Ular Pyton sepanjang 7 Meter Hebohkan warga betung

PALI - Warga Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan temuan ular pyton dengan panjang hampir tujuh meter dan berat lebih dari 100 kilogram, yang ditemukan Jenok Joker (40) salahsatu warga setempat di sungai yang tak jauh dari desa tersebut pada Rabu malam (14/11).

Sontak saja, rumah Jenok jadi ramai oleh warga yang penasaran ingin melihat secara langsung ular berukuran besar tersebut.

"Ular itu ditemukan saat Jenok mencari ikan di sungai, kemudian ditangkap dan dibawa kerumahnya dengan cara dipikul dua orang," ungkap Fredy, salahsatu tetangga Jenok, Kamis (15/11).

Diakui Fredy bahwa Jenok memang dikenal sebagai pawang ular dan telah beberapa kali berhasil membawa ular berukuran besar bahkan ular berbisa.

"Biasanya setelah ditangkap kemudian dipelihara terlebih dahulu sebelum ada orang yang membelinya. Tetapi untuk saat ini, belum ada rencana ular tersebut dijual, sebab masih banyak warga yang datang unik melihat bahkan tak sedikit numpang berfoto dengan ular tersebut," tambahnya.

Sementara itu, Jhen Santri warga Desa Betung lainnya mengharapkan ada dari pihak pemerintah untuk mengambil ular tangkapan warga agar populasi ular pyton tidak punah.

"Ular itu keluar mungkin sarangnya terkena banjir, dan kalau ular-ular besar itu ditangkap lalu dijual, kami khawatir akan punah," ujarnya (sn)
Share:

Culik Ibu dan Anak Hingga Nekat Masuk Kolong Tempat Tidur, Sepak Terjang Sukirman Berakhir di Bui

PALI -- Sukriman (33) warga Gunung Megang Kabupaten Muara Enim nyaris saja tewas jadi bulan-bulanan masa lantaran kedapatan berada di bawah tempat tidur Edy Prayitno (27) warga Talang Kemang Kelurahan Talang Ubi Selatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Kamis (15/11) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB.

Beruntung nyawa Sukirman bisa diselamatkan jajaran Polsek Talang Ubi yang saat itu tengah melakukan patroli rutin yang langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek Talang Ubi. Tetapi sebelumnya, Sukirman dibawa ke RDUD Talang Ubi lantaran babak belur dan mengalami luka-luka akibat amukan massa.

Dari keterangan Edy Prayitno, pemilik rumah saat membuat laporan di Mapolsek Talang Ubi bahwa pelaku Sukirman telah lama menyukai dan  mengincar istrinya untuk dibawa kabur.

"Pernah istri dan anak aku diculiknya selama lima hari. Kejadian itu berlangsung sekitar setengah bulan lalu, beruntung istri aku bisa lolos dengan cara kabur saat dibawa ke Palembang. Tetapi karena pelaku mengancam terus akan mencelakai anak kami, jadi kami putuskan tidak lapor polisi," terang Edy Prayitno.

Tetapi, kejadian Kamis pagi tadi diakui Edy bahwa pelaku terbilang nekat, lantaran saat dirinya tengah berada di rumah, pelaku nekat masuk masuk ke kamarnya.

"Aku ketahui ketika mendengar suara seperti ada kucing dibawah tempat tidur, dan saat aku lihat, ternyata ada pelaku itu. Lalu aku paksa keluar, tetapi pelaku itu malah melawan dan sempat adu pukul. Setelah terdesak, pekaku rupanya membawa bensin dan korek api juga pisau, yang langsung menyeramkan bensin ke wajah aku dan menyalakan api, hendak membakar aku," tambahnya.

Karena terancam, Edy langsung berlari keluar rumah dan berteriak minta tolong. Sementara istrinya juga berlari ke rumah tetangganya. "Kemudian warga lain berdatangan lalu menangkap pelaku. Dan akibat luapan emosi, warga memukuli pelaku. Namun, tidak lama polisi datang," katanya.

Sementara pelaku Sukirman mengaku bahwa dirinya dan istri Edy sudah lama kenal, dan saat diketahui pemilik rumah tengah berada di bawah tempat tidur, Sukirman mengatakan bahwa ingin bertemu istri Edy.

"Kami sering kontek-kontekan dengan dia (istri edy). Untuk itu, aku ingin menemuinya, tetapi ada suaminya di rumah. Lalu aku masuk rumah itu melalui pintu belakang," akunya.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan Setiawan bahwa saat anggotanya lakukan patroli rutin, ada informasi keributan di daerah Talang Kemang, kemudian kita amankan pelaku tersebut.

"Saat ini kasusnya adalah pengancaman dan kita kenakan pasal 335 KUHP. Sementara ini, masih kita dalami motifnya apa. Pelaku dan pelapor serta saksi-saksi masih kita ambil keterangannya," ungkapnya.
Share:

Pencuri Mesin Air, Pemuda ini ketangkap basah warga

PRABUMULIH – Ilham (18) warga Jalan Nur Ilahi No. RT.3 Rw. 3 Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih nyaris bonyok dihajar warga

Pasalnya pria ini tertangkap tangan mencuri mesin pompa air milik warga Jalan toman Komplek Safira Rt.03 Rw.02 Kelurahan Prabujaya

Kejadian bermula saat rumah Noer Kurniawan warga Kelurahan Prabujaya itu sedang bekerja dan dirumah korban tidak ada penghuninya, dari kesempatan itu tiga pelaku menggasak mesin pompa air dengan memotongnya memakai gergaji

Kecurigaan warga setempat membuat ketiga pelaku ini panik dan melarikan diri, setelah dilakukan pengejaran terhadap pelaku warga bersama anggota unit reskrim Polsek Prabumulih Timur berhasil mengamankan satu pelaku

Warga yang mulai kesal berhasil menangkap pelaku dan membawanya kekantor polisi untuk diamankan

Dari kejadian itu pelaku nyaris dihajar warga dan berhasil diredam petugas yang ada ditempat kejadian perkara
Pelaku bersama barang bukti sebatang pipa air yang dipotongnya dari sumur korban berhasil diamankan petugas dan dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan dan dilakukan penyelidikan (sn/bio)
Share:

Jembatan Ini Bakal Permudah Warga PALI-Prabumulih, Akhir Tahun Ini Bisa Dilalui

PALI -- Warga Bumi Serepat Serasan dan Kota Prabumulih yang selama ini  terhalang sungai Lematang dalam berinteraksi, kini kendala itu segera berlalu. Pasalnya, akses yang biasa digunakan warga dua daerah tersebut untuk beraktivitas menggunakan perahu untuk menyeberang bakal menjadi kenangan, lantaran Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah membangun jembatan penghubung yang membentang di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tanah Abang menuju Kota Prabumulih.

Pembangunan jembatan tersebut saat ini sudah tahap finishing, dan ditargetkan tahun ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua tanpa harus menyeberang menggunakan perahu.

"Secara bertahap pembangunan jembatan Tanjung Dalam kita lakukan melalui APBD Kabupaten PALI. Tahun ini kita lanjutkan lagi sampai jembatan itu bisa dilalui meskipun belum sepenuhnya rampung," ujar Etty Murniaty, kepala Dinas PU BM Kabupaten PALI, Rabu (14/11).

Akses warga akan lebih mudah setelah jembatan itu bisa dilalui, dan tahun 2018 ini, dijelaskan Etty, tahapan pembangunan sampai pengerasan. "Pekerjaan masih dilakukan, dan pengerasan jalan sampai ke seberang, atau wilayah Kota Prabumulih, " jelasnya.

Untuk itu, demi kelancaran proses pekerjaan jembatan tersebut, Etty meminta dukungan semua pihak agar tidak menemui kendala.

"Rencananya, pengecoran jembatan dilaksanakan tahun berikutnya, dan bakal rampung sepenuhnya tahun 2019," pungkasnya
Share:

Pelajar SMA Diduga Tipu Pemilik Rental Kamera

PALI -- Pemilik rental kamera beralamat RT 07 RW 02, di Kelurahan Handayani Kecamatatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lemtang Ilir (PALI), telah kena tipu oleh pelanggannya.

Menurut keterangan pemilik rental Irzan (30), ia sudah biasa merentalkan jasa kamera jenis DSLR kepada muda mudi di sekitar Pendopo PALI, dengan tempo per jam bahkan per hari untuk kegiatan suapoto.

"Sekitar jam 11.30 senin 12 November 2018, dua orang datang kerumah, satu berpakaian seragam sekolah putih abu-abu dan satunya pakai jens biru dan baju kaos oblong mengendarai sepeda motor Jupiter MX warna biru.

"Sehabis saya bangun tidur datang dua orang laki laki untuk merental kamera selama dua jam, pas saya cek kamera battrainya loubet, saya suruh nunggu sekitar beberapa menit karena battrai mau cas dulu", terang Irzan, Rabu (14/11).

Sekitar sepuluh menit kedua orang tersebut datang lagi dan duduk di teras rumah, kata Irzan, "saya tanya yang pakai seragam SMA (pelaku penipuan bawa lari kamera) sudah pernah rental belum, dia jawab sudah dua kali, terus saya tanya nama dan sekolah, dia mengaku benama Dovis sekolah di SMAN 1 Talang Ubi, tinggalnya di Jerambah Besi", tukasnya.

Irzan masih berharap kepada kedua orang tersebut agar kameranya segera dikembalikan. Ia juga mengatakan ciri-ciri fisik keduanya, yang mengaku nama Dovis bertubuh sedang agak berisi, muka lebar kulit putih, satu lagi tinggi kurus kulit hitam bibir hitam agak doer dikit.

"Saya hanya minta kepada orang yang mengaku nama Dovis tersebut, atau siapalah dia, agar kamera saya dikembalikan saja, tidak lebih dan kurang, karna sejak senin 12 november samapi sekarang belum juga dikembalikan".

Kamera yang dibawa pelaku tersebut merk Canon tipe EOS 550D, jelas Irzan, kalau harga seken diperkirakan mencapai 3 sampai 4 juta, ungkapnya
Share:

TP PKK PALI Luncurkan Desa Aren dan Desa Mocaf

PALI -- Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) luncurkan program Desa Aren dan Desa Mocaf guna meningkatkan pendapatan keluarga menuju masyarakat Bumi Serepat Serasan sejahtera.

"Kegiatan ini merupakan program Pokja 3 TP.PKK PALI dengan melaunching Desa Aren dan Desa Mocaf. Alhamdulillah, program mocaf ini merupakan program unggulan Kementerian Pertanian RI yang akan dikembangkan diseluruh daerah di Indonesia, dan kita telah dahulu telah melakukan program mocaf ini," ujar Hj Sri Kustina, ketua TP.PKK PALI.

Dijelaskan istri Bupati PALI, bahwa tepung mocaf merupakan tepung yang terbuat dari singkong atau ketela kayu yang diolah dengan beberapa tahapan hingga menjadi serbuk bertekstur.



"Saat ini, permintaan tepung terigu untuk kebutuhan sehari-hari semakin meningkat. Padahal permintaan pasar sangat tidak sebanding dengan produksi dan import tepung terigu. Menanggapi hal ini, kami bekerjasama dengan dinas terkait melakukan pelatihan di Yogyakarta dengan mengirim perwakilan dari lima kecamatan untuk pelatihan pembuatan tepung mocaf," jelasnya.

Tepung mocaf dijabarkan Ketua TP.PKK PALI adalah salah satu alternatif yang sangat direkomendasikan sebagai pengganti tepung tapioka.

"Sebab selain lebih terjangkau dari segi harga, tepung mocaf juga memiliki kandungan gizi yang tak kalah baiknya dengan tepung terigu. Selain itu, kita juga telah bentuk kampung aren, dengan membagikan bibit kelapa genjah entok ke lima desa dan mengirim perwakilan untuk pelatihan pengolahan kelapa di Depok," tambahnya.



Sementara itu, Bupati PALI, Heri Amalindo yang membuka launching Desa Aren dan Desa Mocaf mengapresiasi kegiatan tersebut karena manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Selain itu, kegiatan launching Desa Aren dan Desa Mocaf bisa mendorong perekonomian masyarakat.

"Kami juga mengapresiasi pihak lain yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Dan kami berharap perwakilan yang sudah ikut pelatihan untuk bisa mengembangkan ilmu yang didapat di desanya masing-masing," ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati bahwa aren dan tepung mocaf merupakan bahan makanan yang sering digunakan masyarakat, dan tepung mocaf jauh lebih murah dari tepung terigu. Itu salahsatu keunggulannya, dari faktor kesehatan, kadar gula lebih rendah dari tepung terigu.



Untuk itu seluruh masyarakat harus bersama-sama menjadi percontohan dan mengembangkan tepung mocaf dan pengolahan kelapa. Karena tepung mocaf bisa diolah menjadi berbagai macam makanan.

"Kami juga menyarankan kepada kepala desa agar  kedepan membuat program pengadaan mesin pembuat mocaf melalui ADD, sebab, ADD boleh disisihkan untuk mendorong ekonomi masyarakat, kepala desa juga harus bisa berinovasi dan mendukung program PKK menuju masyarakat Pali sejahtera," pungkasnya.

Pada kegiatan yang dilaksanakan Rabu (14/11) di Talang Kerangan Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi, TP.PKK PALI membagikan bantuan peralatan mesin pembuatan tepung mocaf dan 1.000 tas sekolah terhadap pelajar yang keluarganya kurang mampu.(Adv)
Share:

Diduga Anak Ahok Jual Shabu

PALI - Yuyun bin Ahok (30) janda dua orang anak warga Desa Simpang Babat Kecamatan Penukal Kabupaten PALI terpaksa harus menghuni jeruji besi Polsek Penukal Abab lantaran diduga sebagai pengedar Narkoba jenis sabu-sabu.

Tersangka Yuyun ditangkap Polsek Penukal Abab pada Senin (12/11) sekitar pukul 20.30 WIB di sebuah warung milik tersangka.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS bahwa tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 jo 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 dan berdasarkan LP-A / 08 / XI / 2018 / Reskrim / Res ME / Polsek P. Abab. Hari senin Tanggal 12 November 2018.

"Bermula adanya informasi dari masyarakat bahwa di salah satu warung di Desa Simpang Babat sering terjadi transaksi narkoba. Kemudian dibawah pimpinan Kanit Reskrim Aipda Hairil Rozi langsung melakukan upaya Lidik ke sebuah warung tersebut," ungkap Acep, Selasa (13/11).

Setelah dilakukan penyelidikan, ditambahkan Acep bahwa memang benar warung tersebut sering dijadikan tempat jual beli narkoba.

"Setelah itu kita langsung lakukan penangkapan, dan saat di geledah terdapat tersangka Yuyun sedang berada di dalam warung dan di dapati 4 buah paket yang berisi serbuk kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu yang di bungkus Kertas tisu yang di simpan di dalam dompet berwarna ungu yang dipegang oleh pelaku. Kemudian ditemukan lagi 1 buah kotak permen berisi pirex kaca terdapat sisa bekas sabu, jarum, skop plastik terbuat dari pipet terletak di rak warung milik pelaku," bebernya.

Kemudian, tersangka Yuyun dibawa ke Mapolsek Penukal Abab beserta barang buktinya. "Diduga, peralatan yang ditemukan sebagai alat pelaku untuk mengkonsumsi sabu-sabu. Setelah itu pelaku berikut BB di bawa ke Polsek Penukal Abab untuk pemeriksaan lebih lanjut," tukasnya.

Dari pengakuan tersangka, dikatakan Acep bahwa baru dua minggu tersangka tersebut menjual barang haram itu dengan alasan himpitan ekonomi.

"Alasan tersangka untuk menyambung hidup dan memberi makan dua anaknya, tetapi apapun alasannya, tersangka tetap kita tahan dan terancam hukuman penjara diatas 15 tahun penjara," tandasnya.

Sementara untuk barang bukti yang diamankan berupa satu buah tas kecil warna ungu yang berisi tiga paket kecil berisi serbuk putih diduga Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat @ lk 0.19 gram dan satu paket besar yang di balut tisu berisi serbuk putih diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat lk 1.63 Gram dan Uang tunai sebesar Rp. 1.265.000.

Selain itu satu kotak permen kecil merk delfi chacha warna coklat yang berisi satu buah pirex dengan tutup pentil dot warna merah dan satu buah pirex kaca terdapat sisa serbuk putih diduga narkotika jenis sabu-sabu serta dua buah sekop terbuat dari plastik pipet dan satu bungkus kantong yang berisi plastik clip. Juga satu buah handphone.

"Tersangka sudah kita limpahkan ke Polres Muara Enim," pungkas Acep
Share:

Hanya 104 Peserta Lolos Seleksi CPNS, Begini Yang Dilakukan BKP-SDM PALI

PALI -- Pasca tahapan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) beberapa waktu lalu melalui sistem CAT (Computer Assisted Test) di BKN Kota Palembang, rupanya banyak peserta yang gugur.

Dari data yang diperoleh, bahwa peserta yang lolos hanya ada 104 dari jumlah peserta yang ikuti seleksi sebanyak 7.998 peserta. Tentunya hasil itu tidak memenuhi kuota yang tersedia, yakni sebanyak 337 formasi.

"Dari awal memang sudah dikeluhkan peserta, dari soalnya yang sulit ditambah harus kejar-kejaran dengan waktu yang dinilai peserta cukup singkat," ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten PALI, Yuhairuddin SE, melalui sekretarisnya, Mulyan, Selasa (13/11).

Diakuinya bahwa saat ini pihaknya menunggu kebijakan dari Kemen-PAN dalam memenuhi kuota yang ada.

"Yang menetukan dan membuat peraturan adalah Kemen-PAN dan Panselnas, jadi kita menunggu petunjuk dari sana," Tukasnya.

Terpisah, Nurbaeti, salahsatu peserta yang dinyatakan tidak lolos mengungkapkan bahwa selain sulit, materi soal yang diberikan rupanya berbeda dengan soal seleksi CPNS sebelumnya. "Kami pernah ikut tes CPNS tahun 2014, tetapi saat itu gagal. Dan tahun ini ikut lagi, rupanya soalnya selain sulit juga metodenya lain dengan sebelumnya," ungkap honorer di salahsatu SD di Kecamatan Talang Ubi
Share:

Wawako Prabumulih Dukung Bandar Narkoba Ditembak Mati, Asal..

PRABUMULIH -- Penyalahgunaan Nakoba saat ini sudah sangat memprihatinkan. Tak hanya orang dewasa, narkoba kini sudah merambah ke para pelajar. Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Prabumulih.

Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri mengaku mendukung apabila pelaku narkoba dihukum mati seperti halnya apa yang dilakukan oleh Presiden Pilipina, Rodrigo Duterte.

"Apabila Kota Prabumulih sudah darurat narkoba, kita dukung seperti pilipin. Tapi saat ini mungkin belum parah," Ujarnya, Senin (12/11).

Menurut Fikri, Kota Prabumulih merupakan Kota perlintasan sehingga menjadi sasaran empuk para Bandar untuk mengedarkan narkoba di kota nanas ini.

"Ini resiko daerah perlintasan mereka (bandar) menjadi sasaran perdaran narkoba," ungkapnya.

Disinggung mengenai reward bagi pengungkap bandar narkoba, Fikri mengaku belum setuju dengan langkah tersebut. Ia lebih setuju aparat penegak hukum lebih memaksimalkan ancaman hukuman untuk para pelaku.

"Jadi yang kedapatan itu jangan diberikan hukuman yang minimal. Tapi hukuman yang maksimal, karna bisa saja dari Bandar dikenakan sebagai pengguna," terangnya.
Share:

Nyaris Kena Culik, Pelajar SD Ini Lapor Polisi

PALI -- HR (12) pelajar kelas 5 SDN 12 Talang Ubi warga Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) datangi Mapolsek Talang Ubi untuk melaporkan kejadian yang menurutnya nyaris kena culik oleh seseorang saat dirinya pulang sekolah.

Kepada media ini, HR didampingi Maryani (45) ibu kandung HR saat di Mapolsek Talang Ubi bahwa ketika dirinya pulang sekolah, Senin (13/11) sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba dari arah belakang disergap pria tak dikenal menggunakan masker warna hitam.

"Aku kaget saat ada yang menyergap dari belakang, lalu aku berontak sekuat tenaga dan berhasil lolos dari cengkeraman orang itu setelah aku melepas tas gendong yang aku bawa. Kemudian aku berlari," ungkap HR.

Diakuinya saat kejadian itu, banyak warga yang mengetahuinya, membuat pelaku kabur semak-semak.

"Masyarakat yang mengetahui aku hendak diculik langsung mengejar orang itu," jelas HR.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan Setiawan mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan. "Anggota Reskrim kita menuju TKP untuk lakukan penyelidikan. Saat ini belum jelas kejadian itu apakah penculikan atau pencabulan. Korban bersama orang tuanya sudah di Polsek dan sudah diintrograsi," terang Kapolsek.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts