Bupati PALI Pesan Tetap Jaga Kesehatan Saat Ikuti Jalan Santai

Caption foto. Bupati PALI saat sampaikan pesannya.


PALI. SININEWS.COM -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) DR Ir H Heri Amalindo MM menyampaikan pesan kepada masyarakat yang ikuti jalan santai pada Minggu 14 Agustus 2022 untuk tetap jaga kesehatan.

Sebab, dikatakan bupati PALI bahwa meski kasus covid-19 melandai, tetapi virus tersebut masih ada.

"Pulang dari ikuti kegiatan ini, langsung mandi dan cuci tangan bersih-bersih. Jangan lupa juga jaga kesehatan," pesan Bupati. 

Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut vaksin, dan bagi yang belum lengkap vaksin covid, pada kegiatan jalan santai Pemkab PALI menyiapkan pelayanan vaksinasi. 

"Dengan divaksin bisa mencegah kita dari penyebaran covid-19. Untuk itu yang belum divaksin atau belum lengkap silahkan datang ke stand pelayanan vaksin yang sudah disiapkan," ajak Bupati. 



Pada kegiatan jalan santai itu, bupati menjelaskan bahwa sejak 17 Maret 2020 lalu, seluruh kegiatan ditiadakan karena covid-19. 

"Hampir dua tahun setengah tidak ada  kegiatan seperti ini. Alhamdulillah saat ini kita laksanakan kembali dalam rangka menyemarakkan HUT kemerdekaan RI ke-77," terang Bupati. 

Dalam kegiatan jalan santai, antusias masyarakat sangat tinggi. 



Ribuan masyarakat tumpah kejalan untuk ikuti jalan santai bersama orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan. 

Jalan santai juga diikuti, Sekda PALI, ketua DPRD PALI serta sejumlah anggota DPRD PALI, Kejari, Polres, sejumlah kepala OPD.

Kegiatan itu juga diisi pelayanan kesehatan  pelayanan KB gratis, pelayanan vaksinasi juga donor darah. 

Penitia juga menyediakan hadiah doorprize berupa hadiah hiburan dengan hadiah utama satu unit sepeda motor. (sn/adv) 

Share:

Minggu Pagi, Ribuan Warga PALI Tumpah ke Jalan


Caption foto. Pembukaan jalan santai 


PALI. SININEWS.COM -- Ribuan warga kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tumpah ke jalan pada Minggu 14 Agustus 2022.

Ssjak pagi buta, ribuan warga memadati lapangan Gelora Pendopo yang tak lain untuk ikuti jalan santai bersama Bupati PALI Dr Ir H Heri Amalindo MM. 

Kegiatan jalan santai digelar Pemerintah kabupaten PALI dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-77. 

Kegiatan jalan santai sendiri mengambil rute start dan finish di lapangan Gelora Pendopo.

Dalam kegiatan jalan santai, panitia menyediakan hadiah doorprize juga hadiah utama satu unit sepeda motor dengan cara diundi. (sn/perry)


Share:

Mengenal Padi dari Usia Dini, PAUD Kaltira Jaya Turun Lapangan


Caption foto. Anak didik PAUD Kaltira Jaya saat turun ke lapangan 

PALI. SININEWS.COM -- Dalam rangka mendukung program Sumsel Mandiri Pangan (SMP) yang dicanangkan Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru pada awal Tahun 2022.


Dimana Tanaman Padi yang menghasilkan beras merupakan makanan pokok Bangsa Indonesia yang harus dilestarikan dan dibudidayakan semaksimal mungkin untuk menuju swasembada pangan.


Menurut Kepala TK/PAUD Kaltira Jaya Haninawati Lubis yang berkantor di Desa Tempirai Utara ini,


Pada kunjungi siswanya dikebun perkarangan rumah milik bungharto warga Desa Tempirai Timur Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI, sabtu 13/8/2022.


Menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian pembelajaran Karakter anak didiknya, dimana kita sebagai orang tua wajib memperkenalkan Padi pada anak asuhnya sejak usia dini.


Juga memperkenalkan berbagai jenis sayuran dan kolam ikan, serta menfaatkan perkarangan rumah.


Tambah wanita berdarah batak ini, Anak anak adalah aset bangsa yang harus dibimbing dengan baik, termasuk mengajarinya mencintai dibidang pertanian dan perkebunan.


Mengingat di Provinsi Sumatera selatan hampir 70 % bergerak di sektor pertanian dan perkebunan.

Tentunya dunia pendidikan harus mempersiapkan sumber Daya Manusia (SDM) untuk menggali potensi alam bagi kesejahteraan umat Manusia.


(SN/Bh)

Share:

Dipanggil Kejati, Kepala Dinas Pertanian PALI Hanya Diminta Lengkapi Berkas


Caption foto. Kepala Dinas Pertanian PALI


PALI. SININEWS.COM -- Plt Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ahmad Jhoni akui dirinya mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan kemarin untuk memenuhi panggilan Kejati terkait program Serasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, melalui provinsi 2019 lalu.


hanya saja, pada pemanggilan tersebut, Ahmad Jhoni hanya diminta melengkapi berkas pemeriksaan. 


Ahmad Jhoni menjelaskan, jika pemanggilan tersebut karena Kejati Sumsel meminta untuk melengkapi berkas terkait program Serasi yang juga ada di kabupaten-kabupaten di Sumsel, termasuk Kabupaten PALI. 


"Jadi sebenarnya kita merupakan daerah yang terakhir dimintai keterangan oleh Kejati Sumsel. Dan semuanya sudah kita berikan terkait laporan awal perencanaan dan pengelolaan keuangan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan,red)," ujarnya, Jumat (12/8/22).


Dijelaskanya, bahwa pengelolaan bantuan program Serasi tersebut, dimulai dari Survey Investigasi Desain (SID), yang buat secara sederhana oleh petani, yang diserahkan dengan tim teknis kabupaten.


"Itu untuk perencanaan, dan selanjutnya kita ada tim teknis, verifikasi dan pengawas. Terkait oplah kita ada 8.500 hektar. Namun, usulan kita hanya 4.541 hektar, tapi oplah lahan tersebut hanya mampu direalisasikan sebanyak 4.341 hektar saja," ujarnya.


Sedangkan, selisih anggaran terkait 200 hektar yang belum direalisasikan di Kabupaten PALI sudah dikembalikan ke kas daerah di tahun 2020 lalu, begitu juga dengan hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tahun 2020 juga sudah dikembalikan.


"Untuk temuan BPK yang selalu dilakukan secara rutin itu, berupa bunga bank terkait anggaran program Serasi. Dan itu juga sudah dikembalikan ke kas daerah. Bukti-bukti itu yang kita serahkan ke Kejati Sumsel pemeriksaan kemarin," terangnya.(sn/perry)


Diakuinya, pada intinya pemanggilan dirinya tidak lain untuk melengkapi berkas pemeriksaan yang sedang dilakukan oleh Kejati Sumsel di Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin.


"Intinya kita hanya untuk mensinkronisasikan bantuan yang diberikan melalui program Serasi ini. Dan kita sudah penuhi panggilan tersebut dan menyerahkan kelengkapan berkasnya," pungkasnya. 

Share:

MPPDT Mendukung Upaya Optimalisasi Lahan Tanah Sungai Jelike Dengan Pola Transmigrasi Sektoral


MPPDT Mendukung Upaya Optimalisasi Lahan Tanah Sungai Jelike Dengan Pola Transmigrasi Sektoral 

Oleh 

Tim Media MPPDT 



PALI. SININEWS.COM -- Mewakili masyarakat Desa Tempirai Raya mengucapkan terimakasih dan bersyukur atas kebijakan Bupati PALI Bapak H.Heri Amalindo yang telah membuktikan keberpihakannya melindungi hak tanah adat milik warga Desa Tempirai Raya yang sudah warga kuasai secara turun temurun sejak pembukaan lahan sawah Sungai Jelike pada tahun 1967.


Kami mendapatkan informasi bahwa pola Transmigrasi yang akan dilaksanakan adalah Transmigrasi Sektoral yaitu Transmigrasi yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah Asal Provinsi Jateng dan oleh Pemerintah Daerah tujuan dalam hal ini Pemkab PALI dengan tujuan mengotimalkan lahan tanah hak adat agar lebih produktif (berhasil guna dan berdaya guna) untuk mendukung program Presiden Jokowi Swasembada Pangan. Rencana Transmigrasi ini akan menampung ratusan kepala keluarga (KK). 


UPAYA MELINDUNGI TANAH HAK ADAT DAN MENCEGAH KONFLIK AGRARIA 

Menurut Subiyanto,S.Sos.,SH.,MKn-Ketum MPPDT supaya rencana baik PemKab PALI melindungi tanah hak adat warga untuk kepastian hukum dan tidak ada potensi konflik agraria terlaksana. Setelah MPPDT lakukan telaah hukum atas draft dokumen yg disampaikan kepada warga pada tanggal 11 Agustus '22 dalam acara Sosialisasi Proyek Transmigrasi Sungai Jelike di Kantor Camat Penukal Utara, yang dihadiri oleh H.Ruslan Umar sebagai Ketua Dewan Pembina Yapika Umat Ruib (sebagai peserta rapat karena ada tanah Yayasan dilokasi Transmigrasi) dan juga Dewan Penasihat MPPDT.


Sehubungan dengan itu maka ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan Pemkab PALI cq KadisnakerTrans yaitu : 

1).Draft Dokumen 1 yaitu Surat pernyataan Hibah itu bersifat mutlak artinya masyarakat memberikan lahan kepada Pemkab PALI tanpa ada hak apapun lagi, secara hukum kepemilikan lahan tanah hak adat warga Tempirai Raya sudah berpindah ke penerima Hibah. 

2).Draft Dokumen 2 yaitu Surat perjanjian Hibab ini ada Prestasi tertentu atau Nilai yang menjadi obyek perjanjian yg menimbulkan Hak dan Kewajiban antara warga pemberi hibah dengan  Disnaker mewakili Pemkab PALI sebagai penerima hibah. 

Maka Hak dan Kewajiban yang dibuat dalam perjanjian harus ditulis secara rinci, tidak multi tafsir, contoh kalimat Multi Tafsir adalah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku). Dalam perjanjian juga memuat bila ada pihak yg wan prestasi (ingkar janji) atas perjanjian yang ada terutama jika proyek Transmigrasi ini gagal status tanah harus kembali menjadi milik warga Desa Tempirai Raya seperti semula. 


Dari telaah hukum yang ada jika dilaksanakan Pernyataan Hibah lebih dulu artinya tanah hak ada warga Tempirai Raya sudah berpindah kepemilikan bisa ditafsirkan warga Desa Tempirai Raya tidak ada hak lagi walaupun ada dokumen Perjanjian Hibah ini akan berpotensi konflik karena antara dokumen 1 dengan dokumen  2 itu secara hukum kontra produktif (bertentangan) apalagi jika nantinya dokumen 2 hilang atau dihilangkan maka hak warga mutlak ada karena yang berlaku dokumen 1 yaitu pernyataan hibah konsekuensi hukum nya tanah adat masyarakat Tempirai Raya jadi milik Pemda PALI. 


Rekomendasi dari MPPDT agar hak-hak wang Tempirai Raya terlindungi, PemDes Tempirai Selatan karena lokasi tanah lokus deliktinya di wilayah hukum Desa Tempirai Selatan melakukan advokasi dan upaya-upaya melindungi warga Desa Tempirai yaitu  : 

1.Mendorong masing-masing pihak dahulukan Perjanjian Hibah tanah adat masing-masing warga Desa Tempirai sebagai payung hukum untuk pelaksanaan proyek Transmigrasi di Sungai Jelike. 

2.Dari Perjanjian hibah itu Pemkab PALI bisa membuat rencana tata ruangnya, mengukur luas tanah yang tergambar dalam Dokumen Site Plan Area Transmigrasi Sungai Jelike. 

3.Setelah jelas berapa ukuran luas tanah dari total masing-masing warga dan sesuai perjanjian berapa % yang akan dihibahkan baru dibuat Dokumen Surat Pernyataan Hibah.

Artinya Surat Pernyataan Hibah Warga dibuat jika sudah ada realisasi Surat Perjanjian Hibah, sehingga sudah tahu ukuran tanah yg jadi Hak Pemberi Hibah dan Hak Penerima Hibah didasarkan Site Plan yg ditetapkan BPN yang menjadi dasar penerbitan sertifikat hak milik Pemberi Hibah dan Hak Milik Warga Transmigrasi sebagai Penerima Hibah via Pemkab PALI. 

Kita berharap program Transmigrasi di Sungai Jelike Desa Tempirai Selatan tidak menimbulkan kecemburuan sosial antar warga asal dengan warga pendatang dan terjadi konflik agraria dikemudian hari.(sn) 

Share:

Balita Dan Ibu Hamil Jadi Sasaran Safari Gemarikan

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Guna mempercepat penurunan Stunting dan Gizi Buruk Tim Penggerak PKK Kota Prabumulih bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan laksanakan Safari Gemarikan. 

Safari Gemarikan merupakan Gerakan Masyarakat Makan Ikan yang mana hal tersebut untuk meningkatkan tumbuh kembang sang buah hati juga menjaga kesehatan kepada ibu-ibu hamil. 

Kegiatan Safari Gemarikan itu sendiri di laksanakan di halaman Kantor Lurah Patih Galung yang di hadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Kota Prabumulih Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho, Wakil Ketua TP-PKK Kota Prabumulih Hj Reni Indayani Fikri SKm dan Perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (11/08/2022).

Ketua TP-PKK Kota Prabumulih Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho menyampaikan, bahwa sangat penting dari mengkonsumsi Ikan karena manfaatnya dari ikan tersebut sangat mempengaruhi sistem pertumbuhan dan kesehatan tubuh. 

"Kita mengajak masyarakat untuk lebih sering mengkonsumsi ikan, karena ikan kita tahu banyak manfaatnya terutama proteinnya tinggi, membuat anak tumbuh lebih sehat, juga kepada ibu hamil,"ucapnya kepada tim liputan ini usai kegiatan Safari Gemarikan di Kantor Lurah Path Galung. 

Istri dari Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM itu juga menyebutkan, Sasaran dari kegiatan Safari Gemarikan itu sendiri adalah ibu hamil dan balita. 

"Sasarannya ibu-ibu yang memiliki balita dan ibu-ibu hamil karena mereka butuh protein yang tinggi," katanya. 

Sementara, untuk Produk olahan UMKM Kota Prabumulih binaan PKK Kota Prabumulih juga terbilang cukup banyak untuk olahan yang menggunakan bahan dari Ikan. 

"Untuk produk olahan dari Prabumulih ini sudah banyak juga sih, kerupuk tulang ikan, abon ikan, naget ikan kemudian salai ikan," jelas Ketua TP-PKK Kota Prabumulih itu.

Turut hadir dalam kegiatan itu OPD Pemerintah Kota Prabumulih, Camat Prabumulih Barat, Lurah Patih Galung juga para Tamu Undangan. (ari/sn) 

Share:

Ada Pocong dan Kuntilanak di Pasar Malam Pendopo, MUI: Hoaks

Caption foto. Gambar unggahan di media sosial facebook yang hebohkan warganet



PALI. SININEWS.COM -- Jagat maya saat ini tengah heboh lantaran ada akun di media sosial facebook mengunggah adanya penampakan yang diduga pocong atau kuntilanak diatas sebuah stand.


Unggahan itu banyak dibagikan akun facebook lainnya, tetapi banyak yang menduga unggahan itu rekayasa atau hoaks. 


Tim media ini pun menelusuri akun siapa yang pertama kali mengunggahnya, tetapi sepertinya akun tersebut akun palsu dan telah menghapus unggahan itu.


Meski demikian, dengan adanya unggahan itu, jagat maya heboh dan membuat resah netizen juga berimbas pada kelangsungan pasar malam yang baru beberapa malam menggelar kembali lapaknya di lingkungan Gelora Pendopo, setelah dua tahun terakhir ini vakum akibat pandemi covid-19. 


Padahal, keberadaan pasar malam itu merupakan ajang hiburan rakyat di kabupaten PALI yang biasanya hanya ada saat momen hari besar saja. 


Salah satu akun yang mengkritik unggahan itu adalah akun Erlina Dalimunthe yang diunggah kemarin, Rabu 10 Agustus 2022 dengan menampilkan foto penampakan diduga pocong diatas salah satu stand dengan ditunjukkan anak panah padahal tidak ada gambar apapun yang mirip pocong ataupun kuntilanak terlihat di gambar itu. 


"Mohon jangan mematikan rezeki sahabatku," tulis akun Erlina Dalimunthe serta menjabarkan kalau berita itu tidak benar maka akan berimbas pada pemilik stand yang tengah mengais rezeki di pasar malam itu. 


Akun facebook Erlina Dalimunthe juga meminta warganet agar tidak membesar-besarkan berita yang belum tentu kebenarannya. 


"Mohon bila berita ini tidak pasti jangan di besar-besarkan," tulisnya lagi. 


Menanggapi ramainya isu itu, H Mughni Zein, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten PALI menegaskan bahwa informasi itu adalah hoaks alias berita bohong dan mengada-ada. 


"Masyarakat jangan takut dan resah dengan adanya berita yang tidak jelas sumbernya. Kita sekarang di zaman modern harus pintar dan jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas. Bagi yang berniat mengunjungi pasar malam, silahkan datangi, baik untuk mencari hiburan atau berbelanja, karena tidak ada pocong atau kuntilanak disana," tegasnya. (sn/perry)

Share:

Dampak Aktivitas Tambang Batu Bara, Solidaritas Masyarakat Muara Enim Gelar Aksi Damai Didepan Kantor Bupati Muara Enim

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Solidaritas Masyarakat Muara Enim Bersatu gelar aksi damai di depan Kantor Pemerintah (PEMKAB) Kabupaten Muara Enim guna menyampaikan keluhan serta jeritan warga masyarakat terkait dampak dari aktivitas angkutan tambang batu bara yang selama ini meresahkan warga masyarakat Kabupaten Muara Enim khususnya.

Deni Eka selaku koordinator aksi didampingi rekan rekan aksi lainnya pada kesempatan ini menyampaikan beberapa tuntutan di halaman kantor Pemkab Muara Enim,Rabu (10/08/2022),yang mana aksi damai tersebut diawali dengan orasi disertai konvoi mulai dari jalan Simpang Kepur sampai ke kantor Pemkab Muara Enim.

Adapun beberapa tuntutan para peserta aksi tersebut antara lain

1.Mintab Kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk meninjau ulang dan mengevaluasi Izin Dispensasi yang telah dikeluarkan Pejabat Bupati Sebelumnya terkait Tambang batu bara yang ada di Kabupaten Muara Enim l.

2.Seluruh Dinas Terkait di Muara Enim Harus Berperan Aktif Dalam Persoalan Tambang Batu Bara Yang Ada di Kabupaten Muara Enim.

Pemerintah Harus Lebih Peka dan Berperan Aktif Tentang Dampak Aktivitas Tambang Batu Bara tersebut.

4.Memintah Agar Pemerintah Kabupaten Muara Enim Bersikap Tegas Terhadap Rusaknya Aset Daerah Karena Dampak Dari Aktivitas Angkutan Batu Bara Yang Belum Jelas Regulasi nya. 

5.Apabilah Tuntutan Kami Tidak Di Indahkan Maka Para Pesarta Aksi Akan Mengambil Sikap Tegas Dengan Melakukan Aksi yang Lebih Besar Lagi.

Dari pantauan di lapangan aksi solidaritas masyarakat muara enim berjalan tertib aman dan kondusif dan diterima langsung oleh Pj. Bupati Muara Enim Kurniawan, AP., M.Si., didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik, H. Alfarizal, S.H., M.H., 

Dan Untuk meredam dan memberi ruang yang baik dalam menyampaikan pendapatnya, Pj. Bupati mengajak perwakilan peserta aksi melakukan diskusi di Ruang Rapat Bupati Muara Enim bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Melalui Kordinator Solidaritas Masyarakat Muara Enim Deni Eka didampingi Junizar selaku Koordinator lapangan serta beberapa peserta aksi lainnya,dalam diskusi tersebut menyampaikan aspirasi serta meminta kepada Pj. Bupati untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan tambang yang ada di Kabupaten Muara Enim.

"Kami mewakili masyarakat sangat mengharapkan agar kiranya Pj. Bupati dapat meninjau ulang izin kompensasi yang telah diberikan kepada perusahaan tambang yang ada di Kabupaten Muara Enim yang mana armada angkutan perusahaan tambang yang melintasi jalan umum khususnya jalan di pedesaan sangat menggangu dan merugikan masyarakat."ujar Deni dengan tegas.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat tambah Junizar, armada angkutan batu bara tersebut selain diduga telah menyebabkan kerusakan aset aset pemerintah juga telah merusak lingkungan sekitar perusahaan yang dekat dengan pemukiman warga.

"Jika tidak perusahaan yang suda diberikan izin kompensasi tersebut tidak bisa bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah atau mengingkari kesepakatan sebaiknya cabut saja izin yang telah diberikan tersebut."tambah Junizar.

Menanggapi hal tersebut, Pj. Bupati berkomitmen akan menindak tegas perusahaan yang terbukti dan meyakinkan telah melanggar ketentuan, untuk itu dirinya akan segera membentuk Tim Investigasi untuk melakukan verifikasi lapangan, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang menjadi acuan untuk menentukan sikap.

"Persoalan ini akan segera Kami tindak lanjuti,kami akan segera bentuk tim untuk segera turun kelapangan dan memanggil perusahaan-perusahaan tesebut,dan kepada para peserta aksi kami minta agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan,serahkan persoalan ini sepenuhnya kepada pihak yang berkompeten beri waktu biarkan berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku."pungkas Pj Bupati.

Usai lakukan diskusi dan pemaparan, perwakilan peserta aksi Junizar meminta kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim agar kiranya bersedia menanda tangani nota kesepakatan bahwasanya Pemerintah akan menindak lanjuti beberapa tuntutan masyarakat tersebut dan yang mana nota kesepakatan tersebut di tanda tangani oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim Junaidi.

Sebelum Peserta aksi membubarkan diri Pj Bupati Muara Enim Kurniawan AP Msi juga menyempatkan diri menyapah dan berfoto bersama dengan semua peserta aksi.

Share:

KWT Handayani Sulap Pekarangan Jadi Ladang Uang


Caption foto. Salah satu warga Handayani memanen sayuran di halaman rumahnya


PALI. SININEWS.COM -- Semangat juang para wanita di RT 14 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di bulan bersejarah bagi bangsa ini kian bertambah.


Pasalnya lahan yang yidak begitu luas berada dj pekarangan rumah yang dikelola oleh para wanita yang tergabung pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Handayani, kini berubah total dari tadinya kosong tanpa ada tanaman sekarang hijau royo-royo ditumbuhi berbagai jenis tanaman sayuran bernilai ekonomi.


Diungkapkan Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Handayani Cik Mas Ayu bahwa  jumlah anggota KWT yang dinahkodainya ada 20 orang yang mendapat binaan dari TP.PKK kabupaten PALI dan TP.PKK kecamatan serta Camat Talang Ubi, Hj Emilia. 



"Kami tergerak karena didukung TP.PKK kabupaten PALI, TP.PKK Kecamatan dan ibu Camat yang hampir disetiap ada kesempatan mengawal kegiatan KWT Handayani sehingga kami bisa seperti ini," ucap Cik Mas Ayu, Rabu (10/8/22).


Diakui Cik Mas Ayu bahwa saat ini tumbuhan jenis sayuran seperti kangkung, bayam dan jenis tanaman lainnya tumbuh subur dan sudah bisa dipanen.


"Awalnya kami hanya untuk kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi karena tanaman kami tumbuh subur dan melimpah, maka sebagian kami jual," tambahnya. 


Ketua KWT Handayani bertekad mengembangkan pengelolaan pekarangan rumah agar lebih produktif lagi sehingga hasilnya selain dikonsumsi bisa jadi tambahan pendapatan keluarga. 


"Kita akan kembangkan dengan menanam lebih banyak dan jenis tanaman lainnya yang bernilai ekonomi tinggi. Kami yakin apabila ini dikelola dan dikembangkan lagi, akan jadi ladang uang bagi anggota KWT Handayani," tekadnya. 



Sementara itu, Efri  RT 14 Kelurahan Handayani Mulya menyatakan bahwa dengan kerja nyata KWT di lingkungannya, menambah semangat dirinya sebagai kepala lingkungan sekitar. 


Bahkan Efri akui bahwa demi mendukung kemajuan kegiatan KWT, dirinya yang kesehariannya sebagai petani karet rela melakukan aktivitas menyadap karet dini hari. 


"Setiap subuh saya pergi menyadap karet sehingga saat matahari pagi keluar, pekerjaan menyadap rampung. Sepulang dari kebun  saya membantu istri yang merupakan salah satu anggota KWT untuk bercocok tanam di halaman rumah karena hasilnya sudah kami rasakan bisa membantu perekonomian keluarga kami," kata RT 14 Handayani Mulya. 


Terpisah, Camat Talang Ubi Hj Emilia menyatakan bahwa ketika menjalankan tugasnya dalam menggerakkan masyarakat tidak semudah mengucapkannya. 


Dalam menggerakkan masyarakat terutama kaum wanita memanfaatkan waktu luang untuk melakukan hal positif bahkan bisa mendatangkan uang harus melalui pendekatan.


"Pemberdayaan masyarakat tidak semudah mengucapkannya, karena  targetnya merubah perilaku 

diawali dengan merubah mindset mereka dengan pendampingan yang konsisten," ucap Camat Talang Ubi.


Dengan keberhasilan KWT Handayani, Camat Talang Ubi membidik seluruh desa atau kelurahan yang ada dilingkup kerjanya untuk membentuk minimal satu KWT di setiap desa/kelurahan yang aktif dengan  memanfaatkan lahan tidur atau lahan pekarangan supaya bisa menghasilkan. 


"Kita akan terus mengajak masyarakat dengan program Gerakan Talang Ubi Bangga Jadi Petani. Dimana program ini sebagai dukungan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang terbukti telah mendongkrak ekonomi kerakyatan pasca pandemi," tutupnya. *** (sn/perry)

Share:

HUT RI ke-77 di Tempirai Banjir Bantuan


PALI. SININEWS.COM -- Kepedulian warga Tempirai Raya kecamatan Penukal Utara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) baik itu warga perantau dan seluruh kepala desa patut ditiru. 


Pasalnya,dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-77, warga Tempirai Raya itu bukan hanya turut memasang umbul-umbul atau bendara merah putih di depan rumah dan sepanjang jalan raya saja, namun juga berbagi peralatan kebutuhan saat pengibaran sang saka merah putih pada 17 Agustus 2022 mendatang. 


Seragam Paskibraka, kostum dan perlengkapan olahraga, serta air meneral lainya dibagikan kepada petugas pmgibar bendera, panitia dan masyarakat lainnya yang terlibat pada kegiatan HUT kemerdekaan RI ke-77.

Juga memberikan pinjam pakai tenda Kursi dan sound system secara gratis. 


Hal ini terungkap pada penyerahan bantuan beberapa piala trophy oleh seorang pengusaha muda Aprianto H.Sobri H.Mahadam kepada ketua panitia palaksana Karang Taruna Tempirai Raya bersatu, Penting Harianto Rabu 10 Agustus 2022.


Dijelaskan Aprianto H.Sobri di Saung Awek Bayumi (Sekretariat Panitia) pada awak media ini bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian untuk peringati HUT RI ke 77.


"Dimana sebagai warga negara yang baik, selayaknya kita bersama sama mengisi kemardekaan ini secara bergotong royong untuk kepentingan masyarakat umum," katanya. 


Disamping itu,  memberikan kontribusi pada masyarakat ditambahkannya bukan ukuran besar dan kecil sumbangannya. "Yang penting mau berbagi dengan ikhlas," ujar ketua Pakem Barokah ini.


Ditempat yang sama Penting Harianto selaku Panitia Pelaksana HUT RI se Tempirai Raya menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, terkhusus 4 Kepala Desa se Tempirai Raya dan donatur lainya.


Diakuinya, bahwa nuansa HUT RI tahun ini semakin semarak sejak dicanagkannya deklarasi Tempirai Raya bersatu di Istana Nelayan Tangerang beberapa bulan yang lalu.


Pakta dilapangan, semua Panitia bekerja tanpa pamrih dan yang lebih menarik,  emak-emak mulai heboh latihan berbagai perlombaan, termasuk anak dekolah dan perangkat desa.


"Pelaksanaaan upacara Bendera HUT RI ke 77 ini akan digelar di lapangan Puskesmas Tempirai, mengingat di Lapangan Bola Danau Padang Tempirai mengalami kebanjiran," terangnya.***(SN/bungharto)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts