Terjaring Razia, Sofyan Diringkus Petugas Bawa Sabu

MUARA ENIM -- Polsek Gelumbang berhasil mengamankan pelaku narkoba saar melakukan raziah di jalan lintas kampung II Gelumbang, kemarin (4/9). Pelaku Tersebut merupakan Sofyan (34) yang merupakan warga Kayuagung OKI.

Informasi yang di himpun, kemarin (4/9) sekitar pukul 12.00 wib telah di amankan seorang laki-laki dan di duga pelaku Memiliki, Menyimpan, Menguasai, Membeli Narkoba di duga jenis Sabu-sabu.

Bermula saat anggota Polsek Gelumbang melakukan razia yang dipimpin oleh Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono, SH dan Kanit Sabhara IPTU Edy Nuryanto di jalan Kampung 2 Kelurahan Gelumbang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim.

Saat melakukan razia ada pengendara motor dengan gerak gerik mencurigakan. Kemudian anggota menghentikan laju motor tersebut. Lalu pelaku terlihat panik dan anggota langsung melakukan penggeledahan baik di badan pelaku dan juga di bawah jok pelaku.

Saat di geledah di bawah jok SPM ditemukan barang bukti tersebut sabu. Atas kejadian tersebut pelaku beserta barang bukti langsung diamankan ke Polsek Gelumbang.

Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono mengatakan pelaku yang diamankan bernama Sopyan Najuri Bin Herman (34) warga Desa Silika Simpang Kijang Kecamatan Kayu Agung OKI.

"Barang bukti yang diamankan sepaket sabu, bungkus klip bening yang masih ada sisa sabu, uang tunai Rp 3.110.000,-, Hp, Motor Mio, Sebutir obat Opista, Dua Butir Obat Merk Etaplox ciprop Loxacin, Dua Jarum dan satu korek api," ujarnya.

Pelaku di jerat dengan pasal 112 dan pasal 114 ayat 1 undang undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Tersangka bersama barang bukti akan dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Muara Enim," tutupnya.(WN)
Share:

Terkait Surat Pemberitahuan Tentang Bacaleg Berstatus TKS Harus Mundur, Begini Penjelasan KPUD PALI

PALI--Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H.Hasyim dalam diskusi dengan sejumlah Parpol di Bumi Serepat Serasan yang mendatangi sekretariatnya pada Senin (3/9) yang ingin mengklarifikasi terkait surat KPUD PALI tertanggal 29 Agustus 2018 tentang Bacaleg berstatus TKS harus mundur menerangkan bahwa pihaknya hanya meneruskan surat dari KPU Provinsi.

Karena sebelumnya ada gonjang-ganjing terkait adanya nama Bacaleg yang berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang bekerja di pemerintah kabupaten PALI.

Dijelaskan H. Hasyim bahwa untuk menegaskan kejelasan Bacaleg berstatus honorer/TKS boleh nyaleg atau harus mundur, maka KPUD PALI melayangkan surat kepada KPU provinsi pasca mengeluarkan DCS dan adanya tanggapan masyarakat terkait persyaratan Bacaleg Pemilu 2019 tertangal 14 Agustus 2018 yang isinya adalah berdasarkan peraturan KPU nomor 20 tahun 2018 tentang pencalonan anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.

Sehubungan dengan peraturan KPU tersebut, KPUD PALI memohon kejelasan tentang pasal 7 ayat 1 huruf o yang berbunyi 'bersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai penjabat negara lainnya, direksi, komisaris ,dewan pengawas dan/atau karyawan pada BUMN, BUMD, BUMDes atau badan lainya  yang anggarannya bersumber dari keuangan negara'.

"Dalam isi surat itu, kami meminta petunjuk dari KPU provinsi apakah pegawai honorer/TKS yang honorariumnya bersumber dari APBD termasuk objek yang dimaksud pada pasal 7 ayat 1 huruf o atau tidak?," terang H. Hasyim, Selasa (4/9).

Setelah surat dilayangkan, diakui ketua KPUD PALI keluar surat balasan dari KPU provinsi dengan nomor surat 1341/PL.01.4-SD/16/Prov/VIII/2018 tertanggal 27 Agustus 2018 yang isinya ada dua poin, dimana poin pertama bahwa calon anggota DPRD, DPD, DPRD provinsi, DPRD Kabupaten/kota mengundurkan diri sebagai gubernur, wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota, kepala desa,perangkat desa, ASN, anggota TNI, anggota Polri, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada BUMN dan/atau BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara.

Sedangkan poin kedua adalah sehubungan dengan angka diatas, dalam proses pencalonan anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD Kabupaten/kota dalam pemilu tahun 2019 terdapat bakal calon berstatus sebagai honorer /TKS yang honorariumnya berasal dari APBD maka ketentuan diatas untuk dipedomani.

"Setelah ada surat balasan dari KPU provinsi, kemudian kita tindaklanjuti surat dari provinsi itu dengan mengeluarkan surat pemberitahuan nomor 270/KPU.Kab-006.111804/VIII/2018 tertanggal 29 Agustus 2018 yang disampaikan kepada Parpol bahwa setiap Bacaleg berstatus Honorer /TKS yang honorariumnya berasal dari APBD maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri," tukasnya.

Sebelumnya saat diskusi, Devi Harianto, ketua DPC Partai Demokrat kabupaten PALI yang dalam kesempatan itu menjadi koordinator parpol mengatakan bahwa surat edaran yang dikirimkan KPUD PALI seolah-olah telah menjebak parpol yang ada di Bumi Serepat Serasan.

"Karena kenapa, surat edaran tersebut dikeluarkan setelah setiap bakal calon sudah dinyatakan memenuhi syarat (MS). Artinya KPUD PALI dalam hal ini seolah-olah menjebak parpol. Kalau dari awal aturan itu diterapkan, tidak mungkin bagi parpol di PALI mengusung Bacaleg yang bekerja sebagai tenaga honorer," ungkap Devi.

Ditambahkan Devi bahwa tenaga honorer dalam pandangannya tidak mengikat karena bukan seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

"Untuk itu, kami meminta agar surat edaran itu dicabut. Agar tidak membuat kegaduhan di kabupaten PALI," pintanya.
Share:

Batasi penggunaan Pengeras Suara Masjid, Sakiti Umat Islam

PALI--Ketua fraksi gabungan PPP dan PKS, Aka Cholik Darlin menanggapi surat edaran  Kementerian Agama RI tentang aturan pengeras suara di Masjid dan Mushola dengan mengeluarkan pernyataan keras bahwa dirinya keberatan terkait edaran tersebut.

"Surat edaran dari Kementerian Agama (Kemenag RI) telah dikeluarkan perihal aturan penggunaan pengeras suara di masjid, sesuai dengan surat edaran Dirjen Bimas Islam Nomor B.3940/DJ.lll/HK.00.07/08/2018 tanggal 24 Agustus 2018. Dimana salahsatu isinya mengatur, penggunaan pengeras suara minimal 15 menit dari waktu Shalat Subuh. Tentu saya pribadi selaku umat Islam sangat keberatan," ungkap Aka Cholik.

Diakuinya bahwa Islam adalah agama yang dia percaya, tetapi di antara agama yang lain pun dirinya mengakui keberadaanya di negeri ini. Semua agama mengajarkan toleransi dan semua agama mempunyai cara berbeda, tata cara penyembahan kepada Tuhannya.

"Karena Islam mewajibkan umatnya untuk shalat 5 waktu dalam satu hari satu malam. Sebelum Shalat, Islam menyerukan panggilan waktu shalat yang lebih dianjurkan untuk berjemaah di masjid. Panggilan ini adalah adzan yang harus dikumandangkan dan terdengar oleh umat, tetapi kenapa saat ini harus dibatasi?," tukasnya.

Ditambahkannya bahwa hanya karena alasan mengganggu umat beragama lain yang selama ini tidak ada masalah, Kemenag RI membatasi penggunaan pengeras suara yang tentunya menyakiti perasaan umat Islam.

"Semoga ini hanya wacana saja di negeri kita, dan semoga Presiden kita memilih untuk tetap membiarkan suara adzan terus berkumandang keras di bumi nusantara ini. Agar nilai Pancasila sila ke satu tetap utuh sebagai pedoman bangsa. Biarkan suara adzan berkumandang keras di masjid dan mushola, biarkan lonceng terus berdentang keras di Gereja, biarkan asap garu terus membual di Pura dan Wihara. Biarkan kami terus hidup bergandengan sebagai WNI yang kokoh sebagai pancasilais dan NKRI Harga Mati yang terus memelihara toleransi," harap politisi muda asal Tanah Abang itu.

Sementara itu, Hasanuddin, kepala Kemenag PALI mengatakan bahwa pihaknya belum menerima surat edaran terbaru terkait tentang volune suara adzan, jika nanti pihaknya menerima surat edaran terbaru akan, maka Kemenag PALI akan langsung disosialisasikan.

"Kabupaten PALI memiliki 98% umat muslim, sementara non muslim hanya ada 2%. Selama ini tidak ada kendala dan gesekan diantara umat beragama di PALI dan kami berharap kondisi ini tetap terjaga. Terkait surat edaran dari Kemenag RI tentang pembatasan penggunaan pengeras suara, sampai saat ini kami belum terima," jelasnya.
Share:

Kembali Ke Tanah Air, Jamaah Haji PALI Utuh

PALI--Seluruh jemaah haji asal Bumi Serepat Serasan tiba kembali ke tahan air pada Selasa (4/9). Jamaah haji yang berjumlah 27 orang tersebut disambut langsung Bupati PALI yang diwakili Plt Sekda PALI Syahron Nazil di Masjid Syuhada kelurahan Handayani Mulya kecamatan Talang Ubi.

Selain Sekda, Ketua DPRD PALI Drs Soemarjono dan beberapa anggota DPRD serta sejumlah kepala OPD juga tampak ikut menyambut kedatangan jamaah haji.

"Alhamdulillah seluruh jamaah haji kita selamat dari awal keberangkatan sampai menginjak lagi ke tanah kelahirannya. Semoga seluruh jamaah haji bisa menjadi haji mabrur," ujar Sekda.

Selesai kepulangan jamaah haji asal PALI, Sekda berharap bisa membawa kebaikan dan menambah syiar islam di Bumi Serepat Serasan.

"Akan bertambah 27 orang yang akan menjadi suri tauladan bagi masyarakat lainnya dan menjadi contoh serta menyiarkan agama serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan," harapnya.

Dalam hal ini, diakui Sekda bahwa pemerintah kabupaten PALI ikut mensupport seluruh jamaah dari keberangkatan sampai kepulangannya.

"Pemkab bantu uang transport serta fasilitas akomodasi dari keberangkatan sampai penjemputan kembali. Ini bagian upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat keimanan menuju PALI religi," terangnya.

Sementara H. Mardianto salahsatu jamaah menceritakan pengalamannya sejak berangkat menuju tanah suci Makkah sampai dijemput oleh pemerintah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

"Kepedulian dan perhatian pemerintah kabupaten PALI dari kami berangkat sampai kembali lagi ke PALI sangat tinggi, bahkan kami pulang pun dijemput secara istimewa," ucapnya.

Terpisah, kepala Kemenag PALI melalui Kasi Haji, Anang menjelaskan bahwa meski telah kembali ke tengah-tengah keluarganya, seluruh jamaah masih dipantau Kemenag dan Pemkab PALI.

"Selama 21 hari setelah kepulangan jamaah haji, kesehatan jamaah haji masih ditanggung Pemkab PALI," ungkapnya.(red)
Share:

Jadi Kurir Sabu, Bocah Bau Kencur Ini Diringkus

PALI--AG Remaja yang baru berusia 15 tahun warga Talang Ojan Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meski masih bau kencur tetapi diduga sudah berani menjadi kurir narkoba.

Ini terbukti saat AG ditangkap tim elang Reskrim Polsek Talang Ubi pada Sabtu (1/9) sekitar pukul 15.20 WIB di sebuah rumah milik PT yang saat ini masuk DPO, ditemukan barang bukti berupa 6 bungkus besar plastik bening klip berisikan cristal-cristal putih diduga narkoba jenis shabu-shabu berat bruto 17,88 gram.

Selain itu ditemukan juga satu bungkus kecil plastik bening klip berisikan cristal-cristal putih di duga narkoba jenis shabu-shabu berat bruto 1,36 gram, 2 bungkus plastik bening yang berisikan plastik bening kecil untuk bungkus narkoba, 4 buah Handphone, 1 buah timbangan digital.

Uang tunai juga ditemukan dengan rincian 12 lembar uang kertas pecahan Rp.100.000,- 12 lembar uang kertas pecahan Rp.50.000, 5 lembar uang kertas pecahan Rp.20.000, 4 lembar uang kertas pecahan Rp.10.000,- dan  2 lembar uang kertas pecahan Rp.5000,.

"Kita amankan satu orang laki-laki di duga pelaku yang memiliki, menyimpan,Menguasai, membeli narkoba di duga jenis sabu-sabu, bermula ketika Tim Elang Polsek Talang Ubi mendapat informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkoba dan pesta narkoba di rumah PT (DPO)," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi, Senin (3/9).

Berdasarkan informasi tersebut Tim Elang yang di pimpin langsung Katim Elang Aipda Hairil Rozi menuju ke TKP dan langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan.

"Ketika dilakukan penangkapan pelaku PT (DPO) berhasil meloloskan diri sedangkan pelaku AG yang sedang berada di rumah tersebut berhasil di amankan. Dari hasil penggeledahan di temukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu, Pelaku AG diduga kuat sebagai perantara atau kurir," tukas Nasron.

Sementara dari pengakuan pelaku AG,  bahwa barang haram itu merupakan milik PT (DPO). "Aku tidak tahu pak, saat polisi datang, aku sedang duduk-duduk di rumah itu," kilahnya.
Share:

Kena Gangguan Jantung, Bocah Ini Tarik Simpatik Pengusaha PALI

PALI--Bocah asal Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bernama Anzelin (8) anak dari pasangan Anton dan Anisa tersebut diduga mengalami kelainan jantung menyebabkan perut dan kakinya membesar sementara badannya kurus seperti terkena busung lapar.

Kondisi Anzelin menyedot perhatian banyak pihak, selain Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI yang langsung menjemput dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PALI, Himpunan Pengusaha PALI (HIPPI) juga langsung mendatangi ruang rawat inap rumah sakit tersebut untuk menjenguk dan memberikan bantuan.

"Mendengar ada warga yang kesusahan, kami langsung berinisiatif memberi sedikit bantuan untuk meringankan beban keluarga pasien," ungkap H.Thomas Triano ketua HIPPI, Senin (3/9).

Batuan tersebut merupakan program bakti sosial HIPPI, meski nilainya tidak seberapa, tetapi diharapkan ketua HIPPI bisa membantu warga yang terkena musibah.

"Berbagi dengan sesama merupakan kewajiban kita bersama, dan kami berharap keberadaan HIPPI bisa berbaur dengan masyarakat. Bantuan ini juga diprakarsai juga oleh pak Bupati PALI," tukasnya.

Sementara itu, dr H Muzakir Kadinkes PALI menjelaskan bahwa pasien penderita perut dan kaki membengkak bukan hanya dialami Anzelin, tetapi ada pasien baru lagi dari Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi bernama Jefri yang umurnya baru berusia 9 tahun.

"Semua biaya dijamin pemerintah, dan apabila tidak bisa ditangani di RSUD PALI maka kami akan rujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap seperti ke rumah sakit di Palembang," jelasnya.

Untuk sementara ini, diakui dr Muzakir bahwa pasien diperiksa secara intensif terlebih dahulu oleh dokter di RSUD PALI.

"Kita periksa dulu, tapi kalau pasien atas nama Anzelin sudah di rujuk ke Palembang," tutupnya. (red)
Share:

Sering 'Ngomix', Begini Akhirnya...

PALI-- Sering histeris dan berteriak-teriak serta mengurung diri dalam rumah dan terkadang mengamuk dialami Aldo, remaja berusia 18 tahun asal Gang Sekip Golf Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) karena diduga dari pengaruh ketergantungan penyalahgunaan sirup obat batuk yang dicampur minuman penambah stamina serta penyalahgunaan lem karet merek aibon.

Akibatnya, ketakutan melanda keluarga terutama orang tua Aldo yang tinggal satu rumah. Sebab, dikhawatirkan, sewaktu-waktu Aldo mengamuk dan melukai anggota keluarga lainnya.

"Sejak lulus sekolah SMP anak kami seperti ini. Dari pengakuan anak kami itu, dirinya sering mengkonsumsi sirup obat batuk dicampur minuman penambah stamina hingga mabuk," ungkap Lia, ibu Aldo kepada media ini, Senin (3/9).

Dirinya berharap, pemerintah merehabilitasi anaknya atau mengobatinya agar bisa normal kembali.

"Saat ini kami takut, apalagi masih ada anak kecil di rumah. Jadi kami berharap agar anak kami bisa mendapat penanganan medis atau direhabilitasi," harapnya.

Mengetahui hal itu, Dinas Sosial (Dinsos) PALI langsung terjun ke kediaman Aldo bersama Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Setelah kami melihat dan berkomunikasi dengan Aldo, kami mendapat titik terang penyebabnya karena yang bersangkutan sudah lebih tiga tahun menggunakan sirup obat batuk merek komix dicampur minuman ringan merek fanther untuk mendapatkan rasa euporia, serta hampir tiap hari mengisap lem aibon," jelas Metty Etika, kepala Dinsos PALI.

Rencana selanjutnya diakui Metty bahwa pihaknya berencana merehabilitasi Aldo dengan catatan dukungan dari keluarganya.

"Namun sebelumnya kita telah berkoordinasi dengan Dinkes untuk memberikan obat secara rutin selama satu minggu. Selanjutnya akan kita rehabilitasi ke Palembang," tambahnya.

Agar kejadian ini menjadi pelajaran seluruh masyarakat PALI, Metty mengajak seluruh elemen masyarakat lebih intensif lagi dalam pengawasan terhadap anak-anaknya.

"Kedepan kita akan bersinergi dengan pihak yang terkait, seperti sekolah, kepolisian, dan Dinkes untuk mencegah dan menekan penyalahgunaan obat-obatan dikalangan remaja dan pelajar," tandasnya. (red)
Share:

Kelainan Jantung, Bocah di PALI Mendapat Pelayanan Medis

PALI--Anzelin (8) anak pasangan Anton dan Anisa warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang diduga alami kelainan jantung saat ini telah mendapat pelayanan medis yang sebelumnya hanya diobati alakadarnya melalui bidan desa atau berobat kampung.

"Kami mendapat informasi terkait adanya pasien ini, dan kami langsung perintahkan kepala Puskesmas Penukal Utara untuk jemput dan membawanya ke rumah sakit," ungkap dr H Muzakir, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Senin (3/9).

Diakuinya bahwa pasien bersangkutan diagnosanya belum pasti, sebab dari kasat mata kondisi pasien itu terlihat perut kembung dan kaki bengkak serta sesak napas.

"Nanti kita periksa lebih lengkap, apabila memang tidak bisa diatasi di RSUD PALI kita akan rujuk ke rumah sakit di Palembang. Dan semua biaya ditanggung pemerintah," tukasnya.

Sementara dari pengakuan Anton, orang tua pasien bahwa sakit yang dialami anak sulungnya tersebut sejak tujuh bulan yang lalu, yang awalnya mengalami demam tinggi disertai sakit perut.

"Pernah kami bawa ke rumah sakit di Palembang, tetapi tidak ada keterangan dokter kepastian penyakitnya apa, dan hanya disarankan berobat jalan saja. Namun, sejak tiga bulan terakhir, perut dan kaki anak kami membesar," terangnya.

Sejak perut dan kakinya membengkak, dikatakan Anton, hanya diobati dirumahnya karena keterbatasan ekonomi.

"Berobat kampung saja, atau ke bidan desa, tetapi karena kondisinya semakin memburuk, ada tetangga kami yang menyampaikannya ke Dinkes PALI yang akhirnya dijemput pakai ambulan," tambahnya.
Share:

Rampok Bersenpi Masuk Rumah, Pria Ini Nyaris Tewas

"korban Agus yang mengalami luka pada pelipis kepala sebelah kiri saat berkelahi dengan perampok"


PRABUMULIH – Perampokan dengan senjata api kembali terjadi di kawasan jalan Gunung Kemala Rt.04 Rw.01 Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Timur sekitar pukul 19.30 Wib, minggu (2/9/18)

Sebelumnya beberapa hari yang lalu pernah terjadi Pembegalan seorang warga asal Payuputat didaerah yang sama tepatnya di Tanjakan tebing nibung yang berlokasi di jalan raya Gunung Kemala, wanita yang dibegal mengalami luka parah dibagian kepala akibat dirinya melawan saat pembegalan berlangsung

Kali ini kejadian serupa kembali terjadi, tak tanggung rampok diduga berkelompok itu langsung menyatroni rumah warga dengan senjata api

Kejadian berujung perkelahian itu berawal saat Korban Agus (27) warga Rt.04 Rw.01 Kel.Anak petai tepatnya di Jalan Raya Gunung Kemala, sepulang dari pasar tiba-tiba sampai dirumah kedatangan tamu yang tidak diketahui identitasnya itu masuk kerumah dengan mengacungkan senjata api

“aku baru sampai dari pasar pak nak masukan motor kerumah, tiba-tiba ado wong pake helm dengan mulut tertutup langsung nak nembak aku” ungkap agus

Belum lama turun dari motor korban yang diduga telah menjadi target perampok itu diacungi senjata api dikepala. Tidak terima dengan perlakuan itu korban nekat berkelahi dengan perampok itu

“melawan kau ye, ku tembak kau” ungkap korban menirukan pelaku saat sebelum perkelahian terjadi

Melihat kejadian tersebut Anika Wati istri korban keluar dari rumah melihat suaminya telah bersimbah darah dari kepala langsung menjerit dan memukul pelaku dengan tangannya

“palak aku lah darah galo pak, lihat bini aku lah dicekik lehernyo, sempat aku ambek batu langsung aku lempar ke kepalanyo” sambungnya lagi

Kejadian tak sampai disitu, Aulia anak korban yang masih berumur 5 tahun itu menjerit histeris melihat ayahnya bersimbah darah dan mencoba melerai pelaku dengan menarik-narik celana pelaku rampok

“anak ku nangis sambil narik rampoknyo pak, sampe muka anak aku keno hantam pelaku pak” beber Anika

Setelah bergulat korban sempat memukul kepala pelaku dengan batu bata sebanyak lima kali dan berhasil mengambil senjata apinya

“pistolnyo aku ambek pak, ku tembak ke dio tapi dak biso, sampai dio lari kehutan pak”

Pelaku perampokan itu berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk hutan dengan kepala telah berlumuran darah

Mat Senan selaku tokoh masyarakat Gunung Kemala berharap pihak kepolisian memberikan rasa keamanan didaerahnya dengan menerjunkan team Tantura untuk melakukan Patroli rutin didaerah rawan tindakan kriminal

“kito mohon kepada pihak kepolisian untuk patroli dijalan Gunung Kemala, karno dalam satu minggu ini sudah 4 kali kejadian perampokan seperti ini  bahkan mereka tidak segan-segan untuk membuhuh” ungkapnya

Dari kejadian itu korban mengalami luka dengan lima jahitan dikepala sebelah kiri akibat hantaman gagang pistol dan telah dibawah kerumah sakit Fadilah Prabumulih untuk dirawat intensif, hingga berita ini diturunkan korban belum resmi melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. (Sn01)
Share:

Karet Naik, Warga PALI Sumringah

PALI--Harga getah karet di wilayah Bumi Serepat Serasan dua pekan terakhir ini  mulai merangkak naik, meski belum signifikan tetapi wajah sumringah terlihat dari para petani karet karena secercah harapan sudah datang memecah keterpurukan harga getah yang hampir lima tahun mengalami penurunan.

Dari pantauan media ini pada Minggu (2/9) di pasar getah Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), harga getah mingguan mencapai Rp 7.500/kg dibanding harga minggu sebelumnya yang hanya Rp 7.200/kg.

"Kami berharap kondisi ini bertahan bahkan kembali meningkat. Sebab, apabila harga bertahan Rp 7.500/kg, sudah bisa mengimbangi harga kebutuhan pokok saat ini," ungkap Marta, salahsatu petani karet asal desa Babat Kecamatan Penukal.

Meningkatnya harga getah karet diakui Marta menambah gairah petani, bahkan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Terlihat di pasar-pasar kalangan yang dipenuhi pembeli, apalagi harga getah bisa mencapai Rp 10.000/kg atau diatas itu, pasti geliat ekonomi akan meningkat drastis di Kabupaten PALI," tukasnya.

Kenaikan harga getah karet diakui Apri, salahsatu pembeli karet. Menurutnya pembelian getah karet ditentukan harga pasaran.

"Kalau kami beli getah di tingkat petani sesuai harga di pabriknya, apabila naik maka otomatis kami naikan juga, begitupun sebaliknya, kalau menurun kami juga akan menurunkan harganya," kata Apri.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts