Jatah Raskin Berkurang, Bapak dan Anak Tega Tusuk Kadus

PALI--Romsa (54) dan Rudi Hartono (22) keduanya warga Desa Karang Tanding Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa digulung jajaran Polsek Penukal Utara lantaran telah melakukan pengeroyokan terhadap korbannya seorang kepala dusun (Kadus) bernama Sumaryadi (28), yang mengakibatkan korban mengalami luka tusukan benda tajam dibagian lengan kirinya.

Insiden penganiayaan tersebut dipicu hanya gara-gara kekurang puasan tersangka lantaran berkurangnya jatah dalam menerima beras sejahtera atau Rastra yang dibagikan korban yang merupakan pemimpin dusun tersebut.

Dari keterangan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Utara Iptu Alpian bahwa saat itu, Rabu (8/8), korban sedang membagikan Raskin atau Rastra. Pada pembagian jatah beras khusus warga kurang mampu itu, ke dua pelaku yang merupakan bapak dan anak itu hanya mendapat satu kantong isi 10 kg beras.

Karena tak terima, pelaku kecewa sebab biasanya pelaku setiap pembagian beras mendapat 2 kantong. Sempat terjadi perang mulut antara pelaku Romsa dan korban dan saling pukul.

"Tiba-tiba datang anak pelaku, yakni Rudi Hartono yang langsung mencabut pisau dari pinggangnya dan menusuk korban yang mengenai lengan sebelah kiri. Setelah itu dilerai warga sekitar dan korban di bawa ke RSUD Pendopo. Sedangkan para pelaku lari ke perkebunan," ungkap Alpian, Sabtu (11/8).

Setelah di lakukan penyelidikan, dikatakan Alpian bahwa di ketahui ke dua tersangka tersebut keluar dari perkebunan dan bersembunyi disalah satu keluarganya.

"Setelah diketahui kepastiannya para  pelaku berada, maka pada Sabtu (11/8) sekitar pukul 02.15 WIB, kita langsung melakukan penangkapan. Kedua pelaku kita bawa ke Mapolsek Penukal Utara berikut barang buktinya berupa satu bilah pisau, dan saat ini kedua pelaku masih kita interogasi," tandasnya. (red)
Share:

Seluruh Parpol di PALI Setujui Rancangan DCS

PALI-- Sesuai tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang bakal digelar pada 17 April 2019 mendatang, KPUD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali kumpulkan seluruh pengurus Partai politik (Parpol) untuk meminta persetujuan rancangan Daftar Calon Sementara (DCS) yang akan diumumkan setelah disetujui.

Dikatakan Avintri Sandi, Divisi Teknis KPUD PALI bahwa rancangan DCS sudah disampaikan ke masing-masing parpol dan seluruhnya menyetujui.

"Selanjutnya kita akan umumkan mulai besok, (Minggu 12 Agustus) di media, dan disebarkan disetiap tempat ramai, serta melalui web resmi KPU, kemudian meminta tanggapan masyarakat terkait nama-nama yang ada pada DCS. Apabila ada yang perlu disampaikan, atau ada nama DCS yang bermasalah, silahkan hubungi KPUD PALI," ungkap Avintri.

Diakuinya, Jumlah DCS ada 326 terbagi 16 Parpol peserta Pemilu yang tersebar di 3 Dapil. Pada tahapan ini, rancangan DCS bakal diteliti oleh masing-masing Parpol, apabila ada kekeliruan terkait nama atau ada perubahan lainnya, maka akan langsung diperbaiki.

"Setelah disetujui da ditandatangani, selanjutnya kita akan umumkan dan seluruh komisioner akan melalukan rapat pleno intern. Untuk penetapan DCT direncanakan bakal kita umumkan 20 september mendatang," tukasnya.

Terkait adanya pejabat maupun pegawai di BUMD, Avintri memberi batasan sampai H-1 sebelum penetapan DCT untuk menyerahkan berkas atau SK pemberhentiannya.

"Ada 6 Kades yang nyaleg dan masuk di DCS, mereka agar segera menyampaikan SK pemberhentian dari Bupati paling lambat H-1 penetapan DCT atau tanggal 19 September. Juga ada Dua anggota dewan yang maju lagi tetapi pindah partai serta Dua pejabat di Perusda agar segera menyerahkan SK pemberhentiannya. Apabila sampai batas akhir tidak menyerahkan maka yang bersangkutan kita nyatakan masuk dalam daftar Tidak Memenuhi Syarat (TMS) alias yang bersangkutan tidak bisa ikut pada Pileg mendatang," tandasnya. (red)
Share:

Dua Terduga BD Sabu Ditembak Mati BNN, Begini Reaksi Warga

PALI -- Warga Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengapresiasi kinerja BNN Sumsel yang telah mengambil tindakan tegas dengan menembak mati dua orang terduga bandar narkoba yang kedapatan membawa 17 kg narkoba jenis sabu-sabu yang dikemas didalam teh cina, dimana salahsatu dari pelaku yang ditembak mati adalah warga Desa Tanah Abang Utara Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI berinisial GI pemuda yang baru berusia 23 tahun.

"Kalau bisa setiap pelaku bandar narkoba ditembak mati, karena telah merusak generasi muda. Dengan adanya kejadian ini, disisi lain kami malu karena salahsatu pelaku warga PALI, tetapi disisi lain kami bangga dengan tindakan tegas aparat penegak hukum, karena akan membuat jera pelaku Lainnya," ungkap Agus, salahsatu warga Talang Ubi, Sabtu (11/8).

Diketahui sebelumnya bahwa R (38), warga Dusun Bukit Tua, Padang Tualang, Langkat, Medan, Sumatera Utara dan GI (23), pemuda asal Tanah Abang Utara, Kabupten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, ditembak mati oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel lantaran kedapatan menyelundupkan 17 kilogram sabu ke Palembang.

Sementara, tiga rekannya yang lain ditangkap berdasarkan hasil pengembangan. Mereka adalah HI (21), warga Kelurahan Tanah Abang Utara, Kabupaten Pali; SU (38), warga Desa Besilam, Padang Tualang, Langkat, Medan, Sumatera Utara, dan; MI (47), warga Desa Rambai Jaya, Kampas Indra Hilir, Pekanbaru.

Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan, kelima tersangka tersebut menyelundupkan sabu dari Medan untuk diedarkan di Palembang.

Awalnya, mereka melakukan pengintaian di sebuah hotel kawasan Jalan Puncak Sekuning, Kelurahan Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, yang merupakan tempat R (38), SU (38) dan MI (47) menginap.

Ketiga tersangka tersebut akhirnya menunggu GI dan SU untuk bertransaksi narkoba. Saat keduanya datang menggunakan mobil, petugas pun langsung melakukan penggerebekan.

“R dan GI mencoba kabur setelah diberikan tembakan peringatan. Karena posisi membahayakan, akhirnya kita ambil tindakan tegas dan pelaku tewas saat akan dibawa ke rumah sakit,” kata Jhon saat di ruang kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Jhon menjelaskan, dari pemeriksaan kepada tiga tersangka, sabu 17 kilogram itu dikirimkan ke Palembang atas perintah salah satu napi yang kini masih mendekam di sel tahanan.

Napi tersebut, menurut Jhon merupakan saudara dari tersangka IG yang tewas ditembak.

“Mereka bergerak atas perintah seorang napi di Lapas. Namun belum bisa disebutkan lapas daerah mana, karena ini masih dalam pengembanganan,” ujarnya. (red)
Share:

Kemeriahan Lomba Gerak Jalan, 232 Regu Bersaing

PALI-- Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI ke 73, pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar berbagai kegiatan, salahsatunya lomba gerak jalan yang dilaksanakan Sabtu (11/8) dengan penyelenggara Dinas Pendidikan PALI.

Peserta lomba dilepas langsung Bupati PALI Heri Amalindo didampingi ketua TP-PKK PALI Sri Kustina dengan rute start di lapangan Gelora Komplek Pertamina dan finish di depan TK Bhayangkara Simpang Lima Pendopo dengan jarak kurang lebih 4 kilometer.

Ketua pelaksana, Haris Munandar, yang menjabat sekretaris Disdik PALI menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut selain dalam rangka memperingati HUT RI juga meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam mempertahankan NKRI melalui kerja nyata demi prestasi bangsa.

"Peserta berjumlah 232 regu terdiri dari tingkat SD 79 regu, SMP 53 regu, SMA 43 regu dan umum termasuk dari OPD ada 57 regu," jelasnya.

Untuk pemenang dikatakan Haris Munandar akan disampaikan sebelum puncak acara. "Sekitar tanggal 16 Agustus kita akan umumkan pemenangnya," ucapnya.

Sementara itu, Pawaka, salahsatu guru pembimbing gerak jalan dari Talang Ubi mengaku bahwa untuk mempersiapkan lomba gerak jalan, regu asal sekolahnya berlatih sejak satu bulan lalu.

"Untuk menjadi pemenang, kami persiapkan sebulan sebelum lomba diselenggarakan," katanya. (red)
Share:

Cari Bibit Atlit di PALI dengan Lomba Bidar

PALI-- Lomba perahu bidar Race 2018, kembali digelar Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (9/8) yang bakal dilaksanakan sampai Sabtu (11/8) di Desa modong kecamatan Tanah Abang.

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi objek hiburan rakyat, dimana pesertanya bukan hanya dari wilayah PALI saja, melainkan dari beberapa daerah tetangga.

"Pelaksanaan lomba bidar ini dilaksanakan Pemkab melaui Disbudpar PALI. Lomba bidar sendiri telah rutin dilaksanakan sejak 11 tahun silam dan sampai saat ini terpelihara dengan baik," ungkap Rizal Pahlepi, asisten 1 yang mewakili Bupati PALI saat membuka kegiatan tersebut.

Diharapkannya dalam ajang Race bidar ini dapat melahirkan atlit muda dicabang olahraga dayung yang akan mewakili kabupaten PALI.

"Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga dalam rangka menjaring atlet baru di Cabor dayung. Semoga,kegiatan ini menjadi magnet untuk menarik wisatawan agar datang ke PALI," harapnya.

Sementara itu, Hermawan kepala desa Modong mengaku bahwa tahun 2018 ini, desanya mendapat bantuan dari Disbudpar dua unit perahu bidar jenis naga.

"Menjadi penyemangat kami selaku warga desa ini atas bantuan dari Pemkab. Dengan rutinnya kegiatan ini dibantu promosi yang dilakukan Disbudpar, berharap kedepannya desa kami menjadi salahsatu objek wisata," kata Kades.(red)
Share:

Berusaha Jambret Pelajar, Dua Remaja Adik Kakak Diringkus Polisi

PALI-- Dua kakak beradik WD (16) dan AG (14) keduanya berdomisili di Handayani Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ditangkap tim elang Reskrim Talang Ubi pada Rabu (8/8) sekitar pukul 14.00 WIB, lantaran mencoba merampas handphone Widia (18) pelajar SMA warga Kebun Sayur kelurahan Talang Ubi Timur yang tengah membonceng sepeda motor bersama temannya.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi disampaikan Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi bahwa kronologis kejadian penjambretan bermula ketika korban pulang dari rumah keluarganya di Golf Handayani Mulya menuju ke rumahnya di Pasar Bhayangkara.

Setibanya di depan SPBU Beracung, sepeda motor korban di salip oleh 2 orang pelaku yang tidak di kenali dari sebelah kiri sepeda motor korban dan langsung merampas handphone milik korban yang sedang di pegang dengan cara menarik hingga korban terjatuh.

Setelah berhasil pelaku melarikan diri ke arah Talang Subur dan korban langsung mengejar pelaku, ketika di jalan korban bertemu dengan Tim Elang Polsek Talang Ubi yang sedang melakukan Hunting.

"Kemudian Tim Elang langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku, setibanya di Talang Subur kedua pelaku berikut barang bukti berhasil di tangkap oleh Tim Elang. Selanjutnya pelaku dan barang bukti di bawa ke Polsek Talang Ubi untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Nasron.

Barang bukti yang diamankan ditambahkan Nasron berupa 1 unit sepeda motor yang dipakai pelaku dan 1 unit Handphone.

"Meski keduanya masih dibawah umur, tetap kita proses dan kita jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara," tandasnya.

Sementara dari pengakuan WD, salahsatu tersangka mengatakan bahwa dirinya dan adiknya baru pertama kali melakukan aksi jambret.

"Kami lihat korban tengah memegang handphone, saat itulah niat aku mengambilnya. Tapi apes keburu ditangkap polisi," akunya. (red)
Share:

Pelajar Tewas Digigit Ular Cobra, Dewan PALI Usulkan Penyediaan Serum Anti Bisa

PALI-- Utami (13) warga dusun III Desa Semangus Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), gadis yang baru beranjak remaja yang saat ini masih duduk di kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Talang ubi meninggal dunia akibat digigit ular berbisa jenis cobra hitam.

Kejadian tersebut pada Jumat (3/8/2018) lalu sekitar pukul 19.30 WIB, saat dirinya berada di dalam rumah bersama keluarganya. Saat itu anak ketiga dari pasangan Sagiman dan Tupuni ini hendak mengambil obat anti nyamuk yang berada di dapur.

Namun, sesaat dirinya berada didapur terdengar suara barang-barang yang jatuh, setelah itu ibu korban mencari tahu apa yang terjadi pada anaknya.

"Mendengar ada barang yang jatuh ibunya langsung memanggil korban, kemudian menyusul korban kedapur. Saat itu korban sudah terduduk sambil memegangi kaki bagian kanan, tampak ada luka kecil seperti goresan dibagian jari kakinya. Ayah dan keluarganya yang lain curiga dan langsung mencari-cari apa yang menggigit anaknya tersebut." terang Erda salahsatu tetangga korban.

Selang beberapa saat, lanjut Erda, baru di ketahui bahwa luka kecil tepat dijari manis kaki bagian kanan itu gigitan dari ular berbisa jenis cobra.

"Setelah itu langsung di bawa ke orang pintar, kemudian dibawa ke bidan desa. Selanjutnya sekitar pukul 21.00 WIB korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), namun diperjalanan nyawa korban tidak tertolong lagi." imbuhnya

Sementara, kedua orang tua korban Sagiman dan Tupuni telah mengiklas kepergian anak ketiganya tersebut.

"Kami tidak pernah menyangka anak kami di panggil duluan. Sebelumnya kami tidak menyangka, korban hanya merasakan sakit dan panas saja di dekat gigitan ular tersebut." ucap Sagiman.

Menyikapi kejadian itu, Darmadi Suhaimi, wakil ketua II DPRD PALI menyampaikan bela sungkawanya. Dan dirinya bakal menyampaikan ke dinas kesehatan PALI agar menyediakan serum anti bisa.

"Saat kemarau, banyak ular berbisa keluar dari sarangnya dan tidak sedikit yang masuk ke rumah-rumah warga. Fakta itu terbukti setelah banyak laporan ke kami banyaknya warga yang menemukan ular berbisa berada didalam rumahnya. Dan kejadian ini salahsatu bukti bahwa banyak ular berbisa berkeliaran. Untuk antisipasi kejadian serupa, kami sarankan seluruh bidan desa diberikan pasokan serum anti bisa ular, agar bisa menangani secepatnya apabila ada warga yang kena gigit ular," tandasnya. (red)
Share:

Sosialisasikan Pemutakhiran Data Pemilih, KPUD PALI Undang Kades dan Camat

PALI-- Pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih saat ini tengah dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam mempersiapkan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang. Untuk mensosialisasikannya, KPUD PALI undang seluruh kepala desa, Lurah dan Camat dalam wilayah Kabupaten PALI, Selasa (7/8).

Ketua KPUD PALI H Hasyim mengajak semua elemen untuk mensukseskan Pemilu 2019 yang bakal digelar secara serentak pada 17 April 2019 mendatang.

"Kami perlu informasi-informasi terkait pendataan pemilih dalam pemutakhiran data pemilih. Apabila memang terdapat warga yang sudah mempunyai hak pilih tetapi belum termasuk pada Data Pemilih Sementara (DPS), maka segera menghubungi petugas kami, agar tidak ada warga yang memiliki hak pilih tidak terdaftar di DPT," ungkap H Hasyim.

Sebab, diakui H Hasyim, pihaknya dan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PALI sering dipanggil dewan terkait adanya pemilih yang tidak terdaftar.

"Saya selalu jelaskan bahkwa kriteria pemilih adalah berusia sudah 17 tahun atau pernah menikah, penduduk berdomisili dan menetap di wilayah PALI dengan bukti adanya KTP elektronik. Jadi apabila ada yang masih belum terdata, berarti belum memiliki kartu identitas," terangnya.

Dikatakan Ketua KPUD PALI bahwa dalam sosialisasi pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih sengaja mengundang kepala desa/lurah maupun Camat bukan ingin mengajari tetapi ingin mendapat dukungan dari semua kalangan terkait pemutakhiran data.

"Kami dipesankan dari KPU provinsi agar mempertahankan predikat penetapan DPT terbaik di provinsi Sumsel. Untuk itu dalam menyusun data pemilih, kami berupaya semaksimal mungkin," tandasnya.

Pada kegiatan tersebut, selain sejumlah kepala desa dan Camat, Komisioner KPUD PALI lainnya juga tampak hadir, diantaranya, Adella Rosita, Adi Candra dan Santosa.

Sementara yang membuka sosialisasi tersebut dilakukan Staf ahli bidang hukum, politik dan pemerintahan, Aria Darmawan yang mewakili Bupati PALI. Pada sambutannya Aria Darmawan mengatakan bahwa sebagai tindaklajut dalam tahapan Pemilu, KPUD PALI telah melaksanakannya sesuai jadwal.

"Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan KPUD, kami juga berharap dengan adanya kegiatan ini, terjadi  komunikasi yang lebih baik lagi, antara pemerintah, Parpol dan seluruh unsur  masyarakat dalam menunjang pembangunan yang saat ini tengah berjalan," ujar Aria Darmawan.(red)
Share:

Siapkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah, Percasi Gelar Kompetisi Catur Terbesar di Sumsel

PALI-- Gelaran kompetisi catur terbesar di provinsi Sumatera Selatan dibuka Selasa (7/8) di Gedung Orkes Komplek Pertamina Pendopo oleh Bupati PALI yang diwakili kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Penukal Abab Ilir (PALI) Drs Darmawi disaksikan sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkugan Pemkab PALI.

Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten PALI selaku pelaksana kegiatan menyebutkan bahwa kompetisi tersebut memperebutkan hadiah uang pembinaan yang mencapai Rp 84 juta dengan diikuti beberapa kelas mulai dari tingkat pelajar SD, SMP, SMA hingga Umum.

Pjs Ketua Umum Percasi Kabupaten PALI, Hendrik A Halim mengatakan, bahwa kompetisi ini merupakan yang kedua kalinya digelar pihaknya, hanya saja skala kompetisi ini lebih besar yakni tingkat provinsi, dari sebelumnya yang hanya tingkat kabupaten.

"Untuk pesertanya sendiri yang telah melakukan pendaftaran sebanyak 250 peserta. 130 peserta dari dalam PALI dan 120 peserta berasal dari kabupaten kota lain, dan juga Provinsi Lampung," terangnya.

Ditambahkannya, bahwa dari ratusan peserta tersebut 10 diantaranya ialah master catur tingkat nasional dan internasional, yang bakal beradu strategi.

"Dengan progran swiss tujuh babak, dan akan ditetukan dengan cara pairings," tukasnya.

Sementara, Kepala Dispora PALI Drs Darmawi mengatakan bahwa kompetisi ini digelar sekaligus untuk mencari bibit-bibit atlit daerah.

"Kompetisi ini sekaligus untuk kita mencari bibit atlit, karena yang mengikutinya mulai dari tingkat SD. Sesuai arahan pak Bupati yang menginginkan melalui olahraga, salahsatu upaya mengenalkan kabupaten PALI," katanya.

Darmawi juga berpesan agar menjunjung tinggi sportifitas untuk meraih prestasi. "Silahkan bertanding dan keluarkan kemampuan masing-masing, tapi ingat dalam suatu pertandingan pasti ada yang kalah dan ada yang menang, yang terpenting jaga sportifitas kita," pesannya. (red)
Share:

Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Kitab Obor Asian Games 2018 di Prabumulih

PRABUMULIH - Kirab obor Asian Games 2018 yang diselenggarakan di kota Prabumulih, pada Senin (6/8) berlangsung meriah dan semarak.

Torch Relay Asian Games 2018 itu disaksikan puluhan ribuan masyarakat kota Prabumulih yang tumpah ruah di sepanjang jalan jenderal sudirman kota Prabumulih itu dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin dan PJ Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi.



Dalam kirab itu para kepala FKPD menjadi pembawa obor seperti Ketua DPRD, H Ahmad Palo SE, Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH, Dandim, Letkol Inf Tedy Aulia, Kejari Prabumulih, Kepala PN dan para atlet kota Prabumulih.

Obor Asian Games yang tiba dari Kabupaten Pali itu disambut langsung oleh Penjabat Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi Ap Msi dan diserahkan ke pembawa pertama yakni Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo SE yang dibawa dari depan Gedung DPRD kemudian dilanjutkan secara estafet hingga Pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih.



Seluruh peserta pembawa obor kemudian mendapat mendali sebagai tanda penghargaan dari Pemerintah kota Prabumulih dan obor lalu dilanjutkan dibawa hingga kawasan Kecamatan Cambai kota Prabumulih.

"Kita bersyukur kota Prabumulih menjadi salah satu kota yang dilintasi api Asian Games 2018, kami juga berterimakasih antusias masyarakat Prabumulih dalam menyambut kitab obor Asian Games ini. Semoga ini akan menjadi kenangan terindah untuk kota Prabumulih," ungkap PJ Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi dalam sambutanya.



Sementara sebelumnya, sebanyak delapan ribu warga kota Prabumulih mengikuti pemecahan rekor dunia senam poco-poco serentak seluruh Indonesia. Senam poco-poco untuk kota Prabumulih diselenggarakan di taman kota Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur. (Adv)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts