LMP Prabumulih dan APM Bersinergi Bagikan Ribuan Masker

 


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Sebanyak 3500 pcs masker kembali dibagikan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang (Macab) Kota Prabumulih bersama lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Prabumulih Menggugat (APM), senin (11/1/21)

Kegiatan yang digelar di empat titik itu yakni di bundaran Tugu Patung Kuda, Pasar Tradision Modern (PTM), Simpang Bawah Kemang dan Jalan Padat Karya itu mengerahkan anggota kedua Lembaga sekitar 50 orang

Tak hanya itu, ribuan masker yang dibagikan juga diikuti oleh beberapa selebgram Prabhmulih diantaranya Aby RR, Innaka, dan Sridevi

Sulastri,S.Sos Ketua Macab LMP Prabumulih mengaku menyiapkan sekitar 1500 masker untuk dibagikan kemasyarakat umum khususnya warga yang tidak memakai masker, menurutnya hal tersebut dilakukan agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan akan pentingnya masker untuk mencegah penyebaran Covid_19

"ya kita harap dengan pembagian masker ini dapat mengingatkan masyrakat akan pentingnya kesehatan" jelasnya saat diwawancarai usai kegiatan seraya mengatakan kegiatan pembagian masker juga bertujuan agar kedua organisasi LMP dan APM lebih meningkatkan solidaritas dan kekompokan

Terpisah, Adi Susanto, SE ketua umum APM juga ikut andil dalam mencegah penyebarab virus corona di Kota Prabumulih dengan membagikan sekiatar 2000 pcs lebih masker yang didapat dari sumbangan beberapa perusahaan yang ikut berpartisipasi

"Ya tadi kita dapat bantuan dari PT.LCL, PT.Tel dan PT.PDSI yang memberikan makser" paparnya

Kegiatan pembagian masker akan terus digelar nantinya jika wabah Virus Corona ini semakin mengancam, hal tersebut menurutnya dapat mencegah penularan (tau/sn)

Share:

Banyak TKS Dirumahkan, Kepala BPKAD PALI Sebut Akibat Sulit Pendanaan Bukan Korban Politik


PALI. SININEWS.COM --Awal tahun 2021, banyak Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang bekerja di OPD dilingkungan pemerintahan kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dirumahkan. Yang tentunya kondisi itu membuat keresahan bagi sejumlah pegawai TKS karena belum ada kejelasan kapan mereka (TKS) akan bekerja lagi. 

Menyikapi hal itu, Saparuddin kepala BPKAD PALI menyebut bahwa keputusan untuk merumahkan sejumlah pegawai TKS yang merupakan kebijakan penuh kepala OPD masing-masing akibat keuangan daerah PALI tengah kesulitan.

"Pada tahun 2020 kabupaten PALI bahkan seluruh daerah di Indonesia alami kesulitan pendanaan, salah satunya akibat covid-19. Akibat corona ini, terjadi tiga kali pemotongan. Yang pertama pemotongan DBH dan DAU oleh pemerintah pusat. Ditambah lagi pemerintah pusat memerintahkan pemotongan APBD untuk dana covid-19. Imbas dari pemotongan itu, banyak terjadi tunda bayar, bahkan pegawai PNS saja belum gajian sampai saat ini," ungkap Saparuddin, Senin (11/1/21).

Karena tunda bayar cukup besar, diawal Januari ini Saparuddin mengambil keputusan untuk merumahkan sejumlah pegawai TKS, ditambah belum begitu banyak kegiatan di OPD pada awal tahun termasuk di BPKAD yang sifatnya pelayanan

"Saat ini masih bisa dikerjakan oleh pegawai PNS yang ada, karena belum banyak kegiatan. Nah, karena masih bisa dikerjakan oleh beberapa PNS maka TKS dirumahkan. Apabila masih kekurangan pegawai, barulah kami akan panggil TKS untuk bekerja kembali sesuai kebutuhan. Pada prinsipnya apabila pekerjaan itu bisa dikerjakan satu orang, maka untuk apa kita mempekerjakan tiga orang. Artinya dengan adanya TKS dirumahkan, terjadi penghematan anggaran. Dan silva ini akan kita alihkan untuk bayar hutang atau yang tunda bayar itu. Meskipun bayar hutang tidak tertutupi dari penghematan dirumahkannya TKS, tetapi paling tidak kita sudah menyisihkan dana untuk membantu menutupi tunda bayar," jabarnya. 

Saparuddin juga menegaskan bahwa dirumahkannya sejumlah TKS tidak ada kaitannya dengan politik, apalagi pasca Pilkada. 

"Jangan dikait-kaitkan dengan politik, ini tidak ada hubungannya sama sekali. Ini karena covid-19 yang sudah terjadi satu tahun penuh. Anak sekolah saja seharusnya Januari sudah masuk, tapi karena wabah ini belum reda maka ditunda lagi. Sama halnya dengan TKS, kalau tidak covid, mungkin tidak terjadi seperti ini. Jadi dirumahkannya sejumlah TKS bukan kebijakan siapa-siapa, tapi kita berupaya mengatasi solusi kesulitan pendanaan," tandasnya. (sn/perry)


Share:

Gantikan Reza, David Rosehan Pimpin Rutan Kelas IIB Prabumulih

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Usai gelar pisah sambut bersama Reza Meidiansyah Purnama, David Rosehan kini resmi Jabat Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih.

Kegiatan yang turut dihadiri Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sumatera Selatan, Alfi Zahrin Kiemas tersebut tampak digelar di aula Rutan Kelas IIB Prabumulih, pada Senin(11/1/2021).

Dikatakan Alfi Zahrin Kiemas, untuk sertijabnya sudah lebih dulu dilakukan jadi ini hanya kegiatan ceremony saja. "Yang mana diharapkan dengan Karutan baru ini bisa membawa Rutan Prabumulih jadi lebih baik lagi, terlebih satu yang belum tercapai untuk rutan Prabumulih yakni meraih WBK (wilayah bebas korupsi, red)," ujarnya kepada awak media saat itu.

Selain itu disampaikannya, disiplin pegawai dan warga binaan juga dirinya harap dapat lebih ditingkatkan lagi. "Kita komitmen berantas narkoba, jadi akan ada sanksi bagi pegawai atau warga binaan apabila terlibat peredaran narkoba. Sanksi itu ada dua ada sanksi administrasi kepegawaian atau sanksi pidana," tegasnya.

Sedangkan, disinggung mengenai jadwal kunjungan bagi warga binaan apakah sudah kembali dibuka, dirinya mengaku, hal itu masih menunggu instruksi Pemerintah. "Untuk kunjungan itu instruksi pelayanan itu belum, karena covid ini kan tambah tinggi-tinggi jadi sebelum dinyatakan oleh pemerintah boleh, maka kunjungan kita belum bisa," tandasnya.
Share:

Dituduh Tilep Tunjangan SPPD DPRD PALI, Sekwan Angkat Bicara


PALI. SININEWS.COM -- Adanya tuduhan penggelapan dana tunjangan Surat Perintah Perjalan Dinas (SPPD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sekretaris Dewan (Sekwan) PALI, Son Haji angkat bicara. 



Menurut Son Haji, adanya tudingan dari Ketua DPRD beserta anggota dewan PALI terkait penggelapan dana SPPD dari Bulan Agustus 2020 tidaklah benar. 


Ia mengakui bahwa memang benar adanya utang dengan dengan pihak ketiga terkait tiket perjalanan serta hotel. Namun pembayarannya sudah berangsur dilunasi.

"Masalah dengan pihak ketiga memang benar. Namun sudah diguyuri (diangsur) dan memang belum bisa dilunasi karena tunda bayar." ungkap Son Haji dikonfirmasi sambungan celuler, Senin (11/1/2021). 


"Jadi antara sekretariat dengan pihak ketiga tidak masalah karena sudah diangsur. Jadi tidak ada yang tidak dibayar." tambahnya. 


Selain itu, terkait adanya pinjaman dana dengan salah satu staf dewan, ia mengatakan memang tunda bayar. 


Sementara adanya pencairan dana dari BPKAD ia mengakui memang dibayarkan diparuh, namun selebihnya tunda bayar. 


"Saya tidak pernah berbuat macam-macam. Sesuai prosedur dan aturan" katanya.


"Saya tidak mau membayar secara pribadi untuk perjalanan dinas dewan. Jadi, Lebih baik kita nunggu dana dicairkan baru akan dilunasi semua," ujarnya. (sn/perry)
Share:

Tiga Tersangka Diduga Bandar Sabu Ditangkap Satres Narkoba Polres PALI


PALI. SININEWS.COM -- Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Satuan Reskrim (Satres)  Narkoba berhasil mengungkap penyalahgunaan narkoba dan menangkap tiga tersangka yaitu A (16) dari Penukal Utara, Balian (57) dari Tanah Abang dan Karudin (21) dari Talang Ubi. Tiga tersangka itu langsung digelandang ke Mapolres PALI beserta barang buktinya.


Diungkapkan Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi didampingi Kasat Reskrim Narkoba AKP Andri Noviansyah bahwa barang bukti yang paling banyak diungkap dari tersangka A remaja yang baru menginjak usia 16 tahun yaitu serbuk putih diduga narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 10,33 gram. 

"Pelaku masih remaja diduga sebagai kurir. Dia mengaku sudah dua kali mengantarkan barang haram ini dengan upah sebesar Rp 150 ribu," ungkap Kapolres, Senin (11/1/21)

Ditambahkan Kapolres bahwa dari tersangka Balian diamankan 1.56 gram diduga jenis sabu-sabu dan satu unit sepeda motor yang digunakannya. 

"Tersangka ini ditangkap tadi malam. Istri tersangka sudah lebih dahulu ditangkap pada bulan Desember 2020 lalu dengan kasus sama. Sementara dari tersangka Karudin diamankan 5,68 gram diduga jenis sabu-sabu dan satu unit sepeda motor," tukasnya.

Dijelaskan Kapolres bahwa pihaknya bakal terus memerangi  penyalahgunaan narkoba dan menekan peredarannya dengan terus intens melakukan patroli.

"Mudah-mudahan kita bisa mengungkap dan menangkap bandar yang lebih besar lagi. Untuk tiga tersangka ini, dijerat pasal 114 ayat 2 ancamannya 8 sampai 20 tahun penjara, denda sebesar Rp 800 sampai 1 milyar," tandasnya. (sn/perry) 






Share:

Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 11 Januari 2021

 






Share:

Ketua Dewan PALI Geram dan Laporkan Sekwan ke Ranah Hukum, Ini Penyebabnya


PALI. SININEWS.COM -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Asri AG didampingi lebih separuh anggota dewan menyatakan bahwa seluruh legislator PALI bakal laporkan Plt Sekretaris DPRD (Sekwan) PALI Son Haji karena diduga menggelapkan tunjangan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) anggota dewan sejak bulan Agustus 2020.


Pernyataan keras itu disampaikan H Asri dihadapan sejumlah awak media, Senin (10/1/21) di ruang kerja ketua DPRD PALI. 


"Kami ini oleh PT Purnama Mega Lestari sebagai agen perjalanan tiket dan hotel memutus kerjasama secara sepihak lantaran kami dianggap mempunyai tunggakan sebesar Rp 163 juta. Setelah kami cek diketahui bahwa tunggakan itu sudah kami bayar melalui pemotongan oleh Bendahara dan Plt Sekwan PALI. Uang sebanyak ini sudah terkumpul rupanya tidak disetorkannya ke perusahaan itu," terang H Asri AG. 


Selain itu, diungkapkan ketua dewan PALI bahwa adanya peminjaman dana oleh beberapa anggota dewan termasuk H Asri dari salah satu staff dewan akibat keuangan di Sekwan selalu tersendat sebesar Rp 122 juta. Namun lagi-lagi, pinjaman itu sudah dipotong oleh bendahara dan Plt Sekwan dari tunjangan SPPD yang sudah cair tetapi tidak dibayarkan ke pihak peminjam. 


"Bukan itu saja, rupanya sudah ada pencairan uang dari BPKAD terakhir sekali sebesar Rp 1.9 M. Uang itu untuk bayar antara lain SPPD perjalanan dinas sekretariat termasuk ajudan saya dan sopir saya. Tapi rupanya uang itu tidak dibayarkan juga. Padahal ajudan dan supir saya juga ada sejumlah TKS lainnya melayani saya siang malam tidak dibayar satu senpun sejak bulan agustus sementara uangnya sudah keluar dari BPKAD," jabarnya dengan nada tinggi. 


Atas kejadian itu, H Asri akui bahwa seluruh legislator PALI bakal laporkan Plt Sekwan ke ranah hukum. 


"Sejak tanggal 22 Desember 2020 saya belum pernah lagi bertemu sekwan. Saya sudah empat kali ajukan ke Bupati untuk menarik Son Haji sebagai Plt Sekwan dan menggantinya kepada orang yang memahami tugas dan fungsi sebagai Sekwan, tetapi sampai saat ini belum juga dilakukan. Kami juga akan laporkan Plt Sekwan ke ranah hukum untuk mempertanggungjawabkannya. Saya bukan benci Son Haji tetapi saya kecewa dengan perbuatannya ini yang akan berpengaruh pada kepercayaan masyarakat yang seolah-olah dewan yang berbuat," tandasnya. 


Sementara itu, Plt Sekwan Son Haji juga bendahara Sekwan tidak berada di ruangannya. Saat dihubungi ke nomor ponselnya juga tidak aktif. (sn/perry)

Share:

Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 10 Januari 2021

 






Share:

PKB PALI Optimis Raih Satu Kursi Satu Dapil pada Pemilu 2024 Dibawah Arahan Ramlan Holdan


PALI. SININEWS.COM -- Terpilihnya kembali Drs Ramlan Holdan untuk memimpin DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Selatan lima tahun kedepan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB yang dilangsungkan di Hotel Aston Palembang secara aklamasi pada Sabtu (9/1/21) menjadi secercah harapan bagi DPC PKB Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

Pasalnya, PKB PALI pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu tidak satupun kursi yang diraih partai besutan Gusdur tersebut.

Dikatakan ketua DPC PKB PALI Aka Cholik Darlin bahwa harapan untuk meraih kursi pada Pemilu tahun 2024 mendatang terbuka lebar berkat arahan Ramlan Holdan. 

"Setelah kami mendapat banyak arahan dan petunjuk beliau (Ramlan Holdan), PKB PALI terus menata dan terus menggaet kader-kader baru yang berpotensi dan mempunyai keinginan kuat untuk membersarkan partai di Bumi Serepat Serasan khususnya," ucap Aka Cholik, Minggu (10/1/21).


Diakuinya bahwa, terpilihnya kembali Ramlan Holdan PKB PALI pada Pemilu  2024 optimis meraih kursi di dewan minimal satu Dapil satu kursi. 

"Sudah banyak kader berpotensi gabung ke PKB. Ini tentu menambah percaya diri PKB PALI dalam meraih simpatik masyarakat. Kami juga bertekad akan mendukung penuh kepemimpinan Ramlan Holdan dan mendukung target PKB pusat yang disampaikan ketua umum Muhaimin Iskandar saat membuka Muswil se-indonesia kemarin untuk menjadikan tiga besar secara nasional pada Pemilu 2024 mendatang," tekadnya. 


Pada kepemimpinan Ramlan Holdan periode 2015-2020 dikemukakan Aka Cholik bahwa telah menjadikan PKB berkembang pesat di Sumsel, terbukti bisa menempatkan 8 kursi di DPRD Provinsi. 

"Atas kinerja beliau, PKB PALI mendukung penuh untuk jadikan Ramlan Holdan nahkodai kembali PKB Sumsel. Karena pengaruh kepemimpinan Ramlan Holdan meski tidak ada kursi dewan di PALI tapi sangat terasa saat digelarnya Pilkada tahun 2020 kemarin. Atas instruksi beliau, kader dan simpatisan  PKB bergerak untuk memenangkan pasangan calon Heri Amalindo-Soemarjono (Hero) yang diusung PKB. Setelah terpilih kembali, kami ingin beliau lebih memperhatikan lagi serta lebih intens dalam mengarahkan kami untuk PKB lebih maju lagi di kabupaten PALI," harapnya. (sn/perry) 




Share:

Lagi! si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga di Prabumulih


PRABUMULIH - Si Jago merah kembali beraksi menghanguskan rumah warga di Jln. bukit patih perumahan permata Residence Patih Galung, Miggu (10/01).


Kurang lebih pukul 00.05 WIB keadaan yang sepi mendadak menjadi riuh akibat aksi si jago merah tersebut.

Amel, Warga sekitar mengaku tidak mengetahui persis kejadian tersebut. "Kurang tau kalo kejadian persisnyo cak mano, pas aku tedok tadi banyak suara wong minta tolong," ujarnya.

Amel menuturkan dari informasi yang ia dapatkan, warga langsung menghubungi Pemadam Kebakaran dan Kepolisian untuk meminta pertolongan.

"Tetanggo-tetanggo tadi langsong ngehubungi Pemadam Kebakaran samp Polisi jugo biar cepet tertanganinyo," tuturnya.

lebih jauh, Amel mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun sejumlah warga diketahui hanya menderita luka ringan. Saat ini petugas kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.(aar)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts