Persembunyian Pelaku Begal Wartawan Digrebek

PALI -- Pasca kejadian pencurian dan kekerasan (curas) alias begal yang dialami Maman Wahari (41), wartawan Radar Palembang oleh dua orang pelaku bersenjata api dan senjata tajam, membuat Tim Elang Reskrim Polsek Talang Ubi bekerja keras memburu pelaku.

Bahkan, polisi telah melakukan pengerebekan dibeberapa tempat yang dicurigai sebagai tempat dan bersembunyian kedua pelaku tersebut, usai melakukan aksi pembegalan terhadap Maman Wahari.

Kanit Reskrim Ipda Nasron mengatakan, bahwa sejak mengetahui kejadian itu pihaknya terus berupaya melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut hingga dapat.

"Semua anggota Tim Elang Unit Reskrim terus melakukan pemburuan terhadap pelaku ini. Jadi kita mohon doanya agar kedua pelaku bisa segera ditangkap bersamaan dengan barang buktinya," ujar Nasron.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan identitas kedua pelaku sudah dikantonggi pihaknya. Dimana, kedua pelaku berinisial A dan T. "Inisialnya A dan T, kita saat ini masih dilapangan untuk mengejar kedua pelaku yang memang sudah masuk dalam target operasi kita," katanya.

Dirinya menekankan kepada kedua pelaku untuk bisa menyerahkan diri sebelum pihaknya berhasil ditangkap. "Kita minta kedua pelaku ini untuk menyerah, dan berjanji akan menindak tegas apabila keduanya tetap melawan dan melarikan diri," tegasnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada untuk bepergian, jika perlu mengajak teman atau rombongan. "Masyarakat harus tetap waspada dan kalau bisa bepergian dengan rombongan, terutama melintasi daerah rawan," himbaunya.
Share:

Bangun Jembatan Upaya Pemerintah Desa Ini Permudah Akses Warganya

PALI -- Sebagai langkah untuk mempermudah akses penghubung antar desa dalam kecamatan. Pemerintah Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan pembangunan jembatan penghubung menuju Desa Tanjung Baru, Kecamatan Penukal Utara.

Kepala Desa Muara Ikan, Pausy Ahmad mengatakan, bahwa pembangunan jembatan penghubung tersebut merupakan keinginan masyarakatnya untuk memperdekat jarak tempuh apabila ingin menuju ke Ibukota Pendopo dalam berurusan.

"Pembangunan ini sesuai dengan keinginan masyarakat yang tertuang dalam musyawarah desa. Kalau sumber danya sendiri dari APBDes, yang bersumber dari Dana Desa (DD,red) yang dikucurkan pemerintah pusat," ujarnya, Senin (15/10).

Lebih lanjut dijelaskanya, bahwa jembatan penghubung itu menelan biaya sekitar Rp374 juta APBDes tahun 2018 ini. "Pengerjaanya saat ini sudah selesai dan sedah bisa difungsikan oleh masyarakat kita," tambahnya.

Sementara, Bupati Ir H Heri Amalindo MM memang menyarankan kepada pemerintah desa untuk bisa menyerap anggaran yang berada di desa untuk dibangunkan infrastruktur yang benar-benar diinginkan masyarakat dan tentunya bermamfaat.

"Kita harap setiap desa memiliki program pembangunan yang benar-benar bermamfaat untuk masyarakat banyak. Sehingga tidak menggunakan anggaran yang nantinya terkesan mubazir. Jadi benar-benar mamfaatkanlah," ungkapnya.
Share:

Sekda PALI Lantik 9 Pejabat Administrator dan Pengawas

PALI -- Plt Sekda PALI Syahron Nazil berpesan kepada seluruh pejabat yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk terus meningkatkan kinerjanya serta mencari terobosan untuk menggapai hasil maksimal.

Pesan tersebut disampaikan saat melantik sembilan pejabat essolon III dan IV sebagai pejabat administrator dan pengawas dilingkungan Pemkab PALI, Senin (15/10) di Aula Kantor Bupati PALI, Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

"Tunjukkan etos kerja kita, buat terobosan-terobosan menuju hasil maksimal. Tingkatan pelayanan kita kepada masyarakat dan jadikan organisasi kita bersahabat dengan masyarakat saat melakukan pelayanan," pesan Sekda.

Sekda juga membagikan tips dalam menjalankan tugas sebagai pegawai pemerintahan.

"Ada beberapa hal yang harus kita pegang teguh sebagai pegawai pemerintahan, diantaranaya adalah menjalankan tugas sehari-hari sesuai dengan koridor serta undang-undang yang berlaku. Selanjutnya mengedepankan kepentingan organisasi dibanding kepentingan pribadi dan tetap jalin komunikasi baik itu dengan bawahan maupun dengan atasan," tukasnya.

Pada pelantikan itu juga, Sekda menyebutkan bahwa pelantikan tersebut adalah sesuatu yang biasa sebagai  bagian untuk mengisi kekosongan organisasi sekaligus upaya penyegaran.

"Jadi ini bukan kepentingan lain, namun sebagai hal biasa dalam pemerintahan," pungkasnya
Share:

Bawaslu PALI Bertemu Bupati, Ini Yang Dihasilkan...

PALI -- Pemilihan Umum (Pemilu) sudah diambang mata, baik itu Pemilihan Legislatif (Puleg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres). Untuk antisipasi adanya permasalahan jelang Pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berkomitmen mengawasi jalannya tahapan Pemilu secara profesional.

Komitmen tersebut disampaikan saat tiga komisioner Bawaslu melakukan audiensi dengan Bupati PALI, Heri Amalindo di rumah Dinas Bupati, Senin (15/10).

"Saat pertemuan, Bupati memberikan arahan ke Bawaslu yang sudah menjadi lembaga permanen untuk bekerja sesuai ketentuan UU No.7 tahun 2017 serta menjaga profesionalitas dan independen sehingga tercipta ya penyelenggaraan Pemilu di PALI yang tertib, aman dan demokratis serta dapat memberikan keadilan Pemilu," ungkap Barsul, salahsatu komisioner Bawaslu.

Diakui Basrul bahwa selain memberikan masukan, Bupati juga menyiapkan hibah lahan untuk kebutuhan kantor Bawaslu dan dana hibah dalam rangka menunjang kinerja Bawaslu.

"Support Pemkab PALI cukup tinggi, terbukti Bupati menyiapakan hibah  lahan dalam menunjang kinerja kami," tukasnya.

Untuk terwujudnya Pemilu di PALI aman, tenteram, aman dan damai, Basrul menyebutkan pihaknya terus menjalin koordinasi dengan penyelenggara Pemilu serta stakeholder lainnya.

"Bupati minta Bawaslu menjalin koordinasi dengan instansi terkait seperti Pemda, KPU, Kejaksaan, Polres serta stakeholder lainnya. Permintaan Bupati itu telah kita lakukan dan tetap kita pelihara, sebagai komitmen kami dalam mewujudkan Pemilu di PALI damai," tandasnya
Share:

LGBT,? Ratusan Penyuka Jantan Diprabumulih Mulai Panik

PRABUMULIH – Warga Prabumulih akhir-akhir ini dikejutkan dengan kabar tak sedap yang muncul dari kalangan pemuda, Prabumulih yang terkenal menjadi kota Adhipura itu tercoreng akibat ulah sekelompok Komunitas yang menamai dirinya sebagai Gay atau sering disebut kaum LGBT penyuka sesama jenis

Grup Gay Prabumulih yang ditenggarai merupakan wadah para penyuka sesama jenis untuk berkomunikasi menyumbangkan nafsu birahi kotornya

Dilansir dari grup sosial media, berita yang sedang beredar menambah paniknya anggota LGBT di Prabumulih terlihat dari kicauan akun facebook dengan nama samaran BP

“hati2 dg group ni,mlm kmrin aq mnemukn hal yg mncurigakan..
kykny ada petugas pnting yg mnjd mata2..
aq d ajak ktmuan oleh org d group ni tuk ml d pnginpan...orgny tinggi,ggh,ganteng...aq g tahan ingin cpt2 nampun ama dy..tp dy kyk jinak2 merpati smbil nanya ttg komunitas kita..mndngr prtnyaan yg kyk seorg polisi mengintrogasi pelaku,aq ingt dg brita d koran n intrnet akhrny aq psang akal n jurus sribu tuk kbur n mngurungkn niat q

Tulis akun BP yang ketakutan dengan pelanggannya yang mengajak kencan. Dalam grup publik yang dibuat menampilkan postingan untuk mengajak para lesbian kencan dengan anggota yang bergabung lebih dari 800 orang dari berbagai daerah

Takut katahuan kebanyakan akun FB mereka dinamai dengan nama samaran agar kedok kaum LGBT ini tidak terendus oleh pihak berwajib

Selain itu Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H Adhy Chandra menyoroti berita yang sedang viral itu dan berharap Pemerintah Kota Prabumulih dan aparat terkait mencegah dan menertibkan adanya kaum LGBT di Kota Prabumulih tersebut.

Kami akan terus mendesak pihak-pihak berwenang untuk mengejar maraknya Grup LGBT di medsos," Ujar Adhy, Senin (15/10/18).

Dikatakan Adhy, apabila Pemerintah dan aparat terkait tidak serius dalam menertibkan komunitas LGBT ini tentunya akan berdampak besar terhadap generasi muda di Kota Prabumulih.

"Kami tidak ingin generasi kita hancur karena persoalan ini. Jangan sampai menyesal setelah Kasus LGBT masuk ke rumah-rumah kita," ungkapnya.

LGBT dijelaskan Adhy, memiliki dampak negatif yang cukup besar terhadap anak-anak salah satunya rentan terkena penyakit kelamin seperti HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya” tutupnya (Tau)
Share:

2 Pelajar Tewas, Puluhan Warga Cambai Hadang Truk Batubara

PRABUMULIH – Kecelakaan yang merenggut dua nyawa pelajar SMP akibat ditabrak mobil truk berisi batubara beberapa waktu lalu berbuntut panjang, pasalnya ratusan warga memaksa putar balik mobil batubara yang hendak melintas di area Cambai menuju Palembang dan nyaris dimasa warga, minggu malam (14/10/18)

Kejadian berawal saat Pelajar SMP yang tewas ditabrak oleh mobil truk batubara dan pihak transportir enggan bertanggungjawab atas insiden tersebut

Warga yang melihat tidak adanya etikad baik dari pihak transportir batubara mengumpulkaan masa dan turun kejalan untuk menuntut pertanggungjawaban perusahaan,

Sempat terjadi adu mulut antara warga dan sopir yang memaksa untuk memutar balik mobil batubara yang melintasi jalan Sudirman menuju Palembang

“jangan lewat dari sini, kalian putar balik lagi ke muara enim atau kami pecahke kaca” ungkap seorang warga yang mulai kesal

Namun situasi yang tegang dapat diredam setelah puluhan personil kepolisian Polres Prabumulih diterjunkan untuk meredam emosi warga dan memediasi pihak korban dengan pihak batubara. Setelah kesepakatan diambil puluhan warga mulai membubarkan diri

Lusi (43) salah satu warga cambai mengaku kesal dengan kejadian itu dan ia mengatakan warga cambai akan terus melakukan aksi yang sama bahkan lebih besar lagi jika pihak transportir batubara tidak menepati janji yang telah disepakati

Selain itu, sopir truk batubara mengaku enggan melintas sebelum kondisi benar-benar aman dari amukan warga dan memilih memarkirkan kendaraannya dibahun jalan disepanjang jalan sudirman (Tau)
Share:

Jangan Hanya Bisa Direbus dan Digoreng, Bupati Ajak Warga PALI Kreasikan Ubi Jadi Makanan Beragam

PALI -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM mengajak masyarakat di Bumi Serepat Serasan untuk bisa mengkreasikan bahan pangan yang banyak terdapat di Kabupaten PALI seperti ubi menjadi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman.

Ajakan itu disampaikan Bupati saat membuka lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang digelar TP.PKK Kabupaten PALI yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan PALI, Senin (15/10) di Sanggar Pramuka Gelora.

"Potensi bahan pangan yang banyak dan mudah ditemukan di PALI adalah ubi. Bahan pangan ini jangan cuma bisa di rebus dan goreng, tetapi kita harus bisa mengkreasikannya menjadi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman. Jadikan ubi pengganti beras," kata Bupati.

Untuk menciptakan kreasi ubi menjadi makanan beragam serta bergizi, Bupati menegaskan perlu didukung oleh semua pihak terutama kepala desa. Pengembangan pengolahan ubi menjadi makanan beragam bisa dilakukan melalui Dana Desa.

"Kepala desa bisa membantu mengembangkan pengolahan ubi menjadi pangan sehat dan beragam sehingga masyarakat PALI tidak tergantung terhadap nasi. Selain itu juga, kami mengajak masyarakat untuk memelihara ayam. Karena selain untuk melengkapi pemenuhan gizi juga sebagai tambahan penghasilan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Sumiati anggota Pokja 3 TP.PKK PALI yang mewakili ketua TP.PKK PALI menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program kerja Pokja 3 yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong terciptanya menu baru yang beragam, bergizi, seimbang dan aman.

"Dalam rangka mempercepat pemahaman masyarakat terhadap makanan sehat yang beragam, bergizi, seimbang serta aman. Juga mendorong keratifitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan menjadi makanan sehat," ujar Sumiati.

Ditempat sama, Agen Eleidi, ketua pelaksana yang juga menjabat kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI menyebutkan bahwa jumlah peserta lomba Cipta Menu B2SA ada 31 kelompok. Terdiri dari 11 kelompok dari SMA/SMK, 10 kelompok SMP dan 10 kelompok dari kalangan umum.

"Sengaja kita libatkan sekolah untuk mengajarkan pemahaman pelajar akan pentingnya pengolahan pangan agar beragam dan memanfaatkan potensi yang banyak terdapat di PALI. Kita tekankan juga dalam menciptakan menu agar berbahan dasar umbi-umbian, untuk mengurangi konsumsi beras bagi masyarakat," terangnya.
Share:

Tingkatkan Produksi Minyak dan Gas, Pertamina Field Pendopo Minta Dukungan Pemerintah

PALI -- Munir Yunus Field Manager PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field jadi pembicara dan narasumber pada seminar Masika ICMI Sumatera Selatan Orda PALI Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI),(13/10)

Dalam penjelasanya, dia mengharapkan bahwa nilai-nilai kecendikiaan haruslah tumbuh dan dikembangkan ke masyarakat melalui pengurus majelis sinergi kalam Masika ICMI Sumsel maupun pengurus Orda Pali demi mempertegas kencedikian kaum muda untuk Indonesia masa depan.

Dikatakan FM PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field itu bahwa PT Pertamina EP terus berupaya meningkatkan hasil produksi minyak dan gas meskipun era dahulu lebih tinggi hasil produksinya dibandingkan saat ini.

‘’Fakta tersebut dapat kita lihat yang dimana dahulunya Indonesia selain memakai juga menjadi negara pengekspor minyak dan gas terbesar dunia. Sedangkan saat ini Indonesia untuk kebutuhan energi saja tidak cukup sehingga menjadi salah satu negara menyandang status importir minyak. Pergerakan produksi minyak Indonesia saat ini berbanding terbalik. Dahulu pada masa Orde Baru menyandang status produsen eksportir minyak sedangkan sekarang jadi pengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia,’’ teranya FM Pertamina itu

Untuk meningkatkan kembali hasil minyak dan gas itu menjadi bagian dari tanggung jawab PT Pertamina EP dengan cara mencari sumber cadangan minyak baru demi meningkatkan produksi.

“Untuk meningkatkan produksi Pertamina EP sendiri terus melakukan tender-tender proyek perwilayah kerja migas. Untuk itu kepada masyarakat maupun pemerintah kami mohon suporting karena kalau ada dukungan otomatis akan menambah produksi migas di lapangan,’’ cetusnya.

Masih kata dia, untuk saat ini PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field menyandang status penghasil gas terbesar seluruh Indonesia. Kalau terjadi penyetopan ataupun sabotase pemotongan pipa tentu produksi menurun.

‘’Oleh karena itu, kepada masyarakat kami mengharapkan dukungannya. Karena apa yang dihasilkan Pertamina bukan untuk Pertamina sendiri melainkan untuk kita semua,’’ tandasnya.

M. Anasrul, Ketua MASIKA ICMI Orda PALI yang sekaligus ketua panitia lokal Muswil VI MASIKA ICMI menjelaskan bahwa pihaknya mengucap syukur atas telah sukses menggelar Muswil VI MASIKA ICMI dan Seminar Nasional di Bumi Serepat Serasan.

"Alhamdulillah, meski dengan segala keterbatasan yang dimiliki karena PALI termasuk Daerah Otonomi Baru (DOB) yang baru berusia lima tahun, namun kami berusaha sekuat tenaga untuk tetap menyukseskan Muswil VI MASIKA ICMI," jelas pria yang juga menjabat sebagai ketua DPD KNPI Kabupaten PALI itu.

Dirinya juga mengucapkan rasa terimakasih kepada Bupati PALI H. Heri Amalindo dan PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo dan panitia yang telah membantu menyukseskan acara lima tahunan itu.

"Suksesnya acara Muswil, tidak terlepas dari peran Bupati PALI H. Heri Amalindo dan PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo. Karena fasilitas yang telah dipinjampakaikan kepada kami serta telah mensupport penuh suksesnya acara tersebut," tambahnya.(Marsindo)
Share:

Terungkap,!! Pelaku Rampok Merupakan Tetangga Sendiri

PRABUMULIH – Kasus penodongan dirumah Agus Junanto (29) warga Jalan Gunung Kemala Rt.04 Rw.02 Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Utara beberapa waktu lalu berhasil diungkap tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat

Saat itu korban Agus baru saja menutup warung kios minyak, tiba-tiba ada seorang pria yang menodongkan senjata api kearah kepala yang meminta korban untuk menyerahkan sejumlah uang

Tanpa rasa takut korban berkelahi dengan pelaku dan sempat memukul kepalanya dengan batu hingga senjata pelaku berhasil diambil

“dio ni pak ngincar duet aku,oleh aku ni sekarang lagi bangun warung, mungkin dio tau kalu kami lagi ado duet untuk bangun warung ini” tutur korban saat dibincangi dirumahnya

 


"Pelaku Bunadi menunjukan kain mindset yang ia gunakan untuk menutup muka saat merampok"


Foto : dok. polres pbm


Dari kejadian tersebut keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Prabumulih Barat dan menyerahkan senjata api rakitan beserta enam peluru yang didapat dari pelaku

Dengan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari masyarakat Polsek Prabumulih Barat berhasil mengungkap Kasus Perampokan yang Terjadi di area Tebing Nibung jalan lintas Gunung Kemala dengan menangkap pelaku Bunadi (58) warga Jalan Gunung Kemala Rt.04 Rw.02 Kelurahan Anak Petai yang juga merupakan tetangga korban

Saat diintrogasi (BAP) polisi pelaku tak bisa mengelak, dua orang saksi mengatakan dengan jelas bahwa Bunadi merupakan otak dari perampokan

Untuk memperjelas kasus tim opsnal Polsek Prabumulih Barat menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dikediaman Agus Junanto kemarin sore, sabtu, (13/10/18)


"Pelaku menunjukan senjata api, menggunakan helm dan memakai jaket saat beraksi"


Dengan rasa menyesal pelaku mengaku saat kejadian kabur masuk kehutan dengan kepala yang sudah berlumur darah dan sempat membuang kain penutup muka di belakang rumah korban yang dipakainya saat beraksi

“aku buang disemak itu pak dekat tumpukan sampah” ungkapnya menunjukan lokasi

Petugas pun berhasil menemukan kain yang merupakan barang bukti aksi yang dilakukan pelaku, saat di tanya petugas kain yang dipakainya adalah Mindset (pakaian dalam wanita) milik anaknya

“itu punyo anak ku pak, aku pakai untuk nutup muko aku pak biar idak kelihatan” bebernya

Sementara itu Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, SIK.MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Hadi, SE membenarkan kejadian tersebut dan pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polsek Prabumulih Barat (bioTau)
Share:

Jamkesda Bakal Dihapus, Warga Cemas

PALI -- Rencana penghapusan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Provinsi Sumatera Selatan ditambah adanya beberapa jenis pelayanan kesehatan yang tidak ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengundang kekhawatiran masyarakat Bumi Serepat Serasan.

Sebab, kebijakan ini dianggap masyarakat yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  memberatkan ditengah kondisi perekonomian yang belum stabil.

"Bayangkan saja, ketika warga PALI yang rata-rata menggantungkan hidup dari hasil perkebunan karet yang saat ini masih naik turun harganya dibebani biaya kesehatan ketika warga memerlukan pelayanan medis," ungkap Anton, salahsatu warga Talang Ubi, Jumat (12/10).

Dikatakan Anton, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan gubernurnya yang baru harus cepat mengambil langkah sebelum Jamkesda dihapus dengan diganti dengan kebijakan baru agar kekhawatiran warga akan jaminan kesehatannya terjawab.

"Selain isu Jamkesda bakal dihapus, ditambah JKN yang tidak menjamin beberapa jenis pelayanan kesehatan, seperti  korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menambah cemas masyarakat. Gubernur baru harus mampu pecahkan masalah ini bagaimana pun caranya, agar masyarakat tetap terjamin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan," pintanya.

Sama halnya diutarakan Sumar, warga Talang Ubi yang kini mengidap kanker paru-paru. Dirinya saat ini masih menggunakan KTP dan KK sebagai jaminan apabila berobat ke Rumah Sakit.

"Saya masih rutin keluar masuk rumah sakit untuk mengontrol penyakit yang saya derita. Namun apabila KTP dan KK tidak diterima rumah sakit, pakai apa saya berobat, sedangkan untuk menjadi peserta BPJS, saya tidak mampu untuk membayar iurannya," keluhnya.

Sementara itu, dr H Muzakir, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI menegaskan bahwa bagi warga PALI tidak usah khawatir ketika hendak berobat. Pasalnya, Pemkab PALI menjamin bagi warga tidak mampu membayar premi BPJS. Bahkan untuk mewujudkan PALI sehat, Pemkab PALI tak hanya menanggung premi, namun juga membangun jamban hampir diseluruh desa/kelurahan.

"Masyarakat PALI patut beruntung mempunyai pemimpin saat ini yang peduli terhadap jaminan kesehatan warganya. Sebab, untuk masyarakat PALI yang tidak mampu insyaallah aman karena premi BPJS ditanggung pemerintah," tandasnya.

Namun untuk menjawab tidak dijaminnya beberapa jenis penyakit oleh JKN, dr Muzakir menjelaskan bahwa itu sudah aturan internal BPJS.

"Kalau aturan itu adalah internal BPJS, tetapi saya yakin, Insya Allah Pemda Sumsel akan ada terobosan baru untuk membantu masyarakat Sumsel yang kurang mampu sehingga mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal dan gratis," harapnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts