Belum Banyak Yang Tahu, Ternyata Sumberejo Miliki Air Terjun

PALI-- Potensi alam di wilayah Bumi Serepat Serasan yang masih terpendam berada di kawasan Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi. Sebuah waduk yang baru saja selesai dikerjakan melalui (Dana Alokasi Khusus) DAK yang bersamaan dengan pembangunan irigasi memiliki keindahan yang cukup eksotis.

Selain waduk, disekitar lokasi terdapat air terjun yang ketiggiannya lebih satu meter menambah tempat tersebut layak dijadikan objek wisata.

Hanya saja, tempat tersebut untuk dijadikan objek wisata perlu sentuhan pemerintah melalui instansi terkait terutama penataan dan promosi. Sebab, sampai saat ini, belum banyak orang tahu tempat tersebut. Padahal disekitar waduk, sudah terdapat sandaran untuk perahu dan tangga untuk pemandian.

"Tahun 2018 lalu baru selesai dibangun pak, kalau peruntukannya khusus mengairi pesawahan yang ada di sekitar waduk," ujar Mardiono, salahsatu warga setempat, Kamis (21/2).

Diakui Mardiono, sampai saat ini, belum ada orang yang sengaja mendatangi waduk tersebut untuk berwisata. "Kami harapkan, tempat itu dijadikan objek wisata, supaya ramai untuk menghidupkan lingkungan kami. Karena sayang apabila dibiarkan hanya jadi irigasi pesawahan," harapnya.

Terpisah, Irwan ST, Ketua Komisi 1 DPRD PALI menyebutkan bahwa temuan adanya air terjun disekitar waduk menjadi potensi wisata baru. Yang tentunya akan membangun ekonomi masyarakat  sumberjo disamping itu bisa meningkatkan PAD PALI. "Yang jelas ini akan menjadi hiburan baru bagi masyarakat PALI," katanya.

Politisi Golkar PALI ini juga menyarankan kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata untuk giat mempromosikan setiap objek wisata yang dimiliki Kabupaten PALI.

"Promosi sangat perlu dilakukan instansi terkait. Untuk penataan, pemerintah desa atau kelurahan harus memiliki ide kreatif bagaimana mengelola tempat yang berpotensi menjadi objek wisata. Kalau Dinas Pariwisata dan desa/Kelurahan bersinergi, kami yakin tempat tersebut akan ramai dikunjungi wisatawan. Tinggal lagi bagaimana membenahi infrastruktur menuju lokasinya," saran Irwan ST.(SN) 
Share:

Polisi Sikat Diduga BD Sabu

PALI--Sebuah rumah milik Iwa (35) warga Dusun I  Desa Tanah Abang Utara  Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) digrebek jajaran Polsek Tanah Abang pada Kamis (21/2) sekira pukul 12.00 WIB karena diduga menjadi tempat transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

Pada penggrebekan tersebut, pemilik rumah yakni tersangka Iwa diamankan beserta barang buktinya berupa 45 paket sedang yang berisi butiran kristal warna putih yg diduga narkotika jenis sabu- sabu seharaga Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) perpaket. Selain itu 1 (satu) buah bong, 1 (satu) pirek, 1 (satu) buah dot, 1 (satu)  buah pipet penghisap, 1 (satu)  buah korek merk tokai bewarna kuning, 1 (satu) buah alat sekup sabu yang terbuat dari pipet plastik warna hijau, 1 (satu) buah jarum serta uang tunai sebanyak Rp. 565.000 juga diamankan.

"Kita berhasil  menangkap  pelaku/tersangka tindak pidana memiliki/mengedarkan narkotika jenis sabu sabu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 jo 114 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni, Kamis (21/2).

Penangkapan tersangka ini dikatakan Sofyan berawal dari informasi masyarakat bahwa ada pengedar narkotika jenis sabu sabu yang berada di dusun I Desa Tanah Abang Utara.

Mendapat informasi tersebut Kapolsek Tanah Abang langsung memerintahkan Kanit Reskrim dan Kanit Intelkam, beserta anggota Polsek Tanah Abang untuk melakukan penangkapan dan Kapolsek langsung memimpin lajunya penangkapan.

Setelah sampai di TKP ternyata ada 3 orang laki-laki termasuk tersangka Iwa,  Yusril dan Rendi. Melihat ada 3 orang itu, Kapolsek Tanah Abang langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan penggeledahan, setelah di geledah ternyata benar didalam rumah tersangka mendapat barang bukti itu.

Kapolsek langsung memerintahkan anggotanya untuk membawa tersangka  Iwa beserta 2 temannya berikut barang bukti untuk di bawa dan diamankan ke Polsek Tanah Abang untuk di ambil keterangan lebih lanjut.

"Saat ini tersangka masih kita periksa guna dilakukan pengembangan," tandas Kapolsek.(SN) 
Share:

Rara LIDA bikin Heboh Festival SMANSA Prabumulih


PRABUMULIH– Festival Hysteria SMA Negeri 1 Prabumulih yang digelar dihalaman sekolah Smansa dipadati oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Prabumulih, pasalnya acara festival yang ke delapan itu dihadiri oleh Artis Dangdut jebolan Liga Dangdut Indonesia (LIDA), kamis (21/2/19)

Dengan Kostum berwarna Putih dan wajah yang cantik tiba-tiba Rara sapaan akrab Tiara Ramadhanti itu muncul dari ditengah kerumunan penonton yang telah lama menunggu

Didampingi Asisten dan beberapa keamanan dari kepolisian Rara diarak menuju panggung utama festival Smansa sambil bernyanyi membawakan Lagu “Syantik” suasana yang tenang berubah hiruk pikuk mengeluh-eluhkan Rara

Tak melupakan jasa para guru sesekali Rara bersalaman dan mencium para guru dan kerabatnya yang telah menanti penampilan artis dangdut level asia itu

Kemeriahan festival itu juga turut dihadiri oleh Ketua PMI Kota Prabumulih Hj.Ngesty Rahayu yang juga merupakan istri dari Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM dan juga tak ketinggalan Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIK,MH yang tak mau ketinggalan penampilan Rara

Tak hanya itu Rara yang sebentar lagi memasuki ujian nasional berbasis komputer juga menjadi perhatian pihak sekolah dengan mmemberikan cindera mata dari sekolah untuk Rara berupa satu unit Laptop yang diberikan langsung diacara tersebut (SN)

SIMAK VIDEONYA :



Share:

Peringati HPN ke 73, PWI Prabumulih Gelar Bhakti Sosial


PRABUMULIH – Hari Pers Nasional (HPN) yang ke 73 tahun diperingati juga oleh Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia wilayah Kota Prabumulih (PWI), peringatan hari pers itu di rayakan dengan cara berbeda yakni dengan cara berbagi, rabu (20/2/19)

HPN 73 digelar dengan cara berbagi dengan beberapa panti asuhan yang ada di Prabumulih yakni Panti Asuhan Aisyah Al-Munawwaroh, Aziziyah, Riyadhul Kholidhin dan Panti Asuhan Wahdini

Kegiatan Bakti Sosial itu diberikan langsung oleh puluhan anggota PWI Kota Prabumulih
“kita berikan langsung kepanti berupa bahan pokok seperti beras, gula, mie instan dan lainnya” terang Mulwadi yang juga merupakan Ketua PWI Kota Prabumulih

Sementara itu, Pihak panti asuhan sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh organisasi insan media yang ada di Prabumulih
“ kami sangat berterima kasih dengan adanya sudah diberikan bantuan, semoga pengurus PWI terus berjaya dan bermanfaat bagi masyarakat” ucap Ahmad selaku Kepala Panti Suhan Aziziah

Disela kegiatan Ketua PWI Prabumulih mengatakan organisasi selain memberikan informasi dalam pemberitaan juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat dengan cara bakti sosial

“tak hanya memberikan pemberitaan organisasi kita juga harus lebih bermanfaat bagi masyarakat” tegasnya (SN)

Share:

Wanita Pencuri Motor Dibekuk

MUARA ENIM--Aksi kejahatan pencurian sepeda motor tidak saja dilakukan oleh penjahat laki laki, tetapi dilakukan juga penjahat berstatus wanita, sebagaimana dilakukan Anti Mahera (24), warga Desa Pengahai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

             Wanita ini diamankan petugas Polsek Gunung Megang, Selasa (19/2) sekitar pukul 10.00WIB, terlibat kasus pencurian sepeda motor yamaha meo GT BG 6454 OY dan  HP milik Ihsani Fauzi (27), warga Dusun I, Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.

                   Akasi pencurian itu dilakukan pelaku di rumah korban pada Minggu (20/2) sekitar pukul 12.00WIB, pada saat korban istirahat tidur siang. Kini pelaku berikut barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Gunung Megang untuk menjalani proses hukum.

               Kejadian itu bermula dari ketika korban pulang dari kerja memakirkan sepeda motornya  disamping rumahnya. Kemudian meletakan HP miliknya disamping tubuh korban. 

                Lantas korban istritahat tidur siang di dalam kamar rumahnya,  untuk menghilangkan rasa lelahnya. Betapa terkejutnya korban, saat terbangun dari tidur tiba tiba HP dan sepeda motornya sudah hilang.

                Saat itu ada warga yang melihat pelaku membawa sepeda motor korban. Lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Megang.

                 Kemudian petugas menindak lanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Tim Trabaz unit Reskrim  Polsek Gunung Megang, mendapat informasi bahwa pelaku masih berada di seputaran Dusun VII, Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang.

                    Lalu petugas mencari tahu keberadaan pelaku. Ternyata pelaku tengah berada di rumah kontrakannya dan langsung diamankan petugas berikut barang buktinya.

               Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Rabu (20/2) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya. 
Share:

Grab Datang, Opang Resah

MUARA ENIM -- Dalam waktu dekat ini, warga kota Serasan Sekundang akan dihampiri oleh jasa layanan ojek daring/online yang berbasis di Singapura yang hadir dengan mitra menggunakan jaket hitam bergaris hijau yakni Grab.

Grab bakal hadir di kota Muara Enim sebagai moda transportasi alternatif dengan menawarkan 3 produk unggulannya yakni Grab Car, Grab Bike dan Grab Express.

Kepastian Grab bakal hadir di Kota Muara Enim dibuktikan dengan kunjungan managemen Grab Indonesia ke kantor Kominfo Muara Enim, Rabu (20/2).

Dalam kunjungan ini , Grab mengirim tim Ekspansi mereka yang diwakili Ian Nugraha (BD Support Grab) dan Aditya Tri (Partner Aquisisi Eksekutif Grab Palembang) . Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muara Enim Ardian Arifanardi.

Dalam kunjungannya, Partner Aquisisi Eksekutif Grab Palembang Aditya mengatakan Grab siap memperluas ekspansi dengan menawarkan layanan transportasi online kepada masyarakat wilayah kota Muara Enim. Menurutnya, pihaknya juga telah banyak menggelar persiapan matang supaya layanan Grab dapat segera dinikmati.

"Sejauh ini progresnya sudah 90 persen dan rencananya paling cepat di akhir Bulan Februari ini kami akan memulai perekrutan driver,"kata Aditya.

Aditya menjelaskan untuk tahap awal pihaknya akan merekrut sebanyak 100 driver Grab di Muara Enim. "Pelaksanaan rekrutmen juga diutamakan warga asli Kabupaten Muara Enim. Ujarnya

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan kapan waktu resmi beroperasionalnya Grab di Muara Enim. Pihaknya berharap proses persiapan berjalan baik hingga waktu launching resminya nanti.

Namun, kehadiran moda transportasi online ini ditanggapi terbalik oleh para Opang (ojek pangkalan) yang sehari harinya memang mangkal dan mencari penghasilan dengan mengantar penumpang.

Respon negatif salah satunya datang dari kalangan tukang ojek konvensional. Sejumlah tukang ojek pangkalan yang beroperasi di kota Muara Enim mengaku resah dengan bakal ekspansinya layanan ojek daring/online Grab di Kota Muara Enim.

"Kami resah dan baru tahu kalau ojek online Grab bakal ado di Muara Enim, jujur kami nolak karena jelas bakal ngurangi pendapatan sehari-hari,"kata Aswandi yang biasa dipanggil wak uban Tukang ojek yang merupakan anggota Paguyuban Ojek Islamic Center.

Aswandi yang kerap mangkal di pangkalan ojek samping Kantor Dinas PMD Kompleks Islamic Center juga mengaku dirinya  bersama teman sejawatnya tak terkarik bergabung ojek online. Alasannya karena sebagian mereka tidak mengerti teknologi dan kendaraan mereka banyak tak memenuhi spesifikasi Grab.

"Terlebih lagi sebagian kami banyak tidak memiliki sim, kendaraannya juga nak bagus nian, jadi menurut kami ribet,"ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muara Enim Ardian Arifanardi menyambut baik masuknya layanan grab di Muara Enim.Dia mengatakan bahwa masuknya Grab ini diharapkan dapat mendukung Program – Program Pemerintah dan dapat mengangkat kearifan lokal yang ada di Muara Enim.

"Hadirnya grab dapat menambah serta meningkatkan layanan transportasi masyarakat Muara Enim, semoga Grab juga dapat mendukung program-program lain pemerintah disini,"kata Ardian.

Sebelumnya rencana hadirnya grab di kota Muara Enim ramai menjadi perbincangan masyarakat dan sempat viral di media sosial. Sebagian masyarakat menyambut positif namun adapula yang memberikan sentimen negatif. 

Namun ada juga masyarakat yang mendukung hadirnya grab. Melly (20) mahasiswa kampus swasta di Kota Muara Enim mengaku senang dan sudah lama menantikan layanan ojek online di Muara Enim.

"Kan enak kalo ada grab, apolagi kota-kota besar sudah ado galo, selain biayanya jelas dan terjangkau, grab bisa dimanfaatke untuk pesan makanan dan minuman tanpa harus keluar rumah atau kantor,"pungkasnya.
Share:

Lega, Marlinda Dan Jul Akhirnya Bisa Tempati Kios Pasar

MUARA ENIM -- Meski sempat terrunda dan me unggu lama, akhirnya raut wajah gembira dan sumringah terpancar dari wajah Marlinda (51) salah satu pedagang yang sudah mendapatkan kunci di Pasar Inpres baru yang sudah di siapkan Pemkab Muara Enim.

Sejak kebakaran yang melanda pasar inpres pada tahun 2015 yang lalu, Marlinda yang sehari harinya berdagang sendal dan sepatu ini mengucap syukur akhirnya bisa berjualan dengan tenang dan tidak lagi terganggu serta bisa fokus berjualan.

“Alhamdulillah sudah dapat tempat sekarang. Saya dapat kios A nomor 17. Tinggal lihat lokasi dan menata apa saja yang dibutuhkan nanti di kios saya. Yang jelas sudah bisa jualan temang dan tidak terganggu cuaca lagi. Tinggal suratan rejeki,” ujarnya saat diwawancarai usai mendapat giliran pengundian nomor kios di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Rabu (20/2).

Dikatakannya, selama ini usai kebakaran yang membuatnya rugi sekitar belasan juta rupiah, dirinya harus berdagang di jalan dan di lokasi yang tampat berpotensi. “Kemarin kami tidak mampu bayar ruko atau tempat karena mahal,” tambahnya.

Saat ini, lanjutnya lagi, mereka pedagang hanya dikenakan biaya sewa bulanan sebesar Rp30 ribu dan biaya retribusi perhati Rp 1.000. “Kami berharap bisa dikurangi dari 30ribu menjadi 20ribu,” harapnya.

Sementara itu, Julmaini (55) pedagang pakaian jadi ini juga bersyukur bisa mendapatkan kios untuknya berjualan. Dirinya dalam pengundian ini mendapat jatah kios J nomor 9 yang berada di lantai dua ini.

“Kemungkinan lusa bisa sudah saya tempati. Karena dikatakan sudah bisa ditempati terhitung kami menerima kunci. Yang jelas saya harus menanta dan memindahkan barang barang dagangan saya,” ujarnya.

Dari total 360 kios yang ada di pasar saat ini, 358 diperuntukan untuk para pedagang yang dulunya memiliki kios di pasar yang lama. Sedangkan dua kios diperuntukan bagi pengurus PKK Kabupaten dan satu kios lagi untuk Dekranasda yang digunakan untuk memajang hasil kerjainan dan produk hasil dari masyarakat dan UMKM.(SN)
Share:

Gegara Tusuk Teman, Eki Dibekuk Polsek Penukal Abab

PALI--Jajaran Polsek Penukal Abab berhasil menangkap Eki (28) warga Payu Putat Kecamatan Prabumulih Barat lantaran telah melakukan penganiayaan berat terhadap korbannya Elnani masih satu daerah dengan pelaku yang sama-sama berprofesi sebagai supir mobil molen milik PT Bania BRU karena keduanya tidak mau mengalah saat pengisian air yang lokasi kejadiannya di sekitar wilayah Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten PALI pada Selasa (19/2).

"Motifnya selisih paham, yang mana antara pelaku dan korban tidak mau mengalah saat ngisi air ke mobil molen yang mereka kemudikan. Kemudian menyulut emosi pelaku yang langsung menabrakan mobilnya ke mobil korban lalu turun sambil membawa pisau kemudian menusukannya ke tubuh korban," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian, Rabu (20/2).

Alami luka tusuk dibagian bahu, dikatakan Alpian korban pun langsung berlari kearah warga untuk meminta pertolongan. Dan pada saat korban mendekati warga, kebetulan ada Kanit Sabhara, Ipda Supratman yang tengah menyambangi warga Desa Spantan Jaya. "Kemudian korban dibawa Kanit Sabhara ke Puskesmas Babat. Korban mendapat 25 jahitan pada lukanya," tukas Alpian.

Setelah memberikan pertolongan terhadap korban, diakui Kapolsek bahwa Ipda Supratman menelpon dirinya yang langsung ditindak lanjuti dengan mendatangi TKP beserta piket Reskrim dan piket Sabhara.

"Saat menuju TKP, rupanya pelaku berusaha kabur. Kita langsung lakukan  penghadangan pelaku dengan melintangkan mobil untuk menghentikan laju kendaraan pelaku. Dengan upaya tersebut, akhirnya pelaku berhasil ditangkap berikut barang bukti berupa satu bilah pisau yang langsung dibawa kepolsek Penukal Abab guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.(SN) 
Share:

Tim PSC 119 Prabumulih Tandangi PALI, Begini Tujuannya

PALI-- Tingkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat secara komprehensif, Dinas Kesehatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan pertemuan dengan Tim Kegawatdaruratan Program Public Safety Center (PSC) 119 dan Home Care Kota Prabumulih, Rabu (20/2) di RM Nasional Simpang Lima Pendopo Kecamatan Talang Ubi.

Kegiatan pertemuan tersebut dilakukan selama dua hari mulai Rabu dan Kamis (20-21/2/2019) dengan tujuannya dijelaskan ketua pelaksana Hj Ernawati M.Kes adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara komprehensif.

"Narasumber dari Tim PSC Kota Prabumulih dengan peserta 55 orang dari 7 Puskesmas dalam wilayah Kabupaten PALI. Kabupaten PALI sendiri, secepatnya bakal membentuk Tim PSC 119 dan Home care," ujar Ernawati.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Lydwirawan menjelaskan bahwa sehat adalah hak setiap warga negara, untuk itu pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan wawasan peserta dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di Kabupaten PALI," harap Kadinkes.

Ditempat sama, Hj Hesti Widya Ningsih Sekretaris Dinkes Prabumulih menjelaskan babwa PSC 119 Kota Prabumulih baru dilaunching 12 Februari 2018.

"Baru satu tahun PSC 119 di Kota Prabumulih, tetapi keberadaan PSC sudah banyak berkonstribusi terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan dan pertolongan pada korban yang membutuhkan penanganan segara," urainya.

Perlu diketahui bahwa PSC 119 merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Layanan ini untuk membantu penangan kesehatan terhadap masyarakat yang tidak hanya berhubungan dengan kecelakaan tetapi juga dalam situasi kritis. PSC 119 kami bentuk untuk mempercepat penanganan dan pertolongan pada korban yang membutuhkan penangan segera.

PSC juga merupakan amanah dari instruksi Presiden No.4 Tahun 2013, dimana seluruh kabupaten / kota di Indonesia harus membentuk PSC. Untuk itu, secara bertahap, layanan ini akan terus dikembangkan sampai semua daerah otonom (kab/kota) memiliki PSC sebagaimana fungsi PSC sebagai pusat koordinasi layanan kegawatdaruratan di suatu daerah.

PSC berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dengan lokasi kejadian untuk mobilisasi ataupun merujuk pasien guna mendapatkan penanganan gawat darurat (tergantung kondisi pasien). PSC dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan unit teknis lainnya di luar bidang kesehatan seperti kepolisian dan pemadam kebakaran tergantung kekhususan dan kebutuhan suatu daerah.(SN) 
Share:

Pihak Pertamina Pendopo Nyatakan Rampung Tangani Pipa Gas Yang Bocor

PALI-- Pihak Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field nyatakan telah atasi kebocoran pipa gas miliknya yang terjadi pada Selasa siang (19/2) yang letaknya di Talang Sungai Deras Desa Persiapan Maju Jaya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, yang mana pipa gas bocor tersebut diketahui warga sekitar pukul 08.30 WIB.

Rampungnya penanggulangan pipa gas yang bocor disampaikan Bambang, Staff Humas Pertamina Pendopo pada Selasa sore (19/2). Dijelaskannya bahwa pihak Pertamina menerima informasi kejadian tersebut sekitar pukul 10:00 WIB.

"Setelah mendapat informasi, kami langsung memerintahkan tim Ram dan produksi agar mensterilkan lokasi bocornya gas itu dengan memasang garis bahaya. Kami pun menghimbau warga sekitar untuk tidak melakukan aktivitas yang menggunakan api, seperti kegiatan di dapur, karena dikhawatirkan ada gas yang menyebar dari pipa yang bocor itu," jelas Bambang.

Himbauan itu diutarakan Bambang sampai kondisi dilapangan benar-benar bebas dari bau gas. "Untuk kompensasinya, kita kirim konsumsi bagi warga sekitar sampai situasi perbaikan pipa gas benar-benar dinyatakan rampung," tukasnya.

Dia juga menyatakan bahwa pipa gas yang berasal dari sumur yang berasal Dari Banekat Timur telah ditutup agar saat perbaikan tidak ada arus gas yang melintas pipa yang alami kebocoran.

"Pada pukul 17:00 WIB tim kami telah rampung dalam perbaikan penutupan pada pipa bocor tersebut. Untuk membuat warga lebih nyaman, tim kami masih berada dilokasi pipa bocor itu dengan menyertakan teste gas untuk mendeteksi bahwa lokasi kebocoran telah steril dari bau gas," terangnya.

Sebelumnya, Dedi Prayoga, kepala desa setempat mengatakan bahwa pipa gas milik Pertamina Pendopo di wilayahnya alami kebocoran. Awal diketahui karena adanya bau gas yang menyengat ditambah ada gelembung-gelembung udara diatas permukaan air juga keluar sisanya desisan dari bawah tanah.

"Setelah warga telusuri, rupanya ada pipa yang letaknya dibawah tanah alami kebocoran. Lalu kita laporkan kejadian itu ke pihak Pertamina. Untuk penyebab  terjadinya kebocoran itu diduga karena korosi," kata Kades. (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts