Bikin Resah Warga, Satpol PP Pali Datangi Tempat Tambang Pasir

PALI -- Menindaklanjuti janji pengusaha tambang pasir yang beroperasi di wilayah Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) persisnya disamping jembatan Payu Putat penghubung Kabupaten PALI dan Kota Prabumulih, dimana sang pengusaha akan memindahkan aktivitas galian pasir agar menjauh dari jembatan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Kabupaten PALI datangi lokasi tambang tersebut.

Sebab, sebelum pengusaha dipanggil Satpol.PP PALI serta Dinas Lingkungan Hidup, aktivitas tambang pasir diprotes warga, sebab selain mengganggu lalulalang masyarakat karena angkutan pasir berjajar diatas jembatan menunggu antrean, tambang pasir itu juga mengancam kwalitas jembatan, karena setiap hari pasir yang ada dibawah sekitar jembatan disedot setiap hari.

"Setelah kita lihat langsung, memang mesin tambang pasir sudah dipindahkan sekitar 50 meter, karena sebelumnya, mesin itu berada dibawah jembatan," ungkap Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI, Minggu (20/1).

 

Dan diakuinya bahwa saat ini aktivitasnya galian pasir di samping Jembatan Payu Putat sudah sepi.

"Tidak lagi mengganggu, sebab pengusaha tambang pasir sudah membuatkan tempat untuk armada pengangkut pasir apabila sedang memuat. Namun, dari pantauan kami, aktivitas di tambang itu sudah sepi dan jarang angkutan pasir mengangkut pasir dari tambang itu," terangnya.

Terpisah, Drs H Soemarjono, ketua DPRD PALI menginginkan agar pemindahan tambang pasir tersebut agar lebih menjauh lagi dari jembatan yang sudah selesai dibangun.

"Kami minta digeserkan lagi, jangan masih dekat jembatan. Kami juga ingin semua pengusaha tambang pasir agar memperhatikan lingkungan, dan kalau dekat fasilitas umum, harus bisa mempertimbangkan sisi keamanan dan jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat," harap Soemarjono.(SN)
Share:

Tambang Pasir liar warga Payuputat didatangi Satpol PP PALI

PALI - Menindaklanjuti janji pengusaha tambang pasir yang beroperasi di wilayah Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) persisnya disamping jembatan Payu Putat penghubung Kabupaten PALI dan Kota Prabumulih, dimana sang pengusaha akan memindahkan aktivitas galian pasir agar menjauh dari jembatan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Kabupaten PALI datangi lokasi tambang tersebut.

Sebab, sebelum pengusaha dipanggil Satpol.PP PALI serta Dinas Lingkungan Hidup, aktivitas tambang pasir diprotes warga, sebab selain mengganggu lalulalang masyarakat karena angkutan pasir berjajar diatas jembatan menunggu antrean, tambang pasir itu juga mengancam kwalitas jembatan, karena setiap hari pasir yang ada dibawah sekitar jembatan disedot setiap hari.

"Setelah kita lihat langsung, memang mesin tambang pasir sudah dipindahkan sekitar 50 meter, karena sebelumnya, mesin itu berada dibawah jembatan," ungkap Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI, Minggu (20/1).

Dan diakuinya bahwa saat ini aktivitasnya galian pasir di samping Jembatan Payu Putat sudah sepi.

"Tidak lagi mengganggu, sebab pengusaha tambang pasir sudah membuatkan tempat untuk armada pengangkut pasir apabila sedang memuat. Namun, dari pantauan kami, aktivitas di tambang itu sudah sepi dan jarang angkutan pasir mengangkut pasir dari tambang itu," terangnya.

Terpisah, Drs H Soemarjono, ketua DPRD PALI menginginkan agar pemindahan tambang pasir tersebut agar lebih menjauh lagi dari jembatan yang sudah selesai dibangun.

"Kami minta digeserkan lagi, jangan masih dekat jembatan. Kami juga ingin semua pengusaha tambang pasir agar memperhatikan lingkungan, dan kalau dekat fasilitas umum, harus bisa mempertimbangkan sisi keamanan dan jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat," harap Soemarjono
Share:

Rara Lida Nyanyi di Prabujaya, Satpol PP Kewalahan

PRABUMULIH -- Penampilan Tiara Ramadhani atau Rara jebolan runner up Liga Dangdut (DA) Asia 4 di Taman Kota Prabujaya, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Prabumulih sibuk.

Kepala Dinas Satpol PP, Ibrahim Cik Ading mengatakan untuk mengamankan jalannya Rara nyanyi, pihaknya menerjunkan sedikitnya 100 orang anggota Satpol PP.

"100 anggota yang kita sebar hari ini, Ujar Ibrahim, Minggu (20/1).

Ratusan anggota tersebut, kata ibrahim, dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 50 orang anggota difokuskan pengamanan wilayah taman prabujaya

"50 orang anggota lainnya kita fokuskan untuk mensterilkan wilayah panggung," ungkapnya.

Kehadiran Rara sendiri selain ikut senam pagi bersama warga Kota Prabumulih, juga untuk menerima uang reward atas keberhasilan Rara mengharumkan Kota Prabumulih dalam ajang lomba nyanyi dangdut di DA Asia 4.

Dari pantauan, sejumlah anggota Satpol PP tampak kewualahan dalam melakukan pengamanan. Para penonton tak henti-hentinya mencoba merangsak naik keatas panggung untuk bisa berfoto bersama Rara.(SN)
Share:

Demi Rara Lida, Penonton Rela Desak-Desakan. Ada yang Pingsan?

PRABUMULIH -- Tiara Ramadhani atau Rara, juara dua lomba nyanyi dangdut Asia tampil di Taman Kota Prabujaya Prabumulih, Minggu (20/1).

Kehadiran Rara sendiri, selain untuk menghibur masyarakat Kota Prabumulih juga menerima reward dari Pemerintah Kota Prabumulih atas prestasinya dan mengharumkan nama Indonesia dan Khususnya Kota Prabumulih ditingkat Internasional.

Kehadiran Rara di Prabujaya disambut antusias masyarakat. Tak hanya dari Kota Prabumulih, tapi juga masyarakat Kabupaten Muara Enim.

Usai melaksanakan senam pagi, masyarakat langsung merapatkan barisan ke sisi panggung kecil yang disediakan oleh panitia.

Aksi desak-desakkan pun tak terhindarkan, sejumlah warga yang ingin melihat Rara dari dekat terus mendorong penonton lain. Akibatnya, sejumlah Ralova (nama fans Rara) yang tepat berada di depan panggung mengalami cedera akibat terhimpit panggung.

Ralova yang tidak bisa lagi bertahan kemudian naik keatas panggung, akibat akses jalan keluar sudah tidak memungkinkan. Lalu keluar dari arah belakang.

Tak hanya itu, warga yang berada ditengah kerumunan penontonpun tampak kelelahan dan nyaris pingsan. Beruntung Pemerintah Kota Prabumulih langsung memberikan air mineral kemasan kepada penonton yang tidak bisa keluar dari tengah kerumunan.

Tak hanya itu, Petugas Satpol PP pun menjadi korban. Saat pejabat Pemerintah memmbagikan sembako, salah seorang petugas ditarik hingga terjatuh.

Meski demikian, sejumlah warga mengaku senang dapat menyaksikan Rara langsung dari dekat. "Senanglah. Selamo ini kan liat di TV. Ini biso liat samo dengar langsung Rara nyanyi disini," Ujar Dewi salah satu penonton.

Senada diungkapkan Dian. Menurutnya kesempatan langka bisa melihat penampilan Rara secara langsung. "Tapi sayangnyo idak biso be foto samo Rara. Oleh rame kan," terangnya. (SN)
Share:

Wako Prabumulih Hadiri Pengukuhan Persada SMANDA

 

PRABUMULIH -- Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri mengukuhkan Ketua dan Pengurus Persaudaraan Alumni SMA Negeri 2 (Persada SMANDA) Prabumulih, Sabtu (19/1).

Pelaksanaan pengukuhan Persada SMANDA Prabumulih yang digelar di Gedung Kesenian Rumah Dinas Walikota Prabumulih tersebut, dihadiri oleh perwakilan alumni SMA Negeri 2 Prabumulih. Mulai dari angkatan pertama sampai angkatan sekarang.

Wakil Walikota, H Andriansyah Fikri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persada SMANDA dalam sambutannya menyampaikan bahwa persaudaraan tidak ada kata lepas, karena itu organisasi Persada SMANDA tidak mengunakan kata ikatan.

 

 

 

Suami dari Hj Reni Indayani ini menghimbau agar, seluruh alumni harus tetap menjaga persaudaraan. Meskipun para alumni berasal dari berbagai golongan dan memiliki banyak keanekaragaman.

"Walaupun alumni banyak beraneka ragam, corak dan pekerjaan. Tapi kita satu golongan dan tekad, sama-sama membangun Kota Prabumulih," terangnya.

Setelah dikukuhkan, Pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Prabumulih ini berharap Persada SMANDA harus menunjukkan Eksistensinya yang positif kepada publik.

"Kami berharap organisasi ini tidak sekedar kumpul- kumpul, makan - makan, akan tetapi bertujuan untuk masyarakat. Ini adalah tahun politik, jadi jangan sampai kita terpecah-belah, siapapun yang terpilih, hormatilah," tegasnya.

Sementara itu, Kepala sekolah SMA Negeri 2 Prabumulih, Hj Tin Martini, dalam kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia dan seluruh alumni yang sudah meluangkan waktu untuk hadir.

"Ini adalah satu bentuk ikatan yang telah terbentuk dan sudah mempunyai wadah, kami sebagai guru, kami sangat bangga karena sudah banyak bekerja, apalagi di setiap intansi ada alumni SMA Negeri 2," tuturnya.

Apalagi lanjut dia, saat ini ketua umum Persada SMANDA dijabat oleh Andriansyah Fikri, yang merupakan Wakil Walikota Prabumulih. “Pak Fikri adalah alumni dari SMA Negeri 2, kita guru sangat bangga karena alunmi SMA Negeri 2 menjadi wawako Prabumulih," ucapnya.

Ditambahkan Tin, begitu ia akrab disapa, berharap dengan adanya ikatan ini, SMANDA semakin kuat, bisa dan jaya. "Untuk tahun ini, kita akan mengadakan ujian sendiri, karena sudah mendapatkan bantuan dari alumni. Jadi saat ujian nanti kita tidak numpang lagi," tutupnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekda Kota Prabumulih, M Kowi, Ketua DPRD Prabumulih yang diwakili oleh Wakil Ketua, HM. Daud Rotasi, Ketua MUI Prabumulih, kepala Sekdin Perkim, Kesbangpol, Kadishub. Acara tersebut juga di hiburan oleh penyanyi kondang DA Asia 4 Rara.(ADV/TH)
Share:

Sekda Prabumulih Kukuhkan Persada SMANDA

PRABUMULIH -- Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Prabumulih, H M Kowi kukuhkan Ketua dan Pengurus Persaudaraan Alumni SMA Negeri 2 (Persada SMANDA) Prabumulih, Sabtu (19/1).

Pelaksanaan pengukuhan Persada SMANDA Prabumulih yang digelar di Gedung Kesenian Rumah Dinas Walikota Prabumulih tersebut, dihadiri oleh perwakilan alumni SMA Negeri 2 Prabumulih. Mulai dari angkatan pertama sampai angkatan sekarang.

Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya yang diwakili Sekda Kota Prabumulih, H M Kowi dalam sambutannya berharap Persada SMANDA bisa menunjukkan Eksistensinya yang positif kepada publik khususnya di Prabumulih.



"Kami berharap organisasi ini tidak sekedar kumpul- kumpul, makan - makan, akan tetapi bertujuan untuk masyarakat," ungkapnya.

Sementara, Ketua Umum Persada SMANDA, H Andriansyah Fikri dalam sambutannya menyampaikan bahwa persaudaraan tidak ada kata lepas, oleh karena itu organisasi Persada SMANDA tidak mengunakan kata ikatan.

Suami dari Hj Reni Indayani ini menghimbau agar, seluruh alumni harus tetap menjaga persaudaraan. Meskipun para alumni berasal dari berbagai golongan dan memiliki banyak keanekaragaman.



"Walaupun alumni banyak beraneka ragam, corak dan pekerjaan. Tapi kita satu golongan dan tekad, sama-sama membangun Kota Prabumulih," terangnya.

Setelah dikukuhkan, Pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Prabumulih ini berharap Persada SMANDA harus menunjukkan Eksistensinya yang positif kepada publik.

"Kami berharap organisasi ini tidak sekedar kumpul- kumpul, makan - makan, akan tetapi bertujuan untuk masyarakat. Ini adalah tahun politik, jadi jangan sampai kita terpecah-belah, siapapun yang terpilih, hormatilah," tegasnya.



Sementara itu, Kepala sekolah SMA Negeri 2 Prabumulih, Hj Tin Martini, dalam kesempatan yang sama menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia dan seluruh alumni yang sudah meluangkan waktu untuk hadir.

"Ini adalah satu bentuk ikatan yang telah terbentuk dan sudah mempunyai wadah, kami sebagai guru, kami sangat bangga karena sudah banyak bekerja, apalagi di setiap intansi ada alumni SMA Negeri 2," tuturnya.

Apalagi lanjut dia, saat ini ketua umum Persada SMANDA dijabat oleh Andriansyah Fikri, yang merupakan Wakil Walikota Prabumulih. “Pak Fikri adalah alumni dari SMA Negeri 2, kita guru sangat bangga karena alunmi SMA Negeri 2 menjadi wawako Prabumulih," ucapnya.



Ditambahkan Tin, begitu ia akrab disapa, berharap dengan adanya ikatan ini, SMANDA semakin kuat, bisa dan jaya. "Untuk tahun ini, kita akan mengadakan ujian sendiri, karena sudah mendapatkan bantuan dari alumni. Jadi saat ujian nanti kita tidak numpang lagi," tutupnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Prabumulih yang diwakili oleh Wakil Ketua, HM. Daud Rotasi, Ketua MUI Prabumulih, kepala Sekdin Perkim, Kesbangpol, Kadishub. Acara tersebut juga di hiburan oleh penyanyi kondang DA Asia 4 Rara.(Adv).
Share:

Heboh! Seorang Balita tewas dalam sumur

PALI-- Seorang Balita tewas tenggelam didalam sumur pada Jumat siang (18/1) kemarin,. SW anak yang baru berusia 3 tahun warga Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) jatuh ke dalam sumur sedalam 1, 5 meter di kebun karet diwilayah kelurahan Handayani Mulia kecamatan Talang ubi.

Kejadian naas tersebut sekitar jam 14:00 WIB saat ibu korban sedang tidur, sedangakan korban bemain di sekitaran sumur tempat korban tengelam.

"Ketika aku bangun tidur, anak aku tidak berada disekitar rumah, kemudian aku panggil-panggil, tapi tidak ada jawaban," ujar Ibu korban.

Setelah dicari, ibu korban melihat ada sesosok jasad dalam sumur yang diduga anaknya, kemudian ibu korban berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan ibu korban, sontak warga sekitar pun mendatangi rumah korban, kemudian warga menuju sumur untuk memastikan korban tercebur atau tidaknya. Dan salahsatu warga langsung masuk ke dalam sumur. Saat di raba mengunakan kaki, ternyata korban benar tengelam dalam sumur dan langsung di angakat lalu di bawa ke rumah duka



Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan Setiawan, membenarkan kejadian tersebut, sedangkan untuk informasi kronologis sementara, Kapolsek menjelaskan bahwa saat itu korban sedang bermain sendirian, sedangkan kakak laki-lakinya pergi sementara ibunya tidur di pondok tidak jauh dari sumur tersebut, setelah dievakuasi dari dalam sumur, korban langsung dibawa ke rumah duka Saat hendak di bawah ke RSUD, keluarga korban menolak.

"Mendapat laporan adanya kejadian tesebut, Anggota kita langsung menuju TKP dan ke rumah duka. Keluarga koraban menolak untuk dilakukan Visum, karena akan langsung di semayamkan, dan keluarga menerima sebagai musibah." terangnya. (red)
Share:

Lima Tahun Buron, Beri Prima Nyerah

PALI - Setelah buron selama lima tahun lamanya, atas kasus pencurian dan menusuk korbanya dengan pisau, Beri Prima (33), warga Talang Nanas, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya menyerahkan diri.

Pelaku Beri Prima menyerahkan diri ke Mapolsek Talang Ubi, Jumat (18/1) sekitar pukul 13.00 WIB, lantaran dirinya kebingungan untuk pulang kerumah, karena petugas telah mengetahui bahwa dirinya pelaku dalam aksi pencurian yang dilakukanya bersama rekanya H (DPO).

Dimana, kejadian yang berlangsung 15 Oktober 2014 lalu ini, berawal saat korban sedang tidur didalam kamar rumahnya. Tidak lama kemudian korban terbangun dari tidur dan melihat ada dua orang laki-laki sudah berada didekat korban.

Tiba-tiba kedua pelaku melihat korban terbangun dan pelaku langsung membekap mulut korban, kemudian pelaku Beri Prima mencekik leher korban sedangkan pelaku H memegang bagian kaki korban.

Karena korban terus memberontak dan berteriak, membuat pelaku Beri Prima menusuk korban dengan pisau ke arah tubuh korban sebanyak dua kali yang mengenai bagian bawa payudara korban sebelah kanan dan mengenai bagian perut sebelah kiri korban.

Selanjutnya kedua pelaku langsung kabur dengan membawa satu unit Ipad merk Advand warna putih milik korban. Sedangkan korban sendiri mengalami kritis akibat luka berat dan sempat dilarikan ke RSUD Talang Ubi dan dirujuk ke RSUD Prabumulih.

Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan Setiawan ST mengatakan, bahwa pihaknya akan menjerat pelaku dengan pasal 365 ayat (2) ke 4 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman diatas lima tahun penjara.

"Anggota kita terus mengejar pelaku lainya yang saat ini keberadaanya telah kita ketahui. Kita menghimbau agar pelaku menyerahkan diri, sebelum anggota kita berhasil menangkapnya cepat atau lambat," tegasnya.

Sementara, pelaku Beri Prima mengaku bahwa dirinya siap bertngungjawab atas apa yang telah dilakukanya. "Saya bingung pak, jadi lebih baik saya menyerahkan diri dan menjalani proses hukum pak, dari pada kabur terus," akunya.
Share:

Taman tugu kecil sepi Pengunjung, Puluhan Pedagang gulung tikar

PRABUMULIH – Taman Tugu Kecil yang berada tepat disisi Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih dengan ciri khas Patung yang mirip dengan patung pancoran itu kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Pasca dibangun pada 2015 silam dengan menggunakan dana APBD senilai 1,9 Miliar Rupiah tersebut, kini aktifitas di taman tugu kecil menjadi sepi dan tidak difungsikan.

Sejumlah pedagang yang semula menempati kios, mulai tutup lantaran diduga mengalami kerugian akibat kurangnya minat masyarakat untuk berkunjung ketempat ini.

Kondisi ini diperparah, setelah pada september 2018 lalu sejumlah rolling door kios raib dicuri oleh orang tak dikenal. Sungguh sangat disayangkan, aset bernilai miliaran rupiah kini terbengkalai.

Sejumlah kios pun tampak mengalami kerusakkan, salah satunya seperti plafon kios yang sudah hancur serta fasilitas kamar mandi yang tidak terawat dan penuh kotoran.


"Kios ditaman tugu kecil yang ditinggal pedagang lantaran sepi pengunjung kini ditutup"


Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM seusai acara sertijab di Kantor Polres Prabumulih disinggung masalah tersebut, dirinya mengatakan selama satu minggu ini sering mengunjungi taman tersebut yang sudah mulai terlihat sepi

“beberapa minggu ini sudah saya cek, semua pedagang sudah mengosongkan tempat itu karena katanya jualan disini sudah sepi” tuturnya

Lanjut Ridho, jika pedagang sudah mengosongkan tempat itu (kios.red) berarti hak pengelolaannya harus dipindahkan kepihak ketiga karena sebelumnya, kata dia Pemerintah sudah memberikan hak pengelolaan kios tersebut selama 2 tahun kepada para pedagang

“kita sudah memberikan kesempatan selama 2 tahun untuk berdagang disana, jadi kita jangan disalahkan lagi” ucapnya

Tak hanya itu Ridho mengatakan akan mencari pihak ketiga sebagai pengelola beberapa kios tersebut dengan catatan harus bertanggung jawab dengan kebersihan, air, listrik, WC dan sewa sebagai tanggungjawab pengelola

Ini dilakukan agar taman tugu kecil tidak terbengkalai serta aktifitas ditempat tersebut bisa hidup kembali.

Ridho menambahkan, sebelum diserahkan ke pihak ketiga, Pemerintah Kota Prabumulih terlebih dahulu akan merenovasi kios-kios yang sudah rusak, memperbaiki lampu jalan serta fasilitas lainnya.

SIMAK VIDEONYA DISINI :

https://youtu.be/wj1o5G0uoFo
Share:

Barak Karyawan PT GBS Terbakar

PALI--Kebakaran terjadi di Barak atau perumahan pekerja PT Golden Blossom Sumatera (GBS) yang berada di wilayah Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI pada Jumat pagi (18/1) sekitar pukul 07.00 WIB.

Akibatnya, bangunan yang dihuni beberapa kepala keluarga karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut rata dengan tanah.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materi ditaksir puluhan juta rupiah.

"Penyebab lagi diselidiki,
untuk korban jiwa alhamdulillah tidak ada. Nilai kerugian sedang ditaksir," ungkap Edi Paris, Humas PT GBS. (red)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts