Polsek Penukal Utara Salurkan Bantuan Sarana Olahraga ke Desa Kota Baru


Wujud Kepedulian Polri terhadap Generasi Muda, Polsek Penukal Utara Salurkan Bantuan Sarana Olahraga ke Desa Kota Baru


PALI. SININEWS.COM – Dalam semangat memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat serta mendukung perkembangan pemuda di wilayah hukum Polsek Penukal Utara, Kapolsek Penukal Utara IPDA Budi Anhar, S.H., M.Si., didampingi Kanit Reskrim IPDA Decky Candra Winata, S.E.,dan Bhabinkamtibmas Briptu Irsan,melaksanakan kegiatan sosial berupa pemberian bantuan sarana olahraga di Desa Kota Baru,Kecamatan Penukal Utara,Kabupaten PALI.


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 14 Juli 2025 pukul 16.00 WIB,dengan sasaran utama masyarakat Madu Kincing,khususnya kalangan pemuda dan remaja yang memiliki ketertarikan dalam bidang olahraga bola voli.


Dalam penyerahan bantuan berupa satu set bola voli dan net tersebut, Kapolsek IPDA Budi Anhar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri, khususnya Polres PALI, dalam mendukung kegiatan positif di tengah masyarakat.


> "Kami berharap bantuan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi anak-anak muda di Desa Kota Baru untuk lebih aktif dalam kegiatan olahraga, sehingga terhindar dari pergaulan negatif dan semakin termotivasi untuk menorehkan prestasi di bidang olahraga," ujar IPDA Budi Anhar di hadapan warga.


Lebih lanjut, kegiatan ini juga selaras dengan tagline “Polri untuk Masyarakat” dan program unggulan “Polres PALI Menyapa Masyarakat”, yang menitikberatkan pada kehadiran nyata personel Polri dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, tak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai penggerak sosial dan pembangunan karakter generasi muda.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga menyampaikan pesan dan arahan dari Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K, yang menitipkan pesan melalui Kapolsek Penukal Utara.


> "Kapolres PALI berpesan agar kami terus hadir, mendengarkan, dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui dukungan terhadap aktivitas olahraga, kita tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun generasi muda yang kuat, sehat, dan berkarakter. Ini adalah bentuk nyata bahwa Polri tidak hanya menjaga, tetapi juga membina,"tegas IPDA Budi Anhar mengutip arahan Kapolres PALI.


Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Desa Kota Baru yang merasa terbantu dan terperhatikan, terutama dalam hal kebutuhan sarana olahraga yang selama ini terbatas. 


"Diharapkan kedepan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kokoh,menciptakan lingkungan yang aman, aktif, dan produktif."pungkas Kapolsek Penukal Utara.(sn/perry)

Share:

Buruh Asal Gunung Menang Dikeroyok, Terduga Pelaku Ditangkap Polsek Penukal Abab Satu Temannya DPO




PALI. SININEWS.COM – Unit Reserse Kriminal Polsek Penukal Abab, Polres Penukal Abab, Polda Sumatera Selatan, berhasil mengungkap tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di wilayah hukum Kecamatan Penukal. 


Peristiwa kekerasan tersebut menimpa seorang buruh asal Desa Gunung Menang dan sempat menggemparkan warga sekitar lantaran dilakukan secara brutal di depan umum.


Kejadian tersebut diketahui terjadi pada Selasa, 24 Juni 2025, sekira pukul 08.00 WIB, didepan rumah warga bernama Yung di Desa Mangku Negara, Kecamatan,Penukal,Kabupaten PALI.


Korban, Fikram bin Saman (25), menderita luka akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh dua orang pemuda berinisial Ri dan No. Kedua pelaku sempat meminta korban menjemput seorang teman mereka. 

Namun setelah korban menolak,pelaku Ri dan rekannya langsung melayangkan pukulan ke arah kepala dan menendang wajah serta punggung korban. 


Tak berhenti di situ,pelaku Ri juga menusuk punggung korban dengan pecahan botol kecap merek Mikado berwarna hijau, hingga korban tersungkur.


Korban yang mengalami luka langsung melapor ke Polsek Penukal Abab. 

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/91/VI/2025/SPKT/POLSEK PENUKAL ABAB/POLRES PALI/POLDA SUMSEL, tanggal 29 Juni 2025, Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H. memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Hartoyo, S.H.,bersama Tim Srigala untuk segera melakukan penyelidikan.


Setelah dilakukan pendalaman dan pemetaan wilayah persembunyian pelaku, akhirnya pada Senin, 14 Juli 2025 pukul 11.00 WIB, pelaku Ri berhasil diamankan di wilayah Gunung Menang. 


Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui semua perbuatannya dan menyebut bahwa aksi tersebut dilakukan bersama rekannya No, yang kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


Saat ini pelaku Ri telah diamankan di Mapolsek Penukal Abab untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Kapolsek Penukal Abab, AKP Dedy Kurnia, S.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan komitmen Polsek Penukal Abab dalam menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang meresahkan masyarakat.


> “Atas perintah langsung dari Kapolres PALI, kami terus berupaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang bagi para pelaku tindak kekerasan. Terduga pelaku telah diamankan dan satu lagi masih dalam pengejaran,” ujar AKP Dedy.


Lebih lanjut, AKP Dedy menyampaikan pesan dari Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., yang menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.


> “Kami akan terus menindak tegas pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Tidak ada tempat bagi kekerasan di Bumi Serepat Serasan ini. Kami imbau masyarakat agar tidak takut melapor dan segera memberikan informasi jika melihat atau mengetahui adanya tindakan kriminal."pungka Kapolres PALI melalui Kapolsek Penukal Abab.(sn/perry)

Share:

Lahan Dibelakang SPBU Beracung Terbakar, Dinas Damkar Turun Tangan


PALI. SININEWS.COM -- Lahan semak belukar yang letaknya di belakang SPBU Beracung Kecamatan Talang Ubi Selatan Kabupaten PALI terbakar pada Senin 14 Juli 2025 sekitar pukul 14.40 WIB.


Atas kejadian tersebut, warga pun melaporkan kejadian terbakarnya lahan di belakang SPBU Beracung ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) kabupaten PALI karena khawatir api menjalar ke tempat lain.


Tak lama kemudian, tim Dinas Damkar PALI datang dan langsung turun tangan melakukan pemadaman.


"Kami mendapat laporan sekitar pukul 14.40 WIB dan langsung meluncur ke lokasi kejadian," ungkap Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan kabupaten PALI, Ibrahim Cik Ading.


Ditambahkan Ibrahim bahwa timnya langsung melakukan pemadaman dan pendinginan agar api benar-benar mati.


"Lokasi merupakan lahan yang tak jauh dari pemukiman dan SPBU. Tim datang dan langsung melakukan pemadaman dan beruntung api bisa segera dipadamkan sehingga tidak menjalar lebih luas," terang Ibrahim.


Untuk penyebab kebakaran, Ibrahim tidak menyebut dari mana asalnya."Penyebab api belum diketahui, yang pasti kami datang langsung memadamkan dan bila ada yang ingin diselamatkan kami akan mengevakuasi," imbuhnya.


Kerugian pun menurut Ibrahim belum diketahui, tetapi pada kejadian itu tidak ada korban luka maupun korban jiwa.


"Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tadi, dan Alhamdulillah semua anggota kita melakukan pemadaman mengedepankan keselamatan menggunakan alat pelindung diri lengkap," tutupnya. (sn/perry)

Share:

Bupati Muara Enim Tinjau MPLS di SMPN 1 dan SDN 6, Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan


Bupati Muara Enim Tinjau MPLS di SMPN 1 dan SDN 6, Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan


Muara Enim, Sumatera Selatan. SININEWS.COM — Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., menyempatkan diri meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 dan SD Negeri 6 Muara Enim,Senin (14/07/2025), sebelum memulai aktivitas dinas di kantor.


Dalam kunjungannya, Bupati Edison memberikan semangat kepada para siswa dan menyampaikan kepada wali murid bahwa Pemerintah Kabupaten Muara Enim akan terus berkomitmen mendukung sektor pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah melalui program bantuan peralatan sekolah.


"Untuk sementara, para siswa diperbolehkan menggunakan seragam SD lama sambil menunggu seragam baru dari program bantuan pemerintah dibagikan," ujar Bupati di hadapan para orang tua dan siswa yang hadir.


Lebih lanjut, Bupati Edison juga menegaskan bahwa Pemkab Muara Enim akan memprioritaskan pemenuhan fasilitas penunjang belajar, seperti ruang kelas dan sarana pendukung lainnya, jika dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan program unggulan Muara Enim Membara (Maju, Berdaya Saing, dan Sejahtera).


Terkait program makan bergizi gratis dari pemerintah pusat, Bupati menyatakan bahwa Pemkab Muara Enim siap memberikan dukungan penuh dan terus memantau pelaksanaannya di lapangan.


Sementara itu, Kepala SMPN 1 Muara Enim Ipan Spd menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program Muara Enim Membara, khususnya dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.


“Kami di SMPN 1 siap menyukseskan program ini demi masa depan generasi penerus yang lebih baik,” ujarnya.(sn)

Share:

Targetkan Tempat Transaksi Keuangan, Sat Samapta Polres PALI Patroli Perintis Presisi



PALI. SININEWS.COM — Satuan Samapta Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menggelar Patroli Perintis Presisi dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di wilayah yang dinilai rawan, seperti kawasan perbankan dan pusat keramaian.


Kegiatan patroli kali ini dilaksanakan pada hari Senin, 14 Juli 2025, dimulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, menyasar area sekitaran Bank BRI Unit Simpang 4 Kabupaten PALI, yang kerap menjadi titik konsentrasi aktivitas masyarakat. Patroli dipimpin oleh AIPDA Wawan Agus Handoko, A.Md., bersama tiga personel lainnya yakni BRIPDA Achmad Alhadi, BRIPDA Muhamad Vijai, dan BRIPDA Dion Vima A.


Dengan berpedoman pada Sprint Patroli Nomor: Sprin / 18 / VI / 2025 / SAMAPTA, tim menyisir area strategis dan berdialog langsung dengan petugas keamanan Bank BRI serta warga sekitar. Tujuannya adalah mengidentifikasi potensi gangguan kamtibmas seperti premanisme, serta mencegah tindak kriminalitas melalui pendekatan humanis dan kehadiran fisik personel berseragam di lapangan.


“Seluruh kegiatan berjalan aman, tertib dan terkendali. Tidak ditemukan adanya indikasi premanisme maupun gangguan kamtibmas selama patroli berlangsung. Situasi umum di wilayah tersebut dalam keadaan kondusif,” terang AIPDA Wawan saat dihubungi usai patroli.


Melalui patroli ini, diharapkan kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang responsif terhadap potensi kerawanan.


Kasat Samapta Polres PALI, AKP Asri Basarudin, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari atensi langsung Kapolres PALI dalam menjaga rasa aman masyarakat.


“Patroli Presisi adalah bentuk nyata langkah preventif Polri dalam merespons dinamika Kamtibmas. Kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi menjadi bukti bahwa Polres PALI hadir di tengah masyarakat untuk memberi rasa aman,” ujarnya.


Lebih lanjut, AKP Asri menyampaikan pesan dari Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., yang menegaskan bahwa jajaran Polres PALI akan terus meningkatkan intensitas patroli dan kehadiran polisi di ruang publik.


> “Kami komit untuk terus hadir dalam setiap aktivitas masyarakat. Patroli bukan hanya tentang kehadiran fisik, tetapi juga membangun kepercayaan dan memberikan rasa aman secara menyeluruh. Polres PALI akan terus memperkuat langkah-langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum kami,”pungkas Kapolres sebagaimana disampaikan oleh Kasat Samapta.(sn/perry)

Share:

Masih Ada Ribuan TKS di PALI Belum Diangkat PPPK, DPRD Siap Berjuang

Ketua DPRD PALI H. Ubaidillah didampingi Wakil ketua H. Kristian dan Firdaus Hasbullah 


PALI. SININEWS COM -- Masih adanya Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang belum diangkat atau lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) diW wilayah Bumi Serepat Serasan  memantik reaksi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Jumlah TKS yang mencapai 1.430 orang yang belum lolos seleksi PPPK di bahas DPRD PALI pada Senin 14 Juli 2025 serta melalui Ketua DPRD H. Ubaidillah menyatakan bahwa pihaknya komitmen memperjuangkan nasib ribuan TKS agar diangkat PPPK.


"Kami sepakat dengan anggota DPRD lainnya melalui Komisi I mendukung penuh apa yang menjadi tuntutan rekan-rekan R3T, R3, R4 untuk diangkat," ujar H. Ubaidillah didampingi Wakil ketua H. Kristian dan Firdaus Hasbullah.


Ditambahkan Ketua DPRD PALI bahwa pemerintah harus menganggarkan 1.430 TKS yang belum terangkat.


"Kami selalu konsisten memperjuangkan ini, karena ini adalah bagian dari perjuangan mereka bersama kami dan kami akan menjalankan amanah yang diberikan kepada kami untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat," tekadnya.


Dalam memperjuangkan hak TKS, H. Ubaidillah menyatakan siap membawa permasalahan itu ke pemerintah pusat setelah mendengarkan keluhan dari sejumlah pegawai yang belum lolos seleksi PPPK.


"Kami akan bawa ke pemerintah pusat, karena mereka sudah lama mengabdi di kabupaten PALI. Serta adanya dugaan ketidaktransparan penerimaan PPPK kami akan sampaikan ke pemerintah pusat," tandasnya.(sn/perry)

Share:

Bukan Omon-omon! Kades Menriadi Buktikan Komitmennya, Ratusan Seragam Sekolah Dibagikan


PALI. SININEWS.COM -- Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap program pro rakyat, Kepala Desa Talang Bulang, Menriadi, kembali menunjukkan kepeduliannya pada dunia pendidikan.


Pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2025/2026, Senin (14/7/2025), ia membagikan seragam sekolah gratis kepada 127 siswa baru kelas 1 di SD Negeri 36 Talang Ubi.


Kegiatan pembagian seragam dilaksanakan di lapangan sekolah usai upacara bendera dan pemberian hadiah kepada 22 siswa berprestasi.



Hadiah tersebut diberikan langsung oleh Kades Menriadi didampingi Ketua TP PKK Desa Talang Bulang sebagai bentuk apresiasi atas capaian para siswa serta untuk memotivasi siswa lain agar berlomba meraih prestasi.


"Sesuai dengan janji saya saat mencalonkan diri sebagai kepala desa, saya terus merealisasikan program seragam sekolah gratis. Ini saya ambil dari 3 persen Dana Desa Tahun 2025. Selain itu, kami juga berikan reward kepada siswa yang berprestasi sebagai bentuk dukungan serta motivasi bagi dunia pendidikan," ujar Menriadi.



Kades Talang Bulang Menriadi saat menyerahkan hadiah ke siswa berprestasi secara langsung (Foto/Anas)

Ia menambahkan bahwa program ini bukan hanya bersifat sementara, tetapi telah menjadi agenda rutin setiap tahun selama masa kepemimpinannya.




"Alhamdulillah, ini sudah berjalan tiap tahun. Saya juga sangat berterima kasih kepada kepala sekolah dan seluruh dewan guru yang selalu mendukung program-program desa,” tambahnya.


Kepala SDN 36 Talang Ubi, Sunarti, SPd, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dari Pemerintah Desa Talang Bulang yang secara konsisten membantu siswa dan sekolah.


"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Kades. Beliau bukan hanya membantu siswa, tapi juga meringankan beban orang tua murid. Semoga Pak Kades selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam memimpin desa," ucap Sunarti.




Ucapan terima kasih juga datang dari para wali murid. Salah satunya, Mardiana, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya program seragam gratis tersebut.(sn/perry)

Share:

Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Sulit Diterapkan di PALI, Ternyata Bukan Hanya Faktor Kebiasaan Tapi Juga Angka Perceraian Yang Tinggi

(Ilustrasi) Kaum hawa masih mendominasi datang ke sekolah mengantar anaknya untuk belajar di hari pertama masuk tahun ajaran baru 



PALI. SININEWS.COM -- Adanya edaran Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) atau ayah mengantar anak sekolah pada hari pertama masuk tahun ajaran baru ternyata masih minim partisipasi.


Terbukti dari pantauan tim media ini di sejumlah sekolah, kaum perempuan lah yang mendominasi datang ke sekolah menuntun anak-anaknya dari tingkat PAUD, SD hingga SMP mengantar anaknya untuk menempuh proses belajar mengajar.


Dari beberapa wawancara yang dilakukan tim media ini terhadap orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah di hari pertama belajar diketahui bahwa bukan hanya faktor kesibukan yang dijalani kaum laki-laki dalam mencari nafkah, melainkan tingginya angka perceraian di wilayah kabupaten PALI.


Tingginya angka perceraian membuat orang tua anak berpisah dan beban pengasuhan anak sebagian besar dilakukan kaum hawa yang terpaksa setiap hari mengasuh bahkan mengantar anak sekolah untuk pertama kalinya belajar dilakukan oleh perempuan.


Memang sebagian ada yang kembali merajut rumah tangga dengan yang lain, namun hal itu tidak merubah perilaku anak untuk bisa beradaptasi dengan ayah barunya dan hampir 100 persen, anak yang mengalami hal demikian tidak mau dekat bahkan mau diantar ayah sambungnya.


"Kami sudah cerai dua tahun lalu, dan anak ikut saya. Ayahnya entah kemana dan sampai anak saya bersekolah tidak pernah memberikan nafkah kepada anak saya. Jadi jangankan mengantar anak ke sekolah, biaya hidup anak saja saya yang menanggung," ungkap salah satu ibu yang enggan disebutkan namanya kepada tim media ini, Senin 14 Juli 2025.


Sementara dari data yang diterima tim media ini, angka perceraian di kabupaten PALI jauh lebih tinggi dibanding yang tercatat di Pengadilan Agama Muara Enim menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat dalam mendukung GATI.


Pasalnya, warga kabupaten PALI dalam mengurus perceraian hanya sebatas tingkat desa yang disaksikan dua belah pihak tanpa mengurus ke Pengadilan Agama yang barada masih di kabupaten Muara Enim.


Hal itu disampaikan Sekretaris Pengadilan Agama Muara Enim, Hendri Suryana, S.Ag dikutip dari sejumlah media online beberapa waktu lalu.


“Banyak pasangan yang berpisah begitu saja tanpa mengajukan gugatan ke pengadilan. Padahal, perceraian seperti ini merugikan pihak perempuan dan anak-anak karena tidak ada dasar hukum untuk menuntut hak-haknya, seperti nafkah atau hak asuh anak,” ucap Hendri.


Sedangkan dari keterangan Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI, Mariono SE menyebut bahwa memang angka perceraian di kabupaten PALI cukup tinggi, tetapi fenomena itu bukan hanya di daerah berjuluk Bumi Serepat Serasan saja, namun merata di Indonesia.


"Data perceraian di Indonesia hampir 35 persen dari angka pernikahan. Salah satu penyebabnya adalah Pernikahan usia muda yang seringkali berujung pada perceraian karena kurangnya kesiapan mental dan emosional pasangan, serta rentan terhadap masalah ekonomi dan perselisihan," ucap Mariono.


Meski demikian, pihak terus gencar mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk menghindari kasus perceraian dengan mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan pernikahan di usia anak.


"Kita cegah sejak dini dengan mengerahkan Penyuluh KB ke masyarakat langsung," sebutnya.


Dan untuk mendukung gerakan ayah mengantar anak sekolah atau GATI, Mariono telah mensosialisasikan dengan menyebarkan ajakan melalui berbagai cara.


"Alhamdulillah meski belum maksimal, program GATI sudah ada dampak, dan sudah banyak kaum laki-laki mengantar anak sekolah pada hari pertama masuk tahun ajaran baru. Karena tujuannya sangat baik pada sistem pola asuh anak yang selama ini terpaku pada peran ibu," tutupnya.(sn/perry)

Share:

Bukan Tukar Posisi, Begini Sebenarnya Tujuan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Menurut DPPKBPPPA PALI

Seorang ayah mengantar anak ke sekolah di hari pertama masuk tahun ajaran baru 



PALI. SININEWS.COM -- Adanya program Gerakan Ayah Mengantar Anak di hari pertama sekolah memang belum familiar, tetapi meski demikian Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) merespon cepat adanya kebijakan itu dengan mengeluarkan edaran melalui Sekda yang menyarankan bapak-bapak dari berbagai profesi untuk mengantarkan anaknya ke sekolah di awal tahun ajaran baru.


Edaran dari Pemda PALI agar kaum Adam mengantar anaknya ke sekolah di hari pertama tahun ajaran baru tujuannya bukan untuk tukar posisi dengan emak-emak, namun sebagai upaya pemerintah mendorong kaum laki-laki terlibat langsung dalam pengasuhan anak.


Hal itu dikemukakan Plt Kepala Dinan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI Mariono SE yang menjabarkan tujuan dari gerakan ayah mengantar anak di hari pertama masuk sekolah.


Menurut Mariono bahwa gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah adalah sebuah inisiatif simbolik dan strategis yang mendorong keterlibatan langsung ayah dalam pengasuhan dengan cara hadir dan mengantar anak di hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru.


"Tujuannya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan sejak dini melalui momen yang penting tersebut," ujar Mariono, Senin 14 Juli 2025.


Dengan demikian diharapkan Mariono akan tercipta kedekatan emosional yang akan berdampak positif terhadap rasa percaya diri, kenyamanan dan kesiapan anak dalam menjalani proses belajar.


"Gerakan ini juga menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia dari semula terpusat pada peran ibu menjadi kolaboratif dan setara," jelasnya.


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Harun SH menyampaikan dukungannya terhadap program Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah.


"Kami sangat mendukung gerakan tersebut, dan mengajak ke seluruh masyarakat untuk mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Gerakan ini khusus bagi ayah yang memilki anak bersekolah di tingkat PAUD hingga SMP," ucap Harun.(sn/perry)

Share:

Yatim Sejak Usia 2 Tahun, Anak Asal PALI Ini Murung Dihari Pertama Masuk Sekolah

Yatim Sejak Usia 2 Tahun, Anak Asal PALI Ini Murung Dihari Pertama Masuk Sekolah 



PALI. SININEWS.COM -- Adanya edaran dari Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang menyarankan ayah mengantar anaknya di hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru ternyata menyisakan rasa pilu bagi Rangga Saputra, seorang anak kelahiran tahun 2019 yang telah menjadi yatim sejak usia 2 tahun.


Anak yang baru masuk Sekolah Dasar (SD) asal Kampung Jerambah Besi Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi tersebut sejak awal masuk diantar oleh sang Ibu dengan wajah murung meski berpakaian rapi dan serba baru.


Tak terlihat semangat dari wajahnya, meski semua teman-temannya tampak riang gembira ketika beberapa guru mengenalkan lingkungan sekolah sambil diselingi dengan bernyanyi.


Dari penelusuran tim media ini, Rangga Saputra saat ini tinggal bersama ibunya. Ayah kandung Rangga telah meninggal sejak tahun 2021 akibat kecelakaan lalulintas.


Dari pengakuan Yuli Ibu kandung Rangga bahwa dirinya telah mendengar adanya anjuran saat awal masuk sekolah untuk diantar oleh ayahnya.


Tetapi apa daya, karena ayahnya telah meninggal terpaksa dirinya yang mengantar Rangga masuk sekolah.


"Saya sudah siapkan baju, tas, sepatu dan buku untuk anak agar bersekolah. Dan hari pertama saya antar sendiri ke kelas agar anak saya semangat," ungkap Yuli, Senin 14 Juli 2025.



Namun setelah sampai di sekolah, diakui Yuli wajah Rangga nampak murung setelah melihat ada beberapa temannya diantar ayahnya.


"Entah kenapa wajah anak saya tidak bersemangat setelah melihat anak-anak lain diantar ayahnya. Meski wajah murung, tapi tidak mengurungkan Rangga masuk kelas dan saya beri semangat agar tetap bersekolah demi masa depannya," imbuhnya.


Sementara itu, Kepala SD Negeri 39 Talang Ubi, Alamsyah menyebut bahwa dari 38 murid baru ada satu anak didik baru berstatus anak yatim.


"Ada satu anak yatim yang tidak memiliki ayah. Pada hari pertama masuk sekolah, sebagian besar yang mengantar anaknya adalah emak-emak meski ada edaran dari Pemda PALI untuk mendukung gerakan ayah antar sekolah," sebut Alamsyah.


Pada hari pertama masuk sekolah, Alamsyah menyatakan bahwa proses belajar hanya melakukan pengenalan lingkungan sekolah terhadap anak didik baru.


"Kami memberi ruang pada orang tua anak didik baru untuk mengantarkan anaknya ke sekolah, namun tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Orang tua dipersilahkan mengantar dan menemani anaknya tetapi sebatas diluar kelas. Saat didalam kelas, anak didik baru dikenalkan dengan suasana sekolah dan beradaptasi dengan teman-teman lainnya," terang Kepala SDN 39 Talang Ubi.


Untuk kuota tahun ini, Alamsyah mengemukakan bahwa tidak terpenuhi, sebab hanya ada 38 anak didik baru dari kuota penerimaan sebanyak 56 siswa.


"Hanya ada 38 anak didik baru, tetapi jumlah maksimum satu kelas 28 orang, maka jumlah itu akan kita bagi dua kelas," tukasnya.


Diketahui bahwa pemerintah pusat meluncurkan program gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah yang langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah kabupaten PALI melalui Sekda yang mengeluarkan edaran untuk mendukung program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).


Pada pelaksanaannya, memang ada sejumlah kaum Adam atau bapak-bapak menuntun anaknya berangkat ke sekolah dan mendampinginya saat melakukan proses belajar mengajar saat hari pertama tahun ajaran baru.


Tetapi di lapangan, kaum emak-emaklah yang mendominasi datang ke sekolah mengantar anak-anaknya seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ada diantaranya masuk ke ruang kelas mendampingi anaknya belajar.(sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts