Pertamina Adera untuk menuntaskan permasalahan ini, sebelum ada realisasi dari pemerintah provinsi. Tetapi apabila belum juga ada tanggapan dari perusahaan, maka kami akan kerahkan warga untuk bergotong royong," ungkap Suwandi, Kades Panta Dewa, Kamis (26/7).

Diakui Kades bahwa antrian panjang kendaraan sempat mengular saat Kamis dini hari, sebelum akhirnya banyak pengendara memutar arah mencari jalan lain.

"Kalau kendaraan roda dua sudah bisa melintas, tetapi harus ekstra hati-hati. Namun untuk kendaraan roda empat, kami sarankan agar mencari jalan lain. Sejak kamis pagi, banyak anggota Polsek Talang Ubi membantu pengendara roda dua untuk menyeberang," terang Kades.

Sementara itu, Afrizal Muslim, ketua GNPK-RI Kabupaten PALI mendesak agar pihak provinsi sesegera mungkin mengatasi persoalan tersebut. Sebab,

sudah hampir satu tahun tidak ada perhatian sama sekali baik dari eksekutif apalagi legeslatifnya.

"Jika dalam waktu dekat masih belum tersentuh, maka masyarakat akan datang beramai-ramai ke gedung DPRD provinsi," tandasnya.

Terpisah, Kapolres Muara Enim melalui Kabag OPS, Kompol Irwan Andeta SIK menyebut bahwa perbaikan jembatan darurat di desa Panta Dewa bukan sengaja dibiarkan pemerintah provinsi, namun sudah beberapa kali Pemprov berencana melalukan itu, tetapi warga setempat menolaknya dengan berbagai alasan.

"Beberapa warga membentuk kelompok dengan berdalih melakukan perawatan jembatan tersebut. Tetapi dibalik itu, warga tersebut meminta-minta dijalanan terhadap pengemudi bahkan sering memaksanya. Untuk kedepan, kami dari kepolisian siap mengawal pemerintah apabila akan membangun jembatan tersebut," tandas Kabag OPS Polres Muara Enim. (Admin)
Share:

DPPKBP3A PALI Launching Pencanangan 9 Kampung KB

PALI. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus membentuk kampung KB.

Meski baru berumur lima tahun, namun pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui DPPKBPPPA telah membentuk 15 kampung KB, yakni pada tahun 2016 dibentuk kampung KB tingkat Kabupaten. Pada tahun 2017 dibentuk 5 kampung KB tingkat Kecamatan, dan pada launching saat ini, 9 kampung KB tingkat desa.

"Alhamdulillah sudah 15 kampung KB terbentuk. Dan pencanangan kampung KB di Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara dilaksanakan Jumat (27/7) bersamaan dengan 8 kampung KB lainnya yang dilaunching secara serentak," ungkap Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI.

Pada launching pencanangan 9 kampung KB di Desa Tanjung Baru, dikatakan Yenni didukung TP-PKK PALI dengan membagikan makanan tambahan untuk Balita serta paket Sembako untuk Lansia.

"Kegiatan launching didukung penuh oleh TP-PKK. Dan berharap kerjasama lintas sektoral lebih berperan lagi dalam mendukung terciptanya PALI sejahtera menuju PALI Cemerlang," harapnya.

Sejak terbentuknya kampung KB dimana didalamnya terdapat berbagai macam kegiatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, diakui Yenni bahwa kabupaten PALI telah meraih berbagai penghargaan ditingkat provinsi.

"Bina Keluarga Lansia dari kampung KB kecamatan Penukal kita meraih juara 3 tingkat provinsi, kemudian UPPKS mendapat juara 2 tingkat provinsi serta juara 2 pelayanan KB dan KIA di RSUD PALI tingkat provinsi. Ini menjadi prestasi kita yang membanggakan," jelas Yenni.

Pada dasarnya dijelaskan Yenni bahwa sebelum pembentukan kampung KB ada tiga hal pokok yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai syarat dibentuknya Kampung KB dalam suatu wilayah, yaitu tersedianya data kependudukan yang akurat. Kedua, dukungan dan komitmen Pemerintah Daerah.Ketiga partisipasi aktif masyarakatnya.

"Sasaran Kegiatan Kampung KB merupakan subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan operasional pada Kampung KB selain keluarga. PUS, lansia, dan remaja juga keluarga yang  memiliki balita, keluarga yang memiliki remaja dan keluarga yang memiliki lansia. Sedangkan sasaran sektoral disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing yang pelaksananya adalah Kepala Desa/Lurah, Ketua RW, Ketua RT, PKB, Petugas lapangan sektor terkait, TP PKK, kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam hal ini PPKBD dan Sub PPKBD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda serta kader pembangunan lainnya," papar Yenni
Share:

Angkutan Jamaah Haji Dipalak, Tiga Pelakunya Digulung Polisi

foto : jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi saat menggulung tiga pelaku

 

PALI-- Jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi menggulung tiga pelaku yang biasa melalukan pungutan liar (Pungli) yang biasa mangkal di jembatan amblas yang ada di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebab tindakan ketiganya sudah meresahkan warga terutama pengguna jalan.

Dari keterangan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda Nasron Junaidi bahwa aksi terakhir ketiga pelaku adalah menghadang angkutan jamaah calon haji dan melakukan pemalakan terhadap pengemudi angkutan rombongan yang akan berangkat ke Tanah Suci itu.

Tetapi, pengemudi angkutan jamaah haji tidak memberikan sejumlah uang yang dipinta pelaku. Lalu pelaku memukuli dan melempar dengan batu kearah mobil jamaah haji tersebut.

"Kita amankan ketiga pelaku pada Senin malam (23/7) saat ketiganya berada di TKP. Para pelaku rupanya mendirikan pos di sekitar TKP, kemudian kita ratakan pos tersebut karena telah meresahkan masyarakat," ungkap Nasron, Rabu (25/7).

Dijelaskan Nasron, ketiga pelaku tersebut masing-masing bernama Yustaria (45) tahun, Darmawan (30) dan

Holman (38) ketiganya warga Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi. Nasron juga menjelaskan, saat penangkapan pelaku, diamankan barang bukti berupa 1 buah kapak, 1 buah senter, 1 buah sanggih/jaring bergagang kayu atau alat untuk meminta uang, 5 buah batu koral, uang tunai Rp 210 ribu berbagai pecahan antara pecahan Rp 1.000 sampai Rp 5.000.

"Ketiga pelaku dan barang bukti kita amankan di Mapolsek Talang Ubi, dan saat ini masih dalam pemeriksaan. Para pelaku terkenal licin, sebab, ketika anggota kita datang, para pelaku bubar. Tetapi ketika kita tidak ada, pelaku kembali melalukan Pungli," terang Nasron.

Sementara dari pengakuan Yustaria, salahsatu pelaku berkilah bahwa dirinya bersama kawan-kawan lainnya tidak melakukan Pungli, tetapi meminta kepada pengemudi seikhlasnya saja. Sebab, dilokasi kejadian, ada jembatan darurat yang dibuat atas jerih payahnya.

"Kami tidak memaksa pak, hanya sukarela saja. Dan menjaga jembatan darurat itu dibagi dua shift, siang dan malam. Setiap hari kami mendapat uang sekitar Rp 60.000/orang, dan uangnya kami pakai untuk keperluan sehari-hari," kilahnya dihadapan polisi. (red)
Share:

Solar Cepat Habis, Ini Penyebabnya

PALI-- Kondisi Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) 24.312.138 yang terletak di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hampir setiap harinya dipenuhi mobil truk yang hendak mengisi bahan bakar disana.

Imbasnya, antrian panjang mengular dan yang dikeluhkan warga pengendara lainnya saat hendak mengisi BBM, adalah antrian mobil truk menghalangi jalan ketika akan memasuki SPBU tersebut.

Selain itu, warga pun mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis solar, karena sering kehabisan akibat banyaknya mobil truk pengangkut barang yang mengisi BBM di SPBU itu.

"Sebelum jam 12 siang, solar sudah habis, jadi kami terpaksa beli eceran atau harus mencari SPBU lain apabila kehabisan di SPBU Simpang Tais," ungkap Simbolon, Rabu (25/7).

Dia meminta agar pihak SPBU membatasi pengisian BBM bagi kendaraan pengangkut barang agar masyarakat lainnya tidak kesulitan mencari BBM jenis solar.

"Bagi pengemudi mobil truk, kalau mau mengisi BBM di SPBU itu, ya harus memberikan ruang bagi pengendara lain yang juga akan mengisi BBM, serta bagi pengelola SPBU juga harus bisa mengatur lalulintas disekitar SPBU serta membatasi pengisian BBM bagi mobil angkutan barang," pintanya.

Sementara itu, Zulkopli, Plt kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) PALI juga mengeluhkan hal sama, karena seringkali mobil Dalmas yang dimiliki Satpol-PP sering kehabisan BBM jenis solar saat hendak kelapangan.

"Kalau mobil truk itu mengangkut alat perusahaan, seyogyanya pihak perusahaan bersangkutan harus membantu menyediakan BBM solar agar tidak terjadi penumpukan armada pengangkut barang di SPBU yang mengakibatkan solar jadi cepat habis," saran Zulkopli.(red/mrsd)
Share:

KPUD Prabumulih Tetapkan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih

PRABUMULIH-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Prabumulih, menggelar rapat Pleno Terbuka penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota Prabumulih terpilih dalam pemilihan waliko dan wakil walikota Prabumulih 2018, Rabu (25/7).

Kegiatan yang diselenggarakan di aula Hotel Grand Nikita itu berlangsung aman, tertib dan sukses.

Rapat pleno terbuka itu dipimpin oleh Ketua KPUD Prabumulih, Muhammad Takhyul SIP dan para komisioner antara lain Sirajuddin SH, Wawan Irawan, Titi Melinda SE dan Era Hustri serta Sekretaris KPU, H Dinerson SH MH.

Hadir dalam rapat pleno itu Walikota terpilih Ir H Ridho Yahya MM dan wakil walikota terpilih H Andriansyah Fikri SH, tim sukses dan para partai pengusung, para pimpinan FKPD kota Prabumulih, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta undangan lainnya.



Dalam pleno itu disampaikan jika pada pilkada pasangan Ridho-Fikri memperoleh suara sebanyak 74.723 suara atau 79,26 persen dan kotak kosong sebanyak 19.552 suara atau 20,73 persen.

"Berdasarkan perolehan tersebut maka pada hari ini KPUD menetapkan H Ridho Yahya dan H Andriansyah Fikri sebagai Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih terpilih," tegas Ketua KPUD Prabumulih, Muhammad Takhyul.

Takhyul mengatakan, KPU sendiri mendapat dua penghargaan dari dalam pilkada tahun ini yakni sebagai KPU tercepat Se-sumsel melakukan rekapitulaai dan penempatan disiplin Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik di Sumsel.

"Alhamdulilah semua rangkaian terselenggara dengan baik tanpa hambatan dan KPU mendapatkan dua penghargaan dari KPU Sumsel," tuturnya. (Ad
Share:

KPUD PALI Sosialisasikan Tahapan Pendaftaran dan Verifikasi Bacaleg

PALI-- Tahapan pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang saat ini memasuki verifikasi berkas administrasi pendaftaran Bacaleg. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengumpulkan seluruh pengurus Parpol untuk menyampaikan proses tahapan pendaftaran dan verifikasi peserta Pemilu.

Ketua KPUD PALI, H Hasyim didampingi Adella Rosita, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat menjelaskan tujuan KPUD PALI mengundang seluruh Parpol adalah sesuai proses tahapan pendaftaran calon legislatif, yang saat ini sudah berjalan.

"Kita sudah menerima pendaftaran para calon legislatif, dalam proses pendaftaran ini perlu dikomunikasikan dengan seluruh parpol, karena ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh seluruh para calon," ungkap H Hasyim, saat acara sosialisasi tahapan pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu, Rabu (25/7).

Ditambahkan H Hasyim bahwa diketahui Parpol diseluruh Indonesia ini, banyak yang menyerahkan berkas pendaftaran Bacalegnya saat detik-detik terakhir pendaftaran. Hal itu diakui H Hasyim cukup membuat kewalahan pihak penyelenggara Pemilu, tetapi KPU tetap melayani.

"Kami tetap layani sampai tengah malam pada masa akhir pendaftaran. Saat akhir pendaftaran, masih ada beberapa Parpol yang belum melengkapi berkas, dan beruntung KPU pusat mengeluarkan penambahan waktu hingga 18 Juli 2018 sampai pukul 9 pagi, dan alhamdulillah, seluruh Parpol peserta pemilu berkas pendaftaran Bacalegnya masuk di KPUD PALI," jelasnya.

Pasca menerima berkas pendaftaran, dikatakan H Hasyim bahwa tugas KPU selanjutnya adalah memverifikasi berkas administrasi seluruh Caleg.

"Nah, saat ini kita tengah melakukan verifikasi, dan nantinya, kami harapkan kepada pengurus Parpol, agar memberitahukan kepada seluruh Bacaleg yang masih belum lengkap berkasnya agar secepatnya melengkapi," tukasnya.

Sebelum diumumkan DCS, maka dijabarkan ketua KPUD PALI bahwa pihaknya akan mengeluarkan tiga kategori, yakni memenuhi syarat (MS), belum memenuhi syarat (BMS) dan tidak memenuhi syarat (TMS). Bagi kategori BMS dan TMS, nantinya akan langsung diberitahukan kepada Parpol bersangkutan agar segera melengkapi sampai tanggal 31 Juli 2018.

"Perlu diingat, kewajiban memperbaiki berkas pendaftaran Bacaleg adalah kewajiban Parpol dan Bacalegnya, KPU hanya menerima konsultasi. Setelah lengkap dan masuk DCS, maka akan diuji kelayakan oleh masyarakat, atau meminta tanggapan kepada masyarakat terkait masing-masing DCS. Hasilnya akan kita koordinasikan kembali dengan Parpol," bebernya.

Sosialisasi tersebut dihadiri Bupati PALI diwakili Asisten 1 Rizal Pahlevi, Panwaslu PALI serta perwakilan pengurus Parpol peserta pemilu. Asisten 1 mengharapkan pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang bisa sukses seperti apa yang telah dilalui pada Pilgub 27 Juni 2018 lalu.

"Kami harapkan seluruh Parpol bisa melaksanakan apa yang telah tertuang pada PKPU, agar seluruh tahapan Pileg bisa dilalui tanpa hambatan. Dan kami berharap dukungan semua pihak untuk mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019," harap Rizal Pahlevi.

Terkait indikasi adanya ASN ataupun kepala desa yang ikut berkompetisi jadi Bacaleg, seluruh parpol agar objektif melaksanakan peraturan KPU tentang persyaratan pencalonan.

"Kami juga menegaskan bagi ASN atau Kades yang akan Nyaleg, diwajibkan mundur terlebih dahulu," tandasnya. (red/mrsd)
Share:

CJH PALI Berangkat Ke Tanah Suci

PALI-- Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berjumlah 26 orang ditambah satu orang petugas TPHD dilepas menuju asrama haji di kota Palembang selanjutnya terbang ke tanah suci Makkah oleh Bupati PALI melalui Plt Sekda PALI, Syahron Nazil pada Senin malam (24/7) sekitar pukul 21.00 WIB, di Masjid Syuhada Handayani Kecamatan Talang Ubi.

Pelepasan CJH diwarnai isak tangis bahagia dari keluarga CJH yang ikut mengantarkan ke lokasi pelepasan.

Syahron Nazil berpesan kepada seluruh CJH agar bisa menjaga kondisi kesehatannya saat berangkat maupun setelah di tanah suci Makkah.

"Cuaca di PALI dan di Makkah pasti berbeda, oleh sebab itu, apabila ada keluhan, langsung saja hubungi atau datangi tempat pelayanan kesehatan di tanah suci," pesan Sekda.

 

Sekda juga berharap, seluruh CJH asal PALI bisa pergi dan pulang kembali ke tanah air bisa selamat dan menjadi haji yang mabrur.

"Ibadah haji merupakan ibadah yang melatih kesabaran, sebab sebelum berangkat, para calon jamaah haji harus bersabar menunggu bertahun-tahun menunggu gilirannya. Setelah di tanah suci, kesabaran juga akan diuji dengan cuaca panas, ditambah harus menjalani rangkaian ibadah lainnya menuju kesempurnaan berhaji. Apabila dijalani dengan tulus iklas dan sesuai arahan pendamping, mudah-mudahan seluruh jamaah asal PALI bisa pulang dengan selamat," tukasnya.

Sementara itu, Hasanuddin, Kepala Kemenag kabupaten PALI menjelaskan bahwa CJH asal PALI berangkat melalui gelombang pertama kloter 6 dan diperkirakan pulang kembali ke tanah air dari Jeddah sekitar tanggal 3 September 2018.

"Persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari, termasuk pengumpulan koper bawaan para jamaah, dan insyaallah, seluruh CJH kita sudah siap meskipun didominasi Lansia," kata Hasanuddin. (red/mrsd)
Share:

Peringatan Hari Anak Nasional, Bupati PALI Terima Dua Penghargaan



foto: dokumentasi

 

PALI-- Berdasarkan Hasil Penilaian Evaluasi Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil meraih penghargaan KLA.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, kepada Bupati PALI, yang diwakili oleh. Asisten 1 pada Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2018 di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin malam (23/7).

Penghargaan Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA) merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atas segala jerih payah para Bupati dan Walikota dalam upaya memenuhi amanat konstitusi, yaitu pemenuhan hak anak.

Sejak pemerintah meratifikasi Konvensi Hak Anak melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990, negara berkewajiban memenuhi semua hak anak, melindungi anak, dan menghargai pandangan anak sebagaimana tercantum dalam konvensi tersebut.

Kabupaten PALI melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) selalu berusaha untuk terus meningkatkan upaya-upaya pemenuhan hak anak di kabupaten PALI.

Selain penghargaan KLA, Bupati PALI juga menerima Penghargaan Pemenuhan Hak Sipil Anak Tahun 2018. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan yang diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia kepada Kabupaten/ Kota yang mampu meningkatkan cakupan kepemilikan akte kelahiran.

Dengan diberikannya penghargaan tersebut berarti Kabupaten PALI telah mampu meningkatkan cakupan akte kelahiran melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.



Bupati PALI melalui Asisten 1, Rizal Pahlevi megemukakan bahwa dengan penghargaan yang telah diraih saat ini menandakan bahwa kinerja Bupati dalam mendukung program KLA diakui pemerintah pusat.

"Dedikasi pak Bupati sudah kita ketahui bahwa beliau sangat mendukung program ini, tentu kami atas nama pemerintah daerah sangat ,sebab tidak seluruh daerah di Indonesia mendapatkan penghargaan ini. Bahkan dalam satu acara, dua penghargaan diterima langsung oleh Bupati," ungkap Rizal Pahlepi, didampingi Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA dan Rismaliza, kepala Disdukcapil PALI, Selasa (24/7).

Dia juga meminta dukungan semua OPD dilingkugan Pemkab PALI agar terus melakukan peningkatan pelayanan publik.

"Harapannya ditahun depan bisa meningkat lagi, dari kategori pratama menjadi kategori madia. Dan kami meminta dukungan semua OPD dilingkugan Pemkab PALI agar pelayanan terhadap publik bisa maksimal diberikan kepada masyarakat," harapnya. (red/mrsd)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts