Pelajar SMA Diduga Tipu Pemilik Rental Kamera

PALI -- Pemilik rental kamera beralamat RT 07 RW 02, di Kelurahan Handayani Kecamatatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lemtang Ilir (PALI), telah kena tipu oleh pelanggannya.

Menurut keterangan pemilik rental Irzan (30), ia sudah biasa merentalkan jasa kamera jenis DSLR kepada muda mudi di sekitar Pendopo PALI, dengan tempo per jam bahkan per hari untuk kegiatan suapoto.

"Sekitar jam 11.30 senin 12 November 2018, dua orang datang kerumah, satu berpakaian seragam sekolah putih abu-abu dan satunya pakai jens biru dan baju kaos oblong mengendarai sepeda motor Jupiter MX warna biru.

"Sehabis saya bangun tidur datang dua orang laki laki untuk merental kamera selama dua jam, pas saya cek kamera battrainya loubet, saya suruh nunggu sekitar beberapa menit karena battrai mau cas dulu", terang Irzan, Rabu (14/11).

Sekitar sepuluh menit kedua orang tersebut datang lagi dan duduk di teras rumah, kata Irzan, "saya tanya yang pakai seragam SMA (pelaku penipuan bawa lari kamera) sudah pernah rental belum, dia jawab sudah dua kali, terus saya tanya nama dan sekolah, dia mengaku benama Dovis sekolah di SMAN 1 Talang Ubi, tinggalnya di Jerambah Besi", tukasnya.

Irzan masih berharap kepada kedua orang tersebut agar kameranya segera dikembalikan. Ia juga mengatakan ciri-ciri fisik keduanya, yang mengaku nama Dovis bertubuh sedang agak berisi, muka lebar kulit putih, satu lagi tinggi kurus kulit hitam bibir hitam agak doer dikit.

"Saya hanya minta kepada orang yang mengaku nama Dovis tersebut, atau siapalah dia, agar kamera saya dikembalikan saja, tidak lebih dan kurang, karna sejak senin 12 november samapi sekarang belum juga dikembalikan".

Kamera yang dibawa pelaku tersebut merk Canon tipe EOS 550D, jelas Irzan, kalau harga seken diperkirakan mencapai 3 sampai 4 juta, ungkapnya
Share:

TP PKK PALI Luncurkan Desa Aren dan Desa Mocaf

PALI -- Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) luncurkan program Desa Aren dan Desa Mocaf guna meningkatkan pendapatan keluarga menuju masyarakat Bumi Serepat Serasan sejahtera.

"Kegiatan ini merupakan program Pokja 3 TP.PKK PALI dengan melaunching Desa Aren dan Desa Mocaf. Alhamdulillah, program mocaf ini merupakan program unggulan Kementerian Pertanian RI yang akan dikembangkan diseluruh daerah di Indonesia, dan kita telah dahulu telah melakukan program mocaf ini," ujar Hj Sri Kustina, ketua TP.PKK PALI.

Dijelaskan istri Bupati PALI, bahwa tepung mocaf merupakan tepung yang terbuat dari singkong atau ketela kayu yang diolah dengan beberapa tahapan hingga menjadi serbuk bertekstur.



"Saat ini, permintaan tepung terigu untuk kebutuhan sehari-hari semakin meningkat. Padahal permintaan pasar sangat tidak sebanding dengan produksi dan import tepung terigu. Menanggapi hal ini, kami bekerjasama dengan dinas terkait melakukan pelatihan di Yogyakarta dengan mengirim perwakilan dari lima kecamatan untuk pelatihan pembuatan tepung mocaf," jelasnya.

Tepung mocaf dijabarkan Ketua TP.PKK PALI adalah salah satu alternatif yang sangat direkomendasikan sebagai pengganti tepung tapioka.

"Sebab selain lebih terjangkau dari segi harga, tepung mocaf juga memiliki kandungan gizi yang tak kalah baiknya dengan tepung terigu. Selain itu, kita juga telah bentuk kampung aren, dengan membagikan bibit kelapa genjah entok ke lima desa dan mengirim perwakilan untuk pelatihan pengolahan kelapa di Depok," tambahnya.



Sementara itu, Bupati PALI, Heri Amalindo yang membuka launching Desa Aren dan Desa Mocaf mengapresiasi kegiatan tersebut karena manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Selain itu, kegiatan launching Desa Aren dan Desa Mocaf bisa mendorong perekonomian masyarakat.

"Kami juga mengapresiasi pihak lain yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Dan kami berharap perwakilan yang sudah ikut pelatihan untuk bisa mengembangkan ilmu yang didapat di desanya masing-masing," ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati bahwa aren dan tepung mocaf merupakan bahan makanan yang sering digunakan masyarakat, dan tepung mocaf jauh lebih murah dari tepung terigu. Itu salahsatu keunggulannya, dari faktor kesehatan, kadar gula lebih rendah dari tepung terigu.



Untuk itu seluruh masyarakat harus bersama-sama menjadi percontohan dan mengembangkan tepung mocaf dan pengolahan kelapa. Karena tepung mocaf bisa diolah menjadi berbagai macam makanan.

"Kami juga menyarankan kepada kepala desa agar  kedepan membuat program pengadaan mesin pembuat mocaf melalui ADD, sebab, ADD boleh disisihkan untuk mendorong ekonomi masyarakat, kepala desa juga harus bisa berinovasi dan mendukung program PKK menuju masyarakat Pali sejahtera," pungkasnya.

Pada kegiatan yang dilaksanakan Rabu (14/11) di Talang Kerangan Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi, TP.PKK PALI membagikan bantuan peralatan mesin pembuatan tepung mocaf dan 1.000 tas sekolah terhadap pelajar yang keluarganya kurang mampu.(Adv)
Share:

Diduga Anak Ahok Jual Shabu

PALI - Yuyun bin Ahok (30) janda dua orang anak warga Desa Simpang Babat Kecamatan Penukal Kabupaten PALI terpaksa harus menghuni jeruji besi Polsek Penukal Abab lantaran diduga sebagai pengedar Narkoba jenis sabu-sabu.

Tersangka Yuyun ditangkap Polsek Penukal Abab pada Senin (12/11) sekitar pukul 20.30 WIB di sebuah warung milik tersangka.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS bahwa tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 jo 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 dan berdasarkan LP-A / 08 / XI / 2018 / Reskrim / Res ME / Polsek P. Abab. Hari senin Tanggal 12 November 2018.

"Bermula adanya informasi dari masyarakat bahwa di salah satu warung di Desa Simpang Babat sering terjadi transaksi narkoba. Kemudian dibawah pimpinan Kanit Reskrim Aipda Hairil Rozi langsung melakukan upaya Lidik ke sebuah warung tersebut," ungkap Acep, Selasa (13/11).

Setelah dilakukan penyelidikan, ditambahkan Acep bahwa memang benar warung tersebut sering dijadikan tempat jual beli narkoba.

"Setelah itu kita langsung lakukan penangkapan, dan saat di geledah terdapat tersangka Yuyun sedang berada di dalam warung dan di dapati 4 buah paket yang berisi serbuk kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu yang di bungkus Kertas tisu yang di simpan di dalam dompet berwarna ungu yang dipegang oleh pelaku. Kemudian ditemukan lagi 1 buah kotak permen berisi pirex kaca terdapat sisa bekas sabu, jarum, skop plastik terbuat dari pipet terletak di rak warung milik pelaku," bebernya.

Kemudian, tersangka Yuyun dibawa ke Mapolsek Penukal Abab beserta barang buktinya. "Diduga, peralatan yang ditemukan sebagai alat pelaku untuk mengkonsumsi sabu-sabu. Setelah itu pelaku berikut BB di bawa ke Polsek Penukal Abab untuk pemeriksaan lebih lanjut," tukasnya.

Dari pengakuan tersangka, dikatakan Acep bahwa baru dua minggu tersangka tersebut menjual barang haram itu dengan alasan himpitan ekonomi.

"Alasan tersangka untuk menyambung hidup dan memberi makan dua anaknya, tetapi apapun alasannya, tersangka tetap kita tahan dan terancam hukuman penjara diatas 15 tahun penjara," tandasnya.

Sementara untuk barang bukti yang diamankan berupa satu buah tas kecil warna ungu yang berisi tiga paket kecil berisi serbuk putih diduga Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat @ lk 0.19 gram dan satu paket besar yang di balut tisu berisi serbuk putih diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat lk 1.63 Gram dan Uang tunai sebesar Rp. 1.265.000.

Selain itu satu kotak permen kecil merk delfi chacha warna coklat yang berisi satu buah pirex dengan tutup pentil dot warna merah dan satu buah pirex kaca terdapat sisa serbuk putih diduga narkotika jenis sabu-sabu serta dua buah sekop terbuat dari plastik pipet dan satu bungkus kantong yang berisi plastik clip. Juga satu buah handphone.

"Tersangka sudah kita limpahkan ke Polres Muara Enim," pungkas Acep
Share:

Hanya 104 Peserta Lolos Seleksi CPNS, Begini Yang Dilakukan BKP-SDM PALI

PALI -- Pasca tahapan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) beberapa waktu lalu melalui sistem CAT (Computer Assisted Test) di BKN Kota Palembang, rupanya banyak peserta yang gugur.

Dari data yang diperoleh, bahwa peserta yang lolos hanya ada 104 dari jumlah peserta yang ikuti seleksi sebanyak 7.998 peserta. Tentunya hasil itu tidak memenuhi kuota yang tersedia, yakni sebanyak 337 formasi.

"Dari awal memang sudah dikeluhkan peserta, dari soalnya yang sulit ditambah harus kejar-kejaran dengan waktu yang dinilai peserta cukup singkat," ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten PALI, Yuhairuddin SE, melalui sekretarisnya, Mulyan, Selasa (13/11).

Diakuinya bahwa saat ini pihaknya menunggu kebijakan dari Kemen-PAN dalam memenuhi kuota yang ada.

"Yang menetukan dan membuat peraturan adalah Kemen-PAN dan Panselnas, jadi kita menunggu petunjuk dari sana," Tukasnya.

Terpisah, Nurbaeti, salahsatu peserta yang dinyatakan tidak lolos mengungkapkan bahwa selain sulit, materi soal yang diberikan rupanya berbeda dengan soal seleksi CPNS sebelumnya. "Kami pernah ikut tes CPNS tahun 2014, tetapi saat itu gagal. Dan tahun ini ikut lagi, rupanya soalnya selain sulit juga metodenya lain dengan sebelumnya," ungkap honorer di salahsatu SD di Kecamatan Talang Ubi
Share:

Wawako Prabumulih Dukung Bandar Narkoba Ditembak Mati, Asal..

PRABUMULIH -- Penyalahgunaan Nakoba saat ini sudah sangat memprihatinkan. Tak hanya orang dewasa, narkoba kini sudah merambah ke para pelajar. Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Prabumulih.

Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri mengaku mendukung apabila pelaku narkoba dihukum mati seperti halnya apa yang dilakukan oleh Presiden Pilipina, Rodrigo Duterte.

"Apabila Kota Prabumulih sudah darurat narkoba, kita dukung seperti pilipin. Tapi saat ini mungkin belum parah," Ujarnya, Senin (12/11).

Menurut Fikri, Kota Prabumulih merupakan Kota perlintasan sehingga menjadi sasaran empuk para Bandar untuk mengedarkan narkoba di kota nanas ini.

"Ini resiko daerah perlintasan mereka (bandar) menjadi sasaran perdaran narkoba," ungkapnya.

Disinggung mengenai reward bagi pengungkap bandar narkoba, Fikri mengaku belum setuju dengan langkah tersebut. Ia lebih setuju aparat penegak hukum lebih memaksimalkan ancaman hukuman untuk para pelaku.

"Jadi yang kedapatan itu jangan diberikan hukuman yang minimal. Tapi hukuman yang maksimal, karna bisa saja dari Bandar dikenakan sebagai pengguna," terangnya.
Share:

Nyaris Kena Culik, Pelajar SD Ini Lapor Polisi

PALI -- HR (12) pelajar kelas 5 SDN 12 Talang Ubi warga Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) datangi Mapolsek Talang Ubi untuk melaporkan kejadian yang menurutnya nyaris kena culik oleh seseorang saat dirinya pulang sekolah.

Kepada media ini, HR didampingi Maryani (45) ibu kandung HR saat di Mapolsek Talang Ubi bahwa ketika dirinya pulang sekolah, Senin (13/11) sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba dari arah belakang disergap pria tak dikenal menggunakan masker warna hitam.

"Aku kaget saat ada yang menyergap dari belakang, lalu aku berontak sekuat tenaga dan berhasil lolos dari cengkeraman orang itu setelah aku melepas tas gendong yang aku bawa. Kemudian aku berlari," ungkap HR.

Diakuinya saat kejadian itu, banyak warga yang mengetahuinya, membuat pelaku kabur semak-semak.

"Masyarakat yang mengetahui aku hendak diculik langsung mengejar orang itu," jelas HR.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan Setiawan mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan. "Anggota Reskrim kita menuju TKP untuk lakukan penyelidikan. Saat ini belum jelas kejadian itu apakah penculikan atau pencabulan. Korban bersama orang tuanya sudah di Polsek dan sudah diintrograsi," terang Kapolsek.
Share:

DPTHP-2, KPUD PALI Tetapkan 131.528 Pemilih

PALI - Berdasarkan surat edaran ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI nomor 1099/PL.02.1-SD/01/KPU/IX/2018 atas rekomendasi Bawaslu dan masukan Parpol peserta Pemilu pada saat rapat pleno terbuka Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP)-1, KPUD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali lakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPTHP-2 dalam Pemilu tahun 2019 yang dilaksanakan Senin (12/11) di sekretariat KPUD PALI.

Dalam rekapitulasi tersebut, KPUD menetapkan DPTHP-2 jumlah pemilih sebanyak 131.528. "Dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 65.288 pemilih dan jumlah pemilih perempuan ada 66.240 pemilih yang tersebar di 589 TPS, 71 desa/kelurahan dan 5 kecamatan," jelas H Hasyim, ketua KPUD PALI.

Ditambahkannya bahwa rekapitulasi pemilih potensial non KTP-el dari hasil tanggapan masyarakat terhadap DPTHP-1 dengan jumlah pemilih sebanyak 1.197 dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 589 pemilih, dan pemilih perempuan berjumlah 608 pemilih.

"Sementara rekapitulasi daftar pemilih dari hasil perbaikan DPTHP-1 den dengan jumlah pemilih baru sebanyak 7.553 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 3.509 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 4.044 pemilih. Pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak 1.028 dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 474 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 554 pemilih," jelas ketua KPUD PALI.

Sedangkan untuk perbaikan data pemilih sebanyak 1.345 dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 419 dan pemilih perempuan berjumlah 926 pemilih.

"Salinan Berita acara rekapitulasi DPTHP-2, rekapitulasi daftar potensial pemilih non KTP-el dalam DPTHP-1 dan rekapitulasi DPTHP-2 disampaikan ke KPU provinsi Sumatera Selatan, Bawaslu Kabupaten PALI, Parpol peserta Pemilu dan perangkat Pemkab PALI," pungkasnya.

Pada rapat pleno terbuka tersebut, seluruh perwakilan Parpol peserta Pemilu ikuti penyampaian DPTHP-2 itu yang dihadiri juga Komisioner KPUD PALI, Adi Chandra, Adella Rosita, Sentosa dan Avintri Sandi serta dari Bawaslu PALI diwakili salahsatu Komisionernya, Basrul SAP, Kepolisian, TNI dan dari perwakilan Pemkab PALI (sn)
Share:

Gorong-gorong Jebol, Warga Minta Pemprov Segera Perbaiki

PALI - Gorong-gorong yang ada Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) jebol dan mengakibatkan lalulintas di jalan penghubung dua kabupaten PALI dan Muba tersendat. Padahal pembangunan gorong-gorong tersebut baru beberapa bulan selesai dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Dikatakan Suwandi, kepala Desa Panta Dewa bahwa jebolnya gorong-gorong tersebut terjadi pada Minggu malam (11/11), memaksa truk angkutan barang harus memutar arah karena gorong-gorong tersebut dikhawatirkan tidak mampu menahan beban kendaraan.

"Kalau mobil kecil dan sepeda motor masih bisa melintas, tetapi kalau mobil truk apalagi ada muatan harus mutar arah dan mencari jalan lain," ungkap Suwandi, Senin (12/11).

Saat ini, diakui Kades, warga memasang patok pada lubang gorong-gorong yang jebol untuk meminimalisir pengendara terjebak. "Kami berharap pada pihak pelaksana pekerjaan gorong-gorong itu untuk segera memperbaiki. Sebab, gorong-gorong itu masih dalam perawatan karena pekerjaannya baru selesai sekitar lima bulan lalu," harapnya.

Terpisah, Asgianto anggota Dewan Provinsi Sumsel menyatakan bahwa pihaknya langsung menyampaikan kondisi gorong-gorong di Desa Panta Dewa yang jebol.

"Kemungkinan jebolnya gorong-gorong tersebut akibat curah hujan yang cukup tinggi dan jalan disekitar lokasi belum stabil. Tetapi kita langsung sampaikan ke Dinas PU provinsi untuk segera dilakukan perbaikan," ujarnya. (sn)
Share:

Dewan PALI Komentari Pemprov Cabut Pergub Angkutan Batu bara

PALI - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Amran menyarankan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mencari solusi terkait pencabutan Pergub nomor 23 tahun 2012 tentang tatacara angkutan batu bara di jalan umum.

Sebab, menurut katua DPC PBB PALI itu, penghentian angkutan batu bara untuk tidak melalui jalan umum menjadi dilema baru, sebab ratusan bahkan ribuan warga Provinsi Sumsel terkena imbas dari keputusan tersebut.

"Pada dasarnya kami sangat mendukung keputusan tersebut, tetapi Pemprov juga harus bijak dalam hal ini. Sebab, tidak sedikit warga yang menganggur dan dirugikan dari keputusan itu," ungkap H Amran, Senin (12/11).

Dikatakan H Amran, disisi lain banyaknya permasalahan terkait jalan umum yang banyak rusak akibat dilalui armada batubara, yang tentunya dikeluhkan masyarakat, juga ada ribuan warga bergantung pada jalannya operasional angkutan batu bara.

"Banyak pengemudi yang nganggur, rumah makan tutup bahkan ratusan mobil truk yang biasa mengangkut batu bara terancam ditarik dealer karena melalui kredit. Selain itu, pendapatan negara juga berkurang akibat operasional angkutan batu bara terhenti," tambahnya.

Solusi saat ini yang perlu diambil Pemprov adalah disampaikan H Amran kembali memperbolehkan jalan umum dilalui angkutan batu bara dengan catatan harus menekankan kepada perusahaan angkutan batu bara untuk membuat jalan khusus sendiri.

"Jadi sementara perusahaan angkutan batu bara belum bisa membuat jalan sendiri, kami sarankan agar Pemprov mengizinkan kembali jalan umum dilalui. Tetapi harus komitmen dan Pemprov tegas untuk memberi tenggang waktunya terhadap perusahaan untuk membuat jalan khusus," sarannya.

Sementara itu, Bani (40), pengemudi angkutan batu bara asal Talang Ubi mengaku saat ini masih belum menemukan pekerjaan baru pasca angkutan batu bara di stop. "Saya dan kawan-kawan lainnya masih menunggu kabar dari pihak pengelola angkutan, tetapi kalau sampai berlarut-larut, saya akan kembalikan mobil yang biasa menghidupi keluaga kami ke leasing, sebab saya tidak lagi sanggup membayat angsurannya," katanya pasrah
Share:

BPBD PALI Himbau Warga Waspadai Banjir dan Longsor

PALI - Intensitas hujan akhir-akhir ini cukup tinggi di wilayah Bumi Serepat Serasan, hal ini tentu harus diwaspadai masyarakat yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sebab, turunnya hujan sering disertai angin kencang dan petir.

Selain itu, banjir juga mengintai wilayah Kabupaten PALI, terutama Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang. Sebab, bahaya banjir tidak bisa diprediksi, karena bisa datang kapan saja, terlebih ada banjir kiriman dari hulu sungai Lematang.

"Kami himbau agar seluruh warga PALI tetap waspada terhadap bahaya banjir, terutama warga disekitar DAS Lematang. Karena selain banjir, juga rawan terhadap longsor," ungkap Junaidi Anuar, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI, Senin (12/11).

Meski belum ada daerah yang mengalami banjir atau longsor, tetapi saat ini pihak BPBD dikatakan Junaidi tetap lakukan monitoring dan siap siaga selama 24 jam.

"Kita belum mendirikan posko di daerah rawan banjir dan longsor, tetapi BPBD senantiasa monitorng dan siagakan petugas di posko induk, didepan kantor BPBD," tukasnya.

Untuk menanggulangi bencana banjir atau longsor juga bencana lainnya secara cepat, diharapkan Junaidi kepada Camat, kepala desa atau masyarakat agar secepatnya menghubungi pihak BPBD ketika terjadi bencana.

"Cepat disampaikan, maka kami akan cepat datang ke lokasi kejadian dan bencana bisa cepat ditangani," tutupnya.

Sementara itu, Ballian, kepala Desa Curup Kecamatan Tanah abang yang desanya setiap tahun terkena imbas banjir akibat arus sungai Lematang meluap menyatakan bahwa warganya sudah biasa hadapi banjir kala musim hujan.

"Tetapi yang kami harapkan adalah bantuan kesehatan, sebab biasanya saat banjir, warga banyak keluhkan sakit perut dan gatal-gatal. Kalau hadapi banjir, kami sudah biasa," tutur Kades
(sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts