Polisi Gelar Razia, Banyak Pelanggar Pulang Jalan Kaki

PALI--Polsek Talang Ubi kembali lakukan razia gabungan terhadap pengguna jalan yang memakai kendaraan bermotor di depan Mapolsek Talang Ubi,Senin (8/1).

Hasilnya,masih banyak pengendara yang terjaring razia, meskipun razia gencar dilakukan polisi dan Satpol-PP Kabupaten PALI.

Pengendara yang terjaring didominasi pengendara roda dua, yang kebanyakan tidak menggunakan helm dan tidak membawa surat-surat kendaraannya.

"Kami lakukan tindakan tegas dengan mengeluarkan surat tilang dan menahan kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat," ungkap Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman melalui Kanit Lantas Iptu Nurdin.

Belasan surat tilang dikeluarkan dan puluhan kendaraan roda dua ditahan,membuat banyak pengendara yang melanggar terpaksa berjalan kaki. (admin/budi)
Share:

Tiang Listrik Roboh, Pelajar SMP Nyaris Tewas

PALI--Derasnya hujan yang turun pada Minggu malam (7/1) yang merata hampir di seluruh wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyebabkan debit air sungai Lematang yang membentang di kecamatan Tanah Abang kembali tinggi, mengakibatkan bantaran sungai tersebut kembali longsor.

Longsornya bantaran sungai Lematang yang terletak di depan makam keramat puyang desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang mengakibatkan tiang listrik yang ada diatas tanah longsor, tumbang berimbas padamnya listrik di Lima desa dalam kecamatan Tanah Abang.

Selain padamkan aliran listrik, tiang yang roboh, melintang di jalan lintas PALI-Prabumulih,mengakibatkan tersendatnya arus lalulintas dari arah Tanah Abang menuju Prabumulih begitupun sebaliknya.Bahkan tumbangnya tiang listrik nyaris menelan korban jiwa, yakni seorang pelajar SMP yang hendak bersekolah tersengat listrik berasal dari kabel yang menjuntai ke tanah.

 

Akibatnya, pelajar SMP tersebut harus dilarikan ke rumah sakit di kota Prabumulih karena mengalami luka bakar di bagian lengannya.

 

"Tadi nyaris saja menelan korban, beruntung masyarakat sigap dan langsung menolong kemudian membawanya kerumah sakit.Karena saat pelajar melintas, aliran listrik belum diputus pihak PLN. Namun saat ini, listrik sudah padam, dan sedang di perbaiki pihak PLN," terang Adi Warsito,anggota DPRD PALI berasal dari Desa Pandan.

 

Sementara itu, Kades Sedupi Amran dan Kades Modong Hermawan mengatakan bahwa akibat tiang listrik roboh, ada lima desa mengalami padam listrik.

"Yang kena imbas pemadaman listrik adalah Desa Modong, Sukaraja, Sedupi, Pandan dan Tanjung Dalam.Robohnya tiang listrik tersebut pada Senin dini hari (8/1),pasca hujan deras mengguyur semalaman, dan debit air sungai Lematang meningkat menggerus tanggul sungai dimana diatasnya ada tiang listrik," jelasnya.

Diharapkannya bahwa letak tiang listrik yang roboh berada persis di bibir sungai Lematang agar dipindah.

"Kami berharap, apabila diperbaiki, tiang yang baru nantinya dipindah ke tempat yang lebih aman, atau dipindah ke seberang jalan.Karena kalau di tempatkan di lokasi yang sama, rawan longsor," pintanya.(admin/budi)
Share:

Terperosok, Diduga Pandangan Sopir Terhalang Hujan Deras

PALI--Sebuah mobil minibus dengan nomor polisi BG 1201 P terperosok kedalam parit di Simpang Raja Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi,pada Minggu (7/1) sekitar pukul 21:00 WIB.

Kecelakaan tunggal tersebut diduga pengemudi tidak melihat jalan,dimana pada saat kejadian sedang terjadi hujan lebat disertai angin kencang.


"Penumpang dan pengemudi yang berjumlah empat orang selamat, kini mereka sudah pulang ke rumahnya masing-masing, karena hanya mengalami luka ringan," ucap Adi warga setempat, saksi mata kejadian tersebut.


Dikatakannya bahwa arah kendaraan tersebut menuju kota Pendopo dari arah Simpang Belimbing.


"Saat kejadian hujan lebat dan mati lampu, mungkin pandangan  terhalang air hujan sehingga kendaraannya terperosok," tambahnya.


Saat berita ini diterbitkan, kendaraan tersebut masih berada di lokasi dan belum dievakuasi. (admin/budi)
Share:

Jalan Amblas lamban Diperbaiki,Akibatkan Mobil Pengangkut Semen Terperosok

PALI-- Jalan lintas kabupaten antara PALI dan Sekayu Musi Banyuasin (Muba) terletak di wilayah Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang terpotong akibat amblasnya gorong-gorong karena tidak sanggup menahan arus air dari anak sungai Penukal sampai saat ini belum diperbaiki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan.

Akibat lambannya perbaikan jalan tersebut, selain menyulitkan aktivitas warga karena jalan tersebut susah dilalui sebab dilokasi jalan itu terbuat dari kayu hasil swadaya warga setempat juga pada Minggu (7/1),jalan tersebut nyaris menelan korban.Dimana satu unit mobil truk pengangkut semen terperosok ditengah-tengah jalan yang amblas itu.

"Kami sudah ajukan permintaan perbaikan jalan itu melalui pemerintah Kabupaten PALI yang selanjutnya untuk ditembuskan ke Pemprov agar jalan ini secepatnya diperbaiki. Namun, hingga kini belum juga ada tanda-tanda akan diperbaiki," ungkap Suwandi, kepala Desa Panta Dewa.

Diakuinya bahwa pernah ada dari pihak PU provinsi datang ke desanya yang akan memasang gorong-gorong,tetapi ditolak warga karena gorong-gorong tidak sesuai.

"Karena gorong-gorong terlalu kecil, maka warga tolak untuk dipasang, sebab warga meminta dibuatkan plat deker atau gorong-gorong juga berukuran besar sehingga arus air dari anak sungai Penukal bisa lancar," pintanya.

Sementara itu, Darmadi Suhaimi, wakil ketua DPRD PALI meminta Pemprov untuk segera perbaiki jalan yang terputus tersebut.

"Harapan kami Pemprov segera perbaiki, karena jalan tersebut adalah jalan lintas penghubung dua kabupaten, yang tentunya sangat vital dalam perputaran ekonomi di dua daerah tersebut terlebih warga disekitar jalan yang rusak itu," harapnya.(admin)
Share:

DLH dan Dishub Sidak Sumur PT Santika, Ini Yang Ditemukan..

PALI -- perusahaan yang beroperasi di kabupaten PALI wajib memperhatikan lingkungan sekitar. Aktifitas perusahaan tidak boleh merusak aset milik pemkab maupun lingkungan masyarakat sekitar.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sunardin SH di Talang Ubi.

Sunardin mengaku geram dengan tindakan PT Santika yang tidak memperhatikan lingkungannya. Ia mencontohkan beberapa ruas jalan dari sumur PT Santika menuju jalan raya justru dibiarkan rusak sehingga air menggenangi jalan raya. Padahal Pemkab PALI susah bersusah payah membangun jalan tersebut dari jalan lumpur menjadi jalan aspal.

"Jalan menuju sumur mereka dibiarkan becek tanpa parit, sehingga lumpur dan air menggenangi jalan. Kalau dibiarkan bisa merusak jalan" ujar Sunardin geram.

Menurut Sunardin Pemkab PALI sudah mengucurkan dana miliaran rupiah agar jalan yang semula berlumpur bisa mulus beraspal.

"Pak Bupati sudah susah payah membangunnya, puluhan Milyar dihabiskan untuk membangun jalan sehingga mulus aeperti ini. tapi perusahaan justru semaunya. Tidak ada keinginan untuk membantu merawat" tegas mantan Kabag Humas Protokol tersebut.

Sunardin mengancam akan memasang portal di beberapa persimpangan menuju Sumur bor bila perusahaan tidak peduli untuk merawat jalan.

"Mereka membangun jalan tidak mau, mbokya ikut menjaga pun jadilah. Ikut berpartisipasilah dalam membangun kabupaten ini. Jangan cuma menyedot minyaknya saja. Apa susahnya dibikinkan parit atau jalannya diperbaiki agar masyarakat bisa menikmati saat pergi ke kebun" jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mukhlis Nabil BA. Kepada sejumlah wartawan, Mukhlis mengaku beberapa hari lalu bersama Kadishub sudah melakukan sidak ke beberapa sumur milik PT Santika.

Mukhlis juga mengaku geram karena tumpahan minyak dari sumur bor justru dibiarkan berserakan sehingga meninggalkan cairan hitam yang mengental.

"Perusahaan harus memperhatikan lingkungan sekitar. Tidak ada alasan musim penghujan menyebabkan minyak meluap. Kalau sudah tahu hujan, perusahaan harus melakukan antisipasi agar tumpahan minyak tidak mencemari lingkungan apalagi sampai tumpah ke jalan atau menggenangi lahan pertanian masyarakat" tegasnya.

"Waktu kami sidak kemarin, beberapa karyawan PT Santika beralasan minyak tumpah akibat hujan. Alasan itu tidak bisa kami terima. Apapun terjadi, genangan minyak tidak boleh dibiarkan" tegas Mukhlis.

Saat sidak tersebut, Meskipun sudah bertemu dengan beberapa karyawan, namun Mukhlis mengungkapkan akan melayangkan surat panggilan kepada PT Santika.

"Kami tidak mau kejadian ini terulang kembali. Apalagi tadi Dinas Perhubungan juga mengeluhkan air yang menggenangi jalan sehingga berpotensi merusak jalan" terangnya.(admin)
Share:

Hanya Gara-gara Hutang Mie Instan, Jamiat Masuk Sel

PALI--Hanya karena gara-gara hutang mie instan, Jamiat (42) warga Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang R

Ilir (PALI) terpaksa harus mendekam di balik sel tahanan Polsek Talang Ubi karena telah melakukan penganiayaan terhadap korbannya bernama Tiasim (52) warga Desa Betung Kecamatan Abab dengan cara membacok kepala korbannya hingga harus di larikan ke rumah sakit.

Pelaku ditangkap oleh tim elang Polsek Talang Ubi pada Jumat (5/1) setelah pelaku bersembunyi selama lebih kurang satu bulan.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman bahwa bermula saat korban sedang menghadiri undangan temannya di Desa Pengabuan,lalu bertemu dengan pelaku, dan pelaku menanyakan hutang mie instan korban kepada pelaku.

"Saat ditanyakan,korban menjawab bahwa hutang tersebut sudah dibayar, namun kata pelaku belum di bayar.Rupanya permasalahan itu tidak selesai sampai disitu, setelah pulang dari Desa Pengabuan korban langsung ke rumah pelaku di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi untuk menjelaskan hutang tersebut namun setiba di rumah pelaku korban bersama dengan anak dan istrinya langsung menemui pelaku dan berkata bahwa hutang tersebut sudah di bayarkan dengan istri pelaku," terang Suhardiman.

Dari situlah ditambahkan Suhardiman permasalahan makin memanas,karena pelaku masih tidak percaya dengan penjelasan korban, maka terjadilah cekcok/adu mulut antara korban dan pelaku.

"Kemudian pelaku masuk kedalam rumah dan keluar membawa sebilah parang panjang dan langsung membacok kepala korban sebanyak dua kali.Melihat kejadian tersebut anak dan istri korban melerai dengan memisakan korban dengan pelaku dan membawa korban kerumah sakit dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Talang Ubi," tambahnya.

Berdasarkan laporan tersebut tim Elang Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku,setelah di cari beberapa bulan tim Elang mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di Pos Security PT.Adera Pertamina Desa Panta Dewa.

"Berdasarkan informasi tersebut tim Elang yang di pimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda Nasron Junaidi, SH langsung menuju TKP dan kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku.Lalu pelaku dan barang bukti di bawa ke Polsek Talang Ubi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya. (admin)
Share:

Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Ini Tahan 5 Warga Asing

PRABUMULIH – Ratusan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala melakukan aksi penutupan jalan Pertamina PAL 6 diwilayah Gunung Kemala menuju PT.GHEMMI Desa Gunung Raja Sabtu, (6/1/2018)sekitar pukul 09.00 wib pagi

Warga meminta pihak perusahaan PT.Pertamina dan PT.GHEMMI memperbaiki jalan yang sering mereka lalui karena saat ini kondisi jalan telah rusak dan berlumpur

Solmidin Selaku ketua Lembaga Komunikasi Masyarakat Gunung Kemala (LKM-GK) Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat mengatakan telah mengajukan permohonan kepada kedua perusahaan untuk segera memperbaiki jalan yang mereka gunakan

“Dari tahun 2016 kami mengajukan permohonan pengerasan jalan namun hingga kini pihak perusahaan belum memberikan tanggapan”, ungkapnya

Jalan ini sangat vital karena digunakan oleh masyarakat untuk menyadap karet dan anak-anak sekolah menuju SMAN 5 dan SMPN 9 bahkan dilalui oleh para pekerja PT.GHEMI,tambahnya.



Dalam aksi itu pulahan Perangkat Kelurahan Gunung Kemala RT,RW dan warga Desa Gunung Raja Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim ikut serta turun kejalan menuntut agar jalan diperbaiki.

“Kami tidak akan membolehkan seluruh aktifitas perusahaan melalui jalan Pal 6 jika belum ada kesepakatan” tegas Sopian ketua RW.02.

Medani, (45)  ketua Linmas Gunung Kemala mengatakan aksi ini akan terus berlanjut sampai ada kesepakatan.

“Seluruh mobil perusahaan menuju PT.GHEMMI kami putarkan tidak boleh melewati jalan ini, bebernya.

Saat perwakilan PT.GHEMMI Hardi Holik (40) yang membawa 5 warga Pekerja asal China melintas menuju Prabumulih, warga memberhentikan laju mobil dan sempat menahannya

"Yang ado dimobil semuanya turun, kalu dak galak puter balik" ungkap warga yang mulai kesal.

Sempat terjadi adu mulut, pekerja asal china menolak untuk turun karena takut dengan kerumunan masa

"Mereka tidak mau turun dari mobil, takut nanti di apa-apakan" ungkap Hardi Holik Sekaligus Penerjemah bahasa Mandirin itu

Ketegangan terjadi beberapa jam setelah pihak Kepolisian yang diwakili Bhabinkamtibmas Gunung Kemala melerai keruman masa agar tidak beraksi anarkis

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti,SE melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Sofyan Affandi.SH yang turun langsung kelapangan menghimbau warga untuk tidak melakukan aksi anarkis dan pihak kepolisian akan menjamin keamanaan jalannya aksi tersebut.

“Kita akan terus mengawal jalannya aksi warga, jangan sampai ada tindakan kekerasan”,harapnya.(SN01)
Share:

Sejumlah Warga Keluhkan Jalan Pertamina SP3 Rusak Parah

PRABUMULIH – Sejumlah warga sangat mengeluhkan rusaknya jalan Simpang empat Gunung Kemala menuju Desa Gunung Raja Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim, Sabtu (6/1/2018) pasalnya jalan yang biasa mereka gunakan saat ini mengalami rusak parah hingga berlumpur.

Jalan milik PT.Pertamina SP 3 Gunung Kemala wilayah asset 2 itu sudah beberapa tahun terakhir belum ada perbaikan dari pihak perusahaan
Jalan penghubung antara Prabumulih dan Muara Enim itu kini rusak parah, beberapa warga Desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim mengeluhkan rusaknya jalan yang mereka lalui dan jalan itu merupakan akses terdekat satu-satunya menuju Prabumulih

Welly, seorang warga penyadap karet Kelurahan Gunung Kemala mengatakan jalan ini sering digunakan oleh perusahaan namun mereka tak pernah memperbaikinya, tambahnya Jalan Pal 6 Simpang 4 Gunung Kemala mereka gunakan untuk akses ke kebun untuk menyadap karet.

Romli selaku ketua RT.02 Kelurahan Gunung Kemala mengatakan sudah beberapa kali mengajukan Pengerasan jalan kepada perusahaan yang menggunakan jalan tersebut

“Tahun 2016 silam kita sudah mengajukan proposal pengerasan jalan kepada PT.Pertamina namun mereka belum menanggapi” Ungkapnya.

Jalan penghubung dua Desa itu sangat membantu warga khususnya warga Gunung Raja yang ingin pergi ke sekolah SMAN 5 dan SMPN 9 Prabumulih (SN01)
Share:

Inilah Penyebab Meninggalnya Yulis Yang Sempat Gemparkan Warga PALI

PALI -- Sebanyak 16 adegan diperagakan dalam rekonstruksi pembunuhan korban Yulis Hartono (34), warga Talang Ojan RT 19/04, oleh tersangka Kgs Sulaiman alias Iman (37), warga Sumberejo, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Rekonstuksi yang digelar, Selasa (5/1) sekitar pukul 15.00 WIB, di halaman markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Talang Ubi, dengan menghadirkan langsung ‎tersangka dan saksi, serta belasan keluarga korban yang ingin menyaksikan langsung, dibawa pengawalan ketat anggota Unit Reskrim Polsek Talang Ubi.

Dari hasil rekonstruksi tersebut, diketahui bahwa pembunuhan terhadap korban Yulis Hartono, dilakukan oleh tersangka Iman seorang diri, dengan cara membacok korban dengan mengunakan sebilah parang dari arah belakang yang mengenai pipi hingga leher kanan. Itu terlihat di adegan ke delapan dan sembilan, dari 16 adegan yang digelar.

Lalu di adegan selanjutnya, korban mencoba memberikan perlawanan dengan mencabut sepucuk senjata api rakitan (senpira) jenis pistol yang terselip di pinggangnya. Namun, karena korban mengalami luka cukup parah membuat dirinya keburu tersungkur ke tanah dan pelaku dan saksi Kgs Aliudin langsung pergi.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK, melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman SH MH, didampingi Unit Reskrim Ipda Nasron Junaidi SH, bahwa saat awal kejadian pelaku hanya berdua antara pelaku dan korban. Namun, terjadi cekcok diantaranya dan pelaku menelpon kakaknya Kgs Aliudin untuk menjelaskan perkara lahan itu.

"Tapi saat saksi datang dan menjelaskan masalah lahan itu, ternyata tak direspons baik oleh korban. Dan secara tiba-tiba pelaku Iman ‎langsung membacok korban dari arah belakang. Lalu setelah, korban dipastikan meninggal akhirnya pelaku dan saksi melarikan diri. Dan ternyata menyerahkan diri ke Mapolsek Talang Ubi," jelasnya.

Ditambahkannya, bahwa tujuan dari rekonstruki ini selain untuk mengetahui cara dan motif pelaku pembunuhan, nanti juga untuk melengkapi berkas perkara pada saat persidangan nantinya. "Motifnya karena masalah lahan itu. Pelaku sendiri akan kita kenakan pasal 338 KHUP atas tindak pembunuhan, dengan ancaman minimal 15 tahun penjara," tambahnya.

Sementara, Saksi Aliudin mengaku, bahwa dirinya sempat mencoba menegahi antara pelaku dan korban. Namun, pembacokan itu tak terhindarkan. "Saya sempat menengahi untuk menyelesaikan masalah lahan ke kelurahan. Tapi korban tidak mau, dan pelaku tiba-tiba membacok pak," ungkapnya.

Terpisah,‎ pelaku Imam kepada petugas mengakui, bahwa dirinya terpaksa melakukan pembacokan tersebut karena terbawa emosi. "Saya terpaksa pak melakukan itu. Saya sudah khilaf pak. Karena itu saya menyerahkan diri ke Kepolisian untuk bertangungjawab, dan siap menerima apapun keputusanya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, ‎warga Ibukota Pendopo mendadak geger. Pasalnya, Yulis Hartono (34), warga Talang Ojan RT 19/04, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ditemukan sudah tewas bersimbah darah, setelah mengalami luka bacok di bagian pipi hingga leher sebelah kanan.

Kejadian bersimbah darah tersebut, berlangsung Jumat (29/12) sekitar pukul 08.30 WIB, di perkebunan wilayah Bor 9 Talang Ojan, Kelurahan Talang Ubi Utara. Berawal saat korban Yulis bersama pelaku Imam (37), warga Sumberejo, Kelurahan Talang Ubi Utara, mendatanggi lokasi kejadian untuk menentukan patok tanah.(admin)
Share:

Gelapkan Motor Scoppy, Rivandra Diciduk Petugas


PRABUMULIH - Aksi debt Kolektor M Rivandra (30) warga jalan bima kelurahan wonosari Prabumulih Utara, harus berakhir ditangan petugas kepolisian akibat melakukan tindak pidana penggelapan Motor honda scoopy milik Rima Sukmahayati (40) warga Perumnas Prabu indah blok I 2 No. 10 RT 07 RW 04 kelurahan gunung ibul.

Berdasarkan Laporan Polisi No : LP/B-277/XII/2017/Sumsel/Pbm/Sek Pbm Tmr tgl 30 Desember 2017. Diketahui, Pelaku yang merupakan kolektor PT Summit Otto Finance menyita motor korban karena menunggak angsuran selama dua bulan, namun sepeda motor tersebut tidak diserahkan ke pihak leasing melainkan dijual pelaku kepada orang lain.

Setelah mendapatkan keterangan dari pihak leasing bahwa motor serahannya belum sampai ke PT Summit Otto Finance, Rima langsung melaporkan kejadian yang dia alami ke polsek Prabumulih Timur.

Berbekal ciri ciri dan informasi keberadaan pelaku, Gabungan Tim Buser Prabumulih Timur dan Buser Polres Prabumulih di pimpin Ipda Gharasa Zahra Zahirah STrK kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Dihadapan petugas pelaku mengaku telah menjual motor tersebut ke temannya inisial SND seharga Rp.5.000.000 rupiah. dirinya terpaksa melakukan modus ini untuk menutupi biaya target operasi yang dibebankan oleh pihak leasing. Jum'at (05/01)

" Uang hasil penjualan, saya gunakan untuk menutupi target yang dibebankan pihak leasing, kalau target terpenuhi saya akan mendapat bonus" Ujar M Rivandra.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, SE., MM melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Hernando, SH didampingi Ipda Gharasa Zahra Zahirah S.Tr.K mengatakan saat ini pelaku masih dalam proses penyidikan di Polsek Prabumulih timur.

" Saat ini pelaku masih dalam proses penyidikan. Akibat Ulahnya pelaku akan dikenakan Pasal 372 KUHP atas kasus penggelapan, " Tegas AKP Hernando. (Rel/SN01)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts