Diduga Tertipu Perusahaan Penyalur TKW Enam Warga PALI Terlunta-lunta di Jakarta, Bupati Utus Kadisnaker

Foto : Ilustrasi / sejumlah pekerja TKW asal Pali yang saat ini masih di Jakarta

PALI, SININEWS.COM - Berniat mengadu nasib ke luar negeri untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan tujuan Taiwan, lima warga asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikabarkan hidup tak tentu arah di ibukota Jakarta lantaran setelah tiga bulan berada di asrama perusahaan penyalur TKW tidak kunjung berangkat. 

Kabar tersebut diungkapkan Usmandani, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI, Senin (7/10).

Dikatakan Usmandani bahwa saat ini pihaknya tengah menuju Jakarta untuk mengecek dan menjemput ke-lima warga asal PALI tersebut. 

"Saya diutus pak Bupati untuk langsung menjemput warga PALI yang terlunta-lunta di Jakarta," ungkap Usmandani. 

Dijelaskan Usmandani bahwa dirinya mengetahui ada warga PALI yang diduga tertipu perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dari Kemenaker RI.

"Informasinya malah ada enam orang warga PALI, tetapi yang kami dapat dari data kependudukan baru lima orang, yakni Seliyani (21) warga Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi, Yuyun (27) warga Gunung Menang Kecamatan Penukal, Badanilawati (43) warga Panta Dewa, Pipin (21) warga Panta Dewa dan Debi Mardiana (33) warga Desa Babat Kecamatan Penukal," papar Usmandani. 

Dijelaskan Usmandani bahwa dari informasi yang didapat bahwa ke-lima warga PALI itu pada tanggal 20 Juli 2019 mengajukan pindah KTP ke Provinsi Lampung, lalu mengajukan permohonan untuk menjadi TKW salah satu PJTKI di Jakarta. 

"Kabarnya sudah ada dua orang warga PALI di Taiwan yang menjadi TKI, mungkin ke-lima warga PALI itu ingin menyusul rekannya, namun dikelabui pihak PJTKI tersebut. Pada saat mendaftar di PJTKI itu, mereka disuruh pindah KTP ke Lampung. Tetapi setelah masuk asrama PJTKI, hingga tiga bulan belum kunjung ada kabar sampai akhirnya ada Sidak dari Kemenaker RI ke perusahaan tersebut dan menemukan mereka dengan kondisi memprihatinkan dan penuh intimidasi dari pihak PJTKI tersebut," beber Usmadani. 

Ke-lima warga PALI tersebut diutarakan Usmandani sudah diasramakan di Kemenaker RI. 

"Saya mewakili Pemerintah Kabupaten PALI untuk serah terima ke-lima warga PALI tersebut dan langsung membawa pulang mereka. Dan ini juga bentuk kepedulian pak Bupati yang langsung memerintahkan saya begitu mendapat kabar ini untuk menjemput mereka," pungkasnya. (sn)
Share:

Tiga Mobil Alat Berat Milik PT.Pertamina Adera Field Nyaris di Masa Warga Payuputat

Foto : Ratusan warga Payuputat Prabumulih Barat melakukan aksi blokade jalan, 3 buah mobil alat berat milik pertamina nyaris dimassa warga

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Ratusan masyarakat Kelurahan Payuputat lakukakan aksi pemblokiran jalan, kejadian spontan itu dipicu adanya aksi koboy seorang preman (PK) perusahaan PT.Pertamina EP field Adera yang memaksa melintas dijalan Desa yang sempit dan ramai, (7/10/19)

Kejadian itu memicu sejumlah warga yang kesal dengan adanya preman yang merupakan warga Payuputat bersikeras untuk melewatkan alat berat milik PT.Pertamina yang berencana Moving melewati jalan desa


SIMAK VIDEO LENGKAPNYA.
“Disinikan lagi ado keramaian seharusnya bisa cari waktu lain” ucap Mardi Ketua RT.02 RW.05 Kelurahan Payuputat saat dibincangi yang merasa kesal dengan warga yang mementingkan perusahaan ketimbang warganya

Diketahui pelaku BHR (Preman.red) nyaris dihajar masa usai dirinya memaksa lewat dan masa juga memblokade tiga mobil alat berat milik perusahaan yang nyaris menjadi bulan-bulanan warga yang kesal

Kejadian sekitar pukul 12.30 Wib itu memicu konflik antara perusahaan dengan warga yang selama ini sudah menjadi polemik ditengah masyarakat

“sebenarnya besok kita sudah ada rencana akan melakukan aksi pemblokiran jalan untuk Adera Field karena perusahaan tak pernah mengindahkan peringatan warga jadi hari ini secara spontan kita blokir jalan” Ucap Maulana warga sekitar

Sementara itu, Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Hadi melalui Bhabinkamtibmas Arizal saat dikonfirmasi mengatakan saat kejadian yang sempat memanas memaksa meminta bantuan beberapa personil untuk mengamankan mobil perusahaan yang nyaris jadi amukan masa

“Allhamdulillah bisa diamankan berkat kerjasama warga dan para tokoh, walaupun tadi sempat terjadi ketegangan” ucapnya (sn1)

Share:

KPK kembali amankan pejabat, Bupati Lampung terjaring OTT


JAKARTA, SININEWS.COMSatuan Tugas Khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung Utara.
Salah satu pihak yang diamankan diduga Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara.
“KPK mengamankan total 4 orang sejak sore hingga malam ini, yaitu Bupati, dua Kepala Dinas dan satu orang perantara,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif saat dikonfirmasi, Minggu (6/10/2019).
Laode Syarif mengatakan, penangkapan keempat orang tersebut dilakukan usai terjadi penyerahan uang.
Uang tersebut masih dalam penghitungan dan akan menjadi barang bukti.
“Setelah lakukan pengecekan info dari masyarakat di lapangan, diduga ada penyerahan uang yang diperuntukkan pada Kepala Daerah setempat,” kata Laode Syarif.
Berdasarkan hukum acara yang berlaku, KPK memiliki waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara dan orang-orang yang diamankan.
“Informasi lebih lanjut tentang penanganan perkara ini akan disampaikan melalui konferensi pers di KPK besok Senin,” kata Laode Syarif.(sn1/imo)
Share:

Usai Pesta Tuak, Mayat Tukang Ojek Ditemukan Tewas Dikebun Karet


MUARA ENIM, SININEWS.COM  --  Warga dusun VI desa Ujanmas Baru, kecamatan Ujanmas Muara Enim dihebohkan atas penemuan mayat seorang tukang ojek, Jum,at (04/10) sekira pukul 05.30 wib bertempat di kebun karet didusun VI desa Ujanmas Baru kecamatan Ujanmas kabupaten Muara Enim.

Dari pantauan dilapangan diketahui mayat tersebut bernama Edi Idris alias  Sedi bin Habib Anuar (36) yang sehari-harinya berprofesi sebagai Tukang Ojek.


Kapolres Muara Enim AKBP. Afner Juwono melalui Kapolsek Gunung Megang AKP. Feryanto menerangkan penemuan mayat tersebut diketahui oleh warga pada hari Jum,at 04 Oktober 2019 sekira jam 05.30 wib, yang didapat keterangan dari saksi-saksi yang tak lain teman korban yaitu Desi Desilawati binti Sumardi (17) warga desa Sakajaya kecamatan Muara Enim bahwa mereka pada hari Kamis 03 Oktober 2019 sekira pukul 23.00 wib, bersama korban dan satu orang temannya Susanto (21) berbonceng tiga dari desa Ujanmas Baru untuk membeli minuman keras berupa tuak sebanyak 1 botol fanta besar di desa Panang Jaya kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.

"Korban ini tewas akibat meminum minuman keras jenis tuak bersama dua orang temannya. Mereka meminum Tuak tersebut di Simpang Peternakan Sapi desa Gunung Megang Dalam dan melanjutkan minum tuak tersebut dibangsal saudara Saidina yang berada dekat kebun karet warga didusun VI desa ujanmas baru. Kemudian saksi Susanto yang tak lain teman korban pergi untuk membeli gorengan dan meninggalkan korban bersama saksi Desilawati di bangsal tempat mereka menegak Tuak tersebut yang kedua kalinya. Tidak lama kemudian saksi Susinto melihat saksi Desilawati sudah berada dipinggir jalan aspal dekat TKP," ungkap Fery.

Masih kata Fery melihat hal itu saksi Susanto bertanya pada saksi Desi tentang keberadaan korban dan dijawabnya tidak tahu.

"Karena saksi Desi tidak mengetahui keberadaan korban  akhirnya mereka memutuskan mencarinya diseputaran bangsal dan tidak ditemukan. Kemudian saksi langsung pulang dan keesokan harinya yaitu Jum,at pagi 04 Oktober 2019 sekira pukul 05.30 wib saksi kembali ke TKP untuk mencari korban dan menemukan korban sudah terlentang tidak bernyawa didepan kebun karet warga yg berjarak lebih kurang 15 meter dari bangsal tempat mereka meminum Tuak," lanjut Fery.

Kemudian Fery menerangkan atas kejadian tersebut ,para saksi melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya dan meminta pertolongan warga setempat dan dibawa ke Puskesmas Ujanmas untuk dilakukan pemeriksaan terhadap korban, setelah itu korban dibawa kerumah duka untuk dikebumikan.

"Korban saat ini sudah dibawa ke rumah duka dan kita telah melakukan cek TKP, Introgasi saksi-saksi, dan mendokumentasi serta mengambil hasil pemeriksaan dari Puskesmas yang tidak ditemukan tanda tanda kekerasan terhadap korban dan Korban diduga meninggal dikarekan minuman keras jenis tuak tersebut. Dan pihak keluarga korban menerima kejadian ini dengan ikhlas dan tidak mau dilakukan otopsi," pungkasnya.(sn/me)
Share:

Divhumas Mabes Polri Kunjungi Ponpes Darussalam


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Silaturahmi dan tatap muka Divhumas Mabes Polri dengan Ponpes (pondok pesantren) modern Darussalam di pondok pesantren modern Darussalam Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai Kota Prabumulih, kamis (03/10/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Anjak Bidang PID Divhumas Polri Kombes Selamet Widodo SIk, Bidhumas Polda Sumsel AKBP Ali Ansori, ketua Ponpes Modern Darussalam Dra Hj.Msrah Syawal, Kabag Sumda Res Prabumulih Kompol Rudi Isroni SH, Kapolsek Cambai IPTU Faizal Kamil SH, Staf Divhumas Mabes Polri dan Staf Bid Humas Polda Sumsel, Kanit Binmas Posek Cambai AIPTU Kardono, Kanit Intel polsek Cambai AIPDA Saifudin Zuhri, Kasium polsek Cambai AIPDA A. Kadir, Seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Cambai, Ustad, Ustazah dan Santri/Santriwati pondok pesantren Darussalam.

Ketua pondok pesantren modern Darussalam Dra Hj.Misrah Syawal mengucap terimakasih dalam sambutannya.

“Terimakasih kepada bapak Kombes Selamet Widodo beserta rombongan yang telah datang jauh-jauh dari Jakarta untuk bersilaturahmi dengan Kami di pondok pesantren Darussalam,” ucapnya.

Lanjutnya, inila pak kondisi pondok pesantren kami dengan kondisi bangunan yang masih kurang jumlah kelasnya karna santri dan santriwati kami berasal dari Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Pali. Kami mohon maaf apabila banyak kekurangan dalam menyambut bapak, karna keterbatasan kami.

Anjak Bidang PID Divhumas Polri KOMBES Selamet Widodo SIk dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasihnya kepada ketua pondok pesantren Darusalam.

“Terima kasih yang tak terhingga, karna sebenarnya kami cuma ingin bertatap muka dengan ketua pondok pesantren dan para ustad akan tetapi disini kami melihat dari Santri dan Santriwati juga ikut dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Masih kata Selamet, apabila ada permasalahan yang menyangkut tentang adanya demontrasi yang diikuti dengan faham-faham yang tidak jelas dari pihak lain supaya pak ustad-ustazah bisa memberikan pengertian kepada santrinya agar tidak mengikuti kegiatan teraebut.
“Sudah banyak demo di Jakarta yang diikuti oleh anak-anak pelajar, setelah ditangkap oleh Polda Metro Jaya dan yang bersangkutan ditanya hanya ikut-ikutan saja dan melihat di TV dan medsos”, bebernya.

Masih kata pria berpangkat Kompol itu, sekarang ini dalam kegiatan demonstrasi banyak disusupi oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan seragam sekolah dan dibayar oleh oknum-oknum tertentu.
“Banyak anak-anak dari kalangan pelajar yang diajari oleh oknum-oknum tertentu dengan ajaran radikal untuk melawan NKRI,” jelasnya.

Lebih lanjut, saat ini pondok pesantren menjadi target bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengajarkan faham-faham radikalisme.

“Apabila adik-adik dari pondok pesantren Darussalam ketemu orang-orang yang tidak jelas/ tidak dikenal dan mengajarkan faham-faham yang tidak jelas segera memberitahukan kepada pihak yang berwajib,” pungkasnya.

Adapun maksud dan tujuan giat tersebut yaitu ingin menyampaikan dan menginformasikan kepada santri-santriwati tentang ajaran-ajaran faham radikalisme (sn/ang)

Sumber : Anggi / waspada.news

Share:

Apes! Pulang Jualan Kue, Ningsih Diserang Anjing Gila

PALI, SININEWS.COM - Warga Sumberejo Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gempar lantaran seekor anjing secara tiba-tiba menyerang dan menggigit dua warga setempat pada Kamis (3/10) sekitar pukul 09.00 WIB. 

Akibat kejadian itu, Ningsih (50) penjual kue keliling mengalami luka gigitan dibagian paha dan betisnya. Bukan hanya Ningsih, satu anak yang baru berusia lima tahun juga mengalami hal sama dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi. 

Dari ketengan Ayu, salah satu warga setempat bahwa korban Ningsih diterkam anjing ketika hendak pulang ke rumahnya setelah berkeliling menjual dagangannya. 

"Anjing gila itu datang tiba-tiba dari arah belakang Ningsih yang masih membawa tempat dagangannya, langsung digigit secara membabi buta di bagian betis dan pahanya, hingga alami luka cukup parah," terang Ayu. 

Diakui Ayu bahwa sebelum menggigit Ningsih, anjing gila tersebut juga sempat menggigit anak tak jauh dari lokasi Ningsih diserang anjing tersebut. 

"Setelah menggigit anak itu, anjing berlari ke arah ningsih dan langsung menyerangnya. Kemudian anjing itu berlari kearah Rejosari,  dan sampai saat ini anjing itu masih dikejar warga," imbuhnya. (sn)
Share:

PALI Raih Penghargaan STBM Tingkat Nasional, Kadinkes Sumsel: Ini Harus Jadi Contoh Daerah Lain

PALI,SININEWS.COM - Keberhasilan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meraih penghargaan menjadi salah satu dari 19 daerah terbaik yang telah menuntaskan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan yang diberikan langsung Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek pada Rabu (2/10) di Jakarta mendapat apresiasi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Drs Lesty Nurainy.

Menurut Kepala Dinkes Sumsel bahwa keberhasilan Kabupaten PALI yang berhasil mencapai  Open Defecation Free (ODF) tingkat nasional membuktikan komitmen yang kuat dari Bupati sebagai pimpinan daerah beserta seluruh jajaran dan masyarakat yang didukung dengan kebijakan Inovasi dan penganggaran untuk memprioritaskan STBM di PALI.

"Ini harus jadi contoh dan PALI menjadi penyemangat kabupaten atau kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, dimana akses sanitasi saat ini mencapai 78,90%, Desa yang telah melaksanakan STBM sudah 72,68% sedangkan Desa SBS (Stop Buang air besar Sembarangan) atau ODF ada 23,21%. Atas capaian itu, PALI satu-satunya daerah sudah ODF tingkat kabupaten/kota di Sumsel," ungkap Lesty.

Dijelaskan Lesty bahwa STBM hal yang sangat penting karena terkait dengan kesehatan masyarakat bahkan merupakan hal yang harus diperhatikan untuk hidup sehat sesuai visi misi Gubernur, dalam mewujudkan SDM yang unggul berkualitas.

"Hidup sehat akan sangat dipengaruhi oleh pencapaian STBM, sehingga diharapkan seluruh kabupaten/ kota untuk memprioritaskan penganggaran untuk mendukung pencapaian STBM 100%," sarannya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes PALI Mudakir mengemukakan bahwa keberhasilan menuntaskan STBM di PALI tidak lepas dari peran serta TP.PKK ditunjang lintas sektoral antara Dinkes, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Perkim dan Bappeda.

"Program TP.PKK PALI Stop Meseng Sembarangan (SMS) merupakan cikal bakal penuntasan STBM. Dan program itu mampu membuka dan merubah pola pikir masyarakat untuk tidak membuang air sembarangan. Kemudian program itu didukung dengan lintas sektoral dengan membangun sanitasi menyeluruh disetiap desa dan kelurahan," jelas Mudakir.

Keberhasilan STBM juga dikatakan Mudakir berkat peran pegawai sanitasi atau sanitarian yang terus mensosialisasikan pentingnya memiliki sanitasi atau jamban sehat kepada masyarakat.

"Dan hasilnya selain PALI dapat penghargaan salah satu dari 19 daerah di Indonesia yang telah menuntaskan STBM berkelanjutan, juga satu petugas Puskesmas Talang Ubi meraih penghargaan salah satu dari 42 Sanitarian terbaik se-indonesia," pungkasnya. (SN/ADV)
Share:

DPRD Prabumulih Bentuk 6 Fraksi

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih gelar rapat paripurna internal penetapan fraksi untuk periode 2019-2024. 

Sesuai hasil keputusan DPC dan struktur pimpinan 10 partai politik yang memiliki wakil di DPRD, terbentuklah 6 fraksi. Yakni fraksi Partai Golkar, PPP, PDIP, Gerindra, Hanura dan PAN. 

Untuk diketahui, 4 dari 6 fraksi yang terbentuk merupakan fraksi partai murni. Diantaranya Partai Golkar, PAN, Hanura dan Gerindra.

Sementara 4 partai lainnya, PKS, PBB, Demokrat dan Nasdem harus bergabung dengan partai lain dikarenakan tidak mendapat cukup kursi untuk membentuk fraksi murni.

Partai PKS memilih bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara 3 partai lainnya yakni Demokrat, Nasdem dan PBB memilih bergabung dengan PDI Perjuangan. 

"Setiap anggota DPRD harus menjadi anggota fraksi, setiap fraksi beranggotakan paling sedikit sama dengan jumlah komisi di DPRD," Ujar Ketua DPRD sementara Sutarno, Rabu (2/10).

Sekertaris Dewan (Sekwan) Heriyani SE MSi menyampaikan, penetapan fraksi DPRD berdasarkan Undang- Undang dan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018, tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD Provinsi kabupaten dan kota.

 “Berdasarkan hal tersebut, maka setiap fraksi DPRD kota Prabumulih beranggotakan paling sedikit 3 orang. Parpol yang jumlah anggotanya mencapai 3 orang atau lebih dapat membentuk 1 fraksi. Parpol yang tidak mencapai 3 orang anggotanya, dapat bergabung dengan fraksi,” kata Heriyani saat membacakan pedoman pembentukan fraksi.

Dalam sidang paripurna tersebut juga diumumkan unsur pimpinan DPRD definitif. Sutarno SE sebagai Ketua DPRD, H Ahmad Palo SE Wakil Ketua I dan Ir Dipe Anom sebagai Wakil Ketua II.
Share:

Pegawai Puskesmas Talang Ubi Raih Salah-satu dari 42 Sanitarian Terbaik di Indonesia

SININEWS.COM - Willy Asti Aprianingsih, salah satu pegawai Puskesmas Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meraih penghargaan sebagai salah satu dari 42 sanitarian terbaik di Indonesia. Penghargaan itu diberikan langsung Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, Rabu (2/10) di Gedung Prof Dr Sujudi Kemenkes RI Jakarta. 

Prestasi ini menjadi kabar baik bagi daerah muda di provinsi Sumatera Selatan itu. Pasalnya meski baru berusia 6 tahun, namun nama PALI bergema di gedung Kemenkes RI ketika nama Willy disebut sebagai salah satu dari 42 sanitarian terbaik di Indonesia.

Capaian ini membuktikan bahwa PALI telah mampu unjuk gigi menunjukkan  kemapuannya, baik dari capaian pembangunan maupun SDMnya. 

Pemberian penghargaan tersebut berbarengan dengan kegiatan seminar dan pemberian penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan terhadap Kabupaten/kota.
Share:

PALI Tembus 20 Besar STBM Tingkat Nasional

PALI,SININEWS.COM - Pada peringatan hari Kesehatan Lingkungan sedunia yang digelar di Gedung Prof Dr Sujudi Kementerian Kesehatan RI Jakarta, Rabu (2/10), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menorehkan prestasinya di kancah nasional yang mampu menembus 20 besar yang daerahnya mampu menuntaskan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

Dari keterangan Mudakir, Plt Kadinkes PALI bahwa penilaian STBM tingkat nasional, Kabupaten PALI menjadi salah satu pesertanya.

"Awalnya ada 154 daerah yang menjadi peserta seluruh Indonesia, kemudian setelah melalui seleksi dihasilkan 24 daerah yang lolos. Dari 24 daerah, diambil 20 besar dan menjadi nominasi yang bakal menerima penghargaan tersebut," ungkap Mudakir.

Dengan prestasi itu, Mudakir menargetkan penilaian STBM bisa meraih prestasi maksimal.

"Kita ketahui bahwa sanitasi di Kabupaten PALI telah banyak dibangun, dimana pelaksanaannya bersama PKK melalui program-program TP.PKK, serta lintas sektoral yakni Dinkes, Dinas PMD, Bappeda dan PUPR. hal inilah yang menonjol di daerah kita meski daerah kita baru," tukasnya.

Mudakir juga menjelaskan bahwa pihaknya mewakili pemerintah kabupaten PALI diundang untuk menghadiri pengumuman pemberian penghargaan STBM.

"Penghargaan bakal diterima Pak Sekda yang mewakili Bupati. Dari informasinya, 20 besar daerah yang menjadi nominasi penerima penghargaan STBM semuanya bakal diberi penghargaan, PALI satu-satunya daerah mewakili provinsi Sumatera Selatan. Disamping itu juga, pegawai sanitasi atau Sanitarian atas nama Willy Astiningsih juga diundang untuk menerima penghargaan juga," tandasnya.

Sementara itu, Sekda PALI Syahron Nazil mengharapkan dengan penghargaan yang diterima menjadi motivasi dan penambah semangat Dinkes PALI untuk meningkatkan prestasi yang telah diraih.

"Kita patut bangga dengan adanya prestasi ini. Keberhasilan menembus 20 besar saja sudah sangat luar biasa. Mengingat kita daerah baru yang tentunya dengan segala keterbatasan dan kekurangan, kita mampu menjadi perhatian dan menyisihkan ratusan daerah yang jauh lebih tua usianya bahkan jauh lebih maju dari kita," ucapnya.(sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts