Pipa Minyak Medco Pecah, Dua Warga Modong Datangi Markas FAKAR Lematang

Caption. Dua warga Desa Modong didampingi Kades datangi FAKAR Lematang 


PALI. SININEWS.COM -- Didampingi Kepala Desa Modong kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dua warga desa tersebut mendatangi markas FAKAR Lematang kabupaten PALI di Desa Raja kecamatan Tanah Abang, Senin 5 September 2022.


Kedatangan dua warga Modong itu untuk meminta bantuan terkait kejelasan tali asih atau ganti rugi usaha kedua warga itu akibat insiden pipa minyak milik PT Medco yang pecah pada Selasa 5 Juli 2022 lalu. 


Sebab, menurut dua warga itu, atas kejadian pipa minyak pecah milik Medco itu, kerugian mereka mencapai puluhan juta rupiah. 


Karena minyak mentah yang berasal dari pipa pecah masuk ke kebun warga desa Modong serta masuk tiga kolam ikan. 


"Kejadiannya dua bulan lalu, kata pihak Medco akibat vandalisme. Kami tidak tahu menahu apa penyebab pipa pecah itu, yang penting kerugian kami harus dipertanggungjawabkan," ujar Minhar, salah satu warga Modong yang mendatangi FAKAR Lematang PALI.


Menurut Minhar bahwa dengan adanya insiden itu, banyak tanam tumbuh miliknya yang terimbas ceceran minyak mentah mati serta ikan peliharaannya gagal dipanen. 


"Barang bukti tanam tumbuh yang mati masih ada, kolam ikan masih tercemar. Pernah ada pertemuan dengan pihak Medco, perusahaan itu hanya menawarkan Rp2 juta dibagi dua dengan warga lain yang terdampak," terangnya. 

Caption. dok- limbah minyak mentah yang sudah dimasukan ke kantong saat kejadian 


Manhar akui bahwa beberapa kali dirinya bersama kepala desa melakukan pertemuan-pertemuan dengan Medco, tetapi masih belum ada titik temu. 


"Bahkan ke dinas Lingkungan Hidup (LH) kabupaten PALI kami sudah lapor dan telah dicek ke lokasi, tetapi belum ada tindak lanjut. Karena belum ada titik terang, kami datang ke FAKAR Lematang agar permasalahan kami bisa dibantu," imbuhnya. 


Sementara itu, Kades Modong Mustakim membenarkan pihaknya memfasilitasi pertemuan antara warga yang merasa dirugikan dengan pihak Medco. 


"Kami sudah melihat secara langsung kebun dan kolam warga tercemar akibat limbah minyak itu, memang kerugiannya cukup banyak. Warga kami tidak meminta lebih, yang penting sesuai dengan kerugiannya," ujar Kades. 


Ikut menemani dua warga mendatangi FAKAR Lematang, Kades akui bahwa dirinya bukan ikut menggugat perusahaan, namun hanya mendampingi warganya mencari keadilan. 


"Kami hanya menuruti keinginan warga yang minta antar ke FAKAR Lematang untuk meminta bantuan hukum dan menuntut haknya dengan harapan masalah ini tidak sampai berlarut-larut," harap Kades. 


Menerima keluhan dua warga Modong didampingi Kadesnya, Yoka Akbar SH ketua Fakar Lematang kabupaten PALI menyebut bahwa pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan itu. 


"Sementara ini, kita menunggu itikad baik dari perusahaan. Apabila masalah ini tidak diindahkan, maka aliansi petani desa Modong akan melakukan aksi demo ke SKK Migas. Kita juga akan mendatangi DLH provinsi untuk mempertanyakan proper PT Medco, karena perusahaan itu telah mencemari lingkungan," tandas Yoka. 


Sedangkan Aka Cholik Darlin ketua umum FAKAR Lematang Sumsel menyatakan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan masalah yang dialami warga desa Modong. 


"Masalah itu masih ditangani kawan-kawan di PALI. Meski demikian, kita akan pantau dan monitor juga ke SKK Migas," ucap Aka Cholik. 



Terpisah, Julianto perwakilan PT Medco mengungkapkan bahwa kejadian pipa bocor di desa Modong akibat vandalisme. 


"Kejadian itu karena vandalisme atau diganggu pihak ketiga yang tdk bertanggung jawab," singkatnya. (sn/perry)

Share:

Kader dan Simpatisan PKB PALI Segera Deklarasikan Gus Muhaimin jadi Capres

Caption. Aka Cholik Darlin ketua DPC PKB PALI 


PALI. SININEWS.COM -- Gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) termasuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan dilangsungkan pada 2024 mendatang sudah mulai terasa gaungnya. 


Elit politik sudah mulai lakukan lobi-lobinya dengan melakukan pertemuan-pertemuan antar pimpinan Parpol. 


Termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan katua umumnya, Muhaimin Iskandar. 


Dengan semakin dekatnya pemilihan presiden, suara kader dan simpatisan PKB di akar bawah pun sepertinya bulat untuk mendorong dan siap menghantarkan Gus Muhaimin, ketua umum PKB ini duduk di kursi RI 1.


Salah satu pengurus PKB yang bulat mendukung Gus Muhaimin maju sebagai Calon Presiden (Capres) adalah DPC PKB kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Dibawah nahkoda Aka Cholik Darlin, PKB PALI segera mendeklarasikan dukungannya terhadap Gus Muhaimin untuk maju sebagai Capres. 


"Kami dalam waktu dekat ini akan menggelar deklarasi dukungan ketua umum PKB maju sebagai Capres di Pemilu 2024 mendatang," ujar Aka Cholik, Senin 5 September 2022.


Aka Cholik menilai bahwa Gus Muhaimin layak memimpin negeri ini dengan segudang pengalamannya. 


"Kami berkeyakinan Gus Muhaimin mampu membawa negeri ini lebih sejahtera. Beliau orangnya dekat dengan rakyat yang pastinya bisa memenuhi keinginan rakyat," tukasnya. (sn/perry)

Share:

PKS PALI Sebut Kebijakan Menaikan BBM Menyakitkan Rakyat


Caption. dok 



PALI. SININEWS.COM -- Dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tentu saja menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat menengah kebawah. 


Yang paling terkena dampak adalah petani karet, yang mana saat ini harga getah terus alami penurunan, salah satu penyebabnya akibat imbas dari tingginya biaya transportasi.


Kondisi itu memancing komentar beragam dari berbagai kalangan masyarakat termasuk politisi. 


Salah satunya adalah Kuyung Rizal, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kabupaten PALI. 


"Manaikan harga BBM saat ini menambah sulit rakyat. Sebab, belum pulih akibat covid-19, masyarakat dihadapkan mahalnya harga kebutuhan pokok," ujar Kuyung Rizal, Senin 5 September 2022.


Kuyung Rizal juga menyebut bahwa kebijakan itu tidak mempertimbangkan dampak bagi masyarakat kecil. 


"Kebijakan itu juga tidak diimbangi dengan kebijakan pro rakyat. Misalnya menaikkan harga getah karet," tukasnya. 


Ditambahkan Kuyung Rizal bahwa untuk saat ini, ideal harga getah karet kualitas mingguan Rp15 ribu per kilogram. 


"Dengan lonjakan harga kebutuhan pokok saat ini, harga getah karet idelanya Rp15ribu per kilo di tingkat petani," tandasnya. 


Diketahui bahwa saat ini harga getah karet pasca BBM naik menurun drastis  dari harga minggu lalu Rp8.000 per kilo, hari ini di pasar desa Karta Dewa hanya Rp7.000-7.200 per kilo.(sn/perry)

Share:

DPMPTSP PALI Sidak Pembangunan Batching Plant di Tanah Abang


PALI. SININEWS.COM -- Menindak lanjuti informasi dugaan belum adanya izin pembangunan batching plant di wilayah Desa Tanah Abang Selatan kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mendadak meninjau lokasi tersebut. 


Bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) kabupaten PALI, DPMPTSP mendatangi lokasi pembangunan batching plant, Senin 5 September 2022.


Namun sayangnya, saat tim datang ke lokasi, tidak satupun pekerja atau pengelola berada di lokasi. 


Dikatakan Rismaliza, Plt kepala DPMPTSP PALI melalui Sekretaris Khairiman bahwa tujuan tim turun ke lapangan adalah memastikan pihak pengelola batching plant memiliki perizinan yang berlaku. 


"Pemilik perusahaan itu tidak ada di lokasi, namun kami ajak Kades agar menyampaikan agar pihak perusahaan untuk mengurus izinnya," ujar Khairiman saat di lokasi. 


Tujuan tim DPMPTSP mengecek ke lapangan, dikemukakan Khairiman paling tidak pemilik perusahaan tertib. Kalau belum ada izin, pihaknya siap fasilitasi dan membantu apa-apa yang dibutuhkan.


"Kepada Kades kami sampaikan syarat mengurus izin. Dan mengurus izin usaha saat ini secara online. Meski demikian, kami terbuka untuk memfasilitasi agar perusahaan itu legal," tukasnya. 


Sementara itu Erwadi Kades Tanah Abang Selatan mengaku bahwa pihak pengelola telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, dan pihak desa telah mengeluarkan rekomendasi serta menyarankan agar pengelola mengurus izin lainnya ke DPMPTSP. 


"Batching plant itu merupakan badan usaha dengan nama CV Delima Beton Redymix. Dan telah kami sarankan agar mengurus izin lainnya ke kantor camat serta DPMPTSP. Kami juga berharap dengan beroperasinya batching plant bisa bermanfaat bagi warga sekitar terutama menyerap tenaga kerja," terang Kades. 


Sama diutarakan Camat Tanah Abang, Adriand Edison bahwa pihak pengelola batching plant telah meminta syarat pengurusan izin perusahaan. 


"Artinya sudah ada itikad baik dari pihak perusahaan. Dengan adanya tim DPMPTSP turun ke lapangan, bisa mempercepat perizinan perusahaan itu agar berkontribusi bagi kabupaten PALI dan warga sekitar," harap Camat.(sn/perry)

Share:

Petani Karet Menjerit Akibat BBM Naik, Dewan PALI Minta Pemerintah Cari Solusi

Caption. Husni Thamrin, anggap Komisi III DPRD PALI 


PALI. SININEWS.COM -- Dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sementara harga getah karet yang malah menurun mengakibatkan petani karet di Bumi Serepat Serasan menjerit.


Jeritan petani karet direspon anggota DPRD kabupaten PALI dari komisi III, Husni Thamrin. 


Menurut Ketua DPC Partai Hanura kabupaten PALI itu bahwa dengan naiknya harga BBM subsidi, suka tidak suka berdampak bagi perekonomian masyarakat menengah  kebawah. 


"Yang mana dengan naiknya BBM subsidi harga semua kebutuhan 9 bahan pokok begitu juga dengan harga hasil pertanian terutama karet pasti berdampak  dikarenakan biaya transportasi lebih besar," ujar Husni Thamrin, Senin 5 September 2022.


Dengan kondisi itu, Husni Thamrin yang biasa disapa Yin itu berharap peran pemerintah dalam mengatasi masalah itu. 



"Harga karet di daerah-daerah turun, hal ini jangan sampai berlarut, untuk itu saya sebagai wakil rakyat mengharapkan sekali peranan pemerintah untuk membantu mencari solusi mengenai harga karet yang anjlok," pinta Yin. 



Diketahui bahwa harga getah karet mingguan pada hari ini turun drastis, dari harga minggu lalu diangka Rp8.000/kg, kini hanya Rp7.000 hingga Rp7.200/kg.


Hal itu terpantau di pasar getah Desa Karta Dewa kecamatan Talang Ubi pada Senin 5 September 2022.


Sementara harga beras, telur hingga sayuran mulai melambung. (sn/perry)

Share:

BBM Naik, Petani Karet Tercekik

Caption. Suasana pasar getah di Desa Karta Dewa 


PALI. SININEWS.COM -- Setelah pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Jum'at lalu 3 September 2022, berimbas pada kenaikan sejumlah bahan pokok. 


Dari beras, telur hingga sayuran saat ini harganya mengikuti harga BBM. 


Kondisi itu memperparah derita petani karet yang ada di Bumi Serepat Serasan. 


Pasalnya, hampir seluruh komoditi naik sementara harga getah karet malah makin merosot. 


Saat ini, harga getah karet ditingkat petani yang ada di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) semakin anjlok. 


Terpantau harga getah mingguan di Pasar Desa Karta Dewa kecamatan Talang Ubi, pada Senin 5 September 2022 hanya bertengger dikisaran Rp7.000/kilogram.


Tentu hal ini membuat petani karet makin tercekik. Pasalnya, penghasilan petani terlebih yang hanya buruh menyadap jauh tidak sebanding dengan pengeluaran untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.


"Minggu lalu masih diharga Rp8.000/kg, tapi kali ini hanya Rp7.000/kg. Dalam hal ini, pemerintah pusat tidak memikirkan nasib kami," keluh Amrin, petani karet asal Karta Dewa. 


Sama halnya disampaikan Ridwan, petani lainnya bahwa kondisi seperti ini akan menambah sengsara petani karet. 


"Tidak ada pilihan lain kecuali hanya pasrah, sebab kami tidak bisa memaksa pembeli terkait harga getah. Hanya saja kami berharap ada upaya pemerintah pusat dalam mengatasi masalah ini. Sebab kami khawatir, dengan kondisi seperti ini, petani kesulitan ekonomi yang akhirnya tindak kriminal meningkat," katanya.


Terpisah Ardi, petani karet asal Talang Ubi mengaku menyiasati menurunnya penghasilan keluarganya,dirinya menyimpan hasil sadapannya selama harga getah murah. 


"Untuk menutupi kebutuhan hidup, kami menaman cabai dan sayuran disekitar rumah. Hasil sadapan kami simpan hinggap harga getah kembali naik," ujarnya. (sn/perry)

Share:

Turunkan Kasus Gagal Tumbuh Anak, Pemkab PALI Gelar Rembuk Stunting


Caption. Wabup PALI saat menandatangani pakta integritas 


PALI. SININEWS.COM -- Upaya mengurangi angka stunting di wilayah Bumi Serepat Serasan, Pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui lintas sektoral menggelar rembuk stunting aksi konvergensi penanganan stunting, Rabu (31/8/22).

Adapun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam program mengentaskan stunting adalah Dinas Kesehatan (Dinkes), Bappeda, DPPKBPPPA serta OPD lainnya termasuk Puskesmas, Camat serta Kepala desa. 

Rembuk stunting di kabupaten PALI juga dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Sumatera Selatan diwakili DR Desliana SE MM Koordinator bidang KSPK, Dinas kesehatan provinsi Sumatera Selatan diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat H Fery Fahrizal  yang mengikuti kegiatan secara virtual serta dari Bappeda provinsi Sumatera Selatan. 

Pada penyampaian laporan rembuk stunting, Kepala Bappeda kabupaten PALI Ahmad Jhoni menerangkan bahwa maksud kegiatan itu adalah untuk membahas program kegiatan dalam upaya penurunan stunting di kabupaten PALI. 
Caption. Kepala Dinkes PALI menandatangani pakta integritas 


"Tujuannya memastikan komitmen semua pihak terhadap percepatan pencegahan stunting," ujar Ahmad Jhoni. 

Tujuan lainnya diterangkan kepala Bappeda PALI adalah mengadvokasi pemimpin daerah, swasta dan masyarakat untuk mendukung percepatan pencegahan stunting. 

"Juga mengurangi hambatan dan masalah yang muncul. Kemudian menyampaikan kemajuan penyelenggaraan kegiatan percepatan pencegahan stunting," imbuhnya. 

Lalu dikemukakan Ahmad Jhoni bahwa tujuan selanjutnya adalah mengapresiasi kinerja pemerintah dan instansi non pemerintah dalam percepatan pencegahan stunting. 

"Berbagi pembelajaran dalam pelaksanaan aksi konvergensi/integrasi pencegahan stunting yang lebih efektif dan efisien menjadi tujuan lainnya diselenggarakannya rembuk stunting," terangnya. 
Caption. Foto bersama setelah menggelar rembuk stunting 


Sementara itu, Wakil Bupati PALI Drs H Soemarjono yang membuka kegiatan itu menjelaskan bahwa stunting adalah gagal tumbuh pada anak usia dibawah 5 tahun, bukan hanya fisik, tetapi cara  berfikir, dan gagal tumbuh lainnya. 

"Ini akibat kekurangan gizi kronis, dan juga karena infeksi yang berulang ulang pada anak balita. Untuk itu perhatikan pertumbuhan anak kita," kata Wabup. 

Dari data kabupaten PALI, Wabup menyebut tahun 2018 masih sangat tinggi kasus stunting, yakni 39,5 persen.

"Tahun 2018 sangat memprihatinkan. Tetapi berkat kerja sama dan kerja keras, tahun 2021 angka stunting turun menjadi 20,2 persen," sebut Wabup. 

Wabup juga menegaskan bahwa PALI pasti bisa mengejar target nasional penurunan stunting tahun 2024 sebesar 14 persen. 

"Kita bisa kejar target nasional itu karena cakupan PALI tidak terlalu luas, yang penting kita bekerja keras," tandasnya. 

Untuk mencapai target itu, Wabup membagikan strategi. 

"Ada 5 strategi nasional dalam menurunkan angka kasus stunting yaitu, bagaimana  komitmen dan visi kepemimpinan untuk mengurangi stunting, perlunya kampanye nasional perubahan prilaku, konvergensi koordinasi dari pemerintah desa dan daerah, perlu adanya ketahanan pangan serta gizi dan perlu adanya pemantauan dan evaluasi," jabar Wabup. (sn/perry)





Share:

Unggul 5-1, Squad Persipra Bertandang Ke Daerah Kelahiran Sang Kapten

OGAN ILIR, SININEWS.COM - Kesebelasan Squad Persipra AllStar Kota Prabumulih kini bertandang ke daerah kelahiran sang Kapten Ir H Ridho Yahya MM yakni Ogan Ilir, Selasa (30/08/2022).

Kehadiran Squad Persipra AllStar di Lapangan Sepak Bola Desa Tambang Rambang Kecamatan Rambang Kuang itu guna memenuhi surat undangan yang bertujuan untuk latih tanding antara Kesebelasan Persipra All Star dengan Tim Sepak Bola Rambang Kuang.

Bukan tanpa alasan Camat Rambang Kuang Apriyadi SP., MSi menujukan surat kepada Walikota Prabumulih yang juga pemegang Ban kapten Persipra AllStar Kota Prabumulih Yakni Ir H Ridho Yahya MM karena ia mengetahui bahwa Kesebelasan Persipra kerap bertandang ke daerah-daerah yang aktif dalam olahraga terutama Sepak Bola.

Apriyadi juga menghaturkan rasa bangga kepada Walikota Prabumulih Ridho Yahya yang sudah memenuhi undangannya tersebut.

"Tentunya bangga, dimana beliau ini yang kita ketahui usianya tak lagi muda namun dirinya dapat menginspirasi pafa anak muda untuk giat berolahraga," jelasnya usai bermain dan masih mengenakan Jersay yang di berikan langsung oleh Walikota Prabumulih.

Di tambahnya, dengan perfoma yang di berikan oleh Orang nomor satu di Kota Prabumulih itu membuat dirinya agar dapat berlaga ulang di hari yang akan datang.

"Perfomanya mantap, ya kami berharao agar pak wali bisa bermain lagi dengan kami terkhususnya warga Rambang Kuan,"pesannya.

Melalui pantauan tim liputan di lapangan, bahwa sosok Ridho Yahya Walikota Prabumulih memang sudah di nantikan para masyarakat Kecamatan Rambang Kuang.

Bagaimana tidak?, dirinya yang baru saja turun dari Mobil Bak artis Hollywood, usai turun ia langsung di datangi masyarakat baik bapak-bapak, Ibu-ibu, para remaja juga anak-anak untuk bersalaman juga mengabdikan moment kehadiran dirinya.

Sebelum bermain, Walikota Prabumulih Ridho Yahya memberikan bantuan berupa Jersey yang mana Jersay tersebut langsung di kenakan Tim Sepak Bola Rambang Kuang dan juga beberapa bola yang di berikan secara langsung.

Di babak awal pertandingan antara Tim Sepak Bola Rambang Kuang melawan Persipra AllStar Kota Prabumulih sama-sama tak memberikan celah sedikit pun agar bola masuk kedalam gawang, sehingga babak awal berakhir dengan skor 0-0 (Draw).

Namun di babak kedua Kesebelasan Persipra memaksimalkan juga meningkatkan Perfoma dalam unjuk skill di lapangan sehingga berhasil mengungguli tuan rumah dengan skor 5-1.

Sementara Walikota Prabumulih Ridho Yahya menyampaikan rasa bangganya karena telag di undang di pembukaan turnament juga sekaligus dapat merasakan mandi di rumah warga usai bermain bola.

"Allhamdullilah, ini merupakan suatu kebanggaan dalam silahturahmi Apalagi ini acara pembukaan turnament, apalagi ini suatu kebahagiaan kita di bolehkan mandi di rumah warga," ucapnya yang habis bersih-bersih tubuh di rumah warga yang tak jauh dari lapangan.

Ridho juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Squad Persipra AllStar siap apabila ada yang mengundang dan akan menerima jika ada yang ingin bertandang ke Kota Prabumulih. 

"Kita siap, kalo mereka yang ngundang kita datang dan kalo mereka mau kesini ya silahkan, minggu-minggu ini kita akan melawan bangka dulu di lapangan Ria Jaya," bebernya.

Ditanya tentang strategi yang berhasil memborong gol di babak akhir Ridho mengatakan, "Tidak ada strategi-strategian, kalah memang dah biaso yang pentingkan silahturahminyo," tutupnya



Share:

Contempt of Parliament Bisa Di Tindak Tegas

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Timbulnya Pro dan Kontra terhadap Pemilihan Wakil Bupati (Pilwabub) dalam waktu dekat akan di selenggarakan di Gedung DPRD Muara Enim. Pengamat politik sekaligus praktisi Hukum Tata Negara kabupaten Muara Enim Ganef Asmara NL, SH angkat bicara.

Ganef menuturkan, apa yang dilakukan oleh masyarakat terhadap Pro dan Kontra Pilwabup itu boleh-boleh saja sepanjang ada aturan-aturan yang membenarkan itu.

" Ya masyarakat boleh menyatakan hak nya untuk menyampaikan aspirasi dengan melakukan aksi juga bisa,karena itu diperbolehkan sebab dilindungi Undang-Undang namun tentunya dengan batasan-batasannya, yang ada tidak sembarangan ," ucap Ganef Pengamat Politik Sekaligus praktisi Hukum Tata Negara tersebut kepada media ini. Selasa, (30/08/2022).

Ganef juga menjelaskan, terhadap pihak yang menyatakan menolak, pemilihan pilwabup, itu tidak bisa dengan cara memaksa ataupun menekan karena pemilihan Pilwabup itu telah di atur oleh Undang-Undang.

"Baca Undang-Undang Tentang Pemilu, baca Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah,dan baca tentang Undang-Undang DPRD, serta baca juga tatib DPRD maka disitu jelas siapa punya hak dan siapa punya kewajiban,yang mana dalam penjelasannya bahwa DPRD diwajibkan untuk bersidang, terutama terhadap Pilwabup di Kabupaten ini,"ujarnya.

Ganef pun menerangkan, pemilihan Wakil Bupati saat ini merupakan hak Partai Politik Pengusung dan hak Dewan terhadap kewajiban Dewan bahwa mereka harus melakukan sidang sepanjang proses persidangan pemilihan itu sudah tertuang di dalam aturan.

"Jika tidak memenuhi aturan ya tidak bisa dilanjutkan, tapi kalau sudah sesuai dengan aturan wajib di sidangkan,Justru akan jadi timbul pertanyaan ada apa, jika DPRD tidak menyidangkan ini,dan tidak melakukan Paripurna terhadap pemilihan Wabup jika aturan nya sudah benar ," terangnya.

Genef juga menegaskan, tidak ada alasan bagi siapapun dapat membatalkan dalam prosesi Pilwabup yang akan di laksanakan nanti,karena Menurutnya,saat ini suda berjalan,Pansus telah di bentuk,Panitia Pemilihan sudah ada dan Tatib sebagai dasar mereka untuk melakukan prosesi Pilwabup suda disiapkan,jadi tidak ada alasan, untuk mereka (DPRD) membatalkan nya.

"Jika Dewan di ganggu oleh siapapun dalam menjalankan konstitusi dalam hal ini rapat sidang Paripurna Pilwabup,hati-hati itu bisa di sebut Pelecehan kepada Parlemen Dewan,atau dengan bahasa luarnya Konten Of Parlemen,dan itu bisa di tindak tegas oleh APH," tegasnya.

Terakhir penjelasan, Ganef menambahkan sebelum mendukung atau tidak mendukung dalam pelaksanaan Pilwabup yang akan datang,tentunya masing masing kelompok harus melihat aturan dan benar benar mempelajarinya agar tidak mencederai demokrasi.

" Nah sampai dengan hari ini, yang saya tahu aturan yang di jalankan oleh anggota Dewan dalam pelaksanaan Pilwabub ini, sudah pada aturannya dan sudah pada roll-nya ,"urainya.


Jadi,jika saya ditanya mendukung apa tidak mendukung,saya disini bukan soal mendukung atau tidak mendukung,dalam Undang-Undang menjelaskan, jangankan saya termasuk siapapun tidak punya hak untuk mendukung atau tidak mendukung melakukan Pilwabup ini.

"Karena undang-undang suda jelas menyatakan,bahwa Pilwabup ini Hak nya para Dewan dan kita tidak ada hak untuk mendukung ataupun tidak mendukung,kalau suka atau tidak suka, ya kita harus menjadi anggota Dewan dulu baru bisa kita bilang tidak suka dan menolak menolak ,"Pungkas Ganef.

Share:

DPMPTSP PALI Segera Cek Aktivitas Pembangunan Batching Plant di Tanah Abang


Caption. Lokasi kegiatan pembangunan batching plant di Tanah Abang Selatan 


PALI. SININEWS.COM -- Dengan adanya aktivitas pembangunan batching plant diduga belum kantongi izin di wilayah Tanah Abang Selatan kecamatan Tanah Abang kabupaten PALI langsung mendapat respon dari  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten PALI. 


Disampaikan Rismaliza, Plt DPMPTSP PALI melalui Sekretaris Khairiman bahwa setelah dicek di data DPMPTSP, aktivitas pembangunan batching plant di Tanah Abang belum terdaftar.  


"Kami segera cek ke lokasi untuk meminta kelengkapan administrasi dari pihak pengelola atau pemilik usaha," ujar Khairiman, Selasa 30 Agustus 2022.


Ditambahkan Khairiman bahwa apabila aktivitas pembangunan batching plant sama sekali belum ada izin, maka pihaknya meminta pengelola untuk menghentikan sementara aktivitas mereka. 


"Kami mendukung investor masuk ke PALI, tetapi mereka harus ikuti aturan yang berlaku," tandasnya. 


Terlebih kegiatan batching plant itu menurut Khairiman akan berdampak pada lingkungan sekitar. 


"Minimal pengelola meminta izin kepada warga sekitar yang berdekatan dengan aktivitas batching plant. Karena saat mereka beroperasi, debu akan timbul," imbuhnya. 


Untuk itu, kepada seluruh pengusaha atau investor yang akan membuka usahanya di kabupaten PALI agar mengurus izin terlebih dahulu supaya kegiatan lancar dan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. 


"Membuat izin itu sudah ditetapkan negara agar tertib dan saling menguntungkan juga memberikan kontribusi bagi masyarakat serta  pemerintah. Agar tidak menimbulkan masalah, uruslah perizinan ke instansi terkait sebelum menjalankan aktivitasnya," sarannya. 


Sementara dari keterangan salah satu warga sekitar yang ditemui tim media ini menyebut bahwa pemilik batching plant itu berasal dari Sulawesi dan yang mengelola warga setempat. 


"Kalau izin atau yang lainnya kami tidak mengetahui, mungkin saja tengah diurus pemiliknya. Tetapi kalau kegiatan itu sudah berjalan hampir satu bulan dan pemiliknya katanya pengusaha dari Sulawesi, namun yang mengurus warga setempat, pekerjanya pun sebagian besar dari warga sekitar," kata warga yang identitasnya minta tidak disebut. 


Sebelumnya diberitakan bahwa kegiatan pembangunan batching plant atau tempat produksi ready mix/beton curah siap pakai di wilayah Desa Tanah Abang Selatan kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dipersoalkan. 


Pasalnya, keberadaan batching plant tersebut diakui warga sekitar, kepala desa dan Camat diduga belum mengantongi izin resmi.


Sementara untuk mendirikan batching plant pemilik harus memiliki beberapa persyaratan atau izin yang harus dipenuhi sebelum usaha itu dimulai. 


Andi, salah satu warga Tanah Abang Selatan yang rumahnya tidak begitu jauh dari lokasi mengaku sudah mengetahui adanya aktivitas pembuatan batching plant. 


"Batching plant sudah mulai dikerjakan, tapi kami tidak tau itu dari PT mana atau perusahaan apa, bahkan soal antisipasi dampak lingkungan mereka belum sosialisasi, apalagi soal minta izin, sama sekali belum kalau ke kami, jangankan pihak perusahaan tersebut, pihak pemerintah desa atau kecamatan pun belum ada pemberitahuan kepada kami warga terdekat, padahal kami warga yang bermukim paling dekat dengan lokasi tersebut," kata Andi, Selasa (30/8/22).


Sementara itu, Kades Tanah Abang Selatan Erwadi menyatakan belum mengetahui aktivitas di lokasi itu.


"Jangankan meminta izin ke pemerintah desa, siapa pemilik atau pengelolanya saja kami belum mengetahui," ujar Kades.


Untuk menertibkan semua kegiatan usaha skala menengah keatas yang ada di desanya, Kades berniat mendatanya. 


"Kami akan datangi lokasi itu, untuk mengetahui kegiatan apa, peruntukkannya apa dan izin-izinnya sudah ada atau belum," imbuh Kades. 


Kades menyatakan bahwa pihaknya tidak melarang investor masuk ke wilayahnya dalam membuka usaha dalam bentuk apapun, hanya saja seyogyanya prosedur harus dijalani serta perizinan dilengkapi.


"Dan yang paling penting melapor ke pemerintahan desa supaya mengetahui kegiatan apa saja yang dijalani serta jumlah pekerja berapa, dari mana saja asal pekerja itu agar kami bisa mendata. Untuk perizinan juga lengkapi sesuai aturan yang berlaku," saran Kades. 


Camat Tanah Abang Adriand Edison juga menyatakan hal sama bahwa pihaknya belum pernah dihubungi pihak pengelola pembangunan batching plant, padahal lokasi itu tidak jauh dari kantor camat. 


"Belum ada koordinasi dengan kami, baik pemilik atau pengelolanya. Padahal lokasi dekat dengan kantor kami," kata Camat. 


Diketahui bahwa Batching Plant adalah tempat produksi ready mix atau beton curah siap pakai di sebuah lokasi atau pabrik beton


Pengadukan atau mixing tersebut dengan formulasi berkekuatan tinggi untuk menciptakan hasil mixing beton yang baik dan sesuai dengan takaran.


Pengerjaan forumulasi tersebut dilakukan oleh tenaga profesional dibidang mixing dalam meramu adonan antara semen, pasir, krikil atau agregat dan air.


Unsur material tersebut diramu menjadi satu sehingga menjadi ready mix yang siap didistribukan ke lokasi pengecoran sesui keinginan pemesan. (sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts