Peduli Korban Kebakaran, Salurkan Bantuan Dari BPD

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Korban kebakaran di Desa Muara Lawai Kecamatan Muara Enim yang terjadi beberapa waktu lalu itu banyak mendapat perhatian. Salah diantaranya datang dari anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) desa setempat membantu santunan kepada korban.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Muara Lawai, Cahyadi mengungkapkan keprihatinan atas kejadian yang menimpa salah satu warga di wilayahnya tersebut. Ia berharap bantuan untuk para korban itu datang juga dari pemerintah.

"Atas nama seluruh BPD Desa Muara Lawai memberikan sedikit bingkisan kepada musibah korban kebakaran yang beberapa hari yang lalu namun nominalnya tidak seberapa cuman di sini tanda solidaritas kami selaku BPD desa Muara Lawai kepada korban kebakaran  yang terjadi di Desa kami sendiri,"ungkap Cahyadi.

Kepala Desa Muara Lawan, melalui sekretaris Herianti mengatakan, kondisi korban musibah kebakaran ini memerlukan bantuan dan perhatian selain dari pemerintah. Pihaknya mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh BPD untuk korban lebaran di wilayahnya.

"Penyerahan dana bantuan korban kebakaran kepada korban rumah terbakar atas Rosiati Binti Mamasani yang ludes terbakar si jago merah dan rumah terkena dampak kebakaran Nangsari, Fikri, Sam Hari dan rumah Resnadi, Harapan kami pemerintah desa tetap bersabar yang terkena musibah dan juga kita tetap merasa bersyukur tidak ada korban jiwa atas kejadi kebakaran di Desa Muara Lawai." pungkasnya.(sn)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 7 Juni 2020








Share:

Menuju "New Normal" Pemkot Prabumulih Kembali Rencanakan Semprot Disinfektan

Video : Walikota Prabumulih Ridho Yahya saat wawancara dengan awak media waktu lalu, kamis (5/6/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Segala upaya nampaknya telah dilakukan Pemerintah Kota Prabumulih (Pemkot) mulai dari Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pembelian ribuan Rapid tes hingga penyediaan rumah rusun untuk tempat isolasi bagi warga yang terpapar virus corona, minggu (7/6/20)

Untuk informasi Pemkot Prabumulih dalam waktu dekat ini akan kembali melakukan penyemprotan disinfektan massal disejumlah titik di Kota Prabumulih

Hal tersebut diungkap Walikota Ridho Yahya belum lama ini, dirinya telah menyiapkan rencana akan melakukan penyemprotan disinfektan usai penerapan PSBB

“Kito PSBB berakhir tanggal 9, Tanggal 10 penyemprotan totalitas, mulai dari pemilik toko, bank, tempat ibadah serentak tanpa Cerimonial (Acara pembukaan) kemudian tanggal 11 silahkan beraktifitas seperti biasa kecuali untuk Sekolah masih menunggu petunjuk dari pusat” bebernya 

Menuju New Normal Pemerintah berharap masyarakat tetap waspada dan mentaati protokol kesehatan untuk mencega penularan virus corona dengan rajin mencuci tangan, menggunakan masker dan tak berkerumunan (tau/sn)     
Share:

PKK Kelurahan Salurkan Bantuan Untu Petugas PSBB

PKK Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat, tak hanya fokus untuk kebersihan, kesehatan dan ketahanan pangan keluarga.

Terbukti, PKK kelurahan yang diketuai oleh Yetti Pijayanti SKm ini kemarin menyambangi posko PSBB di RW 2 Kelurahan Patih Galung.

Adapun kedatangan TP PKK Kelurahan ini, untuk menyalurkan bantuan berupa susu beruang dan roti. “Mereka kan sudah bekerja siang malam, demi untuk menjaga warga Kota Prabumulih khususnya masyarakat Kelurahan Patih Galung agar tetap patuh terhadap imbauan supaya terbebas dari covid 19,” kata Ketua TP PKK Kelurahan Patih Galung  Yetti Pijayanti SKM kemarin.
Yetti menuturkan, PKK Kelurahan sangat mendukung program pemerintah dalam rangka melawan covid. “Dan bukan sekali ini saja, sebelumnya kami sudah membagikan bantuan berupa masker kepada masyarakat,”ucapnya.

Ia berharap, PSBB yang akan segera berkahir dan menuu new normal nantinya dapat dipatuhi oleh masyarakat. “Terutama ibu-ibu, kami berharap peran ibu-ibu untuk mengingatkan keluarga agar selalu patuh dan menjaga kesehatan,” harapnya.

Sementara Lurah Kelurahan Patih Galung Sopyan Hadi STHI, mendukung kepedulian TP PKK terhadap petugas posko. “Ini harus menjadi contoh, dan diharapkan juga dukungan dari masyarakat,” bebernya yang mengakui masih ada saja ditemukan pengendara tak patuh.

Dalam kesempatan itu, Sopyan bersyukur penderita Covid-19 di wilayah Kelurahan Patih Galung mulai berangsur sembuh. “Alhamdulillah, ini harus disyukuri. Yang pulang dan sembuh kita sambut dengan suka cita, masyarakat menerima dengan baik. Sementara yang masih terjangkit, yakinlah akan sembuh bila mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” terangnya.

Seperti diketahui, tak hanya posko check point posko pendukung PSBB juga didirikan oleh Kelurahan Patih Galung. Setidaknya terdapat 5 posko yang didirikan dimasing-masing RW. “Satu RW 1 posko,” tukas Sopyan.
Share:

Masuki Ajaran Baru, SMAN 1 Prabumulih Persiapkan Sekolah Standar Covid-19

Video : Suasana SMAN 1 Prabumulih mempersiapkan New Normal
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Memasuki ajaran baru ditengah pandemi virus corona, sejumlah sekolah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut ajaran baru dengan tatanan kehidupan yang baru atau New Normal 

Salah satunya SMA Negeri 1 Prabumulih telah mulai mempersiapkan diri dalam penerapan new normal dilingkungan sekolah 

Betty Gusdwisari S.Pd selaku Wakil Kurikulum SMAN 1 Prabumulih mengatakan untuk menghadapi perkembangan new normal ditahun ajaran baru ini pihaknya telah mempersiapkan diri mulai dari Proses pembelajaran hingga prasana dengan standar Protokol Kesehatan yang dianjurkan Pemerintah Kota 

“Menghadapi new normal kami berencana kombinasi dengan tatap muka dan komunikasi dalam jaringan (Daring) serta mempersiapkan prasarana pendukung dengan standar Protokol Kesehatan” jelasnya kepada media sininews.com belum lama ini, jumat (5/6/20) 

Sekitar 25 titik tempat cuci tangan telah disiapkan pihak sekolah dan untuk siswa diwajibkan memakai masker hingga cuci tangan saat masuk dan keluar sekolah Proses belajar pun sesuai Protap Covid-19 dengan memisah jarak bangku hingga satu meter atau dibagi dua kelas untuk menghindari jumlah kerumunan dalam kelas dan di tiadakan waktu istirahat bagi siswa

Masih kata Betty, untuk tenaga pengajar pihak sekolah mewajibkan guru yang umurnya diatas 50 tahun atau memiliki riwat sakit diwajibkan mengajar Daring (Online) dirumah namun jika masih sehat dan umur dibawah 50 tahun diperbolehkan mengajar dengan tatap muka langsung

Sistem belajar mengajar pun akan dibatasi dengan ketat, tatap muka dengan siswa direncanakan bergilir satu tingkat dalam satu harinya 

Sementara itu, Anita salah satu siswa SMAN 1 Prabumulih yang juga merupakan anggota Osis itu menyambut baik jika nantinya proses belajar mengajar kembali disekolah walaupun harus dengan mengikuti protokol kesahatan covid-19 

“Banyak suka dukanyo belajar dirumah terkadang mati lampu jadi kami dak biso akses internet kalo jaringan mati, dan juga bosan belajar dirumah terus” ucapnya polos

Pemerintah saat ini masih menunggu arahan dari Kementerian Pendidikan terkait proses belajar mengajar disekolah dalam suasana new normal nanti dan pihak sekolah wajib mempersiapkan standar kesehatan disetiap sekolah masing-masing

Pemkot Prabumulih melalui Dinas Pendidikan akan mengkaji standar sekolah untuk mendapatkan izin melakukan belajar mengajar di sekolah saat new normal nanti setelah masing-masing sskolah mengajukan diri untuk mulai menerapkan new normal di lingkungan sekolah (tau/sn)   
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 6 Juni 2020








Share:

Gubernur Puji PALI Jadi Salah satu Daerah di Indonesia yang Diperbolehkan Terapkan New Normal

PALI -- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru ucapkan selamat kepada Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang menjadi salah satu dari 102 daerah di Indonesia yang dinyatakan tidak terimbas dampak corona dan diperbolehkan menerapkan new normal atau tatanan baru. 

Hal itu diucapkan gubernur saat sambangi rumah sehat Kabupaten PALI, Sabtu (6/6) didampingi Pangdam II Sriwijaya, Kajati Sumsel disambut Bupati PALI H Heri Amalindo, ketua DPRD PALI, Kapolres Sekda PALI dan sejumlah kepala OPD dalam lingkungan Pemkab PALI. 

"PALI merupakan kabupaten yang sudah diberikan lampu hijau untuk menuju new normal. Disinilah pentingnya kehadiran kami untuk mengingatkan bahwa new normal ini jangan disikapi gegabah. Karena ini bisa jadi bumerang kalau disikapi gegabah. Maka harus dipersiapkan. Saya instruksikan untuk membuat rencana strategi atau rencana aksi, yang nantinya diajukan ke gugus tugas provinsi, apa saja rencana aksinya dalam menghadapi new normal," ujar Gubernur. 

New normal diharapkan gubernur bisa mengatasi ekonomi masyarakat agar tidak jeblok. Untuk itu perlu diambil kebijakan yang cerdas. 

"Disini kami mengingatkan kepada Bupati, DPRD dan yang lainnya yang tergabung pada gugus tugas dalam menyongsong new normal harus memperhatikan dimensi kesehatan, dimensi ekonomi dan dimensi sosial. Jangan nanti saat new normal berlangsung, memunculkan masalah," harapnya. 

Dalam kesempatan itu juga Gubernur mengingatkan kepada seluruh Juru bicara atau Jubir yang ada di provinsi Sumatera Selatan termasuk di PALI agar dalam menyampaikan informasi terkait perkembangan Covid-19 yang edukatif, jangan terkesan menakut nakuti.

"Jangan sampai masyarakat paranoid ketika mendengar informasi Covid-19. Kita ajak masyarakat untuk tidak takut terhadap corona tapi tidak mengesampingkan protokol kesehatan," tandasnya. 

Sementara itu, Dihadapan Gubernur, Bupati PALI menerangkan bahwa hingga saat ini perkembangan Covid-19 tercatat satu kasus terkonfimasi. 

"Gugus tugas kabupaten PALI telah berupaya maksimal dalam menanggulangi penyebaran virus corona. Hingga saat ini selain satu kasus terkonfirmasi, ada ODP sebanyak 125, PDP 15 dan OTG yang diisolasi di rumah sehat ada 17 orang," terang Bupati. 

Pada layatannya,  Gubernur Sumsel memberikan bantuan berupa keuangan bersifat khusus yang berasal dari APBD provinsi sebesar Rp 21 Miliar lebih, APD dan alat kesehatan. Selanjutnya gubernur dan rombongan meninjau rumah sehat di SLB Talang Kerangan. (sn) 
Share:

Cuci Tangan Yang Benar, Gubernur : Jangan Asal Basah

PALI --  Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru pada Sabtu (6/6) kunjungi Rumah Sehat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) didampingi Pangdam II Sriwijaya, Kajati Sumsel disambut Bupati PALI H Heri Amalindo, ketua DPRD PALI, Kapolres dan sejumlah kepala OPD dalam lingkungan Pemkab PALI. 

Awali kunjungannya, Gubernur melakukan cuci tangan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. 

"Cuci tangan jangan asal basah. Tapi gunakan sabun dan perhatikan serta bersihkan sela-sela jari tangan supaya kuman, bakteri dan virus yang melekat bisa pergi," pesan gubernur. 

Selanjutnya gubernur dan rombongan menuju rumah sehat untuk lakukan pertemuan bersama bupati PALI. (sn) 
Share:

Satu Pasien Covid Dinyatakan Sembuh

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Prabumulih kembali merilis pasien postivif covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Kali ini pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh merupakan seorang tenanga kesehatan bernama Norawati (30) warga Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Setelah menjalani masa perawatan dan isolasi di Rumah Sakit AR Bunda selama kurang lebih satu bulan mantan pasien covid-19 ini kini diperbolehkan kembali pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga. Kesembuhan Norawati berdasarkan hasil tes PCR yang dilakukan tim medis sebanyak 5 kali, tiga kali tes diantaranya dinyatakan negatif covid-19.

Norawati dijemput langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih dr Happy Tedjo didampingi Tim Satgas Covid-19 Kota Prabumulih, pada Minggu (06/06/2020) di RS AR Bunda. Kepulangannya disambut suka cita oleh pihak keluarga dan tetangga yang didampingi oleh Camat Prabumulih Timur Joni Panhar, Lurah Gunung Ibul Sarutama beserta anggota Bahabinkamtibmas dan Babinsa.

Dalam kesempatan itu, dr Tedjo menyampaikan jika yang bersangkutan telah diperbolehkan kembali pulang ke rumah setelah dinyatakan negatif dan sembuh dari covid-19. Kesembuhan pasien ini menambah daftar jumlah pasien covid-19 yang telah sembuh di Kota Prabumulih.

"Alhamdulillah hari ini bertambah satu lagi pasien covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Yang bersangkutan kini telah kita serahkan kepada keluarga," ujar dr Tedjo.

Ia menjelaskan, sejauh ini jumlah pasien covid-19 di Kota Prabumulih tercatat sebanyak 33 orang, 13 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh dan kembali ke rumah. Dengan demikian, dr Tedjo mengaku angka kesembuhan pasien covid-19 di Kota Prabumulih meningkat secara signifikan.

Masih kata dr Tedjo, jumlah pasien covid-19 tersebut dua per tiga diantaranya berlatar belakang tenaga kesehatan. Lima diantaranya adalah dokter.

"Dengan telah kembalinya para pasien covid-19 yang telah sembuh ke rumah, diharapkan para pasien ini bisa diterima oleh masyarakat sekitar seperti semula. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selagi kita masih menjalani protokol kesehatan dengan baik dan benar. Untuk keluarga yang bersangkutan pun juga telah dilakukan rapid tes dan tes swab yang hasilnya negatif," bebernya.

Sementara itu, Norawati mengaku senang bisa kembali pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga. Ia mengaku, meskipun sebelumnya dinyatakan positif covid-19 namun ia merasa tidak merasakan gejala klinis seperti pasien covid-19 pada umumnya.

Meski demikian ia memilih untuk menjalani masa perawatan dan isolasi di rumah sakit. Selama menjalani isolasi tersebut selain mengkonsumsi obat-obatan dari dokter ia pun rutin mengkonsumsi ramuan herbal untuk menjaga kesehatan dan kekebalan imun tubuh.

Ia mengaku, adapun ramuan herbal yang rutin dikonsumsi selama menjalani perawatan adalah vitamin C, madu, habatussaudah, vit E, buah kurma serta rebusan daun sungkai yang diyakini dapat meningkatkan imun tubuh.

"Alhamdulillah syukur, saya sangat berterimakasih kepada seluruh rekan-rekan medis yang telah setia merawat dan mensuport saya selama menjalani isolasi. Begitu juga kepada Pemerintah Kota Prabumulih khususnya tim gugus covid-19 yang telah memfasilitasi perawatan kami para pasien untuk bisa sembuh melawan virus ini," tuturnya.

Kepada para pasien covid-19 yang saat ini tengah berjuang melawan penyakitnya, ia berpesan untuk tetap berfikir positif dan menjaga kesehatan serta imun tubuh. Menurutnya, kesembuhan itu muncul dari kekebalan imun tubuh pasien dalam melawan virus yang menyerang pasien. Untuk itu, menjaga dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat adalah pokok utama agar terhindar dari penyakit.

"Yakinlah tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Semua atas izin Allah SWT. Tetap positif thingking dan jangan ada kata menyerah dalam diri untuk berjuang agar bisa sembuh dan terlepas dari virus ini. Penyakit ini bukan aib, dan tidak satu pun orang yang ingin terpapar virus ini. Kepada masyarakat khsusunya tetangga berikan mereka suport dan doa agar bisa melalui keadaan ini. Tetap semangat dan jalani ptotokol kesehatan dengan baik dan benar," pesannya.
Share:

Proses Pemakaman Tidak Sempurna, Gugus Tugas PALI Minta Maaf Yang Sedalam-dalamnya

PALI -- Video prosesi pemakaman Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dengan menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 yang tidak sempurna viral di media sosial.

Dari video tersebut terlihat peti jenazah yang tidak sengaja terjatuh saat hendak dimasukkan ke dalam liang kubur. Akibatnya, peti terbuka dan membuat jenazah jatuh dan keluar dari peti.

Selain itu, video itu juga memperlihatkan pihak keluarga yang tidak terima akibat kejadian itu. Dengan memarahi petugas, sehingga membuat para petugas yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) tidak melanjutkan prosesi pemakaman.

Prosesi pemakaman langsung diambil alih pihak keluarga dan warga yang datang dan menyaksikan.

Atas kejadian tersebut, Junaidi Anwar, Ketua Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga dan masyarakat kabupaten PALI.

"Saya menghaturkan permohonan maaf terkhusus kepada keluarga almarhumah dan umumnya masyakarakat PALI. Ini semua bukanlah faktor kesengajaan. Kemungkinan, faktor kelelahan yang mendera tim pemakaman. Karena, prosesi pemakaman tersebut menguras tenaga petugas yang memakan waktu cukup lama," kata Junaidi, Jumat (5/6/2020) saat dihubungi sejumlah media.


Junaidi juga menjelaskan, prosesi pemakaman dimulai dari mengangkat peti jenazah cukup jauh dari mobil jenazah ke lokasi pemakaman serta kondisi jalan sempit yang tidak dapat di lewati kendaraan roda 4, dan belum sempat berbuka puasa menjadi faktor para petugas kelelahan.

"Ditambah lagi proses pemakaman dilakukan malam hari. Sehingga faktor-faktor psikologi tersebut sangat-sangat mempengaruhi dan terjadilah hal yang sama-sama tidak kita inginkan itu. Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf kepada keluarga dan kepada Allah SWT kami mohon ampun," imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, sebelum pelaksanaan pemakaman, tim telah diberikan briffing dan dilakukan simulasi serta menyaksikan video-video prosesi pemakaman yang dilakukan oleh daerah lain.

"Namun kami menyadari bahwa hal tersebut tidaklah cukup sehingga ke depan kami akan melakukan pelatihan-pelatihan terhadap anggota dengan harapan tidak terulang lagi kejadian seperti itu," pungkasnya.

Diketahui, video prosesi pemakaman tersebut terjadi di Kelurahan Pasar Bhayangkara, kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts