Hujan Deras, Warga Siap Siaga Khawatirkan Air Datangan.


 PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Hujan deras kembali membuat warga Kota Prabumulih yang berada di beberapa titik rawan banjir menjadi siap siaga.

Pasalnya hujan deras sejak pukul 20.00 WIB membuat air Sungai Kelekar meluap hingga mengenangi permukiman warga.

Bahkan, di RT 06 RW 04 kelurahan Majasari air yang meluap sudah melebihi batis orang dewasa, sehingga membuat para warga yang di datangi tamu tak di undang tersebut mengemasi barang agar tak basah.

Kekhawatiran warga pun semakin menjadi karena air yang mengenangi semakin tinggi dan hujan pun masih terus turun.

"Takutnya man masih ujan cak ini, kami dak acak tedok kalo sampe banyu masok rumah, ini Bae lapangankan lah tinggi nian,"ucap Jauhari yang mengkhawatirkan air akan semakin naik.

Di tambahnya, bahwa tak menutup kemungkinanan air dari hulu akan meningkatkan ketinggian air.

"caknyo bakal begadang, karno kito dak tau naek lagi apo idak yang pastinyo, air dari ulu itu pasti ado," tutupnya. (ari/sn). 

Share:

Dukung Sri Devi Di Grand Final DA 5, Mabes Gelar Nobar

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara gelar nonton bareng (Nobar) untuk menyaksikan malam Grand Final Dangdut Academy (DA) 5, Kamis (08/12).

Hal tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dan kecintaan masyarakat Kota Prabumulih khususnya mangga besar kepada warga asli kelahiran Kota Nanas yang dapat mengharumkan dan dapat membawa baik nama Kota Prabumulih ke Kanca Nasional.

Nobar Grand Final DA 5 itu di gelar di lapangan Volley RT 03 RW 01 Kelurahan Mangga Besar Kota Prabumulih.

Dari pantauan awak media ini, masyarakat saling bahu membahu dalam penyiapan nonton bareng tersebut.

Asniliaty, Lurah Mangga Besar menyampaikan bahwa Nobar itu di gelar bertujuan untuk mendukung salah satu warga Kota Prabumulih yang tengah melaju ke nasional juga mempererat tali silaturahmi antara unsur Pemerintah dengan masyarakat.

"Malam ini kita akan mengadakan nonton bareng Sridevi di grand final DA 5 Indosiar dan juga nobar ini di gelar untuk mempererat tali silahturahmi antara Pemerintah Kota Prabumulih khususnya Kelurahan Mangga Besar dengan masyarakat sekitar," terangnya sembari memantau persiapan nobar.

Ia juga mengajak masyarakat sekitar juga Kota Prabumulih untuk mendukung melalui SMS.

"Payo sanak dulur, kita dukung Sri Devi dengan cara mengirim SMS, ketik DA spasi Sridevi kirimke 97288,"bebernya.

Sementara Zulkifly salah satu warga Kelurahan Mangga Besar menjelaskan bahwa ia bersama masyarakat lain sangat antusias atas di gelarnya Nobar oleh pihak kelurahan.

"kami sangat antusias sekali untuk nobar malem ini yang di gelar oleh Bu lurah, harapan kami semoga SriDevi warga Kota Prabumulih pacak juara satu di DA 5,"jelasnya. (Ari/sn)
Share:

Terbuai Rayu Pria Ngaku Anggota TNI di Facebook, Gadis NTB Kena Tipu Warga Simpang Raja


DPPKBPPPA melalui UPTD PPA kabupaten PALI melakukan pemulangan korban penipuan dan pelecehan seksual 

PALI. SININEWS.COM-- Nasib sial dialami Bunga (nama samaran) gadis berusia 21 tahun desa Langko kecamatan Janapria kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB ).


Pasalnya, gadis lugu itu tertipu rayu maut HS, seorang pria asal Simpang Raja kelurahan Handayani Mulya kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI Sumsel. 

Kejadian apes itu terjadi pada tanggal 29 september 2022 dimana Bunga selain kena tipu juga mendapat perlakuan tidak senonoh oleh pelaku. 

Atas kejadian itu, Bunga pun melaporkannya ke kepolisian dan mendapat pendampingan dari Dinas PPKBPPPA kabupaten PALI. 

Kepala DPPKBPPPA PALI A Gani Akhmad melalui Kabid PPA, Kasmiyati mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari perkenalan Bunga dengan HS di sosial media Facebook dua tahun lalu. 

Dari perkenalan itu, Bunga kepincut HS karena mengaku sebagai anggota TNI.

Lalu perkenalan berlanjut saling pacaran melalui dunia maya selama lebih kurang dua tahun. 

Hingga pada tanggal 29 september 2022, mereka berdua janjian untuk bertemu.

Kemudian Bunga datang ke kabupaten PALI untuk menemui HS di Simpang Raja. 

Sesampainya di Simpang Raja, Bunga dijemput HS yang mengaku kakak dari pacar Bunga di Facebook yang ngaku-ngaku anggota TNI.

Sejak pertemuan itu, Bunga mendapatkan pelecehan seksual dari HS.

Bunga pun kecewa karena tertipu, lalu melaporkan kejadian itu ke kepolisian dan mendapat pendampingan dari UPTD PPA kabupaten PALI. 

HS pun ditangkap Polres PALI dan kemudian dijebloskan ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun Bunga mengalami trauma hebat, sehingga UPTD PPA kabupaten PALI melakukan pemulihan psikologinya.

Bunga pun dititipkan di rumah RT serta bekerja sama dengan salah satu pondok pesantren untuk memulihkan psikologisnya.

Setelah lebih kurang satu bulan didampingi pemulihan psikologinya, Bunga pun mulai bersosialisasi hingga pada akhirnya UPTD PPA kabupaten PALI memulangkan Bunga ke kampung halamannya.




"Sebelum pemulangan, kami berkoordinasi dengan UPTD PPA Propinsi Sumsel di Palembang dan kementerian PPPA pusat melalui SAPA 129 untuk pemulangan korban," ujar Kasmiyati, Kamis 8 Desember 2022.

Kemudian dijelaskan Kasmiyati bahwa UPTD PPA kabupaten PALI melakukan pemulangan korban di dinas PPPA provinsi Sumsel dengan dihadiri oleh tim kementerian PPPA dan UPTD PPA Propinsi Sumsel serta kepala dinas PPKBPPPA PALI.

"Korban kita lakukan pemulangan sementara pelaku sudah di penjara. Kasus ini menjadi pelajaran kita semua agar jangan mudah percaya supaya kasus ini tidak terjadi lagi," tutup Kasmiyati. (sn/perry)
Share:

Hobi Nyanyi, Kepala Puskesmas di PALI Ini Sering Muncul di Sosmed


PALI. SININEWS.COM -- Sosok Kepala Puskesmas Tempirai yang ada di kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI, yakni H Haizairin M.Kes mulai dikenal warga Bumi Serepat Serasan  bahkan diluar daerah baru yang ada di Sumsel itu.

Pasalnya, kepala Puskesmas Tempirai asal Desa Air Itam kecamatan Penukal itu kini kerap muncul di kanal YouTube berkat kepiawaiannya dalam olah suara. 


Tentu hal ini tidak lepas dari hobi menyanyi Kepala Puskesmas Tempirai yang disalurkan di sosial media salah satunya di kanal YouTube. 


Respon positif masyarakat pun cukup tinggi, kini akun YouTube milik Kepala Puskesmas Tempirai itu hampir menyentuh 1.000 subscribe.


"Diera digitalisasi seperti sekarang ini banyak sekali orang orang mengekspresikan dirinya melalui Medsos menampilkan ketrampilan dan kecerdasan berbagai konten positif. Atas dasar itulah saya memiliki hobi menyanyi saya salurkan melalui YouTube," ujar H Haizairin, kemarin 7 Desember 2022.


Diakuinya, bukan ketenaran atau materi yang Ia kejar namun hanya sebatas penyaluran hobi.


*Ada kepuasan tersendiri apabila hobi saya disalurkan di sosial media. Yang lebih semangat lagi ketika mulai banyak subscribe dan komentar dukungan dari netizen," tukasnya.


Untuk itu, agar dirinya lebih semangat menciptakan konten baru, kepala Puskesmas Tempirai itu meminta netizen mengklik subscribe pada akun dirinya yang bernama Ziriend Ritam.


"Silahkan subscribe dan komentar supaya saya lebih semangat," pintanya.


Sementara itu, Hendra salah satu warga Tempirai juga penggemar musik, menyebut dirinya sering menonton konten berirama dangdut di Youtube.


"Awalnya saya kaget ketika membuka YouTube terlihat ada penggiat kesehatan di Kabupaten PALI memiliki suara cukup bagus. Tentu dengan hal positif itu saya mendukung dan mudah-mudahan menjadi motivasi anak-anak muda lainnya untuk kreatif dan berinovasi menciptakan karya yang positif," ucap Hendra. (sn/bungharto)

Share:

Peletakan Batu Pertama GKPI Berlangsung Lancar


 PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Peletakan batu pertama pembangunan Greja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) berlangsung sukses, Rabu (07/12/2022).

Peletakan batu pertama pembangunan GKPI itu berada di JL. Sindur RT 11 RW 01 yang juga berada dekat dengan Gereja HKBP Kasih Kota Prabumulih.

Pada acara tersebut Walikota Prabumulih Ir. H Ridho Yahya MM di wakili oleh Staf Ahli Pemerintah Kota Prabumulih Bidang Ekonomi Mulyadi S.Pd., M. Si.

Tak hanya itu, Staf Ahli Pemerintah Kota Prabumulih juga di dampingi unsue Pemerintah Kota Prabumulih juga Forkopimnda Kota Prabumulih pada kesempatan tersebut. (ari/sn) 



Share:

ICMI Prabumulih Peringati Milad ICMI Ke-32


 PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Wakil Walikota (Wawako) Prabumulih H. Andriansyah Fikri SH hadiri Peringatan Milad Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Ke-32, Rabu (07/12/2022).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Rumah Dinas Walikota Prabumulih yang juga di hadiri oleh Forkopimnda Kota Prabumulih, unsur Pemerintahan Kota Prabumulih, Organisasi Islam Kota Prabumulih dan Majelis Ta'lim Se-Kota Prabumulih.

Dalam memperingati Milad ICMI Ke-32 ini mengangkat tema "Melalui Peringatan Milad ICMI Kita Tingkatkan Semangat Menghafal Al-Qur'an Dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah".

Pada Milad ICMI Ke-32 Ini, Ketua ICMI Kota Prabumulih Ir. Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho yang hadir secara langsung di dampingi Wakil Ketua ICMI Kota Prabumulih Hj Rendi Indayani Fikri

Sementara dalam sambutannya ketua ICMI Kota Prabumulih menyampaikan bahwa pada tahun yang mulia ini sudah banyak kegiatan juga Program ICMI yang sudah sukses terlaksana.

"Jum'at berkah, seminar, tabliqh Akbar, bimbingan belajar gratis untuk anak-anak yang tidak mampu dan kegiatan keisalaman seperti lomba dan lainya allahamdulliah sudah berjalan dengan lancar terlaksana oleh ICMI Kota Prabumulih," jelasnya.

Lanjutnya ia menambahkan bahwa program ICMI Kota Prabumulih akan terus di lanjutkan, "ini akan terus kita lanjutkan dan in shaa Allah kita kembangkan".(ari/sn) 

Share:

KWT Talang Ubi Utara Mulai Produktif, Ini Buktinya

KWT Mekar Sari memanen bayam didampingi Lurah Talang Ubi Utara 


PALI. SININEWS.COM-- Program pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam menggerakkan masyarakat memanfaatkan lahan tidur maupun lahan pekarangan mulai menampakkan hasil.



Pasalnya, sudah banyak kelompok masyarakat baik itu kelompok tani maupun Kelompok Wanita Tani (KWT) yang telah dibentuk mulai produktif.



Contoh di kecamatan Talang Ubi, salah satunya KWT Mekar Sari binaan TP.PKK Kabupaten PALI serta Camat Talang Ubi Hj Emilya dan Lurah Talang Ubi Utara, Suharja.



KWT Mekar Sari sudah beberapa kali memanen hasil jerih payahnya. Terlihat pada Rabu (8/12/22), puluhan ibu-ibu yang tergabung pada kelompok wanita tani itu tengah memanen bayam. 



Hasil panen KWT tersebut selain untuk dikonsumsi anggota, sisanya dijual ke pasar atau warga sekitar,  yang tentunya jerih payah mereka terbayar. 



Ketua KWT Mekar Sari Eka Sulia Peni melalui Teti Septiani mengaku senang karena usaha bertani anggotanya sudah bisa dinikmati.



"Ini berkat dorongan TP.PKK Kabupaten PALI, Camat Talang Ubi serta Lurah sehingga kami bisa kompak," katanya.



Ditambahkan Teti bahwa kini KWT tersebut menunggu panen jenis tanaman lainnya,seperti kangkung, cabai dan jagung. 



"Meski lahan kami tidak begitu luas, tetapi kami tanam berbagai macam tanaman. Sebab tujuan awal kami minimal anggota bisa mengurangi belanja dapur. Dengan melihat hasil saat ini kami tambah semangat dan yakin bisa menjadi ladang pendapatan tambahan bagi seluruh anggota," tukasnya.



Sementara itu, Camat Talang Ubi melalui Lurah Talang Ubi Utara, Suharja menyatakan bahwa dari pemerintah terus melakukan pendampingan supaya kelompok-kelompok masyarakat bisa produktif. 



"Apalagi kedepan kita dihadapkan adanya isu krisis pangan global. Kalau dari sekarang kita kawal dan dorong KWT yang ada, mudah-mudahan saat krisis benar-benar terjadi kita sudah siap," ungkap Lurah. (sn/perry)

Share:

Sejumlah Jurnalis PALI Sambangi Polres, Ini Tujuannya


PALI. SININEWS.COM-- Pada Selasa (06/12/2022) sekira pukul 09.00 WIB, sejumlah awak media atau jurnalis dari berbagai organisasi pers yang bertugas di wilayah Kabupaten PALI menyambangi Mapolres PALI. 


Sejumlah organisasi jurnalis tersebut diantaranya PWI, IWO, AWDI, PWRI dan SMSI. 


Kedatangan mereka diterima Kapolres Pali AKBP Efrannedy S.I.K., M.A.P., melalui KBO Polres PALI IPTU MUH.Arafah,S.H.,didampingi oleh Kanit Pidsus Polres PALI IPDA Bambang dan sejumlah personil unit Pidana Khusus,diruang rapat Satreskrim lantai dua Gedung Mapolres PALI.


Tujuan kedatangan sejumah jurnalis  untuk berkoordinasi dan bersilaturahmi mengenai undangan klarifikasi terhadap tiga orang wartawan yang bertugas di Kabupaten PALI dan membahas tentang MoU Dewan Pers dan Kapolri Tahun 2022.


"Terima Kasih rekan-rekan Jurnalis atas kehadirannya di Polres PALI, tentunya dengan adanya momentum ini kita dapat saling sharing dengan mitra kita pihak institusi Kepolisian, dalam rangka memenuhi undangan klarifikasi kepada tiga rekan kita, terkait produk jurnalistik,tentunya kita bersama-sama tidak akan mengenyampingkan MoU antara Dewan Pers dan Kapolri Nomor : 03/DP/Mou/III/2022 tentang Koordinasi Dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers Dan Peneggakkan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan,"buka Herman ST selaku salah seorang anggota PWI PALI yang membidangi Pembelaan Wartawan. 


Seperti diketahui tiga orang jurnalis, Yupantri, Kunci Alam dan Harmoko wartawan dari Media Online dilaporkan terkait dugaan pencemaran nama baik oleh salah seorang oknum tenaga kesehatan di Tempirai Timur Kecamatan Penukal Utara berita yang ditulis awak media. 


"Namun menurut kode etik wartawan dan Undang-Undang Pers, berita yang ditulis oleh rekan kita wartawan itu sudah memenuhi standarisasi secara berimbang," tambah Efran selaku Ketua IWO PALI.


Sementara itu,Kapolres PALI AKBP.Efrannedy,S.I.K.,M.A.P., melalui KBO Polres PALI memberikan apresiasi atas sinegritas yang dijalin oleh awak media PALI.


"Saya mewakili Kapolres sangat mengapresiasi atas sinegritas dari kawan-kawan, tentunya kami selaku institusi Kepolisian akan menjunjung tinggi dengan apa yang telah menjadi MoU antara Dewan Pers dan Kapolri,namun dikarenakan ini adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan pencemaran nama baik, sudah tentu kami selaku pihak kepolisian untuk menindak lanjutinya, dengan mengundang terlapor untuk dimintai keterangan agar ada titik terang,namun dalam hal penentuan kelanjutannya sudah pasti kami akan berkoordinasi dengan Dewan Pers selaku induk dari organisasi jurnalis," jelas KBO Polres. (sn/bungharto)

Share:

Kemegahan Fly Over Kota Prabumulih, Hentikan Laju pengendara


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Megahnya konstruksi Fly Over Kota Prabumulih yang terletak di Kelurahan Patih Galung Kota Prabumulih membuat para pengendara yang melintas menjadi terhenti sejenak.

Hal tersebut di lakukan pengendara roda dua maupun roda empat untuk mengabadikan moment saat melintasi Fly Over yang baru saja di resmikan dan di buka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru pada, Senin (05/12) lalu.

"sengajo kesini emang untuk befoto bae sekalian nyari angin samo keluargo,"ujar wijaya yang tengah asik berfoto dengan keluarganya.

Walaupun masih dalam tahap finishing, masyarakat tak hirau meski dalam posisi matahari di atas kepala untuk berpose dengan background Ikon Kota Prabumulih (Nanas-red) yang terletak di dua tiang pada konstruksi Fly Over Patih Galung.

Di bukanya Fly Over tersebut sangat di nantikan masyarakat Kota Prabumulih khususnya pengendara roda empat.

"Allhamdullilah lah biso di lewati, karena pada proses Pembangunan ini kemaren (Fly Over-red) kita di alihkan ke jalan lingkar, mana jauh dan juga jalannya tidak mendukung dan kemarin pada sebelumnya di sini juga sering macet karena doubel trak kereta api, pastinyo pembangunan Fly Over ini sangat membantu masyarakat," jelas Heriyanto yang hendak melintas, Selasa (06/12).

Sementara pengendara roda dua, kini tak lagi khawatir akan doubel trak Perlintasan Kereta Api saat hendak melintas dari arah Pasar menuju ke tuguh nanas dan begitu sebaliknya.

"ini sangat luar biasa ini, tentunya kita sangat amanlah saat nak balek pegi dari Prabu nak ke Muara Enim, tentunya dak lagi was was dengan adanya Fly Over ini,"beber nanang pengendara roda dua. (ari/sn)

Share:

Sederet dampak negatif sekolah Online

Beberapa waktu lalu kita dihadapkan dengan pandemi covid-19 yang membuat pemerintah memutuskan agar segala kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah secara online. Dalam penyelenggaraannya, pendidikan selama pandemi memegang prinsip mengutamakan kesehatan dan keselamatan, serta mempertimbangkan tumbuh kembang dan hak anak. Karena itu, pemerintah selalu mengkaji kebijakan pembelajaran sesuai dengan konteks perkembangan pandemi dan kebutuhan pembelajaran.

Sejak awal pandemi menyebar di Indonesia, tepatnya di bulan Maret 2020, pemerintah menerapkan Belajar dari Rumah atau yang lebih kita kenal dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tak sampai di situ, untuk menekan penyebaran COVID-19, Ujian Nasional pun menjadi tidak ada. Perlahan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai berlaku bagi wilayah berzona hijau atau kuning, dengan mengikuti berbagai persyaratan.

Namun demikian, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi covid-19 ternyata banyak membawa dampak negatif bagi peserta didik. Hal ini berdasarkan temuan-temuan oleh para bapak ibu guru disekolah saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai dilaksanakan. Temuan-temuan tersebut diantaranya sebagai berikut.

1. Peserta didik kurang memahami pelajaran

Tidak semua daerah di Indonesia memiliki jaringan internet yang bagus. Pembelajaran secara daring mungkin kurang tepat dilaksanakan didaerah-daerah yang jauh dari perkotaan. Selain itu, permasalahan kesanggupan para orang tua untuk membeli kuota internet tentu juga tidak bisa disamakan disetiap daerah. Hal ini tentu  menjadi permasalahan tersendiri bagi proses pembelajaran. 

Dengan permasalahan-permasalahan tersebut membuat interaksi antara guru dengan peserta didik sangat terbatas. Diawal pembelajaran jarak jauh (PJJ) media yang digunakan sangat sederhana yaitu melalui aplikasi What’sapp group yang tentu sangat tidak maksimal. Barulah dibeberapa bulan selanjutnya anak dikenalkan dengan aplikasi google classroom yang dianggap bisa memberikan ruang yang lebih baik untuk anak belajar.

Namun demikian, pelajaran yang dapat dipahami peserta didik sangat kurang maksimal. Hal tersebut dapat disimpulkan dari hasil belajar peserta didik setelah pembelajaran tatap muka berlangsung. Materi-materi pelajaran yang seharusnya mereka tuntaskan di SD ternyata belum sepenuhnya mereka pahami saat memasuki jenjang SMP.


  1. Motivasi belajar rendah dan ketergantungan dengan orang tua

Menghabiskan waktu dengan keluarga adalah hal yang sangat penting. Seorang anak akan merasa lebih berharga ketika mendapat perhatian yang cukup dari kedua orang tuanya. Begitupun bagi orang tua, mendampingi tumbuh kembang anak adalah hal yang sangat penting karena semua proses itu tidak akan bisa diulang lagi. Namun, jika ini diberikan secara berlebihan bisa membuat anak menjadi cenderung malas, kurang mandiri, dan tergantung pada orang tua.

Bagi sebagian anak, belajar online dianggap lebih sulit dan kurang menarik dibandingkan dengan belajar secara langsung disekolah. Hal ini bisa membuat anak untuk enggan mengerjakan tugas yang telah diberikan. Terkadang orang tua ingin membantu anak menyelesaikan tugas-tugas tersebut agar anak bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan memperoleh nilai maksimal. Namun, jika ini terlalu sering terjadi, anak bisa mengandalkan orang tua dan lepas tangan akan tugas-tugasnya. Bahkan beberapa temuan oleh bapak ibu guru disekolah didapati beberapa anak SMP yang belum lancar baca tulis dikarenakan selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) sewaktu SD hampir semua tugas yang diberikan oleh guru dikerjakan oleh orang tua bukan siswa yang bersangkutan.


3. Menurunnya etika berperilaku dan etika berkomunikasi peserta didik

Bagi sebagian besar bapak ibu guru tentu sudah memahami bahwa tugas seorang guru bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik. Keterbatasn interaksi antara guru dengan peserta didik yang terjadi selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung membuat para guru tidak bisa mendampingi perkembangan anak secara langsung.

Salah satu dampak yang terlihat saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) berganti menjadi pembelajaran tatap muka yaitu menurunnya etika peserta didik baik etika berperilaku maupun etika berbicara. Sebelum pandemi anak-anak biasanya lebih disiplin, sopan terhadap guru, bisa membedakan bagaimana berkomunikasi dengan guru maupun dengan teman, dan lebih mudah untuk diarahkan ketika berbuat kesalahan.

Namun, beberapa temuan setelah pembelajaran tatap muka saat ini yaitu anak-anak cenderung terlihat lebih agresif, menurunnya sopan santun ketika bertemu atau berinteraksi dengan guru, dan cenderung sering berkata-kata kasar.

Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh aktivitas pembelajaran daring yang selama ini kurang bisa terpantau dan salah satu dampak penggunaan gadget / media sosial yang kurang terpantau oleh guru maupun orang tua.


4. Ketergantungan terhadap Gadget

Berawal dari tahun 2020-2021 siswa belajar secara daring, dari perubahan cara belajar ini ternyata sangat mempengaruhi perilaku siswa. Sekarang pandemi sudah berakhir, tetapi sangat disayangkan perilaku siswa belum berubah. Mereka masih terbawa gaya belajar ketika masih dalam pandemi. Bukan kearah yang positif yang diambil, tetapi mereka lebih memilih yang nyaman-nyaman saja. Mereka masih sibuk dengan gadged nya. Bukan untuk belajar, melainkan untuk bermain game, atau sekedar berselancar di dunia maya.

    Bererapa temuan di sekolah juga menunjukkan minat baca peserta didik cenderung menurun dilihat dari data pengunjung perpustakaan di sekolah. Anak-anak lebih senang mencari sumber belajar dari internet dari pada membaca buku dikarenakan pencarian di internet lebih mudah dan menarik. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi bapak ibu guru disekolah maupun orang tua untuk mengarahkan anak dalam penggunaan gadget ataupun internet.(Ril)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts